Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
225. Adelia


__ADS_3

Setelah mendengar sekaligus menyaksikan sikap semua penghuni rumah kost terhadap almarhumah Adelia, kini giliran Aruna yang bertanya kepada arwah Adelia.


" Jadi yang mereka katakan adalah kebenaran, iya kan...?" tanya Aruna.


" Iya...," sahut arwah Adelia sambil menundukkan kepalanya.


" Aku ga nyangka Kamu bisa punya sikap searogan itu Adelia...," kata Aruna sambil menatap arwah Adelia lekat.


" Aku menyesal Aruna...," sahut arwah Adelia.


" Apa gunanya menyesal sekarang Adelia !. Kamu telah menyakiti banyak orang dengan kecantikan yang Allah anugrahkan padamu. Apa gunanya cantik kalo hatimu seperti iblis...," kata Aruna ketus.


" Aku..., Aku ga terima Ari lebih menyukai Tika. Aku lebih cantik dari Tika. Semua pria mengagumiku. Kenapa Ari menolakku...?!" jerit arwah Adelia.


" Karena Ari melihat kecantikan dari sisi yang berbeda Adel...," sahut Aruna sambil melangkah perlahan meninggalkan rumah kost milik Suryo itu.


Arwah Adelia nampak tertegun mendengar ucapan Aruna. Ia sadar jika ia telah keliru karena menganggap kecantikan ragawi lebih dari segalanya. Ia lupa untuk menghiasi kecantikan ragawinya dengan akhlak dan budi pekerti yang baik.


Karena bantuan Kautsar dengan mudah Aruna bisa melompati pagar rumah kost tanpa suara. Arwah Adelia mengejar Aruna yang kini nampak melangkah meninggalkan rumah kost itu.


" Aku hanya ingin dicintai dengan tulus Aruna. Aku belum pernah menemukan seorang pria yang benar-benar tulus mencintaiku tanpa menghiraukan ragaku...," kata arwah Adelia.


" Itu sulit Adelia. Tapi biar Ku beritau. Kecantikan sesungguhnya seorang wanita akan terpancar saat wanita itu memiliki hati yang baik dan jiwa yang welas asih terhadap sesama. Make up tebal yang Kamu pake bisa luntur. Tapi ketulusan hatimu akan terpancar keluar meski pun saat Kamu ga menggunakan make up...," kata Aruna.


" Maksudmu Ari menolakku dan melihatku sebelah mata karena menurutnya Aku hanya mengekspos kecantikan semata...?" tanya Adelia.


" Mungkin...," sahut Aruna.


" Tika emang ga suka pake make up. Dia lebih suka menyimpan semua masalahnya sendiri. Selain itu Tika ramah, suka tersenyum dan senang membantu orang lain. Apa itu sisi cantik yang diliat Ari dari Tika...?" tanya Adelia.


" Mungkin...," sahut Aruna lagi.


" Kenapa Kamu selalu menjawab mungkin Aruna...?" tanya arwah Adelia kesal.


" Karena Aku bukan Ari. Aku ga tau apa yang ada di pikiran laki-laki itu Adel...!" sergah Aruna kesal.

__ADS_1


Kautsar yang semula diam saja mendengarkan ucapan Aruna yang ia yakini ditujukan pada arwah Adelia pun menoleh.


" Kenapa Sayang...?" tanya Kautsar.


" Gapapa, Aku cuma kesel aja sedikit...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Kamu bilang Ari. Ari mana yang Kamu maksud Sayang...?" tanya Kautsar sedikit bernada cemburu.


Aruna nampak menghela nafas panjang. Ia ingat bagaimana mahirnya Adelia menghancurkan hubungan orang lain semasa hidupnya.


" Kamu seneng ngeliat Aku dan Suamiku bertengkar Adelia ?!. Gara-gara nama Ari yang Kamu sebut itu sekarang Suamiku malah curiga sama Aku. Kamu puas sekarang...?!" tanya Aruna lantang.


" Maafkan Aku Aruna. Kali ini Aku ga punya niat kaya gitu kok. Percaya deh sama Aku...," sahut arwah Adelia ketakutan.


" Sayang, Maafin Aku ya...," panggil Kautsar sambil mengusap punggung Aruna dengan lembut.


Aruna menoleh kearah Kautsar lalu tersenyum.


" Bukan salah Kamu Sayang. Maaf kalo bikin Kamu salah paham. Tapi kayanya Aku mundur deh daripada Aku harus berantem sama Kamu gara-gara dia...," kata Aruna hingga mengejutkan arwah Adelia.


" Jangan tinggalin Aku Aruna. Tolong bantu Aku kembali Aruna. Kumohon tolong Aku...," pinta arwah Adelia menghiba.


