Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
232. Penjelasan


__ADS_3

Aruna pun menoleh kearah sumber suara dan mengamati pohon mahoni itu dengan seksama. Aruna nampak menghela nafas lega saat melihat siapa yang datang. Rupanya George dan Matilda sedang bertengger manis di atas dahan pohon mahoni itu.


" Om George dan Tante Matilda rupanya. Aku kirain siapa...," sapa Aruna sambil tersenyum.


" Apa kabar Nak...?" tanya Matilda sambil melayang turun mendekati Aruna lalu ikut duduk di samping Aruna.


" Alhamdulillah baik Tante. Gimana kabar Om dan Tante...?" tanya Aruna sambil memeluk Matilda.


" Alhamdulillah Kami juga baik-baik saja...," sahut Matilda sambil tersenyum.


" Bagaimana dengan calon Cucuku Nak...?" tanya George dari atas pohon mahoni.


" Dia senang mengerjai Ayahnya Om. Sekarang aja Kautsar lagi diminta beli burger, padahal baru aja dia makan jagung bakar...," sahut Aruna sambil menunjuk kearah perutnya.


Matilda dan George pun tertawa mendengar ucapan Aruna. Kemudian Aruna teringat saat Kautsar melihat dua manusia serigala yang bertempur di hadapannya beberapa malam yang lalu.


" Kebetulan Om dan Tante datang. Soalnya ada yang mau Aku tanyain nih...," kata Aruna.


" Tanya apa Nak...?" tanya Matilda.


" Kautsar bilang malam itu dia ngeliat dua manusia serigala bertempur di hutan pinus. Dan anehnya lagi Kautsar bilang dua manusia serigala itu dua-duanya perempuan. Apa itu bener Tante...?" tanya Aruna.


Matilda terbatuk-batuk mendengar ucapan Aruna. Sedangkan George hanya mengulum senyum.


" Kenapa Tante, kayanya kaget banget sampe batuk gitu...?" tanya Aruna sambil menepuk-nepuk punggung Matilda dengan lembut.


" Ga kaget kok, biasa aja...," sahut Matilda cepat.


" Kasih tau aja Sayang. Aruna juga kan harus tau yang sebenernya..., " kata George dari atas pohon.


" Tau apa Om. Ada apa sih Tante...?" tanya Aruna penasaran.


" Begini Aruna. Malam itu ada manusia serigala lain yang mencoba menyerang Suamimu. Tante mencoba membantu karena malam itu Tante juga ada di sana...," sahut Matilda.


" Maksud Tante, salah satu dari manusia serigala itu Tante...?" tanya Aruna.


" Iya Nak. Tante terpanggil untuk membantu Suamimu saat itu. Dan untuk melawan manusia serigala itu Tante ga mungkin menunjukkan wujud manusia Tante kan...," sahut Matilda.


" Tante sama Om memang sengaja mengikuti Kamu malam itu. Kami liat Kautsar membawa Kamu jauh keluar kota. Kami khawatir itu akan membahayakan jiwanya jika Kamu terlanjur berubah di tengah jalan. Tapi Kami senang karena Kalian tiba tepat waktu. Nah saat Kamu lari ke dalam hutan, ternyata di saat yang sama ada manusia serigala yang juga melintas di sana. Dia mencium aroma darah manusia milik Kautsar dan berniat menjadikan Kautsar mangsanya. Tante Kamu bergerak cepat dan berusaha menangkis serangan manusia serigala itu. Rupanya manusia serigala itu marah saat Kautsar balas menyerangnya dengan obor...," kata George panjang lebar.

__ADS_1


" Oh gitu ceritanya. Makasih ya Tante. Aku berhutang nyawa sama Tante. Makasih karena sudah melindungi Suamiku...," kata Aruna dengan mata berkaca-kaca.


" Sama-sama Nak. Itu sudah kewajiban Kita sebagai keluarga untuk saling menjaga bukan...?" kata Matilda sambil mengusap kepala Aruna dengan sayang.


" Iya Tante. Eh, tapi siapa manusia serigala itu sebenernya Tante. Apa Aku mengenalnya...?" tanya Aruna.


Matilda dan George saling menatap sejenak sebelum menjawab pertanyaan Aruna. Kemudian George menganggukkan kepalanya dan Matilda pun menoleh kearah Aruna lalu menyebutkan sebuah nama.


" Dia Kalisha...," sahut Matilda datar namun cukup mengejutkan Aruna.


" Kalisha, kok bisa. Jangan-jangan dia sengaja mengikuti Aku dan Kautsar untuk menghancurkan Kami...?! " tanya Aruna gusar.


" Kamu benar Aruna. Kalisha memang mengikuti Kalian...," sahut George cepat.


Aruna pun berdiri dari duduknya lalu berjalan mondar-mandir saking kesalnya.


