Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
137. Jin Kiriman


__ADS_3

Aruna dan Kakek Aldi pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Di saat hantu Moa tengah tertawa, mereka bergerak menyerang.


Serangan kedua orang yang mumpuni di bidangnya itu mengejutkan hantu Moa dan membuatnya terpental ke belakang hingga membentur pohon mangga. Orang lain akan melihat pohon mangga yang besar dan rimbun itu nampak bergetar sesaat tanpa sebab.


Hantu Moa nampak meringis dan berusaha bangkit. Tak ada erangan kesakitan dari mulutnya dan itu membuat Kautsar dan Hafiz bingung. Padahal serangan Aruna dan sang Kakek telah berhasil membuat tulang persendian tangan dan kaki hantu Moa patah.


" Rupanya kedatanganku tak disambut baik di sini. Baik lah, Aku akan pergi. Tapi Aku ga akan pergi sendiri. Aku ingin Feri ikut bersamaku...," kata hantu Moa.


" Jangan mimpi Moa !. Feri ga akan kemana-mana. Dia akan tetap di sini hingga dia bisa menemukan pendamping hidupnya nanti. Aku tau Kau berusaha meracuni pikirannya selama ini, tapi sayangnya Kau tak berhasil...," sahut Kakek Aldi ketus.


" Apa Kakek yakin jika Feri masih sama dengan Feri yang dulu...?" tanya hantu Moa.


" Tentu saja. Aku sudah membawa Feri melakukan ruqyah atas saran Hafiz. Dan kini Feri sudah jadi laki-laki normal yang tertarik dengan wanita. Dengar Moa, wa - ni - ta...," kata Kakek Aldi sambil menekankan kata wanita.


Hantu Moa nampak menggeram marah lalu berusaha menyerang Hafiz.


" Kau merusak kesenanganku Hafiz...!" kata hantu Moa lantang.


Hafiz nampak berkelit ke samping. Kautsar pun bergerak membantu dengan menarik tangan Hafiz agar menjauh dari jangkauan tangan hantu Moa.


Setelahnya Kakek Aldi nampak membuka tutup botol yang diambilnya dari balik pakaian lalu menyiramkannya kearah hantu Moa. Jerit kesakitan keluar dari mulut hantu Moa dan membahana di malam yang dingin itu. Hantu Moa nampak menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


Rupanya isi dari botol milik Kakek Aldi adalah semacam cairan yang telah melewati proses penyucian beberapa kali. Kakek Aldi biasa menyebutnya air suci. Dan air suci itu telah melukai wajah hantu Moa hingga membuatnya meleleh seperti lilin.


" Boleh ga kalo Saya akhiri semuanya sekarang Kek...?" tanya Aruna sambil menoleh kearah Kakek Aldi.


" Tentu saja Nak. Lakukan lah...," sahut Kakek Aldi sambil tersenyum lalu melemparkan botol berisi cairan air suci itu kearah Aruna.


Aruna melompat dan berusaha meraih botol itu. Namun rupanya hantu Moa juga punya keinginan yang sama yaitu ingin menguasai botol berisi cairan air suci itu. Benturan antara Aruna dan hantu Moa tak terelakkan. Aruna yang sejatinya tak sekuat Moa pun terdorong mundur dan hampir terpelanting ke belakang.


Beruntung Kautsar sigap menahan tubuh Aruna. Setelahnya Kautsar bergerak cepat melayangkan tendangan kearah hantu Moa lalu melompat meraih botol itu.

__ADS_1


Kakek Aldi nampak tersenyum puas melihat gerakan gesit Kautsar melindungi Aruna sekaligus merebut botol berisi cairan suci itu. Sedangkan Hafiz nampak bertepuk tangan saat melihat Kautsar berhasil menendang tubuh Moa tadi.


Setelah berhasil mendapatkan botol milik Kakek Aldi, lalu Kautsar menyerahkannya kepada Aruna.


" Makasih Sayang...," kata Aruna sambil tersenyum.


" Sama-sama Sayang...," sahut Kautsar sambil tersenyum kepada Aruna yang kemudian dengan cepat membuka botol itu lalu melemparkannya kearah hantu Moa.


Hantu Moa yang tak berhasil menghindar pun harus menerima nasib buruk saat sisa cairan air suci dalam botol itu memercik ke wajah dan sekujur tubuhnya.


