Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
181. Jadi Sekretaris ?


__ADS_3

Saat jam istirahat Ria dan Kenzo menyampaikan rasa penasaran mereka kepada Aruna.


" Gue ngerasa ada yang ganjil sama kematiannya Bu Lian. Apa itu bener Run...?" tanya Kenzo.


" Mana Gue tau. Bukannya itu udah jadi urusannya Polisi ya...?" tanya Aruna.


" Emang iya. Kok Gue baru denger kalo perusahaan harus melibatkan Polisi segala dalam kasus kematiannya Bu Lian...," kata Ria.


" Mau ga mau harus melibatkan Polisi, kan penyebab kematiannya masih misteri. Diantara Kita pasti ga ada yang mau dijadiin tersangka dalam kasus kematian Bu Lian yang tergolong aneh itu...," sahut Kenzo.


" Tapi tadi temen saru divisi Aku bilang kalo dia ketemu Bu Lian kemarin sore di loby lho Sayang...," kata Ria sambil menatap Kenzo.


" Oh itu. Banyak karyawan juga yang bilang kalo ngeliat Bu Lian jalan di loby kemarin sore. Itu sekitar jam setengah lima kan. Artinya Bu Lian balik lagi ke kantor saat karyawan udah pulang dan kantor sepi...," kata Kenzo mencoba menganalisa.


" Balik lagi ke kantor, mau ngapain...?" tanya Ria.


" Mungkin ada berkas penting atau yang ketinggalan...," sahut Kenzo.


" Emang iya Run...?" tanya Ria.


" Mungkin juga. Kan Bu Lian ga ngasih tau Gue detail isi berkas yang harus Gue pelajari. Jadi Gue ga paham mana berkas yang penting mana yang ga. Tapi menurut Gue semua berkas yang dikasih ke Gue itu penting...," sahut Aruna asal.


Kenzo dan Ria nampak sedikit kesal karena tak berhasil mengorek informasi dari Aruna.


" Ngomong-ngomong Pak Hasby itu udah berkeluarga kan ya Ken...?" tanya Aruna tiba-tiba.


" Iya. Kenapa emangnya...?" tanya Kenzo.


" Gapapa. Emangnya Bu Lian itu udah berapa lama kerja jadi sekretaris nya Pak Hasby...?" tanya Aruna.


" Udah lama banget Run. Bu Lian itu profesional dalam bekerja. Ga suka main perasaan. Makanya Kakek Gue cocok waktu Bu Lian jadi sekretaris nya. Kakek juga yang ngerekomendasiin Bu Lian jadi sekretaris di perusahaan ini untuk mendampingi pimpinan yang baru yang namanya Pak Hasby itu...," sahut Kenzo.


" Oh pantesan. Lama kelamaan wajar dong kalo bisa tumbuh cinta diantara mereka...," gurau Ria.


" Kayanya ga mungkin. Soalnya Pak Hasby itu udah berkeluarga, punya anak juga dua orang. Mana mau Bu Lian sama pria yang udah berkeluarga, dia kan idealis banget...," kata Kenzo.

__ADS_1


" Tapi sikap Pak Hasby kadang bisa bikin orang salah sangka lho Ken...," sela Aruna.


" Wah ada gosip seru nih kayanya...," kata Ria sambil duduk merapat kearah Aruna.


" Ga ada gosip Ri. Udah ya, Gue balik duluan ke ruangan. Kerjaan yang ditinggalin Bu Lian terpaksa Gue yang handle deh. Mudah-mudahan segera datang bantuan biar Gue ga pusing...," kata Aruna.


" Semangat Run. Lo pasti bisa...!" kata Ria dengan mimik lucu hingga membuat Aruna dan Kenzo tertawa.


\=\=\=\=\=


Seminggu setelah kepergian 'Lian', Aruna pun mulai bisa mengerjakan tugasnya dengan baik meski pun harus berkali-kali merevisi pekerjaannya. Beruntung Hasby selaku pimpinan memahami itu dan memberi kesempatan Aruna untuk belajar. Dia juga tak segan mengajari Aruna beberapa hal yang tak sempat diajarkan Lian padanya.


" Ada kabar baik buat Kamu Aruna...," kata Hasby usai menandatangani berkas yang disodorkan Aruna.


" Oh ya. Kabar apa Pak...?" tanya Aruna dengan santun.


" Akan ada sekretaris baru di sini. Dia dikirim dari Jakarta khusus untuk membantu pekerjaanmu di sini. Namanya Bianca, salah satu sekretaris senior. Kamu bisa belajar banyak sama beliau nanti...," sahut Hasby.


