Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
278. Membujuk


__ADS_3

Serangan manusia serigala jelmaan Aruna terbilang cepat dan mematikan. Jika manusia serigala lain mungkin akan mudah tumbang bahkan mati saat berhadapan dengannya. Beruntung George adalah manusia serigala yang berpengalaman dan terbilang sepuh mengingat usianya yang lebih dari dua abad.


Manusia serigala jelmaan George terlihat santai menghadapi serangan Aruna dan itu membuat Aruna kesal.


Kini Aruna melompat mundur untuk menyusun strategi sambil mencari celah agar bisa kembali mengejar Kautsar yang merupakan buruannya tadi.


" Kenapa berhenti, apakah Kamu lelah dan ingin menyerah sekarang...?" tanya George.


" Jangan sombong !. Aku bisa saja mengalahkanmu dengan cepat jika Aku mau...," sahut Aruna.


" Oh ya. Lakukan sekarang jika Kau mampu Aruna...," kata George sambil tersenyum penuh makna.


" Aruna...," ulang manusia serigala jelmaan Aruna.


" Yah. Itu namamu, apa Kau ingat Aruna...?" tanya George.


" Aruna Aruna...," kata Aruna berulang kali sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali pertanda ia melupakan sesuatu.


Dan diantara kesadarannya yang perlahan kembali, Aruna merasakan jika ada gambaran peristiwa yang berseliweran di kepalanya. Aruna yang saat itu dalam posisi siaga dan hendak kembali menyerang George pun mematung di tempat.


Aruna yang masih berwujud manusia serigala itu melihat peristiwa saat ia pertama kali melihat Orion dalam wujud manusia serigala. Kemudian peristiwa saat ia mengikuti Orion ke sebuah makam di suatu tempat. Kemudian ingatannya melompat ke saat George datang dalam wujud serigala dengan Matilda di sampingnya. Melompat lagi ke peristuwa saat resepsi pernikahannya dengan Kautsar dan saat ia memeluk Kautsar. Juga beberapa orang yang terus memanggil namanya bergantian.


Manusia serigala jelmaan Aruna nampak gusar hingga akhirnya ia melolong panjang sambil mendongakkan kepalanya ke atas. George juga melakukan hal yang sama. Ia melolong panjang mengiringi lolongan Aruna.


Dua lolongan manusia serigala di tengah malam itu memancing lolongan manusia serigala di tempat lain salah satunya dokter Sheina. Yang kemudian menyusul berubah menjadi manusia serigala tadi.


Di saat yang sama lagi-lagi Kautsar nampak bergidik ngeri karena mendengar lolongan dua serigala yang saling bersahutan itu. Kautsar tahu jika itu adalah lolongan manusia serigala jelmaan istrinya. Namun ia tak tahu lolongan siapa kah yang mengiringi lolongan istrinya itu.


Kautsar pun menoleh kearah Matilda untuk bertanya apa yang terjadi. Namun Kautsar terkejut bukan kepalang karena saat itu ia melihat wujud Matilda tak lagi sama. Di depan matanya Kautsar melihat perubahan Matilda menjadi manusia serigala. Meski tak sempurna tapi Kautsar bisa melihat permukaan kulit Matilda mulai dipenuhi bulu. Kautsar juga melihat taring mencuat di sela bibir Matilda. Bagi Kautsar wajah Matilda saat itu terlihat mulai menyeramkan.


Sadar jika saat itu Matilda telah berubah menjadi manusia serigala dan mungkin saja juga akan memburunya seperti Aruna, Kautsar pun lari secepat mungkin meninggalkan Matilda.

__ADS_1


Saat itu lah Kautsar kembali mendengar lolongan serigala. Dan lolongan serigala itu terdengar dekat karena keluar dari mulut Matilda seolah menyambut lolongan Aruna tadi. Kautsar pun mempercepat larinya untuk menghindar sejauh mungkin dari Matilda.


Matilda yang melihat Kautsar berlari menjauh darinya pun hanya bisa tersenyum. Ia senang karena Kautsar bisa mengambil sikap untuk melindungi dirinya sendiri. Itu artinya Kautsar paham apa yang harus ia lakukan setelah peringatan yang diberikan olehnya dan George tadi.


Kemudian Matilda membalikkan tubuhnya lalu melesat cepat menuju tempat dimana George dan Aruna berada. Dari balik rimbun dedaunan di atas pohon, Matilda bisa melihat George dan Aruna tengah berdiam di tempat masing-masing.


