
"Tuan Muda!" ucap Shakira panik, Jason langsung saja bergegas menuju toilet, karena Shakira tergesah-gesah memanggilnya tadi seolah mengisyaratkan bahwa telah terjadi sesuatu pada istrinya.
"By..." panik Jason.
Tuan Gilbert mengikuti dari belakang, dirinya melirik ke salah satu pelayan, matanya mengerlingkan penuh minat, lalu disambut senyuman oleh pelayannya itu.
Bagi Tuan Gilbert, pelayannya itu sudah bekerja dengan baik, hingga akhirnya bisa terjadi sesuatu pada Shirleen di balik Toilet sana.
"By..." Jason langsung saja masuk ke toilet, melihat istrinya yang nampak lemah, segera dirinya menggendong sang istri untuk dibawa ke rumah sakit, melihat Shirleen yang begitu lemas serta tak hentinya mengeluh kesakitan.
"Sakit By..." lirih Shirleen.
"Kau kenapa By?" tanya Jason masih dengan kepanikannya, "Bertahan, kita ke rumah sakit."
Shirleen mengangguk, dirinya menurut saja.
"Roy siapkan mobil!" titah Jason.
Langsung saja Roy dan Shakira bergegas menuju luar rumah, menyiapkan mobil. Sebenarnya mereka datang tadi menggunakan dua mobil, tapi melihat keadaan Shirleen yang tiba-tiba sakit begitu membuat mereka memutuskan untuk pergi ke rumah sakit menggunakan mobil Jason saja.
"Jason, saya minta maaf atas keteledoran ini, saya berjanji akan mengusut tuntas apa yang terjadi, mengapa Nona Shirleen bisa tampak kesakitan seperti itu." tutur Tuan Gilbert bagai merasa bersalah, mulutnya mengatakan penyesalan, namun dalam hatinya puas sekali.
"Kami pasti akan mengurus ini, kalau saja apa yang terjadi pada istriku adalah kesengajaan, maka pastikan bahwa kau sudah memesan peti matimu dari sekarang!" ucap Jason marah, dirinya benar-benar kalut, dan juga Jason memang sudah tidak menyukai Tuan Gilbert, jadi mulut pedasnya meluncur saja mengatakan itu.
Tuan Gilbert tercengang menangkap wajah yang sangat tidak bersahabat yang dilayangkan Jason.
Sedikit gentar, namun sudah sejauh ini, dan dirinya sudah berhasil, sebentar lagi Shirleen akan kehilangan bayinya, dan itu pastinya akan membuat Jason terpuruk sekali.
"Dirinya memutuskan untuk bersiap juga ke rumah sakit, namun sebelum itu dirinya akan menghubungi seseorang."
"Aku sudah melakukannya, dan yah berhasil... Wanita itu nampak kesakitan."
__ADS_1
^^^"Hahaha, memang itu yang aku harapkan, sebentar lagi aku akan melihat kehancuran Adrian, dirinya sudah bangkrut dan hancur tidak termaafkan oleh anaknya, buktinya saat ini dirinya dan sang istri hilang entah kemana, perusahaannya di ambang kehancuran dan hanya dikendalikan oleh Jo."^^^
^^^"Dan sebentar lagi anak emas Abraham itu pasti juga akan hancur, istrinya pasti akan sangat terpuruk setelah kehilangan bayinya dan aku tau dirinya tidak bisa melihat air mata istrinya barang sedikitpun."^^^
"Yah kau benar, orangku bekerja dengan baik, aku harus memberikan bonus padanya malam ini, serta memuaskannya, hahahaha!"
^^^"Yah itu terserah kau saja, semoga pergulatanmu menyenangkan, dasar player!"^^^
"Dia sedang menuju rumah sakit, aku akan mengikutinya dan berlagak begitu perhatian, aku ingin tau sejauh mana perkembangan kematian janinnya itu, aku berharap setidaknya jika janin itu tidak mati seharusnya obat itu sudah berhasil membuat janinnya menjadi cacat."
^^^"Janin itu pasti mati, obat yang sudah aku beli dari seorang mafia itu mampu membunuh janinnya tanpa perlawanan."^^^
"Aku akui kehebatanmu, kita harus merayakannya Tuan Bayu!"
^^^"Yah kau benar, baiklah aku akan memberikan satu gadis perawan untukmu sebagai harga sebuah kematian ini, kurasa cukup! hahaha!"^^^
Tuan Gilbert tersenyum smirk, satu langkah lagi sudah mereka gapai, saat Jason sedang terpuruk nanti, saat itulah dirinya dan rekannya itu melancarkan aksinya.
