
"Saya tidak mengetahui itu nona, saya saja baru mengunjungi rumah ini pertama kalinya hari ini" jawab Shakira saat Shirleen menanyakan keanehan yang terjadi dirumah ini.
Sebenarnya Shakira mengetahui mengapa bisa pada pagi hari rumah ini selalu terlihat bersih, tapi ia enggan memberi jawaban itu pada Shirleen, biarlah tuan mudanya saja yang menjelaskan.
"Sayang sekali, padahal aku penasaran"
"Tidak apa nona, jangan dipikirkan, yang penting rumahnya sudah bersih" ucap Shakira lagi.
"Heehh, kau sama saja dengan suamiku"
Shirleen nampak kecewa karena dikiranya Shakira juga tidak mengetahui perihal misteri dini hari di rumahnya ini.
Keduanya saling diam, terlibat pemikiran masing-masing.
"Apa Nona mau makan sesuatu ?" tanya Shakira beberapa menit kemudian untuk membunuh kecanggungan.
"Huft, tidak ada, kalau begitu aku ingin bertanya lagi, kau harus jawab jujur yaaa" ucap Shirleen lagi.
"Akan saya jawab sebisa saya nona"
"Kau pasti sudah lama mengenal suamiku, kenapa kau yakin sekali kalau kau tidak akan punya perasaan yang lebih padanya"
Bodohnya Shirleen memilih menanyakan itu, padahal tadinya ingin bertanya tentang dunia hitam suaminya.
"Itu adalah sebuah kesalahan nona, saat saya mulai bekerja dengan tuan muda perasaan itu tidak boleh muncul, tapi saya bersumpah saya benar-benar tidak memiliki perasaan lebih terhadap tuan muda nona" jawab Shakira, entah kenapa dari sejak dulu Shakira memang tidak tertarik dengan tuan mudanya itu, mungkin karena Jason lebih muda darinya jadi ia tidak merasakan hal mendebarkan yang biasa disebut tumbuhnya benih-benih cinta itu.
Satu tahun bekerja dengan Jason, Shakira mulai sering dilibatkan kerja sama dengan Roy, nah barulah perasaan tertarik terhadap lawan jenis itu ada pada dirinya, Roy laki-laki itu semakin hari semakin berhasil mencuri hatinya, ia lebih tertarik dengan Roy dari pada tuan mudanya yang kata orang sungguh sempurna itu. Cinta memang kadang sulit ditebak.
"Kau yakin ? Apa kata-katamu itu bisa dipegang ?"
"Yakin Nona, jika nona ingin membuat surat perjanjian silahkan saja, saya akan menandatanganinya supaya nona bisa tenang" ujar Shakira, ia tau Shirleen sedang mengujinya dan ada sedikit rasa cemburu hadir disana tapi ia memilih mengikuti drama istri bosnya ini.
"Hei kau gila, aku tidak sebucin itu yaaa harus pake surat pernyataan segala" sanggah Shirleen.
"Itu jika nona mau, tapi nona tidak usah khawatir tuan muda sangat mencintai nona Shirleen"
"Heemmm, dari mana kau tau, apa kau pernah mendengarnya kalau dia bilang begitu" tanya Shirleen antusias, Shirleen tidak tau ada apa dengan dirinya, ia kini seperti anak SMA yang baru pertama kali pacaran, saat membahas pasangannya ia begitu bersemangat, menanyakan ini itu atau apapun, apalagi mendengar pengakuan cinta dari pasangannya, serasa ada banyak bunga yang beterbangan disekelilingnya. Entah perasaan apa ini, seumur hidup ia tidak pernah senorak ini.
Jelas saja Tuan Muda mencintaimu nona, kau tidak tau saja sudah tiga korban yang dibuatnya menderita karena berani menyentuhmu, bahkan ada satu yang bunuh diri, dan keduanya hampir gila.
__ADS_1
"Aahh tentu saja nona, Tuan Muda pernah bilang begitu" ucap Shakira, entah kapan waktunya ia juga tidak tau, ia belum pernah mendengar pengakuan cinta dari bosnya itu, tapi yang jelas yang bosnya lakukan sudah lebih dari cukup jika hanya untuk sebuah pernyataan cinta pada wanita yang kini menjadi istri bosnya ini.
Shirleen mengangguk, terbitlah seulas senyum dari bibirnya, kondisi orang yang sedang jatuh cinta memang memprihatinkan.
"Sudahlah jangan membicarakan dia, kenapa juga harus bahas dia" ucap Shirleen lagi. Mulutnya berkata demikian namun tidak dengan hati yang sebenarnya ingin terus membahas suami berondongnya itu.
Kalau lagi kasmaran bilang saja nona, aku sudah digaji hari ini, mau kau cerita tentang malam pertama pun aku diharuskan untuk mendengarkan.
