Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Katakan Yes


__ADS_3

Saat ini mata Shirleen sedang tertutup dengan kain, ia berjalan pelan mengandalkan tangan Jason sebagai petunjuknya. Katanya Jason akan memberikan kejutan untuknya malam ini.


"Kau sudah siap ?" Tanya Jason.


"Emm" Shirleen menjawab dengan anggukan.


Jason kemudian membuka kain penutup mata kekasihnya itu.


"HAPPY BIRTHDAY !!!"


Semua orang yang ada disitu nampak bersorak meneriakkan ucapan selamat ulang tahun padanya, ah iya bahkan Shirleen lupa bahwa hari ini adalah ulang tahunnya.


"By..." Shirleen menoleh kearah Jason.


Jason mengangguk "Yeah, special for you" ucapnya.


Shirleen pun memeluk Jason, rasa bahagia menyelimuti hatinya saat ini.


Dilihatnya nampak ada keluarga Adrian dan keluarganya hadir juga disini.


"Bunda, selamat ulang tahun" Ucap Misca memeluk kaki Shirleen seakan minta digendong.


Shirleen pun mencium Misca dengan sayang, lalu menggendongnya walau nampak kesulitan karena perutnya yang sudah mulai membuncit.


"Gendong papa aja yah, Bunda kan susah karena diperutnya ada dedek bayi" Ucap Jason sambil mengulurkan tangannya hendak mengambil Misca dari gendongan Shirleen.


Misca pun menurut, ia cukup mengerti dengan keadaan Bundanya.


Satu persatu dari keluarga Adrian dan keluarganya mengucapkan selamat serta memberikan beberapa kado untuknya, Shirleen nampak bahagia sekali seolah ia kini benar-benar sudah menjadi mantu keluarga Adrian.


Dalam keharuan, datanglah ketiga sahabat Jason yang ternyata juga diundang oleh Jason, Jason ingin memperkenalkan wanitanya itu pada sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


Afik, Angga dan Yudha, nampak terpesona dengan wajah Shirleen, mereka tidak percaya, apakah ini yang dikatakan Mak Jan anak mau dua, pantas saja Jason tidak berpaling, orang jandanya secantik ini.


"Pen gue colok tuh mata" Ucap Jason mengingatkan ketiga sahabatnya itu karena terpaku memandang wajah kekasihnya.


"Aelah Jupri, pantes aja lo bucin orang jendesnya modelan begini, gue aja mau kali" ucap Afik.


"Mau mati lo" ancam Jason.


"Wee santuy men, senggol bacok banget dah jadi iblis" Afik agak ngeri dengan tatapan membunuh Jason.


Kini mereka bertiga menyalami Shirleen dan mengucapkan selamat, tak lupa juga sambil curi-curi pandang dengan Shirleen.


Dan itu semua tak lepas dari tatapan membunuh Jason, namun yang ditatap seolah santai saja, karena keadaan seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari mereka bertiga.


bodo amat lah si Jason kampret mau kayak kambing juling kek begitu, kejer kejer dah lo.


Mereka seakan asyik saja menggoda sahabat esnya itu.


Shirleen pun tampak takjub, musik instrumental klasik mengalun merdu membuat suasana menjadi semakin romantis.


Datanglah Jason dari kejauhan berjalan semakin mendekat padanya.


Shirleen tidak percaya, apa lagi ini.


Jason memberikan senyum termanisnya, membelai lembut pipi kekasihnya itu. Menautkan kening mereka sehingga hidung mancung keduanya saling bersentuhan. Ia memeluk kekasihnya itu erat.


"By, aku tau pertemuan kita bukanlah sesuatu yang baik pada awalnya, tapi bukan berarti kita tidak bisa menjalani hubungan yang baik bukan"


"By..., Shirleen Damla Julian, bocah tengil ini mau belajar leadership sama kamu, will you marry me ?"


Jason berlutut sambil satu tangannya menggenggam erat tangan Shirleen, dan tangan satunya lagi menunjukkan cincin lamaran untuk kekasihnya itu. Dengan pancaran mata penuh cinta ia mengucapkan kata-katanya itu.

__ADS_1


Tidak ada sorak sorai dari para keluarga dan sahabat yang sedang bersembunyi itu, karena Jason melarang mereka untuk bersuara, Jason ingin mendengarkan jawaban Shirleen dalam keheningan, moment ini akan selalu terekam dalam kenangan memory otaknya di seumur hidupnya kelak, mereka semua masih menunggu jawaban dari Shirleen.


Jason menunggu jawaban Shirleen penuh harap. Ia sudah meminta Shirleen pada orang tuanya waktu itu, dan tadi sebelumnya ia begitu yakin bahwa ia akan diterima, namun ternyata setelah melakukan ini sungguh membuat hatinya merinding disco.


Hening, hening, dan hening, membuat Jason melihat dalam wajah Shirleen, apakah ada keraguan terselip disana.


Katakan yes baby


Katakan yes


Katakan yes


Kumohon katakan yes*...


"Yes I do !" ucap Shirleen lantang !


Jason langsung memasangkan cincin lamarannya ke jari manis Shirleen, ia langsung memeluk kekasihnya itu. Mencium keningnya mesra.


Kau tidak akan menolaknya, tidak ada alasan lagi untuk itu By...


Bersambung...


*


*


*


***Hai readers, jangan lupa dukung karya ini dengan like, koment, kasih hadiah, dan vote yah ...


Happy reading*** !!!

__ADS_1


__ADS_2