
Setelah mencoba menenangkan diri usai mendengar penuturan Reyhan tentang apa yang kemungkinan dialami Reymond, Kautsar dan Aruna pun mulai menjalankan rencana mereka.
" Sebentar lagi tengah malam. Kita bakal keluar buat melumpuhkan Aldi...," kata Aruna sambil berbisik.
" Gue takut Run. Aldi itu kan mayat hidup, pasti kekuatannya lebih besar dibanding Kita. Gue ga mau mati konyol ya...," tolak Reyhan.
Ucapan Reyhan membuat Kautsar sedikit kesal. Kautsra merasa Reyhan tak menghargai kehadiran dia dan istrinya itu.Padahal ia dan Aruna sudah rela datang hanya untuk membantu Reyhan.
" Terus Lo mau stay di sini alias ngumpet gitu. Yakin di sini tempat yang aman...?" tanya Kautsar penuh makna hingga membuat Reyhan bingung.
" Sebaiknya Kak Reyhan ikut keluar. Di sini ga aman. Lagian Aku ga bisa jamin Kakak tetep aman kalo bertahan ngumpet di sini...," sela Aruna.
" Ok, Gue ikut deh...," sahut Reyhan cepat saat melihat keseriusan Kautsar dan Aruna.
" Bagus. Sekarang Lo di belakang Aruna. Gue di depan...," kata Kautsar.
" Jangan Tsar. Aku yang di depan...," bantah Aruna.
" Ga boleh. Aldi tuh bukan manusia biasa sekarang. Ada iblis di dalam tubuhnya dan Aku ga mau Kamu celaka. Biar Aku yang di depan atau Kita ga usah keluar sekalian..., " kata Kautsar tegas.
" Tapi...," ucapan Aruna terputus karena Reyhan memotong dengan cepat.
" Eh, Lo berdua ngapain malah drama di depan Gue sih. Buruan deh, mau keluar atau ga...?!" kata Reyhan kesal hingga menyadarkan Kautsar dan Aruna.
" Ok. Aku di belakang...," kata Aruna sambil pindah posisi ke belakang Kautsar.
" Inget ya, jangan jauh-jauh dari Aku...," pesan Kautsar sambil menggamit tangan Aruna.
Sikap Kautsar dan Aruna membuat Reyhan bertambah kesal. Ia terlihat memutar bola matanya dengan jengah.
" Ck, kelamaan...," gerutu Reyhan hingga membuat Aruna tersenyum.
Setelah memastikan Aruna ada di belakangnya dengan aman, Kautsar pun mulai membuka pintu perlahan.
__ADS_1
Saat pintu terbuka terlihat ruangan yang gelap tanpa penerangan sama sekali. Hanya ada sedikit cahaya yang masuk melalui ventilasi di atas jendela hingga membuat ruangan menjadi temaram dan cukup memperlihatkan suasana di ruangan itu.
Kautsar, Aruna dan Reyhan nampak membulatkan mata saat melihat apa yang ada di hadapan mereka.
Di depan mereka terpampang nyata adegan pelecehan se*ual yang dilakukan Aldi pada Reymond.
Saat itu Reymond nampak dalam kondisi setengah sadar seolah di bawah pengaruh obat bius. Erang kesakitan keluar dari mulutnya namun nampaknya tubuhnya tak mendukung usahanya untuk lari. Sedangkan Aldi nampak menikmati persetu*uhan tak wajar itu.
Melihat sepupunya diperlakukan semena-mena membuat Reyhan naik pitam. Ia bersiap merangsek maju namun dihalangi oleh Aruna.
" Jangan Kak. Biar Kautsar aja...," bisik Aruna dan cukup didengar oleh Kautsar dan Reyhan.
Setelah mendengar ucapan Aruna, secepat kilat Kautsar menerjang Aldi lalu menendangnya sekuat tenaga. Tubuh Aldi pun melayang menabrak dinding hingga menimbulkan suara gaduh.
" Breng*ek. Pergi Lo ke neraka jahanam...!" kata Kautsar lantang sambil mendatangi Aldi yang terkapar di lantai lalu memukulinya bertubi-tubi.
Tak ada suara yang keluar dari mulut Aldi saat Kautsar memukulinya. Aruna yang tahu apa yang terjadi pun mengingatkan Kautsar untuk tetap fokus.
" Jangan ilang ya Tsar. Tetep fokus dan jaga dzikir...," kata Aruna lembut sambil menekan punggung sang suami dengan telapak tangannya.