Bilang tidak ingin bahas suaminya padahal dihatinya minta banget.
"Iya Nona, kita bahas yang lain saja"
"Iya... Ah iya Shakira apa kau sudah punya suami ?"
"Belum nona"
"Berapa umurmu ?"
"Dua puluh lima nona"
"Kenapa belum menikah, kau sangat cantik pasti banyak yang ingin menjadi pasanganmu"
Orang yang ingin kuajak menikah sedang ngambek nona, dia tidak mau bicara denganku karena aku melakukan sebuah kesalahan.
"Belum bertemu jodoh yaaa, tapi apa kau punya target umur berapa harus menikah ?"
"Tidak nona, saya akan menikah jika sudah siap dan sudah sampai jodohnya"
"Aku juga punya teman yang sampai kini belum juga menikah, padahal ia seumuran denganku, sudah dua sembilan, entahlah kapan sahabatku itu akan menikah, aku hanya takut dia benar-benar menjadi perawan tua" ucap Shirleen, jiwa gosipnya mulai kambuh, tiba-tiba saja ia teringat akan Weni sahabatnya itu belum juga menikah bahkan umurnya sudah lebih tua dari Shakira.
"Mungkin teman nona belum menemukan orang yang tepat"
"Ya kau benar, dia juga bilang begitu lebih baik terlambat menikah dari pada terburu menikah malah tidak bersama dengan orang yang tepat"
"Shakira, kira-kira kau punya kenalan tidak untuk ku kenalkan dengan temanku, temanmu pasti keren-keren kamu ajah cantik gini"
"Hah" Shakira terkejut dengan pertanyaan Shirleen yang tidak terduga, ternyata istri bosnya ini lumayan banyak bicara, mudah sekali mengakrabkan diri, pantas saja mudah tertipu mulut manis lelaki pikirnya. "Tidak punya nona, saya takut teman-teman saya tidak pantas untuk sahabat nona"
Shirleen tampak tersentak, apa maksud Shakira tidak pantas adalah teman-temannya yang berasal dari dunia hitam, itu berarti memang benar Shakira bagian dari mereka. Ah tidak tadi Shakira bilang ia sudah berhenti pikir Shirleen.
__ADS_1
"Tidak pantas kenapa ? Apa semua temanmu mafia ?" tuding Shirleen.
"Bukan begitu nona, saya tidak mempunyai banyak teman laki-laki, hanya beberapa namun saya merasa teman-teman saya tidak sepadan dengan teman nona, teman nona pasti cantik seperti nona"
"Aahh kenapa begitu, kita bahkan belum mencobanya, kau pelit sekali bagi temanmu satu pun tidak boleh yaaa"
"Bukan begitu nona"
"Lalu ?"
"Saya sungguh tidak bisa"
"Kenapa ?"
"Itu masalah pribadi saya nona"
"Jangan bilang kau cemburu jika temanmu ku minta satu" canda Shirleen.
"Tidak nona, bukan begitu"
"Nah lalu apa dong ?"
Shakira jadi bingung, bagaimana caranya ia mengatasi cercaan dari istri bosnya ini.
"Ayolah bagi untuk temanku satu" bahkan Shirleen sudah merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan.
"Heehh" Shakira mendesah pelan sebelum menjelaskannya, mau tidak mau ia harus menjelaskan sedikit tentangnya dari pada dikatakan pelit seakan serakah tidak mau berbagi teman laki-laki.
"Hidup kami yang bekerja dengan tuan muda terlalu banyak rahasia nona, saya tidak bisa sembarangan mengenalkan teman satu rekan kerja saya pada orang lain, karena diluar saja kami harus seperti tidak mengenal, mungkin nona bisa menebak apa pekerjaan saya sebelumnya jadi untuk itu saya tidak bisa, bukan saya tidak mau membantu, dan selain teman kerja, saya tidak punya banyak teman nona" dengan berat Shakira berucap, berharap istri bosnya ini mengerti bahwa segalanya itu sangat privasi.
"Jadi benar kamu mafia ?" Shirleen tersentak, tadinya ia biasa saja menyebut Shakira seorang mafia menurut tebakannya, bahkan ia masih bisa bercanda, tapi setelah Shakira berkata demikian nyalinya langsung ciut, wanita cantik dihadapannya ini rasanya mana mungkin, tidak... Siapa yang menyangka bahwa Shakira seorang kriminal.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!
__ADS_1
Sssttttt, dan satu lagi, izinkan author halu ini promo novel baru, klik di profil author aja atau bisa langsung search di pencarian, judulnya Dia yang Berasal dari Langit. Ditunggu kedatangannya ya readers, jangan lupa juga bawa dukungan !!!