Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
106. Niat Menjenguk


__ADS_3

Pagi itu saat jam istirahat, Genk Comot sedang duduk di taman kampus sambil berbincang banyak hal.


" Eh guys. Kalian udah denger belom kalo si Robi kecelakaan dan masuk Rumah Sakit...?" tanya Ria sambil mengunyah permen.


" Robi yang mana...?" tanya Kenzo.


" Cowok yang temennya Aruna itu Yang...," sahut Ria cepat.


" Ck, ga usah ngomong gitu sih. Dia kan sekampus sama Kita artinya dia temen Lo juga Ri...," sela Aruna tak suka.


" Ish, Gue mah ogah temenan sama dia...," sahut Ria sambil menggedikkan bahunya.


Ucapan Ria membuat keempat anggota genk Comot tertawa keras sedangkan Aruna hanya melengos sebal.


" Kecelakaan dimana sih, parah ga...?" tanya Fadil.


" Denger-denger sih di dekat rumah nya. Katanya lukanya parah, makanya sampe dibawa ke Rumah Sakit segala...," sahut Ria.


Genk Comot nampak masih asyik membahas kecelakaan Robi. Dan Aruna adalah orang yang banyak mendapat pertanyaan karena mereka mengira hubungan Aruna dan Robi lumayan dekat.


" Gue ga punya info lebih soal itu. Lagian kan dia bukan siapa-siapa Gue. Kenapa Kalian malah nanya ke Gue sih...," kata Aruna ketus hingga membuat kelima temannya tersenyum maklum.


Tiba-tiba Eki datang mendekati genk Comot dan menyapa Aruna dan kelima temannya itu.


" Untung ketemu Lo di sini Aruna...," panggil Eki.


" Iya Kak. Kenapa...?" tanya Aruna.


" Kita mau jenguk Robi siang ini. Lo mau ikut ga. Siapa tau Suami Lo juga mau ikut jenguk...?" tanya Eki.


" Kalo siang kayanya ga bisa deh Kak. Insya Allah sore aja, soalnya Kautsar kan harus kerja dan jam istirahatnya cuma sebentar...," sahut Aruna.


" Oh gitu. Ya udah, Kita duluan ya. Ntar Kautsar sama Lo plus temen-temen Lo ini kalo mau nyusul boleh kok...," kata Eki sambil melirik kelima teman Aruna.


" Ok, emangnya Robi dirawat di Rumah Sakit mana Kak...?" tanya Galang.


" Rumah Sakit Lavette. Belom tau ruang apa, ntar tanya aja sama receptionist di sana...," sahut Eki.


" Ok...," sahut Aruna dan diangguki kelima temannya.


" Kalo gitu Gue duluan ya...," pamit Eki sambil melambaikan tangannya.


" Iya Kak...," sahut genk Comot.


Eki pun nampak menjauh dari genk Comot dan menghampiri teman lainnya yang kebetulan sedang berada di parkiran.

__ADS_1


" Dia tau kalo Lo sama Kautsar udah married Run...?" tanya Agung sambil menatap Eki yang menjauh.


" Iya. Ga sengaja ketemu pas diantar Kautsar tadi pagi. Terus Kautsar bilang kalo Gue Istrinya...," sahut Aruna.


" Tapi Gue ga yakin Kautsar ngasih ijin Lo buat jenguk Robi Run. Kan Lo bilang Kautsar marah waktu Lo ngobrol sama Robi...," kata Ria.


" Asal jenguknya bareng sama dia sih gapapa...," sahut Aruna sambil tersenyum kecut.


" Ampun deh possesifnyaaa...," kata Ria sambil menggelengkan kapalanya hingga membuat Aruna dan keempat temannya tertawa.


\=\=\=\=\=


Kautsar tengah menikmati makan siang di kantin kantor saat ponselnya berdering. Ia tersenyum saat melihat foto Aruna di layar ponselnya. Dengan sigap Kautsar menerima panggilan dari istrinya itu.


" Assalamualaikum Sayang...," sapa Kautsar.


" Wa alaikumsalam, Kamu lagi apa Sayang...?" tanya Aruna yang langsung mendapat sorakan dari genk Comot yang ada di sekelilingnya.


Kautsar tertawa karena tahu istrinya sengaja memperdengarkan kemesraan mereka di hadapan genknya itu. Di seberang telephon juga terdengar tawa Aruna dan genknya hingga membuat suasana gaduh.


" Berisik nih. Bisa diem ga sih. Gue lagi telephon Suami Gue nih...!" kata Aruna lantang hingga membuat kelima temannya terdiam sambil pura-pura sibuk mengerjakan sesuatu.


