Terjebak Cinta Berondong

Terjebak Cinta Berondong
Mencoba memaafkan.


__ADS_3

Rencananya resepsi pernikahan Jason dan Shirleen akan diadakan satu minggu lagi, segala persiapan sudah hampir rampung, Mama Mila dan Mama Nena kompak sekali dalam urusan mengatur segalanya, Ibu-ibu rempong itu tidak akan membiarkan adanya kesalahan yang akan membuat cacat acara mereka nantinya.


Ini hanya resepsi saja, tidak akan dilakukan adat atau apapun yang berhubungan dengan kesakralan, karena bagi Jason dan Shirleen mereka sudah lama menikah tidak perlu lagi mewajibkan segala adat yang biasanya di lakukan seperti ngunduh mantu atau apalah itu,cukup di pajang saja supaya publik mengetahui bahwa status mereka sudah resmi menikah.


Undangan sudah di sebar, sebagian kolega bisnis ARAD Group banyak yang tidak percaya bahwa Jason sudah menikah hampir empat bulan yang lalu, karena menghitung tanggal akad yang tertera pada kartu undangan.


Belum apa-apa pun publik sudah dibuat heboh, karena beberapa artis tanah air merasa beruntung bisa diundang oleh Jason Ares Adrian tersebut, banyak dari mereka yang memposting surat undangannya.


Kini nama Shirleen Damla Julian sedang trending topic di jagat maya, sungguh pengaruh yang begitu besar.


Banyak awak media mendatangi rumah utama keluarga Adrian, namun sayang sekali Jason ternyata tidak lagi tinggal bersama orang tuanya, hal itu menuai keingintahuan wartawan yang sedang berlomba-lomba mencari berita, sebuah hal besar yang pastinya akan sangat laris jika mereka jual, dimanakah tempat tinggal Jason sekarang ini, atau sedikit saja bisa mengetahui bagaimana rupa wanita yang bernama Shirleen Damla Julian tersebut.


Lain halnya dengan seorang pria yang tengah menatap tidak percaya dengan surat undangan yang baru saja sampai ke tangannya, tangannya gemetar saat ia membuka dan sudah melihat dengan jelas siapa mempelai wanita yang sedang berbahagia itu.


Nama itu sangat familiar baginya, nama dari seseorang yang pernah ia lamar dengan sebuah cincin yang harganya tidak lebih dari satu juta namun masih tetap selalu bertahan dengannya dulu, dan nama itu juga yang tertera di surat cerainya, ia benar-benar menyesali semua yang terjadi.


"Ilen, hiks hiks" lirihnya, ia bahkan menutup kedainya untuk menikmati tangis yang ia persembahkan untuk Shirleen.


Ia sungguh tidak percaya, Shirleen akan menikah dengan pewaris Adrian Group yang sangat kaya raya itu, tidak pernah sedikitpun ia membayangkan itu.


"Berarti laki-laki itu, apa mungkin..." gumamnya menebak-nebak segala yang terjadi.


Kilasan saat di rumah sakit ia mencaci Shirleen, di sebuah cafe saat Misca memanggil seorang laki-laki dengan sebutan Papa, ia masih ingat saat laki-laki itu mengatakan kalau ialah yang menghamili Shirleen, sungguh ia tidak ingin percaya.


"Aarrhghh, bagaimana bisa ?" memang sungguh sulit di percaya.


Di sebuah ruangan, Selena merutuki kebodohannya, setiap kali ada pemberitaan tentang Jason ia begitu membenci nama itu, hidupnya yang hancur karena tidak adanya belas kasih dari pemuda yang selalu di puja-puja bak dewa oleh netizen itu.


"Bagaimana mungkin seorang pscyopat gila ini selalu minim pemberitaan miring, dengan sifatnya yang seperti itu, mungkin dia juga sudah berapa kali membunuh orang, bagaimana bisa dia baik-baik aja seolah gak pernah ngelakuin sesuatu terhadap gue" gumamnya, ia ingin tidak terima namun sayangnya tidak bisa melakukan apapun.

__ADS_1


"Kenapa Selena ?" tanya Managernya, ia seperti mendengar anak asuhnya itu mengatakan sesuatu mengomentari berita yang sedang trending saat ini.


"Ah tidak, tidak apa kak" gagap Selena.


"Kamu dapet undangannya ?"


"Nggak kak" singkat Selena.


"Yaaahh, coba aja kalau kamu masih sepopuler dulu pasti kamu juga dapat undangannya" ucap Manager Selena menyesalkan.