Membuat masalah pada kerja sama yang telah mereka sepakati, hingga nanti mereka bisa merebut ARAD Group dengan kelemahan Jason.
Dirinya akan mengusut tuntas, akan memberikan pembelajaran yang lebih dari setimpal atas apa yang telah orang lain lakukan pada sang istri, ada siksa yang sangat sangat pedih jika saja berani menyentuh istrinya.
"Kau cerdas, aku suka kepandaianmu dalam membaca situasi, kita akan bersenang-senang malam ini Baby! Tunggu aku, siapkan kamarnya semenarik mungkin!" ucap Tuan Gilbert pada pelayan yang tadi membantunya.
"Kau tidak akan mengingkari janji kan?" wanita itu memegang tangan Tuan Gilbert, dan membawa tangan itu mengelus perutnya yang masih rata.
"Aku melakukan ini demi dirinya, apa sudah cukup membuatmu yakin bahwa ini adalah anakmu?" tanya wanita itu lagi.
Tuan Gilbert bukannya tersentuh akan tindakan yang dilakukan wanita itu melainkan jijik yang dirinya rasakan. Namun semua itu harus dirinya tahan, untuk lima puluh milyar yang akan memenuhi rekeningnya pada pekerjaannya kali ini, Gilbert Cowan, pria tua bangka perut buncit itu tidak memerlukan cinta dalam hidupnya, dirinya tidak membutuhkan seorang perempuan untuk menjadi istrinya, dan anak... Sayangnya dirinya tidak pernah mengharapkan itu.
Meski dirinya secara sadar pernah melakukan hubungan intim pada wanita di hadapannya ini berkali-kali namun dirinya selalu membayar wanita itu, lalu untuk apa dirinya bertanggung jawab , bukankah dirinya sudah membayar mahal padahal hanya untuk seorang pelayan.
__ADS_1
Murahan, satu kata itu membuatnya selalu memandang remeh setiap wanita yang melayaninya di ranjang.
Tuan Gilbert mengangguk, dirinya memberikan kecupan pada bibir wanita itu, dirinya harus menahan kekesalannya. Biarkan saja dirinya mengakui sementara demi lima puluh miliyarnya.
Tuan Gilbert berlalu, dirinya harus segera ke rumah sakit untuk memastikan apa yang terjadi selanjutnya pada istri Jason itu.
Wanita tadi menatap punggung Tuan Gilbert yang semakin menjauh, sebentar lagi dirinya juga akan menjadi orang kaya. Dirinya sudah membayangkan hidup indahnya saat nanti dirinya sudah dinikahi Tuan Gilbert, atau minimal Tuan Gilbert sudah mengakui bahwa bayi yang dikandungnya ini adalah anak lelaki itu, tidak masalah baginya jika tidak dinikahi, namun dirinya akan menjadikan bayinya ini sebagai alat untuk meminta pundi-pundi rupiah pada ayah biologis bayinya itu.
Tanpa dirinya tau yang sebenarnya bahwa Tuan Gilbert bukanlah orang yang perduli akan sebuah keluarga, istri dan anak bukanlah hal yang menyenangkan bagi pria itu, bahkan tanpa wanita itu ketahui, Tuan Gilbert adalah orang yang tidak akan pernah mengikat hidupnya dengan janji pernikahan. Pria paruh baya itu hanya taunya bersenang-senang dan menikmati hidup, meski haram yang dirinya kerjakan sekalipun dirinya tidak pernah perduli.
Lamuannya terhenti kala mendengar suara kasak-kusuk perbincangan yang mengeluhkan sifatnya.
"Dasar tidak tau diri, menggoda Tuan Gilbert hanya untuk menjadi orang kaya."
"Benar, dasar tidak berperasaan, sedang hamil tapi bahkan dengan tanpa bersalah mencelakai wanita hamil lainnya, kau tidak tau siapa Tuan Gilbert, suatu saat pria tua itu akan membuangmu dan bayimu, kau tau dia itu pria bule biar bentuknya buncit begitu, dan sebagian orang bule sayangnya ada yang tidak menginginkan pernikahan, dan aku rasa Tuan Gilbert memang orang seperti itu, dari caranya menjalani hidup saja kami sudah tau, hanya kau saja yang buta." usik pelayan lainnya yang juga ikut mencemoohnya.
"Dasar murahan!"
"Lacur!"
"Jal*ng!"
"Diam kalian..." teriaknya marah.
Tidak menerima kenyataan, dia yang begitu yakin Tuan Gilbert akan bertanggung jawab pada bayinya.
Bersambung...
*
*
__ADS_1
*
Like, koment, and Vote !!!