
Dari kejauhan Robi nampak memandang kesal kearah genk Comot. Ia kesal karena gagal mengajak Aruna bicara. Ia merasa jika kelima teman Aruna tak menyukainya. Nampaknya Robi tak sadar jika sikapnya lah yang menjadi penyebabnya.
Robi menghisap rokoknya dengan kuat lalu menghembuskan asapnya ke udara. Ia merasa lebih relaks setelah melakukan itu berulang kali. Robi kembali teringat awal dimana ia mulai menyukai Aruna dan ingin gadis itu jadi kekasihnya.
Saat itu Robi baru saja tiba di kampus kala matanya menangkap sosok cantik berpakaian kasual yang baru saja memasuki gerbang kampus.
Robi terus mengamati gadis itu yang kemudian ia tahu bernama Aruna, mahasiswi baru di fakultas Ekonomi.
Sejak pertama kali melihatnya Robi sudah tertarik dengan Aruna. Ia terus mengamati Aruna dan berusaha mencari tahu seperti apa kepribadian Aruna sebelum ia maju untuk berkenalan dengannya.
Hingga suatu pagi Robi melihat Aruna sedang berbincang dengan Kautsar. Meski keduanya berdiri dalam jarak yang cukup jauh dan terkesan saling bermusuhan, namun Robi merasa tak suka. Ia melihat bagaimana cara Kautsar menatap Aruna. Sebagai sesama pria ia tahu betul jika saat itu Kautsar juga menyukai Aruna walau pun Aruna terlihat tak meresponnya.
" Selalu Kautsar. Kenapa di setiap lini ada dia sih. Ga di kelas, di kantin, di perpustakaan, pasti ada dia. Bahkan cewek yang Gue incer pun justru suka sama dia. Tapi untuk yang satu ini Gue ga boleh nyerah. Aruna cuma boleh buat Gue...," batin Robi sambil mengepalkan tangannya.
Selama ini Robi dan Kautsar memang bersaing dalam pendidikan. Sebenarnya hanya Robi yang merasa jika ia dan Kautsar bersaing. Sedangkan Kautsar tampak tak peduli dan hanya berusaha menekuni pendidikannya dengan serius.
Robi anak yang cerdas. Dia selalu mendapat nilai baik hampir di semua mata kuliah. Namun sayangnya Kautsar selalu lebih unggul dan itu membuat Robi kesal. Apalagi Robi juga melihat beberapa mahasiswi, yang salah satu diantaranya merupakan gadis idamannya, justru tertarik dan mengejar cinta Kautsar. Meski pun Kautsar terlihat mengabaikan para mahasisiwi itu dan hanya menanggapi mereka sebagai teman, toh kebencian Robi padanya sudah terlanjur mendarah daging.
Robi dan Kautsar juga beberapa teman sekelas mereka sering terlibat pembicaraan santai mengenai banyak hal. Dari pembicaraan itu sedikit banyak Robi mengetahui seperti apa sifat dan karakter Kautsar. Jika mau jujur Robi lebih banyak menemui hal positif dalam diri Kautsar. Sedangkan hal negatif adalah hasil kreasi Robi sendiri yang memang memendam rasa tak suka kepada Kautsar.
Saat mengetahui Aruna tak menyukai Kautsar entah apa sebabnya, Robi kian gigih mengejar Aruna. Sayangnya Aruna selalu dikelilingi oleh lima teman segenknya yang tak lain adalah Genk Comot hingga Robi selalu gagal mendekati Aruna.
Di saat Robi sedang gigih mengejar cinta Aruna, di saat itu lah dia terpaksa mengajukan cuti kuliah. Kondisi keuangan keluarganya sedang morat-marit akibat ayahnya masuk penjara karena dituduh korupsi.
__ADS_1
Robi harus menahan niatnya untuk mendekati Aruna karena ia tak punya muka untuk tampil di depan Aruna.
Hingga setahun kemudian Robi kembali ke kampus setelah ayahnya dinyatakan tak bersalah. Saat itu Robi mencoba mencari Aruna namun sayangnya Aruna masih berlibur ke Lampung bersama genknya.