"Tidak apa kak, aku juga tidak suka menghadiri acara seperti ini, dia pewaris Adrian Group pasti tamu yang datang sudah bejibun, aku nggak mau kesehatanku memburuk karena harus berada diantara lautan manusia" Selena beralasan.


"Heemm iya juga sih" manager membenarkan "Ah iya, dengar dengar ini yah, istrinya itu lebih tua darinya" ujarnya lagi.


"Masa kak ?" Selena nampak terkejut, ini adalah fakta baru, meski benci ia sebenarnya juga sedikit penasaran, siapa sebenarnya yang bisa merebut hati seorang Jason Ares Adrian.


"Oohh, apa yang pernah viral dengannya waktu itu yaaa, kakak ingat nggak Jason kan juga pernah diterpa gosip miring" imbuh Selena.


"Heemm bisa jadi, aku jadi penasaran sih, mana beritanya nggak bisa lagi di cari, Adrian memang gak pernah main-main dalam kuasanya"


Selena mengangguk pelan, memang tidak pernah main-main apa lagi anaknya itu yang sudah sinting gila nggak ada akhlak dan belas kasih pikirnya.


Sedang yang tengah di bicarakan,


Jason tersenyum samar saat melihat Papanya seolah tak berdaya, ia tau Papanya itu tentu sangat ingin menyapanya, memberikan selamat ataupun wejangan seperti orang tua pada umumnya.


Hari ini ia sudah memutuskan untuk menerima semuanya, meski dibasuh sekalipun sebuah rasa yang bernama kecewa itu tetaplah masih bersarang di benaknya, namun Adrian adalah Papanya, kandung dan ia merasa akan memberi kesempatan kedua dengan syarat jangan pernah lagi ikut campur apapun masalah rumah tangganya nanti.


"Boleh papa peluk kamu" tanya Pak Adrian pada putranya itu, ia benar-benar memberanikan dirinya.

__ADS_1


Jason masih diam, matanya menatap dingin pria paruh baya itu, seperdetik kemudian mengangguk mengiyakan.


Pak Adrian langsung saja memeluk Jason, sudah lama sekali bahkan ia lupa kapan terakhir kali ia memberikan sebuah pelukan pada anaknya ini.


"Sudah lama yaaa" ucap lirih Pak Adrian, laki-laki pantang menangis namun karena ia merasa begitu bersalah, air mata yang menganak tak mampu lagi ia bendung, terus mengalir bahkan ia sudah terisak.


Jason berada di posisi serba salah, matanya juga sudah memanas, namun hatinya yang sudah membatu tidak segampang itu untuk terhempaskan, kecewa telah mengalahkan segalanya, membentuknya menjadi pribadi yang keras hati.


"Biarkan seperti ini, sebentar lagi, ternyata sangat nyaman" ucap Pak Adrian lagi.


"Kau boleh melakukan apapun yang kau mau, aku tidak akan menghalangimu" ucap Jason dingin.


Pak Adrian begitu sakit mendengar ucapan anaknya itu, dulu saat ia belum mengetahui bagaimana perasaan anaknya ia masih bisa mendengar anaknya itu memanggilnya Papa, namun sekarang ia bahkan harus dipanggil seperti orang asing oleh anaknya sendiri.


Ia ingat pesan istrinya, bahwa apapun yang terjadi ia harus menerima, Jason sudah mau berbicara dengannya, itu sudah lebih dari cukup, biarkan seperti ini dulu, nanti akan ia coba untuk memperbaiki lagi hubungan yang sudah renggang ini.


Shirleen memeluk Mama Mila, ia tau hubungan antara ayah dan anak itu sebenarnya belum juga membaik, suaminya hanya mencoba melakukan yang terbaik sebisanya.


"Semoga hati Jason tergerak untuk benar-benar memaafkan, dan kami bisa kembali seperti semula" ucap Mama Mila, ada sesal yang terselip disana.


"Iya Ma, semoga saja, tetap berusaha dan berdoa, aku juga pasti bantu bicara sama Jason pelan-pelan, semoga lambat laun dia bisa mengerti" ujar Shirleen.


Bersambung...


Hai readers, jangan lupa like, koment, kasih hadiah dan vote cerita ini yaaa...


Dukungan kalian sangat berarti bagi author yang suka halu ini, karena bisa bikin karya ini naik kepermukaan...


Happy reading !!!

__ADS_1


__ADS_2