
"Jadi Mas, beneran aku cantik ?" tanya Sri PeDe, bolehkah ia berteriak hore hore seperti Dora kala melihat wajah Dareen yang sudah semerah tomat, atau jingkrak jingkrak auto ngakak, tidak Sri sedang berusaha menahannya saat ini.
Kalau saja ia tidak harus menghargai laki-laki dihadapannya ini, pastinya itu sudah ia lakukan, kalau saja ada hari bebas dosa meski hanya sekali dalam seumur hidup, Sri pasti akan menggunakannya.
"Lo... arrgghhhh, lo seneng liat gue kek gini hah" bentak Dareen lagi.
Namun kali ini Sri tidak akan takut lagi seperti biasanya, karena Sri sudah mendengar segala isi hati suaminya secara live tadi.
"Udah lah Mas Dareen, jangan marah-marah lagi, kita damai aja yah, katanya mau nerima pernikahan kita..." ujar Sri menggoda Dareen.
"Katanya mau minta maaf sama istrinya, tapi kok malah di bentak lagi"
"Mas Dareen, mau aku kasih tau nggak caranya biar lebih cepat bisa nerima pernikahan ini" tanya Sri di sela sela betapa malunya Dareen.
"Apa ?"
"Sini deketan, aku bisikin" ujar Sri.
"Apaan main bisik-bisik segala ? lo jangan nyuri kesempatan yaaa"
"Isshh katanya mau nerima pernikahan ini, tapi ngomong sama istri aja seremnya minta ampun" keluh Sri.
"Ya udah apaan" tanya Dareen, ia pasrah saja badannya mulai condong ke arah Sri.
Sri membisikkan sesuatu di telinga suaminya, dan itu berhasil membuat Dareen menegang.
"Cup" setelahnya sebuah kecupan mendarat di pipi kanan Dareen, Sri memang mencari kesempatan nampaknya.
Pagi-pagi sekali Jason sudah dibangunkan oleh sebuah panggilan telepon dari Afik, entah sudah berapa kali semenjak dari Jason yang masih tumbang karena habis olahraga subuh dengan Shirleen hingga kini ia sudah mengenakan seragam sekolahnya.
Hari ini adalah hari pertamanya ujian nasional, sahabatnya itu pasti takut ia tidak masuk sekolah mengingat sudah hampir setengah bulan lamanya Jason mangkir dari sekolahnya.
Ia mengabaikan panggilan dari Afik, menuju ruang makan untuk sarapan.
"Hai jagoan, hai princess, gimana liburannya" ucap Jason pada anak-anaknya sambil menguyel pipi Jacob yang chubby.
"Papa, nanti kita liburan lagi yaaa, kemaren kurang seru soalnya nggak ada Papa sama Bunda" ajak Misca, iya kemarin ia memang liburan, dibawa ke suatu Villa dekat pantai oleh orang suruhan Jason, bersama Ipah dan Jacob. Dan siapa yang menyangka bahwa para oma dan Pak Haris sudah menunggu di Villa tersebut, untuk susu Jacob, Jason sudah menyiapkan semuanya karena saat Shirleen pergi dari rumah persediaan susu di freezer masih lumayan banyak, kira kira cukuplah untuk persediaan tiga hari saat bayi itu tanpa mamanya.
__ADS_1
Shirleen yang mendengar permintaan Misca pun melotot tidak percaya, ia yang sedari kemarin sangat mencemaskan anak-anaknya tapi ternyata anak-anaknya malah dengan santainya liburan.
"Liburan ? Sama siapa ?" tanya Shirleen.
"Sama Bi Ipah, adik bayi, ada Opa, Oma Nena sama Oma Ila" terang Misca.
"Kakak ke Pantai Bunda, jalan-jalan sama Opa, beli balon, bikin rumah pasir seru deh" antusias Misca menceritakan kegiatannya kemarin.
Tadi baru saja sebelum kedatangan Jason, Misca, Jacob beserta Ipah diantar orang suruhan Jason pagi-pagi sekali, Shirleen saja sampai terharu karena melihat tidak terjadi apapun dengan para kesayangannya. Belum sempat menanyai Ipah apa yang telah terjadi Jason sudah sampai di meja makan untuk sarapan bersama.
