
Hantu Kemala membawa Aruna keluar melalui jalan yang berbeda dari yang Aruna tempuh tadi.
Meski pun sedikit bingung tapi Aruna percaya jika hantu Kemala tak akan membohonginya.
" Di sana Aruna...," kata hantu Kemala sambil menunjuk sebuah ruangan yang tertutup rapat.
" Di sana...?" tanya Aruna tak mengerti.
" Iya...," sahut Kemala.
" Ada apa di sana...?" tanya Aruna sedikit kesal.
" Masuk lah ke sana dan ambil jimat kebanggan Yusi. Jimat itu ia letakkan di dinding bersama sebuah foto...," sahut Hantu Kemala sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
" Cepat Aruna, waktu Kita ga banyak...," kata beberapa hantu wanita memberi semangat.
" Iya iya Aku masuk...," sahut Aruna.
Kemudian Aruna berusaha membuka pintu yang terkunci itu. Nampak sedikit kesulitan karena kunci ghaib yang dipasang pada pintu itu hanya bisa terbuka dengan kalimat khusus yang tentu saja hanya dimiliki Yusi.
Geram melihat sikap Aruna yang dirasa lamban, hantu Kemala pun maju membantu Aruna. Ia mengulurkan tangannya membentuk sebuah gerakan sambil mulutnya merapal mantra. Aruna yang kagum akan kemampuan hantu Kemala nampak tersenyum.
" Kamu harus ceritakan tentang yang satu ini nanti sama Aku ya Kemala...," kata Aruna sebelum menyelinap masuk ke dalam ruangan itu.
" Kamu akan mengerti dengan sendirinya saat tiba di dalam sana Aruna...," gumam hantu Kemala sambil bergeser menjauh dari depan ruangan.
Hantu Kemala dan teman-temannya nampak menunggu di depan ruangan sambil mengawasi sekitar.
Sedangkan Aruna yang berhasil masuk ke dalam ruangan nampak mematung sesaat menyaksikan isi di dalam ruangan yang jauh berbeda dengan ruangan rahasia lainnya di penginapan itu.
Jika ruangan lain akan minim penerangan, ruangan ini justru sebaliknya. Terang dan nyaman, itu lah kesan pertama yang didapat Aruna. Furniture yang ada di dalam ruangan itu juga terbilang sangat berkelas. Terbuat dari kayu jati asli dengan aksen warna emas di setiap tepinya. Aroma harum khas dupa menyeruak memenuhi ruangan dan itu sedikit membuat Aruna pening. Sadar jika tak bisa berlama-lama mengagumi isi ruangan, Aruna pun bergegas menyusuri dinding mencari benda yang dimaksud hantu Kemala.
Kedua mata Aruna membola saat mendapati sebuah foto keluarga berukuran besar yang dibingkai dengan pigura emas. Di sana terlihat Yusi dan hantu Kemala bersama beberapa orang pria yang berbeda usia dan diyakini sebagai suami dan anak-anak Yusi. Mereka terlihat sebagai keluarga yang bahagia.
__ADS_1
Jantung Aruna berdetak cepat saat ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh foto itu. Namun sebelum jari Aruna menyentuh foto itu, sebuah foto lain tanggal dari tempatnya dan terjatuh ke lantai dengan posisi terbalik. Aruna menatap bingkai foto itu dengan tatapan curiga lalu perlahan mendekatinya.
Aruna terkejut saat melihat foto Kemala dan Yusi dalam pose setengah telan*ang nampak saling memeluk. Tidak, tepatnya Yusi lah yang memeluk Kemala dari belakang dan memegangi wajah gadis itu seolah memaksanya menatap sesuatu. Kedua mata mereka terarah pada satu titik yang sama dan Aruna tahu apa yang mereka lihat. Ada kecemasan di wajah Kemala dan itu berbeda jauh dengan wajah Yusi yang terlihat bahagia dan penuh damba.
Jari tangan Aruna tampak bergetar saat terulur untuk menyentuh foto tepat di wajah Kemala. Untuk sesaat Aruna ragu dan mengepalkan tangannya karena semakin dekat ujung jarinya kearah foto itu, ada getaran aneh yang menyapanya.
" Audzubillahi minasyaithonirrojiim. Bismillahirrahmanirrahim. Laa Haula walaa quwwata ilaa billahil aliyyil adziim...!" kata Aruna lantang.
Lalu dengan sekuat tenaga tangan Aruna menerobos kaca pigura untuk mengambil jimat yang disembunyikan di balik foto Kemala itu.
