Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
124. Siuman


__ADS_3

Dalam penglihatan Aruna terlihat arwah pria besar yang tadi dibunuh oleh Aldi bangkit lalu melayang pergi. Arwah pria besar yang penasaran itu lalu mencari tubuh lain untuk dihuni sementara waktu. Dan di saat itu lah ia menemukan jasad Aldi tergeletak di semak-semak di samping trotoar.


Arwah pria besar itu nampak menyeringai lalu melesat masuk ke dalam jasad Aldi.


Sesaat kemudian jasad Aldi nampak membuka mata lalu perlahan bangkit dari posisi tidurnya. Kemudian ia mengamati jasad yang dihuninya itu. Mengulurkan kedua tangan dan kedua kakinya lalu menyentuh wajah dan rambutnya.


Arwah pria besar dalam tubuh Aldi itu kemudian tertawa keras sambil mendongakkan wajahnya ke langit.


Sementara itu di sisi lain, Aruna melihat jika arwah Aldi terus mengejar genk yang beranggotakan para pria yang pernah melecehkannya dulu. Arwah Aldi terus menghantui mereka hingga para pria itu senewen dan melakukan sesuatu yang tak lazim.


Salah satunya pria yang menampar Aldi. Ia terus diikuti sampai ke rumah. Arwah Aldi menampakkan diri di depan cermin usai pria itu membersihkan diri.


Pria bernama Anto itu sedang mengambil pakaian ganti dari lemari. Saat pintu lemari tertutup ia melihat pantulan dirinya ditempeli sosok lain yang ia kenali sebagai Aldi. Saat itu ia melihat kepala Aldi tengah menyeringai di belakang kepalanya.


" Aldi. Ngapain Lo di sini. Bukannya Lo udah mati tadi...?!" kata Anto lantang.


Arwah Aldi hanya tersenyum lalu mendekat kearah Anto. Setelahnya arwah Aldi mengulurkan kedua tangannya untuk mencekik leher Anto.


Anto yang ketakutan pun berusaha menghindar dan lari ke sudut kamar. Arwah Aldi terus mengejar hingga Anto menjerit histeris. Arwah Aldi berhenti tepat di hadapan Anto tanpa melakukan apapun.


Di saat itu lah kipas yang menempel di plafond kamar Anto dan tengah berputar jatuh ke lantai begitu saja.


Putaran kipas tak berhenti meski pun saat itu kipas terhempas ke lantai. Seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menggerakkan kipas itu, perlahan kipas yang tengah berputar itu melayang di udara lalu melesat cepat kearah Anto. Putaran kipas berhenti saat baling-baling kipas membentur sesuatu.


Rupanya baling-baling kipas menyabet leher Anto hingga suaranya lenyap begitu saja. Darah muncrat kemana-mana hingga membasahi dinding, tempat tidur, seluruh wajah dan tubuh Anto.


Sesaat kemudian tubuh Anto merosot ke lantai dan Anto pun tewas dalam kondisi leher nyaris putus dengan mata mendelik.


Arwah Aldi nampak tersenyum puas melihat akhir hayat Anto yang mengenaskan itu. Setelah memastikan Anto tewas, arwah Aldi pun melesat pergi meninggalkan kamar Anto.


Aruna nampak menghela nafas panjang saat penglihatannya tentang arwah Aldi berakhir.


" Gimana Aruna, apa yang Kamu dapatkan...?" tanya Matilda.


" Ternyata jasad ini dimasuki arwah jahat Tante. Dan arwah ini lah yang sesungguhnya sakit karena mengidap kelainan se* dan penyuka sesama jenis...," sahut Aruna.


" Terus...?" tanya Matilda.

__ADS_1


" Aku akan berusaha mengeluarkan arwah jahat itu lalu menguburkan jasadnya...," sahut Aruna.


" Kenapa Kamu ga membiarkan keluarganya yang mengurus jasadnya Nak...?" tanya George tiba-tiba.


" Mmm..., Om betul. Harusnya Aku serahkan jasad Aldi pada keluarganya supaya jasad Aldi bisa dikuburkan dengan layak...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Itu jauh lebih baik bukan...?" tanya George sambil merengkuh bahu Matilda.


" Iya Om...," sahut Aruna.


" Sekarang lanjutkan pekerjaanmu Nak. Kami akan menemanimu hingga selesai...," kata George yang diangguki Matilda.


" Siap Om...," sahut Aruna mantap lalu segera mengalihkan tatapannya kearah jasad Aldi.


Jasad Aldi tampak bergerak gelisah dan Aruna tahu jika saat itu arwah jahat dalam tubuh Aldi hendak melakukan sesuatu.


