Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
125. Butuh Kautsar


__ADS_3

Kautsar nampak menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Reymond.


" Lo baru aja kesurupan...," kata Kautsar.


" Kesurupan...? " tanya Reymond tak percaya.


" Iya...," sahut Kautsar dan Reyhan bersamaan.


" Kok bisa. Terus mana Aldi...?" tanya Reymond.


" Ga tau...," sahut Reyhan ketus.


" Kok ga tau sih Rey. Dia itu temen Gue Rey, jauh-jauh dari kota B ke sini. Kalo sampe terjadi sesuatu sama dia, Gue harus ngomong apa sama keluarganya...," kata Reymond tak suka.


" Udah jangan ribut. Sekarang sebaiknya Lo bersihin bekas muntahan Lo Mond. Jangan lupa pake baju juga...," kata Kautsar menengahi lalu segera beranjak keluar rumah.


Mendengar ucapan Kautsar membuat Reymond tersadar akan kondisinya lalu mengamati dirinya sendiri. Ia nampak terkejut lalu menatap Reyhan penuh tanya.


" Gue kenapa...?" tanya Reymond sambil menaikkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


" Ck. Kan udah dibilang kalo Lo kesurupan tadi...," sahut Reyhan sambil melengos.


" Tapi kok Gue bug*l Rey...?" tanya Reymond bingung.


" Mana Gue tau !. Udah buruan pake baju terus bersihin semuanya...!" kata Reyhan sambil melangkah cepat menuju keluar rumah untuk mengejar Kautsar.


Di luar rumah terlihat Kautsar sedang berdiri sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru.


" Gimana Tsar, Aruna belum balik juga...?" tanya Reyhan.


" Gue juga lagi nunggu Rey...," sahut Kautsar.


" Reymond nanya apa yang terjadi. Gue harus ngomong apa Tsar...?" tanya Reyhan.


" Gue rasa Reymond lupa apa yang terjadi tadi. Jadi Lo ga perlu cemas. Kalo dia tanya lagi, bilang aja dia ngamuk dan ngelepasin semua bajunya sendiri. Masa iya dia ga percaya. Dia pasti tau kan kalo orang kesurupan itu kelakuannya di luar kendali...," sahut Kautsar.


" Masuk akal sih. Ok, Gue bakal jawab kaya gitu kalo Reymond nanya lagi ntar...," kata Reyhan yang diangguki Kautsar.


Tiba-tiba Reymond memanggil Reyhan hingga membuat Reyhan menoleh.

__ADS_1


" Ck, apalagi sih. Gue masuk dulu ya Tsar...," kata Reyhan.


" Ok...," sahut Kautsar.


Kautsar kembali menatap kejauhan dan berharap sang istri segera kembali.


" Kamu dimana sih Sayang. Ayo dong, jangan bikin Aku khawatir..., " gumam Kautsar cemas.


Tiba-tiba ada hembusan angin kuat yang menyapa Kautsar hingga membuatnya memejamkan mata karena debu yang berterbangan bersama angin.


" Kautsar...! " panggil sebuah suara hingga mengejutkan Kautsar.


Kautsar pun membuka matanya lalu tersenyum saat melihat kehadiran George di hadapannya.


" Om George, apa kabar...? " tanya Kautsar dengan santun.


" Alhamdulillah Aku baik Nak. Sekarang sebaiknya Kau ikut Aku. Aruna membutuhkan bantuanmu...," sahut George.


" Apa yang terjadi sama Aruna Om?. Apa dia terluka, di bagian mana, parah ga Om...?" tanya Kautsar beruntun.


Pertanyaan Kautsar membuat George tersenyum.


" Aruna memang Istri yang pengertian Om. Dia tau kalo Aku harus bantuin Reyhan dan sepupunya dulu tadi, makanya dia milih ngejar makhluk itu sendiri...," kata Kautsar.


" Kamu ga usah khawatir, Aruna ga sendirian kok. Aku dan Matilda selalu ada di sampingnya. Sekarang pun dia ditemani Matilda. Aku memutuskan menjemputmu karena Aruna butuh suport dari orang yang dia cintai saat dia menghadapi makhluk itu. Sekarang pejamkan matamu. Aku akan membawamu menemui Aruna...," kata George yang diangguki Kautsar.


Saat Kautsar memejamkan matanya, ia merasa tangan George melingkari tubuhnya. Sesaat kemudian Kautsar merasa dibawa terbang melayang di angkasa yang luas.


