
Dalam sekejap berita meninggalnya balita anak dari tetangga Ria pun menyebar dengan cepat. Warga pun mendatangi rumah duka. Dan dalam hitungan menit rumah kontrakan itu menjadi ramai.
Kenzo pun makin tak tenang meninggalkan Ria di sana karena tahu jika malam itu teras rumah Ria akan kembali menjadi base camp untuk para tetangga duduk dan begadang.
Kenzo merasa keberatan, bahkan Kenzo memutuskan untuk mengungsikan Ria ke tempat lain. Ria pun jelas menolak niat baik sang kekasih hingga membuat perdebatan kecil tak bisa lagi dielakkan.
" Kamu kok jadi kaya gini sih Ken...?" tanya Ria.
" Kaya gini gimana sih Ri. Aku kan care sama Kamu dan ga mau Kamu kenapa-kenapa..., " sahut Kenzo cepat.
" Aku paham. Tapi dulu Kamu ga kaya gini Ken. Sejak Kamu jadi pewaris perusahaan Kakekmu, Kamu berubah...," kata Ria tak suka.
" Berubah gimana sih Sayang...?" tanya Kenzo tak mengerti.
" Kamu jadi ga peka sama lingkungan. Padahal dulu Kamu care banget sama sekitar. Apalagi kalo ada yang tertimpa musibah kaya gini, Kamu pasti langsung ikut ambil bagian. Tapi sekarang Kamu justru ngajak Aku pergi dan nginap di tempat lain hanya karena rumahku bakal dijadiin base camp buat mereka begadang nemenin yang berduka...," kata Ria kesal.
" Ya Allah bukan itu maksudku. Ga usah Kamu minta Aku juga udah bantuin mereka tadi Sayang. Aku udah ngasih uang duka sama Ibu yang kehilangan anaknya. Ga banyak sih, tapi Aku rasa cukup untuk mewakili Kamu membantu mereka...," kata Kenzo.
" Tuh kan. Kamu bahkan mulai menilai semuanya pake uang Ken...!" sergah Ria.
" Sebentar Ri. Ini makin kabur arahnya. Biar Aku perjelas ya. Aku ga ngelarang Kamu berinteraksi sama tetangga Kamu. Ga sama sekali. Bahkan untuk menunjukkan kepedulian Kita, Aku juga udah ngasih uang duka tadi. Terus Aku ngajak Kamu ngungsi ke tempat lain karena Aku tau Kamu butuh istirahat. Malam ini di sini bakal rame Ri. Sekarang gimana Aku bisa tenang kalo ngebiarin Kamu tinggal di dalam rumah yang di depannya ditungguin banyak laki-laki. Mereka belum tentu Kamu kenal dan belum tentu semuanya tulus ingin membantu keluarga yang berduka. Siapa tau ada diantara mereka yang justru memanfaatkan kesempatan untuk mengintai Kamu dan melecehkan Kamu. Sampe sini paham kan maksudku...?!" tanya Kenzo sambil meninggikan nada suaranya.
Ria tersentak kaget mendengar nada bicara Kenzo yang lebih tinggi dari biasanya. Namun akhirnya Ria pun mengerti mengapa Kenzo memintanya pindah.
Perlahan Ria bangkit lalu mendekati sang kekasih. Ia meraih tangan Kenzo dan menggenggamnya erat. Kenzo yang semula diselimuti kemarahan pun akhirnya melunak.
" Maaf Ken. Aku ga pernah berpikir sejauh itu. Yang Kamu bilang tadi emang bener. Pasti bakal banyak orang di teras rumah dan ga tau sampe jam berapa. Kalo gitu Aku bakal ikutin saran Kamu tadi...," kata Ria sungguh-sungguh.
__ADS_1
" Kamu serius...?" tanya Kenzo.
" Iya...," sahut Ria cepat.
Kenzo pun tersenyum lalu memeluk Ria dengan erat. Kenzo senang karena akhirnya bisa membujuk Ria untuk istirahat di tempat lain.
" Tapi Kamu ga punya niat ngajak Aku nginep di rumah Kamu kan...?" tanya Ria sambil mengurai pelukan.
" Ya ga dong. Aku anter Kamu cari penginapan yang aman. Atau Kamu mau nginep di rumahnya Aruna...?" tanya Kenzo.