Melihat tingkah kelima temannya membuat Aruna tersenyum lalu melanjutkan pembicaraannya dengan Kautsar.


" Biasa langsung pura-pura sibuk...," sahut Aruna cuek.


" Masa sih. Padahal kan barusan rame banget...?" tanya Kautsar sambil mengulum senyum.


" Beneran kok. Si Ria langsung manja-manja di pelukan Kenzo. Kalo Galang, Agung dan Fadil langsung main tebak-tebakan yang pasti pertanyaan dan jawabannya ga nyambung...," sahut Aruna hingga membuat Kautsar tertawa keras.


" Mereka tuh aneh ya. Padahal udah dewasa, tapi kalo udah ngumpul malah kaya anak kecil...," kata Kautsar di sela tawanya.


" Termasuk Aku...?" tanya Aruna sambil mengerucutkan bibirnya.


" Iya. Tapi it's ok. Aku suka kok...," sahut Kautsar dengan lembut hingga membuat wajah Aruna merona.


Sikap Aruna yang malu-malu itu membuat kelima anggota genk Comot curiga dan saling menatap bingung.


" Kenapa tuh si Aruna. Senyum-senyum ga jelas gitu...," kata Fadil.


" Biasanya kalo gitu dia abis dirayu sama Kautsar...," sahut Ria sambil mendengus kesal.


" Kok Lo yang kesel sih Ri. Aruna kan dirayu sama Suaminya sendiri, jadi sah-sah aja dong. Lah kalo Lo pengen, ya minta lah Kenzo buat ngerayu Lo. Gitu aja kok repot...," gerutu Agung sambil melengos dan itu membuat Ria tersinggung.


" Agung...!" panggil Ria lantang sambil melempar sepatunya kearah Agung hingga mengenai kaki Agung.

__ADS_1


" Sia*an Lo Ri. Aruna yang dirayu kok Lo malah marahnya sama Gue. Ga fair dong...!" kata Agung sambil membulatkan matanya dan bersiap melempar balik sepatu Ria.


" Sayang...," rengek Ria manja sambil sembunyi di belakang tubuh Kenzo.


" Ayo lah Gung. Dia ga sengaja kok. Lagian kan Lo duluan yang mancing Ria tadi...," bela Kenzo.


" Ish, dasar pasangan aneh. Yang kaya gini nih yang bikin Ria ga dewasa...," sahut Agung sambil meletakkan sepatu Ria lalu beranjak pergi.


" Mau kemana Gung...?!" tanya Galang.


" Nyari rokok di depan...!" sahut Agung.


" Jangan pulang dulu ya, Kita kan udah janji mau jenguk Robi ntar...!" kata Fadil mengingatkan.


" Iya, udah tau...!" sahut Agung cuek.


Ria nampak beringsut untuk meraih sepatunya lalu memakainya dengan cepat.


Di tempatnya Kenzo nampak termenung karena teringat ucapan Agung tadi. Ia menatap Ria dan mengiyakan ucapan Agung dalam hati. Selama ini dia terlalu memanjakan Ria karena dia memang mencintai gadis itu.


Kenzo lupa untuk mendidik Ria agar jadi gadis yang mandiri. Kenzo tahu jika tak selamanya bisa bersama Ria karena suatu hal. Dan dia belum mengatakan semuanya karena tak ingin Ria terluka nanti.


Sementara itu Aruna masih sibuk bicara dengan Kautsar via telephon.


" Jadi gitu. Insya Allah rencananya Kita mau jenguk Robi sore ini. Kamu mau ikut ga...?" tanya Aruna.


" Robi dirawat di Rumah Sakit mana sih...?" tanya Kautsar sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.


" Sebentar, dimana guys...?" tanya Aruna pada keempat temannya.


" Rumah Sakit Lavette..., " sahut Kenzo cepat.


" Oh iya, Rumah Sakit Lavette...," kata Aruna.


" Kalo gitu Kita ketemu di sana aja ya Sayang. Biar Aku ga bolak balik. Gimana...?" tanya Kautsar.


" Boleh, Kita ketemu di sana. Ntar Aku tunggu di loby Rumah Sakit yaa...," sahut Aruna.


" Ok...," kata Kautsar.


" Kalo gitu Kamu lanjutin dulu makannya. Assalamualaikum...," kata Aruna di akhir kalimatnya.


" Wa alaikumsalam..., " sahut Kautsar sambil tersenyum lalu meletakkan ponselnya di atas meja dan melanjutkan makan siang nya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2