Dalam sekejap tubuh hantu Moa melekat ke tanah lalu meleleh seperti plastik yang meleleh saat terkena api. Aruna menutup mulutnya karena tak kuasa melihat tubuh hantu Moa yang meleleh itu.


Dalam hitungan menit tubuh hantu Moa pun mencair lalu terserap ke dalam tanah dan lenyap begitu saja.


" Alhamdulillah..., " kata Aruna sambil menghela nafas lega.


" Udahan ya...?" tanya Hafiz sambil mendekat kearah sang Kakek.


" Jadi itu apaan tadi Kek...?" tanya Hafiz tak mengerti.


" Aruna yang lebih paham hal itu. Jadi biar dia yang jelasin semuanya..., " sahut Kakek Aldi sambil melirik kearah Aruna.


Semua mata menoleh kearah Aruna seolah menanti jawaban Aruna.


" Yang tadi itu bukan Moa. Karena arwah Moa udah pergi lebih dulu ke tempat seharusnya. Itu jin pendamping Moa yang beraliran jahat. Keliatannya jin itu sengaja dikirim untuk menjaga Moa dari sesuatu yang tak diinginkan. Sayangnya jin itu memiliki kelainan hingga berimbas pada Moa yang dilindunginya. Moa jadi bersikap dan berkarakter mirip sama jin pendampingnya...," kata Aruna panjang lebar.


" Siapa yang ngirim jin itu Run...?" tanya Kakek Aldi.


" Kalo liat dari caranya menjaga Moa bisa ditebak kalo itu jin leluhur atau jin yang sudah lama mengikuti keluarganya...," sahut Aruna.


" Yang jelas itu bukan jin peliharaan keluargaku...," kata Kakek Aldi cepat hingga membuat Aruna tersenyum.

__ADS_1


" Maksud Kakek, jin itu berasal dari keluarganya ayah Moa...?" tanya Kautsar.


" Keliatannya begitu. Soalnya seingatku mantan menantuku itu juga kadang sedikit aneh. Dan itu salah satu faktor yang membuat anak perempuanku menggugat cerai...," sahut Kakek Aldi.


" Aneh gimana maksud Kakek...?" tanya Aruna penasaran.


" Ayah Moa sering kedapatan ngomong sendiri dan itu membuat Anakku ketakutan. Mungkin saat itu dia lagi bicara sama jin leluhurnya itu. Dan biasanya itu terjadi saat ayah Moa memiliki urusan berat yang mengharuskan dia bersinggungan dengan banyak orang. Maklum lah, jabatan ayah Moa sebagai kepala security membuatnya harus punya nyali lebih dan keberanian yang di atas rata-rata...," kata Kakek Aldi.


" Begitu ya. Mungkin selama ini jin itu juga diberi makanan khusus hingga membuatnya tumbuh besar dan tak terkendali. Buktinya dia justru berhasil mempengaruhi Moa dan melakukan hal yang di luar akal..., " sela Aruna.


" Makanan khusus berupa apa Run...?" tanya Kautsar.


" Sesuatu yang berhubungan dengan darah. Dan biasanya mereka akan menjadi buas dan menyerang orang lain yang mencoba menyinggung majikannya seperti yang dilakukan jin tadi. Dia marah karena Moa tewas di tangan Aldi. Setelahnya dia ingin membalas dendam pada Aldi. Tapi karena Aldi juga tewas, makanya dia melampiaskan dendamnya itu ke keluarga ini...," sahut Aruna.


" Ga paham Aku sama semuanya. Tapi Aku bersyukur karena keluarga ini terlepas dari dendam yang ga berujung...," kata Kautsar.


" Aamiin...," sahut Aruna, Hafiz dan kakeknya.


Tiba-tiba suara Reyhan mengejutkan semua orang.


" Wah ada apaan nih ngumpul di sini. Kok ga ngajak-ngajak sih...?" tanya Reyhan sambil melangkah mendekati Kautsar.


" Lo baru bangun Rey...?" tanya Kautsar untuk memastikan apakah Reyhan tahu tentang kehadiran jin peliharaan keluarga Moa yang menyerupai Moa tadi.


" Iya. Gue ketinggalan sesuatu ya...?" tanya Reyhan.


" Sesuatu apa maksud Lo. Ga ada apa-apa di sini kok. Kita cuma lagi cari angin...," sahut Kautsar berbohong hingga membuat Aruna tersenyum.


Kakek Aldi ikut tersenyum lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju bagian dalam rumah diikuti Hafiz.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2