" Kamu denger sendiri bagaimana kecewanya teman-temanmu atas sikapmu itu. Kamu cantik itu nilai plusmu. Karena itu Kamu jadi primadona kampus. Tapi karena kacantikanmu itu Kamu lupa dan meremehkan orang lain yang tak secantik Kamu. Apa Kamu lupa kalo Kamu meremehkan mereka itu artinya Kamu juga meremehkan Allah, sang Maha pencipta yang juga menciptakan Kamu Adelia...," kata Aruna ketus.


" Aku salah !. Aku tau Aku salah Aruna !. Aku ga akan membalas dendam atau apa pun sama mereka semua. Aku memaafkan mereka Aruna. Sungguh...!" kata arwah Adelia sambil menangis.


" Baik lah. Aku akan berusaha membantumu. Sekarang tolong pergi lah. Menjauh dariku sebentar Adelia. Aku perlu ruang untuk bernafas. Kamu tau kalo Aku lagi hamil kan Adel, dan ini membuatku lelah. Sangat lelah...," kata Aruna.


" Baik Aruna. Aku akan memberimu waktu. Tapi tolong jangan terlalu lama Aruna...," sahut arwah Adel sambil melayang menjauhi Aruna.


Aruna menghela nafas panjang sambil menatap arwah Adelia yang menjauh. Tiba-tiba ia ingat bagaimana Adelia mengaku kalo bayi dalam kandungannya adalah keluarganya. Saat Aruna ingin menanyakan hal itu arwah Adelia sudah tak nampak lagi, lenyap entah kemana.


\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Aruna dan Kautsar kembali mencoba membantu arwah Adelia untuk menyebrang ke tempat seharusnya.

__ADS_1


" Tapi Aku masih punya satu pertanyaan yang belum dijawab sama Adelia...," kata Aruna.


" Pertanyaan apa...?" tanya Kautsar.


" Kenapa waktu pertama kali ketemu dalam mimpi Adelia mengklaim kalo Anak Kita adalah keluarganya. Itu yang bikin Aku penasaran. Tapi makin ke sini Aku amati Adelia juga sama sekali berbeda sama wanita di dalam mimpiku itu lho Sayang...," sahut Aruna.


" Jangan-jangan mereka memang dua orang yang berbeda Sayang...," tebak Kautsar.


" Bisa jadi. Mungkin saat itu ada dua sosok yang ingin masuk dalam mimpiku. Diantara mereka yang paling kuat lah yang akhirnya mewujud dalam mimpiku itu. Sedikit ga masuk akal tapi itu lah kenyataannya...," kata Aruna akhirnya.


" Aku setuju sama pendapat Kamu. Jadi gimana selanjutnya ?. Apa lagi yang mau Kamu lakukan Sayang...?" tanya Kautsar.


" Adelia sudah waktunya pulang. Ga ada orang yang membuatnya tertahan di sini. Dia tertahan hanya karena rasa cintanya yang tak terbalas pada pria bernama Ari itu...," sahut Aruna.


" Apa Kamu ga penasaran sama pria bernama Ari itu Aruna...?" tanya Kautsar.


" Kenapa Aku harus penasaran. Ga semua pria suka wanita cantik. Lagi pula kalo Aku jadi cowok Aku juga ga bakal milih Adelia untuk jadi pasanganku...," sahut Aruna.


" Oh ya. Kenapa emangnya...?" tanya Kautsar penasaran.


" Kurang sreg aja...," sahut Aruna cepat tanpa mau mengemukakan alasannya.


Kautsar pun tersenyum mendengar jawaban istrinya. Tak lama kemudian ia melihat Aruna berdiri seolah menyambut kedatangan seseorang.


Rupanya arwah Adelia kembali datang dengan wajah sedih. Aruna pun bertanya apa yang membuat arwah Adelia sedih.


" Liat di sana...," kata arwah Adelia sambil menunjuk ke suatu tempat dimana terlihat Tika sedang bicara dengan seorang pria.


" Itu Tika. Apa pria yang bersamanya itu Ari...?" tanya Aruna hati-hati.


" Iya. Aku bisa terima kematianku Aruna. Tapi Aku belum bisa terima ngeliat Ari bersanding sama wanita lain apalagi itu Tika...," kata arwah Adelia sedih.


" Biar Aku bantu...," kata Kautsar tiba-tiba yang diangguki Aruna.


" Ok makasih Sayang. Tolong Kamu korek keterangan dari Ari sebanyak yang Kamu mampu. Dan Kamu Adelia, ikuti Suamiku. Dia akan membantumu mencari tau bagaimana perasaan Ari sesungguhnya sama Kamu dan Tika...," kata Aruna.

__ADS_1


" Baik, makasih Aruna...," sahut arwah Adelia lalu melayang mengikuti Kautsar.


\=\=\=\=\=


__ADS_2