
Perjalanan Genk Comot ke Lampung kali ini sedikit meleset dari rencana.
Tak ada liburan bersama. Yang ada justru Genk Comot lebih banyak menghabiskan waktu menemani Kenzo yang dirawat di Rumah Sakit.
Dan rencana awal akan berlibur seminggu di Lampung menjadi lima hari. Saat Kenzo dinyatakan sembuh, Genk Comot memutuskan kembali ke Jakarta.
" Maaf ya guys, gara-gara Gue Kita batal liburan di Lampung...," kata Kenzo.
" Ga usah ngomong kaya gitu Ken. Yang terjadi sama Lo itu kan musibah, jadi di luar rencana sama sekali...," sahut Fadil.
" Betul. Lagian kan mana ada sih yang mau berada di posisi Lo Ken...," kata Agung menimpali.
" Pulang ke Jakarta lebih cepat adalah keputusan terbaik buat Kita...," kata Galang menengahi.
" Setuju...," sahut kelima anggota Genk Comot.
" Tapi data yang diperluin udah cukup kan guys...?" tanya Galang.
" Udah Lang. Kalo ada kurang mah wajar. Tinggal pinter-pinternya Kita aja ngolah tuh data...," sahut Agung.
" Betul Gung...," kata Aruna yang diangguki empat temannya.
" Btw liat deh, Aruna langsung dijemput sama Kautsar. Kayanya ada yang ga sabar pengen ketemu sama Istrinya...," kata Ria sambil melirik kearah Aruna.
Semua menoleh kearah gerbang kampus dan melihat Kautsar di sana. Aruna tersenyum kemudian melangkah menghampiri Kautsar.
Kautsar pun menyambutnya sambil tersenyum. Kemudian Kautsar mengecup kepala Aruna dengan sayang sambil merengkuh bahunya.
" Kamu baik-baik aja kan Run...?" tanya Kautsar sambil mengamati Aruna dari atas kepala hingga ujung kaki.
" Alhamdulillah baik. Kamu kok ke sini, bukannya ini masih jam kerja ya...?" tanya Aruna.
" Ck, ini weekend Aruna. Masa Kamu lupa sih...," sahut Kautsar sambil mencubit pipi Aruna gemas.
" Oh iya Aku lupa...," kata Aruna sambil mengusap pipinya dengan tangan kanannya yang dibalut perban.
Kedua mata Kautsar membulat dan tangannya bergerak menyentuh telapak tangan Aruna.
" Apa ini sakit...?" tanya Kautsar sambil menyentuh dengan lembut.
" Ga sakit kok...," sahut Aruna dengan wajah merona.
" Masa sih. Kayanya lukanya dalam ya...," kata Kautsar tak percaya sambil membolak-balik balik telapak tangan Aruna.
" Ehm, ga sakit tapi darahnya seember Tsar...," kata Galang tiba-tiba hingga membuat Aruna dan Kautsar menoleh.
__ADS_1
" Jangan jadi kompor deh. Lo seneng ya ngeliat Gue dimarahin...?" tanya Aruna sambil cemberut.
Kautsar dan Galang tertawa mendengar ucapan Aruna.
" Emangnya Kautsar galak sama Lo Run...?" tanya Galang tak percaya.
" Bukan galak, tapi...," ucapan Aruna terputus saat melihat tatapan Kautsar padanya, dan itu lagi-lagi membuat Galang tertawa keras.
Dari belakang Galang terlihat Kenzo, Ria, Agung dan Fadil yang mendekat. Mereka menyapa Kautsar dan ikut berbincang sejenak. Setelahnya mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
" Kita balik dulu ya Run...," pamit Ria sambil memeluk Aruna.
" Iya, terus Kenzo sama siapa...?" tanya Aruna sambil balas memeluk Ria.
" Gue sama Fadil yang nganterin...," sahut Agung.
" Ok deh. Hati-hati ya...," kata Aruna.
" Siiipp, Lo juga...," sahut kelima teman Aruna bersamaan.
Kautsar nampak tersenyum melihat kekompakan Aruna dan genknya.
" Mereka pulang, Kita juga pulang yuk...," ajak Aruna.
" Kita mampir dulu ke rumah makan ya Run. Aku belum makan, ga masak soalnya...," kata Kautsar sambil menstarter motornya.
Kautsar nampak berdecak sebal setelah menunggu beberapa saat tapi Aruna tampak tak mengerti apa keinginannya.
" Kenapa...?" tanya Aruna yang sudah duduk di belakang Kautsar.
" Tangannya Aruna...," sahut Kautsar gemas sambil menarik kedua tangan Aruna lalu melingkarkan di pinggangnya.
