
"By, kau kenapa ?"
Jason bertanya karena melihat kekasihnya dari tadi hanya melamun.
Ia baru saja pulang kantor dan langsung mampir ke apartemen Shirleen.
"Jason, aku mau pulang !" ucap Shirleen
"Pulang ?" Jason nampak bingung, apakah Shirleen akan pulang kerumah orang tuanya, atau kemana, tidak mungkinkan kerumah yang ditinggali mantan suaminya itu.
"Aku sudah durhaka pada papa dan mamaku By, mereka pasti cemas memikirkanku" Shirleen menangis lagi.
"Heemm, ya baiklah, kapan kau ingin pulang ?" tanya Jason.
"Sekarang !" jawab Shirleen sungguh diluar dugaan.
"By, hari sudah malam, bisa tidak besok pagi saja" Sangat tidak sopan kan ia harus bertamu malam-malam begini, walaupun dengan alasan mengantarkan anak mereka.
Apa lagi, beberapa hari yang lalu ia sempat makan malam dengan calon mertuanya itu, ia terlihat biasa saja, nampak seperti belum saling mengenal, bagaimana nantinya ia akan bersikap kalau ternyata ia ada hubungan khusus dengan anaknya.
"Aku mau sekarang..." Bentak Shirleen.
Shirleen mulai murung, entah karena rasa bersalah pada orang tuanya ataukah entah karena kehamilannya yang sangat manja, ia tidak bisa terima jika Jason tidak menurutinya.
"Iii iya By, berkemaslah akan aku antar" Jason hanya bisa pasrah.
Benarkan, betina bunting memang menyeramkan.
Shirleen pun berkemas, namun tiba-tiba ia menghentikan aktivitasnya, ia mulai ragu bagaimana menghadapi orang tuanya nanti.
"Kenapa By ? Ada yang lupa ?" Tanya Jason.
"By, aku tidak siap" Jawab Shirleen.
"Jadi ?" Jason mulai curiga.
"By, bagaimana kalau besok saja ?" Tanya Shirleen.
"Ya terserah kamu !" jawab Jason seadanya.
__ADS_1
Shirleen mulai cemberut lagi, ia memalingkan muka dan berlalu duduk di tepi ranjang meninggalkan Jason yang sedang membantunya berkemas.
"By... jadi gimana ?" Tanya Jason, setelah dilihatnya tidak ada pergerakan dari kekasihnya itu.
"Terserah !" jawab Shirleen.
"Kok terserah sih By !" Jason masih sabar.
"Ya terserah" Shirleen mulai membentak.
"Besok aja nih maksudnya ?" Jason masih tetap sabar.
"Terserah !!!" lagi-lagi dijawab terserah.
"Malam ini aja, hayuk aku udah selesai ini berkemas, tinggal bangunin Misca langsung pergi" Sungguh Jason masih sangat sabar.
"TERSERAH !!!" Shirleen nampak marah kali ini.
"By kok gitu ?" Jason bangkit dari duduknya mendekati Shirleen.
Shirleen nampak menggeser tubuhnya, ia tidak mau berdekatan dengan Jason.
Shirleen memalingkan mukanya malas.
"By jangan ngambek, kamu maunya gimana ?" Jason memejamkan matanya, apa lagi salahnya kali ini.
Tahan Jason, kau harus sabar.
"Terserah !" Dan lagi, tetap dijawab dengan jawaban yang tidak bisa dimengerti, atau mungkin jawaban yang banyak artinya.
Ya Tuhan, sadarkanlah betina bunting ini bahwa hamba hanya manusia biasa, bukanlah titisan dewa.
Shirleen mulai meneteskan air mata lagi, sungguh drama apa lagi ini.
Salah apa lagi gue yang waras ini ?
"By, maunya gimana, jangan nangis gitu, aku kan nggak tau kamu maunya apa, kalau kamu mau malem ini hayuk kita berangkat, kalau mau besok juga oke kita berangkat besok aja" Jason membelai kepala Shirleen dengan sayang, ia kini memeluk Shirleen yang mulai menangis lagi.
"By, kalau kamu belum siap jangan dipaksain, tunggu kamu benar-benar siap" Ucap Jason menenangkan kekasihnya.
__ADS_1
Gue kira pacaran ama janda gak bakalan ada drama bujuk-membujuk, eh taunya dapet bonus ginian.
Sabar sabar, ini ujian !
Jason yang sedang memeluk Shirleen pun merasakan pergerakan dari perut Shirleen. Ia melonggarkan pelukannya, dan ternyata perut Shirleen memang bergerak.
"By, bayi kita..."
"Iya, dia udah mulai gerak By, kamu mau pegang ?" Tanya Shirleen antusias, ia malahan sudah melupakan kalau ia pernah mengeluarkan jurus terserah dengan kekasihnya tadi.
Jason pun mulai mengelus perut Shirleen, dan tiba-tiba ia seperti memegang sebuah tangan atau kaki entah apalah itu yang berasa sekali saat ia memegang perut Shirleen.
"By, ini kayaknya tangannya deh !" Jason mangkin semangat.
"Lho iya kayaknya" Shirleen kini malah tertawa kecil melihat kelakuan bayinya didalam sana.
"Anak Papa lagi apa sih, mau minta diajak main yah ?" Jason mengajak bicara janin yang ada dikandungan Shirleen, ia bahkan mencium perut Shirleen yang mulai membuncit.
Ia tidak ingin melewatkan moment saat Shirleen sedang mengandung anaknya itu, walaupun pada kenyataannya ia tau itu bukanlah darah dagingnya, namun ia berdamai dan tetap menerima.
Kini dua sejoli itu sedang asik pacaran sambil bermain dengan si utun yang aktif sekali nampaknya.
Terima kasih Tuhan, kau telah menitipkan malaikat seperti dia, yang menerimaku apa adanya, walaupun ia tau bagaimana keadaanku, aku tidak lagi menyesal telah mengenalnya, aku sungguh bersyukur Tuhan.
Aku berjanji akan membalas cintanya.
Shirleen bergumam dalam hati, sambil tersenyum manis untuk berondongnya !!!
Bersambung...
*
*
*
***Hai readers, jangan lupa dukung karya ini dengan like, koment, dan vote yah...
Komentar yang membangun dan menyemangati sangat berarti bagi author halu ini.
__ADS_1
Happy reading*** !!!