" Baik Pak...," kata Aruna antusias.


" Siap Pak...," sahut Aruna sambil bersiap keluar ruangan.


" Satu lagi Aruna. Mungkin dia akan terlihat sedikit tak bersahabat nanti. Tapi Kamu ga usah ambil hati sikapnya itu ya. Tak peduli bagaimana sikapnya nanti, yang penting serap ilmunya dan manfaatkan keberadaannya di sini sebaik mungkin...," kata Hasby.


" Lho, jadi Bu Bianca itu hanya sementara di sini Pak...?" tanya Aruna.


" Betul. Mungkin hanya satu bulanan. Saya kira itu cukup untuk Kamu belajar kan Aruna...?" tanya Hasby.


" Insya Allah cukup Pak. Tapi Saya kan hanya karyawan magang di sini Pak. Saya bisa pergi sewaktu-waktu dari sini setelah magang Saya selesai. Kenapa Bapak ga cari sekretaris lain aja...?" tanya Aruna.


" Memangnya Kamu mau kerja dimana Aruna. Ga banyak lho karyawan magang yang justru bisa jadi karyawan tetap di perusahaan tempatnya magang. Bukannya Kamu harusnya seneng ya jadi sekretaris tanpa seleksi. Atau jangan-jangan Kamu ga suka kerja di perusahaan ini Aruna...?" tanya Hasby.


Mendengar ucapan Hasby membuat kedua mata Aruna berbinar. Ia bahagia karena bisa mendapatkan pekerjaan sebelum lulus kuliah. Apalagi ia diberi kesempatan belajar sesuatu yang baru yaitu menjadi seorang sekretaris.


" Apa Saya boleh ge-er Pak...?" tanya Aruna.

__ADS_1


" Maksudmu apa Aruna...?" tanya Hasby tak mengerti.


" Apa ini artinya Bapak mengakui pekerjaan Saya dan menjadikan Saya sekretaris Bapak...?" tanya Aruna.


" Iya Aruna. Saya suka cara kerja Kamu. Ini sama persis dengan cara Lian bekerja dulu. Sangat sulit mencari sekretaris yang paham apa mau Saya yang kurang komunikatif ini Aruna. Saya nemuin kecocokan di Lian dan Kamu. Jadi Saya ingin Kamu belajar cara jadi sekretaris yang baik pada Bu Bianca ya. Gimana Aruna...?" tanya Hasby.


" Insya Allah siap Pak...," sahut Aruna mantap.


" Bagus. Saya akan urus semuanya sebelum masa magangmu berakhir Aruna...," kata Hasby sambil tersenyum.


" Terima kasih Pak. Apa kedua teman Saya juga bisa jadi karyawan di sini Pak...?" tanya Aruna.


" Itu tergantung kinerja mereka Aruna...," sahut Hasby.


" Oh gitu...," kata Aruna sedikit kecewa.


" Apa mereka yang namanya Kenzo dan Ria...?" tanya Hasby sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


" Betul Pak...," sahut Aruna cepat.


" Saya bisa pertimbangkan itu. Tapi ini rahasia ya Aruna. Tolong rahasiakan ini dari mereka...," kata Hasby.


" Baik Pak. Terima kasih sekali lagi...," sahut Aruna.


" Iya iya. Sudah sana, lanjutkan pekerjaanmu. Kebanyakan denger terima kasih ga bikin Saya kenyang Aruna...," gurau Hasby.


" Baik Pak...," sahut Aruna sambil tersenyum lalu bergegas keluar dari ruangan Hasby sambil menutup pintu.


Sepanjang hari itu kebahagiaan nampak terpancar di wajah Aruna. Ia ingin segera pulang untuk membagi berita bahagia itu dengan suaminya. Sesekali Aruna melirik jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya.


Tiba-tiba Aruna tersentak saat aroma manusia serigala yang pekat mampir di indra penciumannya. Aruna berdiri lalu bergegas menghampiri jendela. Ia mengamati sekeliling gedung dengan seksama seolah sedang mencari keberadaan manusia serigala lain di sekitarnya.


" Ini mirip seperti..., " gumaman Aruna terputus saat ia mengingat Kalisha.


Aruna lalu membalikkan tubuhnya. Kedua matanya nampak berkilat tajam. Ia tak tahu maksud kedatangan Kalisha di dalam hidupnya namun ia tetap harus bersikap waspada bukan ?.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2