Kautsar memberanikan diri mengintip dan terkejut saat menyadari dirinya berada jauh di atas tanah. George yang tahu Kautsar sedikit mengamati sekelilingnya pun hanya tersenyum.


" Ternyata Kamu ga takut dengan ketinggian Nak. Kalo gitu, buka saja matamu dan nikmati keindahan alam di malam hari melalui ketinggian ini...," kata George sambil tersenyum.


Mendengar ucapan George membuat Kautsar malu. Ia pun membuka matanya perlahan dan nampak takjub dengan keberadaannya di atas ketinggian.


" Apa Kita terbang Om...?" tanya Kautsar.


" Salah. Kita sedang berlari cepat lebih tepatnya..., " sahut George.


" Secepat ini...?" tanya Kautsar takjub.

__ADS_1


" Iya. Saking cepatnya terasa seperti terbang ya...," sahut George yang diangguki Kautsar.


" Apa masih jauh Om...?" tanya Kautsar tak sabar.


" Sedikit lagi Kita sampai...," sahut George lalu menghentikan larinya dan mendarat di sebuah tanah lapang.


Kautsar masih merasa gamang saat kakinya menjejak tanah hingga membuat tubuhnya sedikit oleng dan hampir jatuh tersungkur. Beruntung George masih merengkuh bahunya hingga ia tak harus menanggung malu karena jatuh tersungkur.


" Kamu Gapapa Nak...?" tanya Matilda dengan lembut.


" Aku Gapapa Tante. Apa Aruna baik-baik aja Tan...?" tanya Kautsar.


" Dia baik-baik aja Nak. Lihat di sana. Dia lagi berusaha menghadapi arwah jahat yang menghuni raga Aldi...," sahut Matilda sambil menunjuk kearah Aruna yang tengah berdiri berhadapan dengan Aldi.


" Perhatikan saja dan jangan ganggu dia atau memanggil namanya. Kelemahannya akan berakibat fatal untuk Aruna...," kata George mengingatkan.


" Baik Om...," sahut Kautsar sambil mengangguk.


Dari tempatnya berdiri Kautsar bisa melihat bagaimana Aruna sedang berdiri dengan kedua tangan terentang saat berhadapan dengan makhluk yang merasuk dalam raga Aldi. Kautsar tahu persis jika saat itu Aruna tengah menahan mual yang amat sangat akibat aroma tak sedap yang menguar dari jasad Aldi itu.


Kautsar pun mulai berdzikir untuk membantu Aruna diam-diam. Apa yang dilakukan Kautsar membuat George dan Matilda tersenyum penuh haru.


Kemudian George dan Matilda mundur ke belakang seolah memberi ruang pada Kautsar untuk lebih fokus membantu Aruna.


Rupanya dzikir yang dilantunkan Kautsar berimbas baik untuk Aruna. Ia merasakan ada sebuah kekuatan tak kasat mata yang membantunya. Kekuatan itu merasuk ke dalam tubuhnya hingga Aruna merasa tubuhnya jauh lebih baik dari sebelumnya.


" Pergi lah. Tinggalkan jasad Aldi. Sudah cukup Kau menyiksanya semasa dia hidup. Apa Kau masih tega menyiksanya saat dia sudah meninggal...?" tanya Aruna.


" Aaarrgghh..., Aku suka dia. Aku suka tubuhnya. Aku suka aroma keringatnya dan Aku suka saat Aku memilikinya...," sahut arwah pria besar yang kini menghuni jasad Aldi itu.


Ucapan arwah pria besar itu membuat Aruna jijik dan mual seketika. Aruna memalingkan wajahnya kearah lain untuk mengalihkan rasa mual nya itu. Saat itulah Aruna melihat Kautsar. Ia pun tersenyum dan kedua matanya berbinar bahagia. Kautsar pun membalas senyum Aruna dengan senyum yang sama sambil mengucapkan kalimat yang menenangkan Aruna. Dari gerak bibir Kautsar, Aruna tahu apa yang diucapkan Suaminya itu.


" Semangat Sayang. Tegakkan kebenaran. Aku akan selalu mendukungmu...," kata Kautsar sambil tersenyum.


Aruna menganggukkan kepalanya lalu kembali menatap jasad Aldi yang kini sedang melangkah kearahnya dan berusaha untuk menggapainya.


Aruna pun terkejut lalu mundur beberapa langkah ke belakang dan bersiap menghadapi serangan jasad Aldi.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2