\=\=\=\=\=


Sementara itu di rumah Reyhan terlihat Kautsar tengah mencoba membangunkan Reymond. Reyhan nampak melangkah mondar-mandir di ruangan itu saking khawatirnya.


" Daripada Lo mondar-mandir kaya setrikaan, lebih baik Lo duduk dan bantu Gue Rey...!" bentak Kautsar hingga mengejutkan Reyhan.


" Sorry Tsar. Gue bingung ga tau harus ngapain. Ini situasi pertama kali dalam hidup Gue...," kata Reyhan berharap Kautsar mengerti.


" Lo pikir Gue pernah ngadepin situasi kaya gini. Ga Rey. Tapi Gue harus tetep waras supaya bisa menghandle semuanya...," kata Kautsar ketus.


" Iya iya. Terus Gue harus ngapain nih...?" tanya Reyhan.


" Bantu berdzikir dan harus serius. Gue mau bikinin air ruqyah dulu buat Reymond...," sahut Kautsar.


" Ok. Dzikirnya baca apaan Tsar...?" tanya Reyhan.


" Yang Lo bisa aja. Dzikir setelah selesai sholat juga boleh...," sahut Kautsar sambil beranjak menuju meja untuk mengambil segelas air putih.


" Dzikir setelah sholat apa Tsar ?. Subuh, Dzuhur atau...," ucapan Reyhan terputus saat Kautsar membalikkan tubuhnya sambil menatap marah kearahnya.


" Reyhan...!" panggil Kautsar lantang.

__ADS_1


" Gue serius Tsar. Soalnya Gue kalo dzikir tuh beda-beda tiap waktu sholat. Dzikir setelah sholat Subuh tuh beda sama dzikir setelah sholat Dzuhur. Begitu juga waktu sholat yang lain...," kata Reyhan tak mau kalah.


" Terserah !. Pake yang mana aja boleh, yang penting Lo berdzikir...!" bentak Kautsar.


" Jangan marah-marah terus dong Tsar. Gue kan lagi bingung...," pinta Reyhan.


" Gue juga bingung karena ga tau Aruna dimana sekarang. Paham ga sih Lo...?!" sahut Kautsar kesal.


Ucapan Kautsar membuat Reyhan sadar jika Aruna tak ada bersama mereka saat itu. Reyhan pun mengedarkan pandangannya mencoba mencari Aruna namun nihil. Kini ia mengerti mengapa Kautsar marah dan bersikap kasar padanya.


" Sorry Tsar. Ayo buruan bikin air ruqyahnya. Abis itu Kita cari Aruna...," kata Reyhan yang diangguki Kautsar.


Kemudian Kautsar nampak membalikkan tubuhnya lalu duduk sambil memegang segelas air. Ia nampak fokus berdzikir. Sedangkan Reyhan ikut berdzikir sambil menatap Reymond.


" Bantu Gue minumin air ini ke Reymond..., " pinta Kautsar.


Reyhan pun membantu mengangkat kepala Reymond. Sedang Kautsar terlihat telaten meminumkan air ruqyah itu ke mulut Reymond hingga air dalam gelas pun tandas. Setelahnya Reymond kembali dibaringkan.


" Terus Kita ngapain Tsar...?" tanya Reyhan.


" Kita tunggu sebentar lagi. Akan ada reaksi kalo Reymond emang ada di bawah pengaruh makhluk halus...," sahut Kautsar sambil berkali-kali menoleh kearah pintu karena khawatir dengan keadaan istrinya.


" Reaksinya kaya apa...?" tanya Reyhan.


Belum sempat Kautsar menjawab, tiba-tiba Reymond bangkit dari posisi berbaring nya lalu duduk tegak. Perlahan ia membuka matanya lalu menatap ke sekelilingnya dengan tatapan nanar.


" Lo udah siuman Mond...?" tanya Reyhan antusias.


Bukan menjawab tapi Reymond justru muntah hebat. Reyhan terkejut lalu bergeser menjauh. Sedangkan Kautsar nampak memijit tengkuk Reymond agar Reymond bisa muntah lebih banyak untuk mengeluarkan racun yang bersemayam dalam tubuhnya.


Setelah muntah kesadaran Reymond pun berangsur-angsur kembali. Wajahnya yang semula pucat pun terlihat lebih merah dan hidup.


" Gue kenapa...?" tanya Reymond dengan suara serak.


" Lo ga inget apa yang terjadi sama Lo Mond...?" tanya Reyhan tak percaya.


" Emangnya Gue kenapa...?" ulang Reymond.

__ADS_1


Reyhan menatap Kautsar seolah minta bantuan untuk menjawab pertanyaan Reymond.


\=\=\=\=\=


__ADS_2