
"Bukankah ini yang kau mau !"
Kata-kata itu terus saja terngiang memenuhi isi kepala Shakira, wanita itu harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan.
Flashback.
Baiklah kalau itu maumu...
Roy menarik paksa tangan Shakira cepat, mereka memasuki lift khusus dan tak lama sudah sampai di loby.
Roy segera membawa Shakira ke parkiran dengan sedikit paksaan.
"Hei Roy, kau mau apa ? Jangan gini, sakit" keluh Shakira, pergelangan tangannya sedikit memerah namun Roy seakan tidak memperdulikan itu. Roy tidak bisa bersikap lembut, karena semakin ia memperlakukan Shakira dengan lembut maka ia semangkin tidak bisa menahan gejolak perasaannya.
"Masuk..." bentak Roy.
"Taa tapi..." gagap Shakira, ia tidak menyangka Roy akan semarah ini.
Maafkan aku ya Tuhan, semoga dia tidak membenciku...
"Aku bilang masuk" dingin Roy.
Shakira pun menurut, tidak masalah baginya kalaupun ia harus di buang di pinggir jalan, atau di tinggal di sebuah hutan, atau mungkin Roy hendak membunuhnya pun ia tak akan gentar, sungguh semua itu bukan masalah baginya karena ia masih bisa melawan nantinya, ia adalah Shakira, menjadi anak buah Jason dan di didik keras, sudah cukup membuatnya menjadi tangguh dan tak mengenal takut akan apapun.
Hanya satu yang ia takutkan, Roy akan membencinya, ia tidak punya harapan lagi jika Roy sudah membencinya.
"Kita mau kemana Roy ?" tanya Shakira saat mobil sudah merayap.
Tidak ada jawaban, membuat nyali Shakira sedikit menciut.
Hening, beberapa kali Shakira melihat wajah Roy, namun wajah tanpa ekspresi itu memang sulit di tebak.
"Roy kita mau kemana ?"
Masih tidak ada jawaban.
"Roy jangan kau pikir aku takut yaaa hanya karena kau perlakukan begini, heh kau tau ini tidak akan berhasil, kau tidak akan bisa menakutiku dengan wajah sok dinginmu itu, kau tidak akan bisa membuat aku menyerah"
Ciiittt, mobil Roy berdecit berhenti tiba-tiba, ia sungguh malas berdebat tapi wanita di sampingnya ini seakan terus memancingnya.
"Itu bukan cinta, itu obsesi" ucapnya dingin.
"Salah, ini cinta, kau saja yang tidak tau dan kau tidak akan mengerti" balas Shakira.
"Memangnya kau mengerti, memangnya kau sudah pernah benar-benar mencintai, selama ini sebenarnya sudah berapa banyak laki-laki yang pernah menjadi kekasihmu ?" tanya Roy.
"Dasar sialan, aku beri tau ya, aku tidak pernah segila ini menginginkan seseorang, kau yang pertama tapi mengapa kau malah selalu menolakku" ucap Shakira gamblang tanpa beban, ia memang sudah tidak punya malu lagi mengungkapkan perasaannya, bahkan jika disuruh mengatakan seluruh perasaannya pada Roy pun ia sudah biasa saja karena baginya untuk apa di tutupi, kalau suka ya suka.
"Benarkah, mari kita lihat seberapa cinta dirimu ini ?" Roy keluar mobil dan setelahnya juga membukakan pintu mobil untuk Shakira.
"Maksudnya ?" bingung Shakira.
"Keluar" bentak Roy lagi.
"Tapi kita mau kemana dan ini rumah siapa ?" tanya Shakira, badannya merespon dengan sendiri, bodohnya ia malah menurut saja.
"Ayo ikut, katanya mau membuktikan betapa cintanya kamu, ayo silahkan Nona Shakira"
Dengan ragu Shakira melangkahkan kakinya, ia menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskan pelan.
Sudah sejauh ini, tidak akan menyerah dengan mudah.
Ia mengikuti Roy untuk masuk ke sebuah rumah, rumah yang sederhana, Shakira benar-benar tidak tau ini rumah siapa.
__ADS_1
Ini bukan rumah ibunya, karena semenjak memutuskan untuk menggaet Roy, Shakira sudah menyelidiki terlebih dalulu latar belakang laki-laki yang ia cinta, sehingga ia pun tau dimana tempat tinggal Ibunya dan ia yakin bukan disini rumahnya.
"Roy, ini rumah siapa ?" tanyanya berbisik saat mereka sudah hampir sampai di ambang pintu, bahkan Roy bisa mengendus aroma harum parfum mahal Shakira yang membuat jantungnya lagi-lagi sulit dikondisikan.