Aruna hanya tertawa kecil sedang Kautsar langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
\=\=\=\=\=
Aruna baru saja selesai membersihkan diri di kamar saat pintu kamarnya diketuk Kautsar. Kemudian Aruna membuka pintu dan melihat Kautsar tengah memegang kotak P3K di tangannya.
" Kenapa Tsar...?" tanya Aruna sambil mengusak rambutnya yang basah dengan handuk.
Untuk sejenak Kautsar terpana melihat Aruna yang mengenakan T - shirt dan celana sebetis itu. Sederhana namun memikat. Kautsar pun mengerjapkan matanya lalu berdehem sebelum menjawab pertanyaan Aruna.
" Ganti perban biar lukanya cepet sembuh...," kata Kautsar.
" Aku sendiri aja...," sahut Aruna sambil mengulurkan tangannya untuk meraih kotak P3K dari tangan Kautsar.
__ADS_1
" Aku yang ganti...," kata Kautsar sambil menggamit tangan Aruna dan membawanya ke ruang tengah.
Kemudian Aruna dan Kautsar duduk berhadapan di atas sofa. Kautsar pun mulai membuka perban basah di tangan Aruna secara perlahan. Terlihat ada luka gores dalam yang memanjang di telapak dan punggung tangan Aruna.
" Lukanya lumayan dalam Run. Pasti darahnya banyak banget ya...," kata Kautsar sambil memicingkan matanya.
" Mmm..., Aku ga merhatiin. Mungkin iya...," sahut Aruna sambil meringis menahan sakit saat Kautsar mulai membubuhkan obat luka.
" Sakit...?" tanya Kautsar.
" Iya...," sahut Aruna jujur sambil menggigit bibirnya.
" Tahan sebentar ya...," kata Kautsar sambil membalut tangan Aruna dengan hati-hati.
Aruna mengangguk dan membiarkan Kautsar mengobati lukanya. Jantung Aruna berdesir menerima perlakuan manis Kautsar. Diam-diam Aruna mengamati Kautsar dan tersenyum. Dalam hati Aruna merasa bersyukur karena menikah dengan Kautsar, seorang pria yang baik dan bertanggung jawab. Yang memberinya kasih sayang hingga mampu membuatnya tak ingin berpaling.
Aruna tergagap saat Kautsar mendongakkan kepala dan menatap wajahnya. Untuk sesaat keduanya terdiam sambil saling menatap.
Entah dorongan darimana tiba-tiba Kautsar mendekatkan wajahnya ke wajah Aruna lalu mengecup bibirnya. Karena tak mendapat penolakan dari Aruna, Kautsar kembali mengecup bibir sang istri dan mulai melum*tnya dengan lembut.
Aruna yang terkejut pun berniat mendorong tubuh Kautsar. Namun Kautsar menahan tangan Aruna dan bahkan menarik pinggangnya agar mendekat hingga gadis itu tak berkutik. Ini adalah ciuman pertama mereka setelah empat bulan menikah dan Kautsar tak ingin menyudahinya.
Namun rintihan Aruna menyadarkan Kautsar hingga ia terpaksa mengakhiri ciumannya.
" Kenapa Run...?" tanya Kautsar dengan suara parau.
" Sakit...," sahut Aruna hingga membuat Kautsar terkejut.
" Apanya...?" tanya Kautsar bingung.
" Tanganku. Kamu menekannya kuat jadi rasanya tambah sakit...," sahut Aruna sambil memperlihatkan telapak tangannya yang tadi dibalut Kautsar.
Kautsar menepuk dahinya karena lupa dengan kondisi tangan Aruna yang baru saja ia obati. Kemudian Kautsar meraih tangan Aruna untuk mengecek lukanya.
" Ya Allah, maaf ya Run. Aku pikir apanya yang sakit. Kan Aku baru nyium Kamu dan belum sampe ke sana...," kata Kautsar ambigu sambil meniup-niup tangan Aruna yang diperban.
" Ck, apaan sih Kamu...," sahut Aruna sambil melengos dengan wajah merona. Ia tahu persis kemana arah pembicaraan Kautsar saat itu.
Melihat wajah Aruna yang merona membuat Kautsar tertawa. Setelahnya ia kembali mendekatkan wajahnya untuk mencium Aruna lagi.
" Kautsar...!" kata Aruna galak sambil membulatkan matanya.
" Lagi dong. Janji deh ga bakal sakit...," pinta Kautsar sambil tersenyum.
" Kamu tuh ya, suka banget sih nyuri-nyuri kesempatan...," kata Aruna kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Namun ocehan Aruna tak menyurutkan niat Kautsar. Ia kembali mendaratkan ciuman di bibir Aruna, kali ini sambil memeluk Aruna dan menjauhkan tangan Aruna yang terluka dari tubuhnya. Untuk sesaat Aruna hanya terdiam, namun detik berikutnya ia pun membalas ciuman Kautsar.
\=\=\=\=\=