Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
170. Siapa Tatang ?


__ADS_3

Aruna sibuk mempelajari berkas yang diberikan Lian tadi pagi hingga ia melewatkan makan siangnya. Aruna tersadar saat ponselnya berdering.


" Ria, kenapa ya...," gumam Aruna lalu menerima panggilan dari Ria.


" Aruna Lo dimana sih...?" tanya Ria tanpa basa basi.


" Lagi di ruangan sekretaris lah. Emang kenapa sih...?" tanya Aruna.


" Udah jam makan siang nih. Lo ga ke kantin ?. Kenzo juga ga keliatan di kantin. Lo berdua sengaja janjian buat menghindari Gue ya...?!" semprot Ria.


" Astaghfirullah aladziim. Gue ga ada maksud kaya gitu Ri. Suer deh. Gue cuma lagi sibuk ngeliat berkas yang dikasih Bu Lian, sampe ga berasa udah jam makan siang. Tunggu sebentar ya, Gue otw ke sana nih...," sahut Aruna.


" Ok, buruan ga pake lama...," kata Ria mengakhiri percakapannya dengan Aruna.


Ria mengedarkan pandangan ke penjuru kantin. Ia sedikit tak nyaman karena banyak mata yang mengamatinya terutama para pria.


Bisa dimaklumi mengapa Ria menjadi pusat perhatian. Wujud Ria yang cantik dengan dandanan yang modis membuat siapa pun tertarik dan menoleh kearahnya. Sayangnya Ria bersikap anti pati dan memasang sikap jutek hingga para pria yang tak lain adalah karyawan di perusahaan itu hanya bisa membicarakan Ria tanpa bisa menggapainya.


" Sorry Gue telat. Gue sholat Dzuhur dulu tadi...," kata Aruna mengejutkan Ria.


" Kebiasaan banget sih kalo janjian suka ngaret. Lo tau ga berapa lama Gue nungguin di sini...? " tanya Ria hampir menangis.


" Iya iya. Kan Gue udah minta maaf...," sahut Aruna cepat.


" Ya udah lah. Sekarang Lo mau makan apaan, tenang aja Gue yang traktir deh...," kata Ria.


" Asyiikkk..., makasih ya Ria Sayang. Lo emang the best deh...," puji Aruna tulus.


" Sama-sama...," sahut Ria sambil tersenyum.


Kemudian Aruna dan Ria menyantap makan siang mereka sambil berbincang santai. Saat itu lah Aruna melihat kelebat bayangan wanita yang mirip Lian lewat di depannya. Tatapan Aruna mengikuti arah bayangan itu pergi hingga membuat Ria sedikit kesal karena merasa diabaikan.


" Liat apaan sih Run ?. Segitu seriusnya sampe Gue dicuekin...," kata Ria.


" Oh itu, Gue ngeliat Bu Lian jalan ke sebelah sana...," sahut Aruna.

__ADS_1


" Ngaco Lo. Mana mungkin Bu Lian ke sana. Salah liat kali Lo...!" kata Ria.


" Ga salah liat kok. Emang ada apaan di sebelah sana Ri...?" tanya Aruna.


" Itu kan cuma lahan kosong tempat naro besi-besi dan peralatan yang ga kepake...," sahut Ria.


" Masa sih. Terus ngapain dia ke sana...?" tanya Aruna dalam hati.


Pertanyaan Aruna terus berputar di kepalanya dan itu membuat Aruna penasaran.


Akhirnya Aruna pun mencari tahu tentang sosok wanita mirip Lian itu melalui OB senior di perusahaan itu. Awalnya OB bernama Tatang itu keberatan menceritakan tentang sesuatu yang pernah terjadi di kantor itu.


" Saya harus tau siapa aja yang pernah kerja di kantor ini Pak Tatang...," kata Aruna.


" Untuk apa Mbak. Lagian kan Mbak Aruna ini cuma karyawan magang yang belum tentu diangkat jadi karyawan tetap di perusahaan ini...," sahut Tatang cuek.


" Tapi Saya yakin ga semua karyawan yang dikasih liat penampakan hantu perempuan yang mirip sama Bu Lian Pak...," kata Aruna hingga mengejutkan Tatang.