" Duduk lah Nak. Kamu malah bikin Aku pusing...," sergah Matilda.


" Aku ga bisa tenang Tante. Kalisha sengaja mencari perkara denganku. Apalagi dia juga berani menyakiti Kautsar...!" sahut Aruna marah.


" Kalisha ga berhasil menyakiti Kautsar Nak. Kan Tantemu keburu datang dan melindunginya...," kata George mengingatkan Aruna.


" Bersabar lah Nak. Ingat kondisimu yang sedang hamil saat ini. Jaga baik-baik bayi dalam kandunganmu itu. Jangan sampai masalah ini justru membuatmu terpancing dan melupakan keberadaan bayimu...," kata Matilda.


" Betul Sayang. Kalisha sengaja menantangmu karena dia tau Kamu sedang hamil Aruna. Niatnya gampang ditebak. Kalisha ingin membuatmu kehilangan bayimu atau meyingkirkanmu dan Suamimu. Jadi sekarang pilihan ada di tanganmu Aruna...," kata George dengan mimik serius.


" Kami harus pergi Nak. Kautsar sedang berjalan kearah sini. Ingat, jangan gegabah karena itu bisa mencelakai bayimu yang tak berdosa ini...," kata Matilda lalu melesat cepat meninggalkan Aruna.


Aruna nampak mematung sambil menatap kepergian George dan Matilda. Aruna baru mengerjapkan matanya saat Kautsar datang menghampirinya.


" Ada apa Sayang...?" tanya Kautsar.


" Gapapa. Aku cuma ngelemesin kaki aja kok. Kelamaan duduk bikin kakiku kram tadi...," sahut Aruna berbohong.


" Oh gitu. Tapi sekarang gapapa kan...?" tanya Kautsar sambil mengamati kedua kaki Aruna.


" Alhamdulillah udah gapapa...," sahut Aruna sambil tersenyum manis.


" Syukur lah. Nah ini burger pesenan Kamu. Dimakan ya, pelan-pelan aja masih panas...," kata Kautsar sambil meletakkan burger di atas kursi taman.

__ADS_1


" Ok. Makasih Ayah...," kata Aruna dengan suara anak kecil seolah mewakili bayinya untuk bicara.


" Sama-sama Sayang...," sahut Kautsar sambil tersenyum.


Kemudian Aruna duduk dan mulai menyantap burger itu dengan lahap. Kautsar nampak senang melihat cara sang istri makan. Itu artinya keluhan mual di awal kehamilan Aruna telah berakhir.


Setelahnya Kautsar mengajak Aruna pulang ke rumah karena hari mulai larut dan angin malam tak baik untuk Aruna dan bayinya.


Aruna yang selalu diam sejak pembicaraannya dengan George dan Matilda akhirnya pun menceritakan semuanya kepada Kautsar.


" Jadi Om George dan Tante Matilda nemuin Kamu tadi...," kata Kautsar sambil melepaskan jaketnya.


" Iya. Mereka bicara banyak hal termasuk tentang dua manusia serigala yang Kamu liat malam itu...," sahut Aruna.


" Oh ya. Jadi dugaanku kalo mereka perempuan bener kan Sayang...?" tanya Kautsar.


" Iya...," sahut Aruna cepat.


" Terus kalo bukan Kamu, mereka itu siapa Aruna...?" tanya Kautsar penasaran.


" Mmm..., salah satu diantara mereka adalah jelmaan Kalisha...," sahut Aruna hati-hati namun tetap saja membuat Kautsar terkejut bukan kepalang.


" Kalisha...?!" tanya Kautsar tak percaya.


" Iya...," sahut Aruna.


" Tapi kenapa dia menyerang Aku Sayang...?" tanya Kautsar.


" Dia ingin menyakiti Kamu karena Kamu adalah Suamiku Kautsar...," sahut Aruna tak enak hati karena telah menyeret Kautsar dalam masalah.


" Jadi niat Kalisha mendekati Aku karena dia ingin membunuhku...?" tanya Kautsar gusar.


" Begitu lah. Keliatannya niat Kalisha berubah setelah mengetahui Kamu adalah Suamiku...," sahut Aruna.


" Sebenernya ada masalah apa diantara Kamu dan Kalisha...?" tanya Kautsar penasaran.


" Itu yang lagi Aku cari tau Sayang. Sejujurnya Aku emang ga nyaman lagi berada di dekatnya. Aku merasa Kalisha itu sedikit aneh. Lebih liar dan ambisius. Dan Aku ga suka itu...," sahut Aruna.


Kautsar pun nampak mengangguk tanda mengerti. Dalam hati ia bertekad akan melindungi Aruna dan anak mereka dari serangan Kalisha meski pun nyawa taruhannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2