
Setelah mendengar penuturan Aruna, Kautsar tampak termenung. Ia tak menyangka jika baru saja berjabat tangan dengan mayat.
" Itu artinya..., Aldi itu mayat hidup dong Sayang...?" tanya Kautsar.
" Bisa dibilang begitu...," sahut Aruna.
" Kok dia masih bisa berkeliaran kemana-mana. Bukannya seharusnya dia itu stay di satu tempat aja...?" tanya Kautsar tak mengerti.
" Keliatannya Aldi itu ga sadar kalo dirinya udah meninggal. Tapi waktu dia ngeliat Aku, dia keliatan kaget dan itu artinya dia menyadari sesuatu. Mungkin dia baru ngeh status nya pas ngeliat Aku ya...," kata Aruna ragu.
" Aku juga ngeliat kalo dia kayanya takut banget pas ketemu Kamu Run. Mungkin dia tau kalo dirinya udah meninggal, tapi dia menolak. Bahasa lainnya sih mencoba melawan takdir gitu...," sahut Kautsar.
" Masuk akal...," kata Aruna.
" Terus Kita harus gimana...?" tanya Kautsar.
" Sebentar ya, Aku cari cara dulu buat ngadepin Aldi tanpa harus melukai Reyhan dan Reymond. Tapi untuk sementara waktu tolong Kamu rahasiain semuanya dari Reyhan. Aku ga mau dia takut dan mengacaukan semuanya nanti..., " kata Aruna yang diangguki Kautsar.
" Ok. Tapi bahaya ga buat Reyhan dan Reymond tinggal serumah sama mayat hidupnya si Aldi...?" tanya Kautsar.
" Sebenernya sih ga terlalu bahaya asal ga terlalu lama. Selama Reyhan dan Reymond juga ga tau apa-apa tentang Aldi, insya Allah mereka aman..., " sahut Aruna.
Kautsar pun mengangguk tanda mengerti. Kemudian Kautsar dan Aruna melanjutkan makan malam mereka yang sempat terhenti tadi.
\=\=\=\=\=
Setelah berpikir beberapa waktu, akhirnya Aruna memutuskan akan bertindak secepatnya.
Mengetahui istrinya akan bertindak, Kautsar pun tak tinggal diam. Ia menemani Aruna dalam mempersiapkan segala yang dibutuhkan Aruna.
" Cuma ini Sayang...?" tanya Kautsar tak percaya.
" Iya. Emangnya Kamu ngarepinnya Aku nyiapin apa...?" tanya Aruna sambil menahan tawa.
" Aku Kirain Kamu bakal nyiapin sesuatu yang besar dan merepotkan..., " sahut Kautsar malu-malu.
" Seperti apa misalnya...? " tanya Aruna.
" Mmm, mungkin dupa atau bunga...," sahut Kautsar sambil menggedikkan bahunya.
" Husshh..., itu musyrik namanya. Sebagai umat muslim Kita harus minta tolong ya sama Allah dong, masa sama iblis. Kamu gimana sih...," kata Aruna sambil mengerucutkan bibirnya.
" Iya iya. Alhamdulillah istriku dijaga sama Allah untuk tetep Istiqomah di jalan Nya...," sahut Kautsar sambil mengecup kepala Aruna dengan sayang hingga sang istri tersenyum.
__ADS_1
" Kalo gitu pas dini hari nanti Kita ke rumah Reyhan. Tolong jangan sampe Aldi tau ya...," kata Aruna.
" Kalo gitu Aku telephon Reyhan sekarang ya...," kata Kautsar.
" Ga usah telephon, chat aja. Bilang sama Reyhan kalo ini rahasia...," sahut Aruna.
" Ok...," sahut Kautsar cepat.
Di saat bersamaan Reyhan juga nampak gelisah. Ia merasa tak nyaman melihat cara Aldi menatapnya tadi. Reyhan sempat berpikir jika Aldi tahu dirinya sedang diintai oleh Reyhan.
Reyhan menoleh kearah ponselnya yang ia letakkan begitu saja di atas tempat tidur. Ia melihat ada notifikasi WA yang masuk. Reyhan tersenyum saat melihat siapa yang mengirim pesan.
" Alhamdulillah...," gumam Reyhan usai membaca pesan dari Kautsar.
" Ok Tsar. Gue tunggu ya. Jujur Gue takut banget ngeliat Aldi mondar-mandir di depan kamar Gue. Thanks...,"
Begitu lah kalimat yang dikirim Reyhan sebagai balasan atas chat yang dikirim Kautsar tadi.
Setelahnya Reyhan keluar dari kamar untuk berwudhu. Saat membuka pintu ia melihat jika ruangan terlihat gelap karena lampu telah dipadamkan. Hanya cahaya televisi yang menyala yang memberi sedikit penerangan dalam ruangan.
Reyhan mematung di tempat saat melihat Aldi tengah merabai tubuh Reymond yang terlelap. Bukan sembarang meraba tapi lebih menyerupai rabaan yang penuh hasrat.
