
Di loby perusahaan terlihat seorang wanita cantik sedang duduk di atas sofa ruang tunggu. Penampilannya terlihat berkelas dan itu membuat beberapa karyawati yang melihatnya pun terpaksa mengakui kelebihannya.
" Cantik banget. Siapa sih...?" tanya salah satu karyawati saat melintas di depan meja receptionist.
" Tamunya Pak Simon...," sahut petugas receptionist.
" Oohh, kenapa ga disuruh masuk aja ke ruangannya Pak Simon...?" tanya salah seorang karyawan.
" Pak Simon masih di jalan. Sebentar lagi kalo beliau datang pasti disuruh masuk...," sahut sang receptionist.
" Cantik dan modis kaya artis ya. Gue aja yang cewek sampe minder...," kata salah seorang karyawati sambil tersenyum kecut.
" Kenapa, sadar ya kalo kalah cantik sama cewek itu...?" sela seorang karyawan yang baru saja keluar dari lift.
" Sia*an Lo...," sahut karyawati itu sambil memukul lengan sang karyawan hingga membuat beberapa orang yang berada di sana tertawa.
" Eh, udah jangan ngegosip di sini. Ntar ketauan sama Bos bisa dipecat Lo. Sana masuk...!" kata sang receptionist mengingatkan.
" Iya iya...," sahut para karyawan yang bergegas membubarkan diri lalu menuju ke divisi masing-masing.
Wanita cantik yang menjadi sumber pembicaraan pun terlihat memainkan ponselnya sambil sesekali melirik keluar. Nampaknya ia sedikit gelisah karena Simon tak kunjung datang.
Tak lama kemudian Simon terlihat memasuki loby dan langsung menghampiri wanita cantik itu.
" Maaf sudah lama menunggu ya. Apa kabar Kalisha...?" tanya Simon dengan ramah sambil mengulurkan tangannya.
" Gapapa, kabar Saya baik Pak...," sahut Kalisha sambil tersenyum lalu menyambut uluran tangan Simon.
" Senang melihatmu di sini. Oh iya, Kita ngobrol dimana nih. Mau keluar atau di ruangan Saya. Ada beberapa hal penting yang harus Kita bahas...," ajak Simon.
" Terserah Pak Simon, Saya ikut aja...," sahut Kalisha.
" Kalo gitu Kita ngobrol di ruangan Saya aja ya...," kata Simon akhirnya dan diangguki Kalisha.
Keduanya berjalan menuju lift sambil berbincang mengenai jabatan Kalisha nanti. Pintu lift terbuka, Kalisha dan Simon pun masuk ke dalam lift. Di saat bersamaan pintu lift di sebelah lift yang dimasuki Kalisha dan Simon terbuka. Aruna terlihat keluar dari lift bersama Hasby.
Insting manusia serigala Aruna dan Kalisha pun segera mengenali keberadaan manusia serigala lain di sekitar mereka. Keduanya menoleh ke berbagai arah seolah mencari tahu keberadaan makhluk sejenis mereka.
" Ada apa Aruna, apa ada yang ketinggalan...?" tanya Hasby sambil menoleh kearah Aruna yang tertinggal beberapa langkah di belakangnya.
" Mmm, ga ada Pak...," sahut Aruna sambil mengamati sekitarnya sejenak lalu bergegas menghampiri Hasby.
__ADS_1
" Yakin...?" tanya Hasby.
" Insya Allah yakin Pak...," sahut Aruna cepat.
" Bagus. Meeting Kita kali ini harusnya dihadiri Bu Bianca. Tapi nampaknya dia terjebak macet, jadi Kita langsung ketemu di sana aja ya...," kata Hasby.
" Siap Pak...," sahut Aruna sambil membukakan pintu mobil untuk Hasby.
" Terima kasih Aruna...," kata Hasby sambil tersenyum.
" Sama-sama Pak...," sahut Aruna dengan santun sambil menutup pintu.
Kemudian Aruna duduk di samping supir pribadi Hasby dan mobil pun melaju perlahan meninggalkan perusahaan.
\=\=\=\=\=
Simon membawa Kalisha ke ruangannya lalu memanggil Manager Marketing untuk menghadap.
" Kenalkan ini Bu Kalisha. Beliau yang akan menggantikan Kamu bertugas di sini setelah Kamu dipindah tugaskan ke kantor pusat...," kata Simon.
" Salam kenal Bu Kalisha, Saya Madina...," sapa Madina sambil menjabat tangan Kalisha.
" Salam kenal Bu Madina...," sahut Kalisha.
" Baik Pak. Mari Bu Kalisha...," kata Madina sambil membukakan pintu untuk Kalisha.
" Saya permisi dulu Pak...," pamit Kalisha.
" Silakan...," sahut Simon.
Kemudian Kalisha berjalan di samping Madina sambil berbincang santai.