Setelah melolong panjang beberapa kali, tubuh manusia serigala jelmaan Aruna pun luruh ke tanah. Ia nampak menunduk sambil berusaha mengatur nafasnya.


Manusia serigala jelmaan George pun tersenyum menyaksikan Aruna yang bersimpuh sambil menundukkan kepala karena itu pertanda Aruna berhasil menguasai diri.


Perlahan manusia serigala jelmaan Aruna mengangkat wajahnya dan tatapannya bertemu dengan tatapan George yang saat itu berdiri tepat di hadapannya dalam jarak tiga meter saja.


Suara geraman hewan liar masih terdengar keluar dari mulut Aruna. Terdengar memburu dan penuh dengan hasrat membunuh. Namun suara geraman itu perlahan memudar seiring perubahan yang terjadi pada Aruna. Sambil terus menatap George, Aruna pun perlahan berubah dari manusia serigala menjadi manusia seutuhnya. Tatapan matanya yang buas itu perlahan meredup dan itu membuat George tersenyum bangga.


Setelah kembali ke wujud manusia, Aruna pun menangis.


Matilda yang saat itu juga telah kembali ke wujud manusia pun melesat turun menghampiri Aruna lalu memeluknya dengan erat.


" Itu hasrat alami makhluk seperti Kita Sayang. Dan Kamu mau tak mau harus menjalani proses ini supaya Kamu bisa belajar mengendalikan diri...," sahut Matilda.


" Kasian Kautsar. Dia pasti ketakutan tadi. Aku yakin setelah ini dia pasti akan membenciku...," kata Aruna sambil menangis.


" Sssttt..., jangan ngomong kaya gitu Sayang. Ga usah mikirin apa-apa dulu. Yang penting sekarang Kamu istirahat dan tenangkan dirimu sebentar, Kamu pasti capek banget kan...," bujuk Matilda namun Aruna menggelengkan kepalanya.


George yang juga telah kembali ke wujud manusia pun melangkah mendekati Aruna lalu membelai kepala Aruna dengan sayang.


" Bersabar lah menjalani proses ini karena Kamu akan bertambah kuat nanti. Jangan khawatir tentang Kautsar. Dia baik-baik saja...," kata George.


Aruna tersentak mendengar ucapan George. Aruna pun mengurai pelukannya kemudian mengedarkan pandangannya ke segala penjuru seolah sedang mencari keberadaan Kautsar.


" Dimana Kautsar...? " tanya Aruna dengan suara bergetar.

__ADS_1


" Dia pergi setelah melihat Tante berubah tadi...," sahut Matilda sambil tersenyum kecut.


" Pergi. Kemana Tante...?" tanya Aruna penasaran.


" Ga usah pikirin itu Nak. Kautsar ga akan lari jauh karena dia memang ga bisa lari jauh...," sahut Matilda sambil tersenyum penuh makna.


" Sebaiknya Kamu bawa Aruna pulang Sayang. Biar Aku yang menjemput Kautsar. Aku janji akan membawanya pulang nanti...," kata George sambil menatap Matilda.


" Ok. Ayo Nak...," kata Matilda sambil menggamit lengan Aruna.


" Aku ga mau Tante. Aku ga mau pulang ke rumah. Dan Aku juga ga mau ketemu Kautsar...," sahut Aruna hingga mengejutkan George dan Matilda.


" Apa maksudmu Nak...?" tanya Matilda tak mengerti.


" Aku ga siap ketemu Kautsar Tante. Aku malu...," sahut Aruna sambil menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya.


Jawaban Aruna membuat George dan Matilda menghela nafas panjang. Mereka maklum bagaimana perasaan Aruna saat ini. Keduanya saling menatap sejenak lalu mengangguk.


" Kita bagi tugas aja Sayang. Kamu tetap mencari Kautsar biar Aku bawa Aruna ke sana. Untuk sementara waktu jangan pertemukan mereka dulu. Gimana menurutmu...?" tanya Matilda setengah berbisik.


" Setuju. Keliatannya Aruna dan Kautsar sama-sama perlu waktu untuk bisa memahami semuanya...," sahut George yang diangguki Matilda.


" Ok. Aku pergi sekarang...," kata Matilda.


" Hati-hati Sayang...," sahut George sebelum Matilda melesat pergi meninggalkannya.


Matilda mengangguk sambil tersenyum lalu melesat pergi membawa Aruna dalam gendongannya.


Setelah melihat istrinya pergi, George pun melesat pergi kearah yang berbeda untuk menjemput Kautsar.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2