Kesempatan emas yang ditunggu Robi pun tiba. Saat itu ia melihat Aruna keluar dari kampus seorang diri tanpa genknya. Robi pun bergegas menghampiri Aruna dan mencoba menyapanya. Di luar dugaan, Aruna merespon sapaannya dan itu membuat Robi bahagia bukan kepalang.
Setelah hari itu Robi seolah mendapat peluang untuk mendekati Aruna. Namun lagi-lagi Robi harus bersabar saat melihat Aruna diantar seorang pria dengan motor besar. Robi tak mengetahui siapa pria itu karena pria itu tak pernah melepas helmnya.
Dari gerak-gerik Aruna dan pria itu terlihat jika keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat. Dan itu membuat Robi bertambah kesal. Ia bermaksud menanyakan kedekatan Aruna dengan pria itu namun nampaknya usaha Robi kali ini pun gagal. Kelima teman Aruna terlihat menahannya untuk mengajak gadis itu makan siang.
" Sia*an. Kenapa susah banget buat deketin dia. Tapi gapapa. Semakin sulit bukannya semakin menantang ya...," gumam Robi sambil tersenyum penuh arti.
Robi pun kembali menghembuskan asap rokoknya ke udara. Kali ini ia teringat pada sosok gadis yang ia dan Kautsar sukai. Gadis itu bernama Wenni. Gadis manis berambut sebahu yang merupakan adik kelas di fakultas Teknik.
Melihat kedekatan Wenni dan Kautsar, timbul niat dalam hati Robi untuk mengacaukan hubungan keduanya. Robi mulai masuk dalam hubungan Wenni dan Kautsar hingga kadang membuat keduanya salah paham.
Kautsar yang tahu jika Robi menyukai Wenni pun mengerti dan berusaha memberi kesempatan pada Robi untuk mendekati Wenni karena sesungguhnya ia dan Wenni memang tak memiliki hubungan apa pun. Hingga akhirnya hubungan Wenni dan Kautsar berakhir dalam kondisi tak menyenangkan.
Kautsar mengira jika Robi serius mengejar cinta Wenni. Tapi nyatanya saat Wenni tak terlihat lagi di kampus, upaya Robi pun menguap begitu saja.
Robi pun tertawa mengingat Wenni. Gadis manis yang berhasil ia kerjai hingga gadis itu memilih berhenti kuliah. Sedang Kautsar tak pernah tahu apa pun tentang apa yang terjadi pada Wenni hingga detik ini.
Robi berdiri setelah menghabiskan berbatang-batang rokok. Ia nampak tersenyum setelah merencanakan banyak hal untuk Aruna.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Aruna sedang fokus mengerjakan tugas kuliah di ruang kerja. Tiba-tiba kedua matanya melihat sekelebat bayangan merah melintas di depannya.
Aruna mengamati arah kelebatan bayangan merah itu pergi dan terus memperhatikannya dengan intens. Bayangan itu hinggap berpindah-pindah hampir di setiap sudut ruangan. Kadang menempel di plafond, kadang menempel di dinding, atau bahkan di gorden jendela.
Tiba-tiba bayangan merah itu melesat cepat kearah Aruna yang sigap menghindar ke samping. Tindakan Aruna menyebabkan tubuhnya terjatuh ke lantai dan menimbulkan suara gaduh.
" Ada apa Sayang...?!" tanya Kautsar dari ambang pintu.
" Jangan ke sini Tsar, Kamu di sana aja...!" kata Aruna lantang sambil mengembangkan telapak tangannya.
" Kenapa...?!" tanya Kautsar penasaran.
" Ada serangan tak kasat mata yang mencoba bermain-main denganku...," sahut Aruna sambil berusaha bangkit.
Kemudian Aruna menatap ke sekelilingnya dan melihat bayangan merah yang tadi menyerangnya tengah menatapnya juga sambil menyeringai.
Aruna hanya tersenyum lalu mendekati bayangan merah itu. Kemudian ia mengembangkan telapak tangannya kearah bayangan merah yang saat itu tengah menempel di dinding ruangan.
Keanehan pun terjadi. Bayangan merah itu tiba-tiba terbakar dengan sendirinya dan itu membuat Kautsar yang juga tengah menatap bayangan merah itu terkejut bukan kepalang.
bersambung
__ADS_1