"Jangan dekat-dekat, sana" ucapnya spontan.
"Iihh aku kan hanya tanya, dari tadi kamu nggak mau jawab"
"Iya tapi jangan terlalu dekat" bentak Roy.
"Kenapa ? Kau tampak gugup berdekatan denganku Pak Royand Zuhrizal" sindir Shakira.
"Diam, aku akan mengetuk pintu"
Tok tok tok...
"Assalamualaikum..."
"Waalaikum salam, iya sebentar" suara seorang wanita menyahut dari dalam sana.
Ceklek, pintu di buka, nampaklah seorang wanita muda dengan pakaian syar'i menyambut kedatangan Roy dan Shakira.
"Cari siapa Mas ?" tanya wanita itu.
"Ustadz Harunnya ada Mbak ?" tanya Roy ramah.
Shakira memiringkan sudut bibirnya, ia menggerutu dalam hati Giliran sama perempuan lain dia bisa bersikap ramah, sok keren, sama aku galaknya minta ampun.
"Oh ada, silahkan masuk Mas, sebentar saya panggilkan beliau" ucap wanita itu mempersilahkan tamunya masuk.
Roy dan Shakira pun masuk dan langsung di persilahkan duduk, Shakira benar-benar tidak mengerti, ini rumah siapa dan apa hubungan Roy dengan penghuni rumah ini, siapa pula Ustadz Harun ? Apa maksud Roy dia akan di ruqyah sehingga harus di bawa ke rumah ustadz segala, seketika Shakira jadi merinding membayangkannya.
Tapi benar juga, kali aja memang benar ada setannya di badanku ini hingga bisa tergila-gila sama si Roy itu.
Beberapa menit berlalu, datanglah seorang ustadz paruh baya, mengembangkan senyumnya menatap Roy seakan tidak percaya.
"Waalaikum salam warahmautullahi wabarakatuh"
"Nak Roy, baru dua hari yang lalu kita bertemu, apa nak Roy berubah pikiran" tanya ustadz Harun.
"Sebenarnya iya Pak, saya sudah memutuskan akan melaksanakan ibadah itu secepatnya, dan mohon bantuannya" jawab Roy.
"Masyaallah, alhamdulillah hirobbilalamin" Ustadz Harun menundukkan pandangannya, dan beristigfar didalam hatinya, memohon ampun pada sang pencipta karena tidak sengaja melihat wanita yang bukan muhrimnya.
Shakira, wanita cantik itu saat ini sedang memakai ruffle dress selutut berwarna mint, sebenarnya biasa saja hanya saja sayangnya yang Shakira kenakan itu tidak cukup baik untuk menutupi auratnya.
"Runia, nak tolong bawa gadis ini" ucap Ustadz Harun menyuruh anaknya, kini Shakira tau nama gadis berbalut pakaian serba longgar dan tertutup tadi adalah anak dari sang pemilik rumah.
"Baik Abi ! Mari Mbak, ikut saya"
Lagi dan lagi Shakira hanya bisa menurut pasrah, ia di bawa ke suatu kamar yang setelah ia tanyakan ternyata kamar itu adalah kamar gadis yang berada di sebelahnya ini.
"Mbak ini cantik sekali, pemuda tadi sangat beruntung bisa memiliki Mbak, dan Mbak juga beruntung bisa memiliki pemuda tadi" ucapnya membuat Shakira melongo tidak percaya, apa begitu artinya gadis di hadapannya ini menganggap ia dan Roy adalah pasangan.
"Maksudnya ini apa sih, kenapa saya di bawa kesini sementara Roy disana"
"Dua hari yang lalu ada seorang pemuda yang menemui Abi saya di Masjid selepas sholat isya, sebenarnya saya juga waktu itu berada di sana hanya saja saya tidak melihat rupa dengan siapa Abi berbicara"
"Lalu, apa hubungannya dengan Roy" potong Shakira.
Gadis yang bernama Runia itu tersenyum manis.
"Setelah pulang, Abi menceritakan pada kami kalau pemuda yang di Masjid tadi berniat untuk menikah, tapi ternyata menurut penuturannya dirinya masih ragu, ragu akan perasaannya, ragu kalau saja tidak bisa membahagiakan wanitanya, ragu karena belum bisa menjadi imam yang baik, masyaallah pemuda tadi adalah satu dari seribu laki-laki di dunia ini yang masih berpikiran seperti itu, sungguh memiliki akhlak yang baik MasyaAllah" terang Runia.
__ADS_1
"Astagfirullah, maafkan hamba-Mu ini ya Allah telah berani mengagumi makhluk ciptaan-Mu secara berlebihan, buatlah hambamu ini selalu hanya melihat-Mu terlebih dahulu hingga hamba bisa terhindar dari zinah mata dan hati" ucapnya kemudian, yang lebih lebih membuat Shakira yang bloon tentang agama itu melongo tidak percaya.
