
Setelah menyelesaikan misi mengeluarkan arwah pria besar nan jahat itu dari dalam raga Aldi, Kautsar dan Aruna pun kembali ke rumah Reyhan.
" Assalamualaikum..., " sapa Aruna dan Kautsar.
" Wa alaikumsalam...," sahut Reyhan sambil membuka pintu rumah.
Melihat kondisi Aruna yang baik-baik saja Reyhan pun tersenyum lega.
" Alhamdulillah Lo Gapapa Run...," kata Reyhan.
" Alhamdulillah, Aku baik-baik aja Kak...," sahut Aruna sambil tersenyum.
" Syukurlah. Gue udah khawatir Lo terluka Run. Kalo sampe itu terjadi, Gue ga tau gimana cara minta maaf sama Suami Lo yang posesif ini...," kata Reyhan sambil melirik kearah Kautsar.
" Gue bukan possesif ya, tapi Gue sayang sama Istri Gue dan ga mau dia terluka...," sahut Kautsar cepat sambil merengkuh bahu Aruna lalu menariknya ke dalam pelukannya.
" Iya iya. What ever deh...," kata Reyhan sambil memutar bola matanya dengan malas.
Sikap Reyhan membuat Aruna dan Kautsar tertawa.
" Terus gimana sama Aldi. Dia...," ucapan Reyhan terputus saat Reymond ikut nimbrung dalam obrolan mereka.
" Iya, mana Aldi Tsar...?" tanya Reymond sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Aldi.
Aruna dan Kautsar saling menatap sejenak kemudian mengangguk.
" Aldi kabur Mond...," kata Kautsar.
" Kabur. Kemana dan kenapa...?" tanya Reymond tak mengerti.
" Mana Gue tau. Keliatannya dia ketakutan waktu liat Lo kerasukan tadi...," sahut Kautsar berbohong.
" Masa sih. Emang Gue ngapain aja pas kerasukan tadi...?" tanya Reymond.
" Kita ngobrol di dalam aja. Ga enak kalo di luar kaya gini...," sela Reyhan yang diangguki Aruna, Kautsar dan Reymond.
__ADS_1
Kemudian mereka berempat duduk di atas lantai tanpa karpet. Mereka paham jika karpet yang semula terbentang di lantai harus disingkirkan akibat terkena muntahan Reymond tadi.
" Jadi apa aja yang Gue lakuin saat Gue kerasukan tadi...?" ulang Reymond penasaran.
" Lo ngamuk, marah-marah ga jelas. Sampe nunjuk-nunjuk si Aldi segala. Lo juga ngatain si Aldi itu benalu lho Mond...," sahut Reyhan dengan mimik wajah serius.
Ucapan Reyhan membuat Aruna dan Kautsar saling menatap sambil mengulum senyum. Mereka sadar jika itu adalah ungkapan hati terdalam Reyhan yang merasa terbebani dengan kehadiran Aldi di rumahnya.
" Gitu ya. Pantesan Aldi marah terus kabur. Pasti dia sakit hati sama omongan Gue itu. Tapi harusnya Aldi tau, kalo orang kerasukan itu kan omongannya ga terkontrol...," kata Reymond dengan nada penuh penyesalan.
" Udah lah Mond. Aldi itu kan udah dewasa bukan anak kecil lagi. Dia pasti tau resiko apa yang bakal dia tanggung kalo keluar malam kaya gini. Kalo dia capek dan ga punya tujuan, dia pasti balik lagi ke sini...," kata Reyhan sambil menepuk punggung Reymond dengan lembut.
" Tapi Gue ga enak sama orangtuanya Rey...," sahut Reymond.
Reyhan nampak melengos kesal mendengar ucapan Reymond.
" Andai Lo tau apa yang udah dia lakuin sama Lo, apa Lo masih punya perasaan kaya gini Mond...," batin Reyhan sambil tersenyum kecut.
" Ehm, sorry kalo terkesan ikut campur. Tapi yang Reyhan bilang tadi bener Mond. Aldi udah dewasa dan tau gimana harus bersikap. Masalah orangtuanya ya Lo bisa bilang kalo Aldi yang kabur ninggalin rumah. Gitu kan beres...," kata Kautsar menengahi.
" Kok ngeliat sikap Lo yang over protektif kaya gini bikin Gue curiga ya Mond. Jangan bilang kalo Lo sama Aldi punya hubungan yang ga biasa Mond...!" kata Reyhan lantang sambil mendorong tubuh Reymond hingga terjengkang ke belakang.