"By..." ujar Shirleen, matanya seakan meminta penjelasan pada sang suami.
"Iya, kan aku udah bilang mereka di tempat yang aman, nyaman, kamu aja yang selalu khawatir" jawab Jason.
"Ya gimana nggak khawatir coba, malamnya aku di pisahin, sampe siangnya aku bahkan nggak tau kabar mereka, ibu mana coba nggak cemas"
"Ya tapi emang semuanya baik-baik aja kan" santai Jason.
"Lain kali jangan pisahin aku sama anak-anak yang aku gak tau mereka dimana"
"Iya iya, udah ambilin sarapannya" pinta Jason, semuanya pun kemudian sarapan bersama.
"Eh kira-kira Jason ngelanjutin kuliah dimana yaaa, gue mau dong satu kampus sama Jason lagi"
"Iya bener, rasanya belum siap pisah sama bebeb gue"
"Bebeb Bebeb ya kali Bebeb tapi tiga taon cuma bisa mandang dari jauh doang, halu lo"
"Sirik aja lo Memunah, serah gue dong, selama belum punya bini, tuh si ganteng masih milik bersama yaaa"
"Iya loh, gue aja sama cuma bisa mandangin Jason dari jauh juga, biarin aja halu toh Jason gak pernah marah juga kalau kita ngehaluin dia"
"Iya sih, Jason.... iiihh sedih banget deh kalau sampai beda kampus"
"Aaaaa Jason kenapa lo ganteng sih, kan sulit"
Sementara tidak jauh dari mereka para rombongan ciwi-ciwi doyan halu, ada tiga pendekar mencari cinta ingin sekali tertawa ngakak karena geli mendengar kehaluan mereka.
__ADS_1
"Masih milik bersama, udah punya bini dia, anak juga udah dua" ucap Angga dari kejauhan.
"Yang dihaluin udah kewong tiap malem, tadi aja gue telpon telpon kagak diangkat, abis ngeronde Bebeb kalian" ujar Afik namun tidak didengar oleh para ciwi-ciwi tersebut.
"Anjim seneng banget jadi si Junedi" kali ini Angga, bangs*t sekali rasanya karena ia malah membayangkan Jason dan Shirleen tengah memadu kasih.
"Gue pites juga lo, jorok banget sih otak lo" ucap Afik, sambil menoyor kepala Angga.
"Yeee apaan sih lo, emang gue ngapain ?" Angga tidak terima.
"Jangan sok suci wahai anak muda, emang lo kira gue nggak tau lo lagi ngembayangin apaan, anak setan kayak lo ini udah kebaca otaknya" tuding Afik.
"Yaelah, nuduh aja lo sembarangan"
"Udah udah, noh orangnya" ucap Yudha melerai, biar sampe tahun gajah lagi kalau tidak di pisahkan, sahabat laknatnya ini tidak akan kehabisan kata jika hanya untuk berdebat.
"Wiihh, setengah bulan gak masuk nambah sumringah aja tuh muka, vitamin terus keknya anak Mama Mila" ucap Afik.
Jason menuju para sahabatnya, entah apa yang sedang di bicarakan sahabatnya itu dari kejauhan, yang pasti menurut Jason bukanlah sebuah pujian.
Ia memberikan kode pada ketiganya untuk duduk di taman, sembari menunggu bel masuk.
Ia sudah di beri tahu oleh Afik lewat aplikasi chat berwarna hijau tadi kalau ia dan Afik satu ruangan, jadi ia akan melihat tempatnya nanti saja saat akan masuk.
"Ngapa sih lo, nggak niat banget ya angkat telpon gue, gue kira lo gak bakalan sekolah lagi tau nggak" ucap Afik, saat mereka berempat sudah duduk di kursi taman.
"Gue sibuk, tau lah lo pada" ucap santai Jason
"Hemmm nyoblos aja terus, udah punya bini mah seneng ati" sindir Angga.
Jason hanya tersenyum tengil, bodo amat.
"Dasar setan"
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!