Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Berpisahnya Lisa


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Jason sudah pulang dari rumah keluarga Julian, ia kini menuju apartemennya, karena ada seragam dan buku sekolahnya disana.


Shirleen masih menginap untuk beberapa hari dirumah orang tuanya, biarkanlah begitu, lepaskanlah seluruh rindu yang menggebu itu, puaskanlah.


Kini Jason sudah sampai diparkiran sekolahnya, seperti biasa sorak sorai bak pemandu suara terdengar hingar memenuhi koridor sekolah, gadis gadis sedang mengagumi most wanted Guna Bhakti.


"Milik janda woy, gak ada artinya kelen !" Celutuk Afik yang heran gak ada habisnya dengan fans Jason.


"Anak mau dua lagi jandanya, gagal kelen jadi perawan" lanjutnya lagi.


Angga nampak tertawa, Yudha menyunggingkan senyumnya. Memang sangat diherankan, dipenglihatan mereka kini para ciwi-ciwi memenuhi koridor untuk sekedar menyambut kedatangan Jason, eh yang di sambut malah kesem-sem dengan janda anak mau dua, sungguh standar orang ganteng makin kesini makin aneh.


Sahabat sahabat Jason memang belum pernah melihat Shirleen, baik dari fotonya sekalipun, Jason memang tidak memperkenalkan pacarnya itu, coba aja udah pernah lihat gimana aslinya Shirleen, beuh berani bilang nggak naksir.


Mereka hanya beranggapan, kok bisa cowok sekeren Jason bisa jatuh cinta dengan si jendes.


Jason mendekati ketiga sahabatnya itu, ia mengisaratkan ia akan ke kantin, ketiga temannya itu pun mengekor.


Jason ingin sarapan dulu di kantin, karena tadi ia berangkat pagi-pagi sekali dari rumah Shirleen, ia tidak menunggu sarapan.


Angga memesan sarapan untuk temen kutubnya itu, sekalian ia membeli air mineral.


"Eh, gue nggak nyangka kali si Lisa kelakuannya gitu" ucap Afik.


"Yeee, nggak nyangka lo, padahal lo malah pernah suka sama tuh barang murah" Angga mengejek Afik.


"Ya mana gue tau tuh orang aslinya gitu, ih amit amit kali" Afik bergidik ngeri.


"Alah gaya loh, eh padahal lo deketin aja dia waktu itu, lumayan men paling cuma berapa, bisa lah setengah duit jajan lo sebulan" Angga masih doyan menggoda Afik.


"Apaan, penyakitan gue ntar ege" sahut Afik.

__ADS_1


Angga tertawa keras, karena ia membayangkan waktu itu Afik memang pernah curhat padanya kalau ia menyukai Lisa si murid baru, yang ternyata kelakuannya naudzubillah.


Jason dan Yudha hanya menanggapi seadanya, Yudha memang tidak tertarik dengan obrolan seperti itu, sedangkan Jason ia seolah tak tau apa-apa, padahal ialah dalang dibalik semuanya.


Kini mereka sudah selesai sarapan di kantin, Mereka lalu menuju kelas masing-masing karena dipastikan sebentar lagi bel masuk kelas berbunyi.


"Son, ntar nongkrong yuk, udah lama nih" ajak Afik.


"Heemm" jawab Jason.


"Yah si Jupri, masih bener orang bisu tau nggak ngomongnya dari pada lo, orang bisu aja pake bahasa isyarat kalo bilang iya ngangguk bilang nggak geleng, nah lo heemm heemm aja, gue cuma punya lima indra, gak nyampe ilmu gue baca suara hati lo" omel Afik.


Jason diam saja, tidak berniat untuk menanggapi.


"Nasib nasib, haruskah disalahkan Mama Mila mengandung, kok anaknya gini amat !"