" Lebih baik cari penginapan aja deh. Aruna kan lagi hamil, pasti dia juga butuh bermanja-manja sama Suaminya. Kalo nginep di sana rasanya Aku ga bakal kuat ngeliat kemesraan mereka nanti...," sahut Ria sambil tersenyum kecut hingga membuat Kenzo tertawa.
Kemudian Ria segera mempersiapkan beberapa helai pakaian untuk menginap selama tiga hari. Kenzo pun memilih duduk menunggu di teras rumah sambil berbincang dengan tetangga Ria yang duduk di sana.
" Lho, Mbak Ria mau kemana...?" tanya seorang pria saat melihat Ria keluar sambil membawa tas besar.
" Mau pulang kampung Pak...," sahut Ria berbohong.
" Bukan gitu Pak. Saya memang sudah merencanakan mudik malam ini. Makanya Pacar Saya ikut ke sini karena mau nganterin Saya ke terminal sekalian bantuin bawa tas Saya. Kepergian Saya ga ada sangkut pautnya sama meninggalnya anak tetangga Kita kok...," sahut Ria menjelaskan.
Para pria yang duduk di teras rumah Ria pun nampak mengangguk tanda mengerti. Kenzo mendekati Ria lalu meraih tas milik Ria. Setelahnya Kenzo menjabat tangan mereka lalu menggandeng tangan Ria dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
" Yah, jadi ga semangat deh duduk di sini. Tadinya ngarep bisa ngobrol sama cewek cantik, eh malah dibawa pergi sama pacarnya...," gerutu salah seorang pria sambil menatap kecewa kepergian Ria dan Kenzo.
" Hush, inget anak bini di rumah. Ga usah main api. Emangnya situ lupa ya kalo istri situ galak plus sadis...," kata salah seorang pria mengingatkan.
" Tau nih. Ga kapok ya dibawain golok sama bini Lo pas lagi ngerumpi sama penjual gorengan itu...," kata seorang pria menambahkan hingga membuat pria lainnya tertawa terpingkal-pingkal.
__ADS_1
Kenzo yang mendengar ucapan para pria itu nampak menggeram kesal dan tak sengaja merem*as tangan Ria yang ada dalam genggamannya.
" Awwhh..., sakit Ken...," kata Ria sambil meringis kesakitan.
" Ya Allah, maaf ya Ri. Ga sengaja...!" sahut Kenzo cepat sambil meniup jemari Ria.
" Lagian Kamu kenapa sih...?" tanya Ria sambil menepis tangan Kenzo.
" Kesel aja dengerin omongan orang-orang yang duduk di teras rumah Kamu itu...," sahut Kenzo cepat.
" Emangnya mereka ngomong apaan sih, kok Kamu marah banget keliatannya...? " tanya Ria penasaran.
" Pokoknya ga enak didenger, Aku males ngomongnya. Lebih baik Kamu pindah aja dari sana ya Sayang...," pinta Kenzo setengah putus asa.
Ria nampak terdiam sejenak sambil menatap wajah gusar Kenzo. Sesaat kemudian Ria mengangguk lalu mengatakan sesuatu yang menyenangkan untuk Kenzo.
" Ok, Aku bakal pindah secepatnya asal Kamu janji ga marah-marah lagi...," kata Ria.
" Deal...!" sahut Kenzo antusias hingga membuat Ria tertawa.
Keduanya saling menautkan jari kelingking sebagai ungkapan setuju. Setelahnya keduanya kembali melangkah dengan perasaan riang.
Kemudian Kenzo membuka pintu mobil dan meletakkan tas Ria di kursi belakang. Setelahnya ia duduk di balik kemudi sedangkan Ria duduk di sampingnya.
Tak lama kemudian mobil pun melaju menuju sebuah penginapan yang letaknya tak jauh dari perusahaan milik Kakek Kenzo.
Di sana Kenzo sengaja membooking kamar penginapan selama seminggu untuk Ria. Kenzo sengaja melakukan itu karena ia berencana mencarikan rumah lain untuk Ria nanti.
__ADS_1
Ria hanya bisa pasrah karena mengerti jika yang dilakukan Kenzo adalah demi kebaikannya.
\=\=\=\=\=