
"By, kamu nggak ada pengen makan sesuatu gitu ?" Jason menghampiri Shirleen didapur untuk makan malam.
Tepat hari ini, sudah seminggu semenjak Mama Mila bercerita banyak tentang Jason, Shirleen akan membuat keputusan untuk Jason, setelah banyak pertimbangan. Hubungannya dan Jason pun sudah semakin dekat, namun sebenarnya Shirleen belum mencintai Jason, hanya rasa nyamanlah yang ia rasakan saat bersama Jason.
Tidak diherankan lagi, Jason memang hampir tiap hari sarapan dan makan malam di apartemen Shirleen. Ia memang tidak tau malu.
"Nggak, kenapa kamu mau keluar ?" tanya Shirleen.
"Bukan gitu, kan kamu lagi hamil, emangnya kamu gak ngidam apa gitu ?" tanya Jason lagi.
"Eemm, nggak, aku ngerasa biasa aja... Eh iya, nih makan dulu, soalnya nanti ada yang mau aku omongin sama kamu" Shirleen berniat mengerjai Jason sebelum ia menuntaskan niatnya.
"Mau ngomong apa By ?" tanya Jason penasaran.
"Makan aja dulu, nanti pas udah denger takutnya kamu gak selera makan lagi !" Shirleen menjawab dengan nada cuek saja.
Jason yang mendengar ucapan Shirleen, mendadak terdiam, ia takut Shirleen akan meninggalkannya karena sifatnya yang selalu ingin nempel kek magnet dengan Shirleen, barangkali kan Shirleen jenuh padanya, bukannya Shirleen juga manusia biasa.
Ia kini sudah tidak berselera lagi untuk makan, padahal ia biasanya sangat bersemangat memakan masakan wanita yang telah diklaim menjadi calon istrinya itu.
Jason memandang lekat Shirleen, ia dan Shirleen kini telah selesai makan, duduk di sofa ruang tamu dengan saling berhadapan.
Jason merasa saling bertatapan dengan Shirleen sungguh tidak baik bagi kesehatan jantungnya, ia sangat gugup saat ini, terlebih tadi Shirleen ingin membicarakan sesuatu dengannya.
__ADS_1
"Tatapannya sangat menakutkan, apa ia marah dan akan pergi dariku ? Belum juga pacaran udah ditinggal, seketika aku merasa gagal menjadi orang ganteng..." Batin Jason.
"Lihatlah ekspresinya itu, kalau saja aku tidak sedang berakting mengerjainya, aku pasti tidak akan menahan ketawaku ini, sial susah sekali rasanya" Batin Shirleen.
Kedua manusia yang dilanda pemikiran batin masing-masing itu pun saling tatap, lama keduanya terdiam.
"Aku ingin mencobanya Jason" Tiba-tiba Shirleen membuka suaranya.
"Maksudnya By" Jason masih heran dengan perkataan Shirleen.
"Aku ingin mencoba untuk menerima kamu, sebagai pacar, lagi pula kita sudah dekat, aku ingin memberimu kesempatan" Shirleen menjawabnya dengan menahan malu.
"By, kau serius ?" Senyum Jason kini mengembang saking senangnya, ia sampai melompat kegirangan seperti anak kecil.
"Ah iya, aku lupa" Kini Jason sudah duduk disamping Shirleen.
"By, aku mau foto bareng kamu" permintaan pertama Jason saat setelah menjadi pacarnya sungguh diluar dugaan Shirleen.
"Hadeehh, dasar bocah"
Lalu kedua pasangan anak manusia yang beda usia itu berselfie ria, Jason sangat senang hari ini.
"By, bagaimana dengan tawaranku ?" Tanya Jason tiba-tiba.
__ADS_1
"Apa ?" Bingung Shirleen
"Menikah ? Kamu tidak ingin menikah denganku ?" manja Jason.
"Untuk saat ini kita pacaran saja dulu, aku ingin lebih mengenalmu, kalau kamu kan uda tau tinggal cari informasi tentang aku tau deh segalanya, lagian aku tuh gak boleh nikah soalnya aku kan lagi hamil, kalau mau nikah ya nunggu anak ini lahir" Jawab Shirleen yang membuat Jason seketika menemukan ide baru.
"Heemm, kalau gitu saat nanti anak ini udah lahir, kita nikah aja ya By, aku gak mau kehilangan kamu By" Jason sungguh sangat manja dengan Shirleen.
"Nggak tau deh, aku pikir-pikir dulu lagian masih lama" cuek Shirleen.
"Yah By, kok gitu sih" Jason mengerucutkan bibirnya. Ia belum puas dengan jawaban Shirleen.
Kini Jason sudah berbaring dipangkuan Shirleen, ia bisa memandangi wajah pujaan hatinya itu sepuas yang ia mau. Bahkan ia kini sengaja pura-pura tidur agar ia bisa menginap diapartemen Shirleen. Jason kali ini memang sudah bucin dibuat Shirleen.
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, minta dukungan like, koment dan votenya yah... biar makin semangattss
__ADS_1
Happy reading*** !!!