Menyadari dirinya diamati, Aldi pun menoleh kearah pintu dimana Reyhan berdiri. Beruntung Reyhan segera bersembunyi di balik pintu sambil memejamkan mata.
Reyhan menunda sesaat niatnya untuk berwudhu. Setelah yakin situasi aman, Reyhan pun berdehem untuk memberi tanda pada Aldi jika dia akan keluar kamar. Lalu Reyhan keluar kamar dan melihat Aldi tengah menonton televisi.
" Belum tidur Al...?" sapa Reyhan sambil pura-pura menguap.
" Belum. Lo kenapa...?" tanya Aldi.
" Kebelet pipis...," sahut Reyhan sambil melangkah cepat ke kamar mandi.
" Mau ditemenin ga...?" tanya Aldi menawarkan diri.
" Apaan sih Lo. Gue bukan anak kecil yang pipis aja harus ditemenin...," sahut Reyhan kesal.
Aldi hanya tersenyum tipis. Ada kilatan aneh di kedua matanya saat melihat Reyhan menutup pintu kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Reyhan segera menyelesaikan wudhunya lalu setelahnya masuk kamar dan mengunci pintu tanpa menoleh lagi kearah Aldi.
\=\=\=\=\=
Malam itu setelah sholat malam, Reyhan tetap terjaga sambil terus berdzikir. Ia memegang tasbih dengan tangan gemetar karena rasa takut yang menguasai hatinya.
__ADS_1
Di luar kamar terdengar suara erang kesakitan dari Reymond. Walau samar tapi masih bisa didengar oleh Reyhan, dan itu membuatnya takut sekaligus sedih.
" Sorry Mond. Gue ga bisa bantu Lo karena Gue juga ga mau jadi korban iblis yang ada di badannya si Aldi. Bertahan lah sebentar lagi, semoga Kautsar datang tepat waktu...," gumam Reyhan sambil mengusap peluh di wajah dan lehernya.
Waktu terasa lambat berjalan untuk Reyhan. Berkali-kali ia melihat jam dinding untuk memastikan waktu yang dijanjikan Kautsar akan segera tiba.
Tiba-tiba terdengar suara jeritan tertahan dari mulut Reymond. Reyhan tersentak kaget dan tergerak untuk membuka pintu. Saat tangannya hampir menyentuh handle pintu, sebuah suara menahannya.
" Jangan Rey...!" kata Kautsar dari balik jendela.
" Kautsar...," panggil Reyhan dengan wajah berbinar.
" Bukain jendelanya dong...," pinta Kautsar sambil menunjuk kunci jendela.
Reyhan mengangguk lalu bergegas membuka kunci jendela. Setelah Kautsar melompat masuk ke dalam kamar, ia mengulurkan tangannya untuk membantu Aruna.
" Lo ngajak Aruna juga Tsar. Bahaya tau...!" kata Reyhan tak suka.
" Jangan khawatir. Aruna ini cewek yang spesial Dia yang akan menyelesaikan semuanya. Kalo Gue sih cuma bantuin doang...," kata Kautsar.
" Jadi Aruna...," ucapan Reyhan terputus saat Kautsar memotong dengan cepat.
" Kita bahas itu nanti. Sekarang Lo dengerin apa yang mau Aruna bilang...," kata Kautsar hingga membuat Reyhan mengangguk.
" Gini Kak. Sebenernya yang di luar sana bukan Aldi yang sesungguhnya. Aldi yang asli udah meninggal dunia seminggu yang lalu...," kata Aruna sambil berbisik.
" Inna Lillahi wainna ilaihi roji'uun. Yang bener Run. Jadi selama ini Gue tinggal sama mayat...?!" tanya Reyhan gusar.
" Iya Kak. Ada dua kemungkinan di sini. Aldi punya sesuatu yang harus diselesaikan atau justru raga Aldi dipinjam oleh makhluk halus untuk menuntaskan keinginannya yang tertunda semasa hidup. Makanya dia terkesan menolak untuk mati. ...," sahut Aruna.
" Ya Allah apalagi ini. Pantesan Gue ngerasa ga nyaman tiap berada satu ruangan sama Aldi. Rupanya dia udah meninggal...," gumam Reyhan sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan.
" Sekarang Kita harus cepet bertindak sebelum Aldi melakukan sesuatu yang ga lazim sama Reymond...," kata Aruna.
" Kayanya udah terlambat Run...," sahut Reyhan sambil menggelengkan kepalanya.
" Apa maksud Kak Reyhan...? " tanya Aruna tak mengerti.
" Tadi Gue liat pake mata kepala sendiri kalo Aldi lagi meraba tubuhnya Reymond. Gue pura-pura ga liat biar aman. Tapi lima menit yang lalu Gue denger Reymond menjerit kesakitan. Mungkin Aldi udah melakukan perbuatan biadab itu ke Reymond..., " kata Reyhan sambil melengos.
Aruna dan Kautsar nampak saling menatap dengan tatapan yang tak terbaca. Sedangkan Reyhan nampak menghela nafas panjang untuk meredam rasa kecewanya.
bersambung
__ADS_1