Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Langkah yang diambil Mama Mila.


__ADS_3

Hay By...


Saat kau membaca ini, mungkin aku sudah pergi dari hidupmu, kumohon jangan mencariku, karena aku bukan untuk dicari.


Jason, suatu hari nanti kamu pasti mengerti, cintaku padamu adalah sebuah kesalahan.


Yaaa, sebuah kesalahan, aku yang pernah berharap bahwa kita akan menjadi sebuah keluarga, kau akan membina rumah tangga kecil kita, Misca, Jacob, dan aku akan selalu patuh padamu.


Dan saat itu tiba, kita akan hidup bahagia selamanya.


Jangan salahkan Papa, Papamu benar, selama kamu masih berada didalam lingkaran hitam itu, maka selama itu juga kau akan salah jalan.


Percayalah, tidak ada orang tua manapun yang ingin menjerumuskan anaknya.


Aku bukan tidak ingin merangkulmu, bukan tidak ingin menerimamu apa adanya, By... sudah kukatakan aku akan menerima semua tentangmu, tapi tidak untuk anak-anakku, dan aku tidak bisa mengabaikan itu.


Maafkan aku, yang sudah ingkar padamu, ingkar kalau kita akan hidup bersama setelah Jacob lahir.


Kau tau, denganmu aku belajar mengikhlaskan, maka kini kau juga harus bisa mengiklaskanku.


Denganmu aku belajar untuk tegar, maka kau pun sama, aku bukanlah satu-satunya wanita yang bisa merebut hatimu, kau hanya perlu membuka mata hatimu saja, maka kau akan menemukan cinta yang baru.


Jika kita berjodoh nanti, kau pasti akan menemukanku walau tanpa kau mencari.


Dan jika saat itu tiba, aku sangat berharap kau sudah bukan seorang yang menakutkan lagi.


Kita berpisah anggap saja untuk memantaskan diri, aku yang memantaskan diri mendampingimu, dan kau pun sama.


Namun jika ditengah jalan, kau menemukan seseorang yang bisa meluluhkan hatimu lagi, terima saja, aku akan dengan senang hati merestuimu.

__ADS_1


By, umurku terpaut jauh darimu, bukankah sangat memaksa jika kau hanya akan menatapku saja.


Dengarkan aku, berubahlah demi hidupmu, bukan hanya demi aku...


Jika masih ada setitik cinta untukku kelak, kumohon berubahlah, demi keluarga yang akan kita bangun nanti...


By... Aku pasti akan sangat rindu, kebersamaan kita bolehkah aku bawa pergi dengan kepingan hati yang sudah patah ini.


Jangan mencariku, karena aku bukan untuk dicari.


By... Aku menyayangimu...


^^^-Salam sayang, Shirleen kekasihmu, Misca dan Jacob-^^^


Jason terduduk lemas, sebuah surat dari Shirleen membuat ia tak berdaya.


Kekasihnya benar-benar pergi.


Beruntung hari itu, saat setelah suaminya mengunjungi Shirleen untuk membicarakan perihal putranya, ia sempat menemui Shirleen setelah kepergian suaminya.


Flashback.


Mama Mila seperti seorang penguntit saja saat ini, ia mengikuti gerak-gerik suaminya, ya dugaannya benar, tujuan suaminya adalah kediaman Shirleen.


Ia tidak bisa mendengar percakapan apa yang akan dibincangkan oleh suaminya dan Shirleen, namun ia yakin suaminya pasti akan menyuruh Shirleen menjauhi Jason, pun sudah berapa kali suaminya membahas masalah ini dengannya, setelah anak Shirleen lahir, mereka berdua akan dipisahkan, untuk membuat Jason sadar dan berhenti bertindak kejam.


Ia dengan sabar menunggu dengan bersembunyi, hingga beberapa menit berlalu suaminya tampak keluar dari apartemen Shirleen dengan wajah yang sulit diartikan.


Setelah situasi dirasa aman, ia memencet bel apartemen Shirleen, tidak lama Shirleen pun membuka pintu menyambutnya dengan senang hati, namun mama Mila tau didalam sana ada sebongkah hati yang sedang patah.

__ADS_1


"Mama, tumben kesini..." ucap Shirleen hangat.


"Eh kok nanya gitu, emangnya gak boleh mama main kesini, mama kan mau tengokin Jacob, baru juga berapa hari gak liat dia rasanya udah kengen banget" Mama Mila mencoba berbasa basi. Ia tau calon mantunya itu sangat tidak nyaman atas kehadirannya, sepertinya Shirleen butuh waktu sendiri saat ini.


"Eh, gak gitu Ma, boleh, boleh banget malah Shirleen senang Mama sering kesini"


Mama Mila menengok Jacob yang sedang tidur di kamar Shirleen ditemani Ipah, meteka semua berkumpul dikamar, membahas perkembangan Jacob dan sharing tentang parenting, hanya Mama Mila dan Shirleen saja, karena Ipah belum mengerti mengingat ia belum menikah.


"Shirleen, apa Papanya Jason tadi kemari ?" tanya Mama Mila, sejurus membuat Shirleen menegang, ia ingin mengatakan iya, namun apa yang ia bahas dengan Pak Adrian begitu jelas diingatannya.


"Tii tidak Ma, hanya sekali saat waktu itu sama Mama kan" ucap Shirleen berbohong, ia sudah bertekad akan menutupi semuanya.


"Shirleen, Mama sudah mengetahui semuanya, tidak perlu membohongi perasaanmu nak, kalau kau tidak sanggup bilang saja, dan lagi jangan hadapi ini sendirian, ada Mama, ayok ceritakan, dan setelah mendengar semuanya, apa rencanamu ?"


Shirleen masih menunduk, ia bahkan tidak berani menatap Mama Mila.


"Mau berpisahkah, atau bertahan"


Degg, kenapa rasanya sakit sekali mendengar kata berpisah, namun bertahan pun bukan keputusan yang tepat. Shirleen menghela nafasnya berat, mungkin Tuhan ingin mengujinya sekali lagi.


"Shirleen sayang, bicaralah, ada Mama, Mama menyayangimu bukan hanya sebagai calon mantu, tapi Mama sudah menganggapmu sebagai anak, ceritakan semua keluh kesahmu, ada Mama, kita akan hadapi ini bersama" Perkataan Mama Mila sungguh menenangkan, namun belum cukup membuat Shirleen meyakini hubungannya dengan Jason.


Akan dibawa kemana hubungannya dengan Jason, ia sama sekali tidak tau harus melakukan apa saat ini.


Tangan Mama Mila terulur mengusap lembut bahu Shirleen, bahu itu terlihat bergetar terdengar pula isak tangis yang semakin membuat hati Mama Mila teriris.


Yah Tuhan kuatkanlah mereka, aku hanya bisa menjadi perantara, merekalah yang nanti akan menjalaninya.


Bersambung...

__ADS_1


Like, koment, gift, dan vote.


__ADS_2