" Ga usah pake Ibu lah, terlalu formil malah ga enak kedengerannya. Bisa kan Kita panggil nama aja...?" tanya Kalisha.
" Tapi peraturan di perusahaan ini emang kaya gitu Bu. Kecuali jika di luar jam kerja, mungkin Saya bisa panggil nama aja tanpa embel-embel Ibu...," sahut Madina bingung.
" Gitu ya. Tapi kalo Kita berdua aja kaya gini bisa kan...?" tanya Kalisha setengah memaksa.
" Baik lah. Lagian Kita juga bakalan jarang ketemu atau malah ga bakal ketemu lagi karena sebentar lagi Saya bakal dipindah tugaskan...," sahut Madina sambil tersenyum.
Kalisha pun ikut tersenyum karena permintaan kecilnya dikabulkan Madina.
__ADS_1
Madina pun membawa Kalisha masuk ke divisi marketing dimana Ria berada. Di sana ia memperkenalkan Kalisha sebagai Manager Marketing yang baru.
" Ini Bu Kalisha. Beliau adalah Manager Marketing yang bakal menggantikan Saya memimpin divisi ini...," kata Madina.
" Hallo apa kabar, salam kenal ya. Nama Saya Kalisha. Saya masih awam tentang pekerjaan ini, jadi ke depannya Saya mohon bantuan dan kerja samanya...," kata Kalisha sambil tersenyum ramah.
" Salam kenal juga Bu Kalisha...," sahut para karyawan divisi marketing bersamaan.
" Nah sebelum Saya berangkat ke kantor pusat, Saya akan mengenalkan pekerjaan Kita kepada Bu Kalisha. Biar lebih akrab Bu Kalisha bisa bertanya langsung sama karyawan yang bersangkutan. Gimana...?" tanya Madina sambil menatap karyawan dan Kalisha bergantian.
" Boleh juga. Gimana dengan yang lain...?" tanya Kalisha.
" Kami setuju Bu...!" sahut para karyawan bersamaan hingga membuat Madina dan Kalisha tersenyum.
" Baik. Kalian bisa lanjutkan pekerjaan Kalian masing-masing. Biar Saya ajak Bu Kalisha berkeliling di divisi ini sekaligus berinteraksi sama Kalian. Saya harap dengan cara ini Bu Kalisha bisa lebih mengenal para karyawan divisi marketing begitu pun sebaliknya...," kata Madina.
Semua karyawan melanjutkan pekerjaan mereka yang terhenti. Sedangkan Madina langsung memperlihatkan pekerjaan baru Kalisha.
Sambil mendengarkan penjelasan Madina, Kalisha nampak mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan. Saat itu lah ia melihat Ria tengah menatap lekat kearahnya. Untuk sejenak tatapan Ria dan Kalisha bertemu. Entah mengapa Ria merasa jika kehadiran Kalisha akan membawa sesuatu yang buruk untuknya atau orang terdekatnya.
" Cantik sih. Tapi kenapa Gue nyium ada yang ga beres ya sama ni cewek...," batin Ria sambil mengamati Kalisha dari atas kepala hingga ujung kaki.
Ria bergegas mengalihkan tatapannya kearah lain saat menyadari Kalisha juga tengah menatap kearahnya.
Sedangkan Kalisha nampak tersenyum tipis saat mengetahui ada yang coba menantangnya. Ia sedikit menaikkan dagunya dengan pongah untuk menunjukkan kepemimpinannya hingga membuat Ria mendengus kesal.
" Hmmm, Kita liat apa yang bisa Kamu lakukan nanti. Sekarang Kamu berani menentang mataku, tapi suatu hari Kamu akan memohon di bawah Kakiku tanpa berani melihat mataku...," batin Kalisha.
Tak lama kemudian Madina dan Kalisha tiba di meja kerja Ria.
" Nah kalo yang ini namanya Ria Bu. Dia karyawan magang di sini. Tapi jangan ragukan kinerjanya ya Bu. Karena Ria ini beberapa kali mencetak rekor penjualan tertinggi bulan ini...," kata Madina bangga.
" Selamat pagi Bu, salam kenal...," sapa Ria dengan santun sambil menundukkan kepalanya.
" Selamat pagi Ria. Senang mengenalmu. Semoga Kita bisa jadi team yang kompak ya...," kata Kalisha sambil tersenyum penuh makna.
" Wah menakjubkan. Dari semua karyawan yang ada di sini, baru Kamu yang diajak masuk teamnya Bu Kalisha lho Ri...," kata Madina.
" Makasih Bu. Saya sangat tersanjung. Tapi Saya khawatir mengecewakan Bu Kalisha. Karena Saya hanya pemula dan masih harus banyak belajar dari rekan lain yang lebih senior...," sahut Ria merendah.
Jawaban Ria membuat Kalisha dan Madina tertawa. Mereka saling menatap karena senang melihat sikap rendah hati Ria.
__ADS_1
\=\=\=\=\=