
Acara tahlilan dalam rangka mengirim doa khusus untuk Aldi berjalan lancar.
Kakek Aldi masih merahasiakan kematian Moa karena menunggu konfirmasi dari pihak kepolisian.
Setelah acara tahlilan selesai, Kakek Aldi meminta seluruh anggota keluarganya berkumpul di ruang keluarga termasuk Kautsar dan rombongan. Di saat bersamaan mereka kedatangan tamu dari pihak kepolisian yang lagi-lagi ingin menyampaikan berita duka cita kepada keluarga itu.
" Berita duka apa lagi Pak. Jasad Aldi aja baru dimakamkan hari ini. Masa iya Kami harus terus menerus menerima berita duka cita...," kata ayah Moa yang tak lain adalah mantan menantu di rumah itu sambil tersenyum sinis.
" Tutup mulutmu atau keluar dari rumahku sekarang...," kata Kakek Aldi sambil menatap tajam kearah eks menantunya itu.
" Maaf Bah...," sahut ayah Moa dengan nada gentar.
" Silakan Pak Polisi...," kata Kakek Aldi.
" Terima kasih Pak. Begini, Kami mendapat laporan dari warga tentang penemuan jasad seorang pria yang telah membusuk di pinggir jalan T. Kemudian jasad pria itu dibawa ke Rumah Sakit untuk diotopsi. Setelah melakukan otopsi dan penyelidikan di sekitar lokasi penemuan mayat, Kami mendapati fakta jika pria tersebut adalah salah seorang anggota keluarga ini...," kata Polisi.
" Anggota keluarga ini, siapa Pak...?" tanya Feri salah satu sepupu Hafiz.
" Namanya Maula alias Moa...," sahut polisi hingga mengejutkan semua orang.
" Mustahil !. Jangan mengada-ada ya Pak. Anak Saya ga mungkin mati. Dia emang ga hadir di acara pemakaman Aldi, tapi bukan berarti dia mati kan...?!" kata ayah Moa lantang sambil berkacak pinggang.
" Aku bilang diam atau keluar dari rumahku...!" kata Kakek Aldi sambil menendang ayah Moa hingga jatuh berlutut di lantai.
" Tapi Polisi ini yang udah bawa berita bohong Bah...," sahut ayah Moa tak terima.
" Aku percaya karena Aku sudah mendengarnya lebih dulu. Kau belum datang saat Jon bilang Moa meninggal tadi. Sebenarnya tujuanku mengumpulkan Kalian adalah untuk menyampaikan berita itu tapi keburu Polisi datang dan mengatakan semuanya...," kata Kakek Aldi dengan tenang.
" Jadi Anakku benar-benar meninggal...?" tanya ayah Moa dengan mata berkaca-kaca.
" Betul Pak. Anda dan keluarga bisa segera mengurus kepulangan jenasah Moa dari Rumah Sakit secepatnya. Penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan Polisi dan Kami mohon kerja samanya agar bisa segera mengungkap siapa pembunuhnya...," kata polisi.
" Jadi Moa dibunuh...?" tanya ayah Moa tak percaya dan diangguki Polisi.
Ayah Moa nampak mengepalkan tangannya menahan marah. Ia tak menyangka anak kebanggaannya mati dibunuh dan sang pembunuh hilang tanpa jejak.
__ADS_1
Setelah menyampaikan berita duka itu, polisi pun pamit undur diri.
Kakek Aldi pun nampak menenangkan keluarganya sebelum ia mulai bicara.
" Sebaiknya Kita tak usah memperpanjang kasus kematian Moa dan Aldi...," kata Kakek Aldi.
" Tapi Bah. Apa Abah ga penasaran siapa yang membunuh Aldi dan Moa. Mereka kan Cucu Abah...," kata ayah Aldi mencoba memprovokasi.
" Untuk apa. Aku tau apa yang terjadi dan tak mungkin menuntut orang yang telah meninggal dunia...," sahut Kakek Aldi.
" Apa maksud Abah...?" tanya ibu Aldi.
" Kematian Aldi dan Moa saling berhubungan satu sama lain. Moa tewas di tangan Aldi, sedangkan Aldi tewas akibat ditabrak truk. Kematian keduanya hanya berselang beberapa menit saja. Dan itu terjadi sekitar sepuluh hari yang lalu...," sahut Kakek Aldi.
Ucapan Kakek Aldi menimbulkan keributan. Ayah Aldi dan ayah Moa saling adu jotos dan sulit dilerai. Mereka baru berhenti setelah Kakek Aldi mengeluarkan jurus mautnya. Ia memukul ayah Aldi dan ayah Moa bergantian hingga keduanya terjungkal ke lantai.
" Kalian membuat tensiku naik !. Jika Kalian ga bisa dengar apa yang Aku sampaikan, cepat angkat kaki dari rumahku sekarang juga...!" kata Kakek Aldi lantang hingga membuat semua terdiam.
Kautsar dan Aruna nampak tersenyum tipis melihat kehebatan Kakek Aldi membungkam anak dan menantunya tadi.
" Selama ini Moa telah menindas Aldi bahkan melecehkannya. Tidak hanya dengan kata-kata, tapi juga perbuatan. Moa telah memperk*sa Aldi dan itu dilakukan berkali-kali. Tidak di rumah ini tapi di tempat lain. Dan Jon adalah salah satu saksi sekaligus orang yang membantu Moa melancarkan aksinya. Jon dan ketiga temannya juga beberapa kali melakukan hal yang serupa ke Aldi...," kata Kakek Aldi.