" Eh, sia*an Lo. Emangnya Lo pikir Gue penyuka batang. Gue normal dan masih waras ya Rey...!" sahut Reymond sambil balas memukul Reyhan hingga terjadi lah perkelahian sengit antara Reyhan dan Reymond.
Kautsar pun sigap menarik Aruna agar menjauh dari kedua sepupu yang sedang bergelut itu. Kemudian Kautsar berdiri di depan Aruna dan bersiap menghalau tendangan atau pukulan yang nyasar kearah mereka.
Pergumulan sengit ditingkahi kalimat yang saling bersahutan itu terus terjadi. Hingga akhirnya Reyhan berhasil menguasai keadaan.
" Ya mana Gue tau. Sikap Lo yang abu-abu bikin Gue percaya sama omongan keluarga besar Kita Mond...," kata Reyhan sambil memuntir tangan Reymond ke belakang hingga Reymond kesulitan bergerak.
" Sakit Rey. Lepasin ga...?!" kata Reymond lantang.
" Gue lepasin asal Lo mau duduk dan ga nyerang Gue lagi...," kata Reyhan tegas.
" Ok...," sahut Reymond cepat.
__ADS_1
Kemudian Reyhan melepaskan cekalan tangannya dan mendorong Reymond agar menjauh darinya.
Setelah melihat Reymond dan Reyhan duduk, Kautsar dan Aruna pun kembali duduk.
" Omongan di keluarga besar yang Lo bilang tadi emang ada Rey...?" tanya Reymond sambil memijit lengannya yang terasa sakit.
" Iya. Makanya Gue nanya sama Lo. Sebenernya ada hubungan apa Lo sama si Aldi itu...?" tanya Reyhan.
" Ck. Aldi itu temen Gue Rey. Asli cuma temen, ga ada yang lain...," sahut Reymond.
" Siapa pun ga bakal percaya kalo cerita Lo cuma setengah Mond...," kata Reyhan ketus.
" Begini Rey. Aldi itu anak broken home. Orangtuanya bercerai udah lumayan lama. Nah dia tinggal sama Kakeknya dari pihak Ayah. Tapi yang Gue tau di sana dia diperlakukan ga layak. Aldi itu sering diremehin sama sepupunya yang juga tinggal di rumah Kakeknya karena punya problem yang sama kaya dia. Bahkan salah satu diantaranya pernah ngelecehin Aldi...," sahut Reymond panjang lebar.
" Sepupunya Aldi cowok...?" tanya Reyhan ragu.
" Iya. Dan Lo paham kan maksud Gue gimana cara orang itu melecehkan Aldi...?" tanya Reymond yang dijawab anggukan kepala Reyhan.
Ucapan Reymond membuat Aruna mengerti siapa sebenarnya pria yang dimaksud dalam cerita Reymond itu.
" Itu pasti cowok berbadan besar dan berwajah menyeramkan itu yang arwahnya merasuki jasad Aldi...," kata Aruna dalam hati.
" Waktu Gue mau ke sini, Gue papasan sama Aldi di jalan. Dia langsung ikut gitu aja. Gue udah saranin supaya dia pamit dulu sama Kakeknya tapi dia ga mau. Gue pikir mungkin dia takut ketemu sama sepupunya itu makanya Gue setuju aja dia ngikut...," kata Reymond hingga membuat Reyhan mengangguk tanda mengerti.
Setelah obrolan panjang lebar itu, Aruna dan Kautsar pun memutuskan pulang ke rumah. Reyhan dan Reymond pun mengantar hingga ke teras rumah sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih.
\=\=\=\=\=
Malam itu George dan Matilda meletakkan jasad Aldi di suatu tempat yang mudah ditemui oleh khalayak ramai.
Jasad yang sudah mulai membusuk dan menimbulkan bau tak sedap itu pun dalam waktu singkat menarik perhatian warga. Mereka memposting temuan mayat Aldi itu di media sosial milik mereka yang otomatis menarik perhatian polisi juga.
Polisi pun berdatangan ke lokasi penemuan mayat Aldi dan langsung memprosesnya. Lokasi penemuan mayat Aldi dipasangi Police line sedangkan mayat Aldi diamankan ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi.
\=\=\=\=\=
__ADS_1