Afik sungguh kesal dibuat Jason, ajaibnya begitu banyak orang yang ingin dekat dengan Jason, malah dirinya yang sudah dekat kok serasa makan hati tiap hari ngadepin es kutub. Belum lagi harus duduk sebelahan.


Silahkan kalau ada yang mau gantiin gue, silahkan, gue ikhlas lahir batin biar beku kelen sekalian. Afik.


Lisa saat ini sedang berdiam diri dikamar, ia tidak tau harus berbuat apa, jangankan keluar rumah, untuk sekedar membuka ponselnya menjelajah dunia maya pun ia enggan. Ia sungguh malu berita tentangnya tak habis-habis dikupas dan dikonsumsi netizen, nyinyiran dan hinaan sudah mau tumpah-tumpah di kolom komentar di beberapa akun sosmednya.


Mama Lisa masuk ke kamar anaknya, dilihatnya mata putrinya sembab karena tek hentinya menangis. ia ingin mengatakan suatu keputusan yang berat nantinya, entahlah apakah ini yang terbaik, ia juga masih meragukan.


"Lisa, mama tau kamu saat ini sedang terpuruk, tapi kita tidak punya pilihan lain, apa kamu mau bantu mama ?" tanya Mama Lisa.


Lisa tidak menyahut, ia hanya menoleh kearah mamanya, apa lagi ini batinnya.


"Kita akan berpisah sebentar" ucap Mama Lisa.


"Maksud Mama ?" Tanya Lisa.

__ADS_1


"Rumah ini akan dijual untuk membayar kerugian yang ditimbulkan atas berita kamu itu, karena kita sudah bangkrut, tidak punya apa-apa lagi, mama dan papa akan pindah dari sini, tapi..." Mama Lisa menghentikan ucapannya.


"Tapi apa Ma ?" Tanya Lisa, ia sedang kacau saat ini, tolong jangan buat ia semakin kacau.


"Tapi Papa kamu tidak ingin kamu ikut, Papa sungguh kecewa sama kamu" lanjut Mama Lisa.


"Ma, kok gitu, aku mau tinggal dimana kalau nggak sama kalian ?" tanya Lisa.


"Lisa please, jangan menambah buruk keadaan, Papa kamu untuk sekarang tidak bisa memaafkan kamu, tolong Mama nak" Mama Lisa memohon pada anaknya itu.


Walau bagaimana pun rasanya berat ia meninggalkan Lisa, namun ia hanya ingin keluarganya baik-baik saja, dan dengan menjauhkan Lisa dan papanya mungkin itu jalan benar yang harus ia ambil.


Ini hanya untuk sementara pikirnya, setidaknya sampai keadaan membaik.


"Dengar Mama baik-baik, ini mama ada sedikit tabungan, itu tidak banyak, karena sudah hampir habis untuk membayar kerugian perusahaan juga namun cukup jika kamu bisa berhemat, hiduplah mandiri selepas meninggalkan rumah ini, dan seringlah mengabari mama, setidaknya sampai papamu memaafkanmu Lisa, nanti kita akan kembali berkumpul bersama" ucap Mama Lisa sambil meletakkan atm ditangan Lisa.


Lisa menunduk, hal yang paling membuatnya sakit bukan karena ia tak lagi bisa membeli apapun, namun berpisah dari orang tuanya dan tidak dimaafkan itulah yang paling membuatnya sakit.


Mama Lisa keluar dari kamar anaknya, ia akan pergi meninggalkan rumahnya sendiri hari ini, ia akan pergi kerumah kakaknya di kota XX, ia dan suaminya akan memulai hidup baru disana tanpa Lisa anaknya, karena suaminya untuk saat ini tidak mau melihat putrinya itu.


Sungguh rasa kecewa telah membunuh kasih sayang dalam sekejap.


Lo bakal bayar ini Jason, gue akan balas ini semua. Lisa.


Bersambung...


*


*


*

__ADS_1


Hai readers, jangan lupa like, koment, dan vote cerita ini yaaa


Happy reading !!!


__ADS_2