Baru saja Runia mengagumi Roy, namun belum juga lima detik seakan sudah menarik kata-katanya, apa saat seseorang sudah berada di jalan yang benar memang seperti itu pikirnya.
"Ia juga mengatakan kalau ia ingin menikah karena takut tidak bisanya menahan diri"
"Maksudnya ?" heran Shakira lagi. Sebenarnya ini apa sih, ajang pamer betapa baiknya Roy, kalau yang itu ia sudah tau pikirnya.
Sebenarnya Shakira sangat mengerti, ia juga sudah menyimpulkan bahwa Roy yang bertanya tentang menikah itu pada Abinya Runia ini, namun ia tidak suka ada yang mengagumi Roy selain dirinya, itu artinya sama saja Roy juga dilirik oleh wanita lain.
"Iya, ia takut kalau saja tidak bisa menahan diri jika terus saja berdekatan dengan Mbak" ucap Runia menggoda Shakira, tangannya sudah mengambil sesuatu dari lemarinya. "Nah sekarang pakai ini, saya rasa pemuda tadi berubah pikiran dan berniat untuk menghalalkan Mbak" ucapnya kemudian, dan sejurus membuat Shakira mematung.
"Maksudnya ?" entah mengapa otak geniusnya tidak bisa bekerja dengan baik setelah mendengar perkataan Runia.
"Selamat ya Mbak, Mbak akan menikah" ucap Runia, jelas saja ia tau karena Abinya adalah seorang penghulu, jadi ia sudah tau tujuan pemuda itu kemari meski tidak dijelaskan sekalipun.
Shakira tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata lagi, betapa bahagianya ia, siapa sangaka jika benar dirinya akan menikah, berarti ia dan Roy... Ah membayangkannya saja ia tidak sanggup betapa berdebarnya jantung ini. Seakan bunga-bunga bertaburan mengelilinginya.
Ia segera mengambil satu set baju gamis berwarna putih yang masih tergantung di tangan Runia, berganti pakaian lalu Runia mengajarinya memakaikan kerudung.
Cantik, Shakira memang sangat cantik.
Ia lalu di bawa ke ruang keluarga, ternyata segalanya sudah di siapkan, Roy bahkan sudah tersenyum padanya saat ini, tidak ada aura permusuhan lagi yang dilayangkan pada Shakira.
"Saya terima nikahnya Shakira Mayoum binti Almarhum Aditiya dengan maskawin uang tunai senilai lima belas juta rupiah dibayar tunai" Roy melafalkan ijab qobul dalam satu tarikan nafas.
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Kini Shakira dan Roy sudah resmi menjadi sepasang suami istri sah secara agama, tinggal mengurus surat nikahnya saja lalu mendaftarkan pernikahan mereka supaya sah dimata hukum.
Shakira mencium punggung tangan Roy suaminya, dan Roy dengan canggung mengecup singkat kening istrinya itu.
Setelah semuanya selesai, Roy lalu mengantarkan istrinya itu kerumahnya, ia akan kembali ke kantor karena masih ada pertemuan dengan kolega bisnis menggantikan tuan mudanya.
"Kenapa tiba-tiba sih ?" tanya Shakira saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.
"Bukankah ini yang kau mau..."
"Ya tapi kan..."
"Shuttt, udah sekarang belajarlah menjadi istri yang baik, aku tidak perlu lagi menjawab pertanyaanmu kan" ucap Roy lagi, rona memerah terbit dari wajah Shakira, Roy menjadi gemas sendiri, begini ternyata mempunyai istri.
Dulu ia menjauhi Shakira karena takut tidak bisa menahan diri, Shakira begitu cantik ia takut tergoda dan khilaf, namun sekarang berbeda saat sudah menjadi pasangan suami istri, ia tidak perlu takut lagi, Shakira sudah muhrim baginya.
Mobil pun sampai di halaman rumah Roy, ia menyuruh Shakira beristirahat di kamarnya, sementara ia akan kembali bekerja.
Kurang ajar si Jason, baru juga nikah aku udah di tinggal gini, dasar bos laknat ngasih kerjaan suka nggak kira-kira.
Flashback off.
Sekarang belajarlah menjadi istri yang baik.
Kini ia harus bertanggung jawab pada apa yang telah ia lakukan, mungkin juga karena tindakannya itu Roy jadi menikahinya hari ini.
"On the way menjadi istri yang baik Pak Suami..." ucapnya girang sendiri di kamar Roy.
Bersambung...
Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...
Happy reading !!!