Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Membuang masa lalu.


__ADS_3

Shirleen beristirahat di kamarnya, kamar yang mempunyai sejuta kenangan masa gadisnya. Hampir tiap malam ia lewati dengan bertelpon mesra bersama sang pacar waktu itu, bodohnya ia dulu yang begitu bucin hingga enggan keluar kamar.


Tidak adanya restu dari orang tuanya maupun orang tua Athar, membuatnya hanya bisa melakukan itu untuk menghempaskan sang rindu.


Buku diary berwarna merah muda itu masih tersimpan rapi di meja belajarnya, salah satu saksi kenangan masa pacarannya dengan Athar. Beruntung si cemburuan Jason belum pernah memasuki kamarnya.


Kedua kalinya menempati kamarnya ini setelah berpisah dengan Athar, membuat ia memutuskan untuk sedikit berbenah, melakukan perubahan pada tata letak kamarnya, membuang semua kenangannya untuk sang masa lalu, itu adalah salah satu tujuannya menginap dirumah orang tuanya kali ini.


Ia ingin merombak habis kamar yang menjadi kenangan itu.


Ah, hari baru akan segera dimulai...


Sementara di sebuah rumah sakit luar negeri, seorang wanita sedang mengamuk tidak bisa menerima sebuah kenyataan, disampingnya ada juga seorang wanita yang nampak udik dengan setia menemaninya, harap-harap cemas dengan apa yang akan terjadi setelahnya.


Yah Riana menyadari kaki kanannya sudah tidak sempurna, operasi mengamputasi kakinya telah selesai, ia yang baru sadar berteriak dan menangis histeris karena kehilangan sebagian tubuhnya.


Mas Athar pasti akan membuangku...


Mas Athar pasti akan membuangku dan kembali dengan Shirleen, tidak itu tidak boleh terjadi, kakiku, aku buntung, aku benar-benar cacat.

__ADS_1


Kebencian terhadap Shirleen semakin membuncah, namun ia tidak berdaya, hanya bisa meratapi nasib, menyumpah serapahi Shirleen tentunya hanya dalam hati dan membiarkan semuanya mengalir seperti air.


Adakah harapan untuk kesembuhannya, bolehkah ia menghayalkan rumah tangga yang bahagia bersama Athar, ia sangat menginginkan itu, keinginan untuk sembuh masih menyemangati ia yang telah gila ini.


Ia masih ingat wajah anaknya, namun keterbatasan lagi-lagi memisahkan apa yang paling ia cinta.


Karena sebenarnya ia masih sadar, namun tindakannya yang tak terkontrol membuat ia divonis gila, pikirannya menolak, tapi mulutnya terus berbicara omong kosong, minta maaf pada Shirleen dan menyalahkan semuanya pada ibu mertua, meratapi nasib, menyesal telah merebut Mas Athar, bukan, bukan itu yang ada dalam pikirannya. Mulutnya seolah punya nyawa sendiri dengan tak henti-hentinya mempermalukan dirinya. Beruntung Athar tidak menungguinya disini, sehingga tidak melihat kegilaan yang disadarinya ini.


Ia begitu tidak mengerti, ada apa dengan tubuhnya, respon yang bertolak belakang, pemikiran yang tak sejalan dengan mulut, bagaimana bisa.


Dan sekarang cacat, kakinya buntung diamputasi, siksaan macam apa lagi ini.


"Maaf, bisakah anda bilang pada suaminya, kami menyerah" ucap Dokter pada Suminem saat Riana sudah tertidur, mengajak Suminem berbicara diruangannya.


Sampai disini saja, karena memang pasiennya sudah gila, dan tidak ada tanda kesembuhan walau sudah berbagai obat diberikan, seorang dokter berpengalaman dan bersetifikat sepertinya dengan berat hati harus mengatakan menyerah akan tugasnya kali ini.


Baru kali ini ia gagal dalam bertugas, bekerja atas nama sumpah membuatnya harus rela mundur dengan kasus kali ini, jika terus seperti ini ia takut malah akan menghilangkan nyawa pasiennya. Perang sudah usai, dan ia memutuskan untuk angkat tangan.


"Baik Dok" Sedih dilayangkan pada raut wajah Shakira, walau dalam hatinya berseru kemenangan, bukankah sebentar lagi ia akan pulang ke negaranya, menemui pujaan hatinya, berkencan di Bali tiga hari, ah sudah lama ia menunggu hari kebebasannya.

__ADS_1


Siang itu juga, ia langsung memberi kabar pada Athar, ia tidak mau menunggu lama.


Athar yang mendengar kabar buruk yang terjadi pada istrinya itu hanya bisa menghela nafas panjang, sudahlah mungkin sudah waktunya.


Ia segera mengatur kepulangan istrinya dan Suminem, ia sendiri yang akan menjemput istrinya.


Ia melanjutkan kerjaannya, terselip sebuah map yang begitu menggetarkan hatinya, Ah lagi dan lagi imannya harus goyah.


Semoga keputusan ini tepat.


Bersambung...


*


*


*


Like, koment, dan vote yaaa

__ADS_1


Happy reading...!


__ADS_2