Suara berderak terdengar nyaring saat ujung jemari Aruna menembus kaca. Ada darah yang mengalir akibat luka terkena serpihan kaca itu namun Aruna mengabaikannya. Fokus Aruna terarah kepada benda yang berhasil disentuhnya. Sebuah bungkusan kecil berhasil Aruna ambil.
Saat bungkusan kecil itu berada di tangan Aruna tiba-tiba ruangan terasa bergetar. Dan itu membuat wajah hantu Kemala dan teman-temannya nampak berbinar bahagia.
" Aruna berhasil...!" kata salah satu hantu wanita antusias.
Euphoria pun terjadi di depan kamar. Para hantu wanita nampak melesat cepat ke sana kemari seolah merayakan keberhasilan Aruna menemukan jimat yang tersembunyi itu. Berbeda dengan teman-temannya, hantu Kemala nampak mengepalkan tangannya sambil menahan air mata yang hampir jatuh.
" Dindingnya hampir runtuh. Gimana nih...?!" tanya para hantu saling bersahutan.
" Kasian Aruna, biar Aku masuk...!" kata salah satu hantu wanita itu.
Namun sayangnya sebelum hantu wanita itu mencapai pintu, tubuhnya seperti menabrak sebuah dinding besar yang panas bagai bara api. Tubuh hantu wanita itu terlempar jauh dalam kondisi mengenaskan. Ada luka bakar yang mengeluarkan asap pertanda jika dinding itu sangat panas.
Para hantu wanita itu menghampiri dan membantunya berdiri. Hantu Kemala nampak berdecak sebelum melayang menuju pintu ruangan itu.
" Jangan...!" jerit para hantu wanita itu.
Namun terlambat, hantu Kemala menerobos masuk dan menghilang di balik pintu. Para hantu wanita itu menahan nafas sambil bergidik saat menyaksikan tubuh hantu Kemala terbakar beserta gaun yang dipakainya.
Aruna menoleh saat melihat hantu Kemala datang menjemputnya. Ia nampak terkejut melihat kondisi hantu Kemala yang terluka bakar parah.
" Kenapa ke sini. Kamu ga percaya sama Aku yaa...?!" tanya Aruna galak.
__ADS_1
" Aku khawatir Kamu ga akan bisa keluar dari sini dengan selamat karena ruangan ini hampir runtuh...," sahut hantu Kemala cuek.
" Tapi liat akibatnya, Kamu terluka Kemala...!" kata Aruna gusar.
" Jangan cemaskan Aku. Ga ada bedanya dulu atau sekarang. Karena kehadiranku memang hanya untuk menanggung luka...," sahut hantu Kemala sambil menatap tajam foto keluarga berukuran besar yang terpajang di dinding ruangan.
" Ck, jangan menyakiti diri dengan ucapan bod*hmu itu Kemala...!" kata Aruna tak suka hingga membuat hantu Kemala tersenyum tipis.
Tiba-tiba ruangan kembali bergetar hingga membuat Aruna bergegas bangkit dari duduknya.
" Jangan lewat pintu Aruna. Mereka pasti sudah tau jika terjadi sesuatu di sini. Ikuti Aku...!" kata hantu Kemala.
Aruna mengikuti hantu Kemala yang melayang mendekati tirai dan masuk menembus tirai itu. Aruna menyibak tirai dan melihat sebuah jalan rahasia di sana.
" Ga nyangka banyak jalan rahasia di penginapan ini...," gumam Aruna.
" Betul. Banyak rahasia busuk juga di tempat ini yang akan segera terungkap sebentar lagi...," kata hantu Kemala sambil melayang cepat menuju sebuah jendela besar.
" Lewat sini...?" tanya Aruna.
" Iya...," sahut hantu Kemala.
Aruna membuka jendela lalu melompatinya dengan mudah. Ternyata jendela itu berada persis di samping ruangan dimana Kenzo terjebak. Di sana Yusi nampak sedang berdiri sambil menatap Kenzo yang menggeliat kesakitan.
" Tunggu sebentar lagi sampe orang itu keluar dari sana...," kata hantu Kemala.
" Yang Kamu sebut orang itu, dia... ibumu...?" tanya Aruna hati-hati.
" Betul. Dia Yusi, ibu kandungku. Orang yang telah melahirkan Aku ke dunia ini dengan taruhan nyawa justru menyerahkan kesucianku dan nyawaku pada iblis sembahannya...," sahut hantu Kemala sambil menatap marah kearah Yusi.
Mendengar ucapan Kemala membuat jantung Aruna mendenyut sakit.
bersambung
__ADS_1