" Makasih Sayang. Untung Kamu ingetin, kayanya Aku sempet ngeblank barusan...," sahut Kautsar sambil menepuk lembut lengan Aruna.
Aruna pun nampak tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Sementara itu Reyhan nampak berusaha menutupi tubuh Reymond yang tanpa busana itu dengan kain seadanya. Ada rasa marah dan penyesalan di hati Reyhan saat melihat kondisi sepupunya itu.
" Mond, bangun Mond. Reymond...," panggil Reyhan berulang-ulang sambil mengguncang pelan tubuh sang sepupu.
Namun usaha Reyhan tak membuahkan hasil. Reymond tetap menutup matanya dan bernafas dengan lambat.
Mengerti jika saat itu Reymond ada dalam pengaruh iblis, Reyhan pun hanya mengusap wajahnya. Kemudian Reyhan menoleh kearah Kautsar dan Aruna yang tengah berdiri di dekat tubuh Aldi.
Saat itu terlihat Aldi yang sedang berusaha bangkit dari posisi berbaringnya di lantai. Reyhan yang marah pun langsung menerjang Aldi dan lupa akan peringatan Aruna tadi. Reyhan langsung menjambak rambut Aldi dan meninju wajahnya berulang kali.
__ADS_1
Aruna dan Kautsar Ya merasa kecolongan pun hanya bisa saling menatap tanpa bisa berbuat apa-apa.
" Gimana nih Run, si Reyhan udah nyelonong aja...," kata Kautsar cemas.
" Iya Tsar. Kayanya Kita harus berubah rencana...," sahut Aruna.
Di depan Kautsar dan Aruna terlihat wajah Aldi yang tak lagi berbentuk karena dipukuli Reyhan, bengkak dan merah serta mengeluarkan cairan yang tidak hanya darah tapi juga cairan lain yang sangat menusuk hidung.
" Sia*an bau apaan nih. Hoeeekkk...!" kata Reyhan sambil berlari ke kamar mandi dan muntah hebat di sana.
" Bau ini...," Kautsar memutus ucapannya sendiri saat Aruna menganggukkan kepalanya.
" Bau mayat...," sahut Aruna lirih.
" Ck, berarti Reyhan udah mukulin kelewat batas dong sampe keluar cairan ga wajar kaya gini...," kata Kautsar sambil meraba dinding untuk mencari saklar lampu.
Lampu tiba-tiba menyala dan ruangan menjadi terang benderang. Kini Aruna, Kautsar dan Reyhan bisa melihat jelas penampakan Aldi.
Sosok Aldi kini tak lagi seperti Aldi yang pernah mereka lihat. Aldi yang mereka kenal selama ini adalah sosok yang kalem, memiliki kulit yang bersih dan wajah yang lumayan tampan dengan rambut yang ikalnya. Namun sekarang semua berbeda.
Di hadapan mereka kini berdiri sosok Aldi dengan sekujur kulit tubuh dan wajah yang bengkak dan merah dan mengeluarkan darah dan cairan yang beraroma busuk. Wajah tampannya tak lagi terlihat karena bengkak di sana sini akibat dipukuli Kautsar dan Reyhan tadi. Rambut ikalnya pun terlihat hendak lepas dari batok kepalanya karena sebagian menjuntai lepas di belakang kepalanya. Sebagian rambutnya juga terlihat berceceran di lantai.
" Kalo ngeliat fisiknya, Kayanya dia meninggal udah lebih dari seminggu deh Tsar...," kata Aruna.
" Kayanya sih gitu...," sahut Kautsar.
" Duh gimana nih guys. Gue ga tahan sama baunya. Bisa ga nih orang dikeluarin dari rumah Gue...," kata Reyhan sambil menutup hidungnya dengan ujung kaos yang dipakainya.
" Sebenernya itu yang mau Gue dan Aruna lakuin tadi. Tapi Lo udah mengacaukan rencana awal dan ikutan mukul si Aldi jadi sulit buat Kita mindahin jasadnya Aldi...," sahut Kautsar ketus.
" Sorry Tsar, Gue emosi banget tadi. ..," kata Reyhan tak enak hati.
" Sstttt..., udah dong jangan ribut aja. Liat tuh si Aldi mau ngapain...," kata Aruna mengingatkan Kautsar dan Reyhan yang sedang berdebat.
__ADS_1
Kautsar dan Reyhan pun menoleh kearah Aldi dan mereka terkejut melihatnya.