Tatang yang semula pura-pura sibuk mengerjakan tugasnya pun menghentikan kegiatannya lalu menoleh kearah Aruna.


" Mbak Aruna ngeliat hantu perempuan yang mirip Bu Lian juga...?" tanya Tatang ragu.


" Darimana Mbak Aruna tau kalo itu hantu...?" tahya Tatang.


" Kalo manusia biasa ga mungkin jalan bisa nembus tembok kan Pak. Terus dia bisa ada dimana-mana seolah ngikutin Saya kemana pun Saya pergi...," sahut Aruna hingga membuat Tatang mengangguk.


" Mbak Aruna nanya ga apa maunya dia...?" tanya Tatang.


" Ya ga lah. Saya kan bukan cenayang yang bisa berkomunikasi sama makhluk ghaib Pak...," sahut Aruna.


" Sayang banget ya. Kalo Mbak Aruna bisa berkomunikasi sama dia pasti Kita bisa tau apa maunya...," kata Tatang sambil menghela nafas panjang.


Kemudian Tatang berjanji akan menceritakan semuanya pada Aruna.


" Tapi ga bisa di sini Mbak Aruna. Dinding di kantor ini punya telinga. Saya khawatir Saya dan Mbak Aruna terancam bahaya nanti...," kata Tatang sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


" Kalo gitu Kita ngobrol di luar jam kerja aja Pak. Gimana kalo Kita ketemuan di luar sambil ngopi...?" tanya Aruna.


" Wah boleh tuh. Saya juga pengen ditraktir kopi sama cewek cantik model Mbak Aruna. Pasti rasanya beda sama yang biasa Saya minum ya Mbak...," gurau Tatang hingga membuat Aruna tertawa.


" Tapi Saya ngàjak temen buat nemenin Saya nanti. Gapapa kan Pak...?" tanya Aruna.


" Tentu boleh. Kalo gitu Saya permisi ya Mbak. Ntar chat Saya aja. Insya Allah Saya datang...," kata Tatang sebelum berlalu.


" Siiipp...," sahut Aruna sambil mengacungkan jempolnya hingga membuat Tatang menggelengkan kepala sambil tersenyum.


\=\=\=\=\=


Malam itu Aruna sengaja mengajak Kautsar untuk menemaninya bertemu dengan Tatang.


" Kenapa harus malam sih Sayang. Besok kan bisa...," protes Kautsar.


" Tapi Pak Tatang bilang Kita cuma bisa ngobrolin ini di luar jam kerja dan jangan di kantor juga. Jadi Aku cuma bisa pake cara ini Sayang. Please ya temenin Aku...," pinta Aruna.


" Siapa Pak Tatang...?" tanya Kautsar.


" OB senior di kantor. Kayanya dia tau sesuatu deh. Makanya Aku ngajak dia ngobrolin ini biar Aku bisa segera bantuin hantu wanita yang mirip Bu Lian itu...," sahut Aruna.


Kautsar nampak menatap Aruna sejenak lalu menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.


" Kadang Aku kasian sama Kamu. Kayanya ga bisa hidup tenang karena harus terus menerus berinteraksi dengan dunia ghaib. Pasti capek banget ya...," kata Kautsar sambil mengeratkan pelukannya.


" Jujur emang capek sih, tapi Aku seneng. Apalagi kalo bisa bantuin mereka yang terperangkap terus nganterin mereka hijrah ke tempat seharusnya. Itu jadi kebanggaan tersendiri buatku...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Yang penting Kamu juga harus jaga kesehatan ya. Jangan sampe niat baikmu malah ngorbanin kesehatan diri sendiri...," kata Kautsar mengingatkan.


" Siap Bos...!" sahut Aruna dengan mimik lucu hingga membuat Kautsar tertawa kecil.


" Kalo gitu Kita berangkat sekarang yuk...," ajak Kautsar.


" Ok...," sahut Aruna cepat sambil mengacungkan jempol tangan kanannya kearah Kautsar.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Kautsar dan Aruna nampak telah melaju di jalan raya sambil berboncengan. Sesekali terdengar tawa keduanya hingga membuat siapa pun yang melihatnya ikut tertawa senang.


\=\=\=\=\=


__ADS_2