Ucapan Kakek Aldi mengejutkan semua anggota keluarganya. Mereka saling menatap tak percaya. Namun saat Kakek Aldi melanjutkan ucapannya, keluarganya kembali membisu.
" Aldi mencoba kabur tapi selalu tertangkap. Dan saat pembunuhan itu terjadi adalah tepat setelah Moa melecehkannya lagi. Aldi membunuhnya dengan menusukkan dahan pohon ke dalam an*s Moa hingga Moa mati. Setelahnya Aldi kabur tapi tertabrak truk yang melintas saat dia sedang menyebrang jalan. Dan Aldi meninggal di lokasi kejadian...," kata Kakek Aldi.
" Inna Lillahi wainna ilaihi roji'uun...," kata semua orang dengan suara bergetar.
Kakek Aldi nampak menatap anggota keluarganya satu per satu dengan wajah yang dibalut kesedihan. Kemudian dia melanjutkan ucapannya hingga membuat semua orang tersentuh.
" Rupanya Allah telah berkehendak mengakhiri semuanya dengan cara ini. Mengambil nyawa Moa meski pun dengan jalan terbunuh dan Aldi dengan cara kecelakaan. Kita memang terlambat mengetahui semuanya. Tapi Aku pikir ini adalah jalan terbaik yang Allah berikan untuk keluarga Kita. Aku sebagai kepala keluarga menyesalkan kejadian ini. Maafkan kelalaianku dan ketidak tahuanku. Andilku dalam masalah ini pasti sangat besar dan Aku mohon maafkan Aku...," kata Kakek Aldi sambil menundukkan kepala dan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.
Sikap Kakek Aldi mengejutkan semua orang terutama anggota keluarganya. Kakek Aldi yang terkenal tegas dan galak itu kini berdiri dengan rapuh dan meminta maaf. Hal yang jarang dilakukan oleh kakek Aldi sepanjang hidupnya. Melihat sikap kakek Aldi sontak membuat keluarganya menghambur memeluknya lalu mereka menangis bersama.
Aruna yang menyaksikan kejadian itu pun ikut terharu dan menitikkan air mata. Lalu Kautsar merengkuh bahu Aruna dan membawanya ke pelukannya. Aruna pun langsung membenamkan wajahnya dalam pelukan Kautsar untuk menyembunyikan air matanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian keluarga Kakek Aldi nampak mengurai pelukan mereka lalu kembali duduk di tempat semula. Saat itu Kakek Aldi terlihat mengusap matanya berkali-kali pertanda ia sangat sedih akan kejadian buruk yang menimpa keluarganya.
" Aku sadar ini adalah buah dari kesalahanku di masa lalu. Karenanya ijinkan Aku menyampaikan permintaan maaf ku sekali lagi...," kata Kakek Aldi dengan suara parau.
" Kami udah maafin Kakek jauh sebelum Kakek minta maaf. Kami ga hanya menghormati Kakek karena Kakek jawara, tapi Kami menyayangi Kakek karena Kakek adalah orang yang bihaksana...," sahut Hafiz mewakili semua anggota keluarganya.
" Betul Bah, betul Kek...," kata semua orang bersamaan.
" Terima kasih...," sahut Kakek Aldi sambil tersenyum tulus.
" Sama-sama...," sahut semua anggota keluarga bersamaan.
Tiba-tiba ayah Moa berdiri dan maju ke depan. Ia mencium punggung tangan Kakek Aldi sambil menangis.
" Maafin Saya Bah. Saya juga salah karena telah mengabaikan Moa dan membiarkan dia terjerumus dalam lembah hitam. Saya memang bukan Ayah yang baik. Terima kasih karena Abah telah mau membesarkan Moa. Saya tau itu sulit tapi Saya justru tutup mata atas kesulitan yang Abah hadapi. Maaf Bah...," kata ayah Moa di sela tangisnya.
" Aku sudah memaafkanmu. Meski Kau bukan lagi menantuku, tapi Aku ingin Kau jadi ayah yang lebih baik untuk anak-anakmu yang lain. Jodohmu dengan anak perempuanku memang sudah berakhir. Tapi pintu rumahku selalu terbuka untukmu dan keluargamu...," sahut Kakek Aldi bijak hingga membuat ayah Moa semakin keras menangis.
Ayah Aldi pun maju dan memeluk mantan iparnya itu. Keduanya saling meminta maaf sambil menangis.
" Maafin Aldi ya Bang...," bisik Ayah Aldi.
" Jangan minta maaf untuk Aldi. Gue yang harusnya minta maaf karena Moa anak Gue. Dia yang udah menyakiti Aldi. Maaf...," sahut ayah Moa.
Melihat anak dan mantan menantunya saling berpelukan dan meminta maaf, Kakek Aldi nampak tersenyum bahagia. Ia menoleh kearah Aruna seolah meminta pendapat Aruna.
Aruna nampak menggelengkan kepalanya pertanda ia tak menjumpai sesuatu yang buruk pada keluarga Kakek Aldi.
Melihat isyarat Aruna membuat Kakek Aldi nampak bernafas lega sambil mengucap hamdalah berkali-kali.
Hari itu menjadi hari paling berduka dalam keluarga Kakek Aldi sekaligus menjadi hari paling membahagiakan. Hari dimana mereka kehilangan dua anggota keluarganya sekaligus, juga hari dimana kesalahan pahaman yang mengakar dalam keluarga itu berakhir.
Aruna tersenyum dalam pelukan Kautsar. Sedangkan Reyhan dan Reymond nampak bertepuk tangan sambil mengacungkan kedua jempol mereka kearah Kakek Aldi yang tertawa bahagia.
bersambung
__ADS_1