
Aruna pun bangkit lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur saat mulai bicara dengan Kenzo.
" Kenapa Ken...?" tanya Aruna.
" Sorry ganggu Run. Abis Gue ga sabar kalo nunggu besok. Gapapa kan ?. Eh, btw Lo lagi ngapain Run sama Kautsar...? " tanya Kenzo.
" Ga lagi ngapa-ngapain. Jangan piktor ya Lo...!" sahut Aruna kesal namun membuat Kenzo tertawa di seberang telepon.
" Ups, syukur deh kalo ga lagi ehm ehm...," kata Kenzo lagi di sela tawanya.
" Kenzo !. Kalo ga ada yang penting yang mau diomongin, Gue tutup nih ya...!" ancam Aruna.
" Eh jangan Run !. Iya iya Gue ngomong nih. Gini Run, Gue baru aja nganterin Ria nginep di penginapan deket kantor...," kata Kenzo.
" Nginep di penginapan, emang rumahnya kenapa...?" tanya Aruna.
" Ada anak tetangganya yang meninggal. Gue yakin malam ini teras rumahnya bakal jadi base camp lagi kaya biasanya. Karena ga nyaman makanya Gue suruh aja si Dia ngungsi sementara waktu. Tindakan Gue udah bener kan Run...?" tanya Kenzo.
" Ya Allah, jadi Lo nelephon cuma buat nanyain ini doang Ken ?. Kan bisa ngomongin ini besok di kantor Kenzo...!" kata Aruna gemas.
" Eit, tapi ada yang lain yang mau Gue tanya Run. Sedikit berbau mistis lah. Tapi Lo jawab dulu pertanyaan Gue yang tadi...," pinta Kenzo.
Aruna menghela nafas panjang sejenak lalu bicara pelan.
" Gapapa Ken. Yang Lo lakuin itu sebagai bentuk Sayang Lo sama Ria kan. Gue setuju kok...," kata Aruna sambil menguap.
" Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang ngerti niat tulus Gue sama Ria. Eh, tapi jangan tidur dulu dong Run. Aruna...!" panggil Kenzo.
" Iya Gue denger. Nah terus ada kejadian mistis apaan yang mau Lo ceritain Ken...?" tanya Aruna.
" Jadi ceritanya gini Run. Gue kan lagi ngobrol sama Ria di teras rumahnya. Gue nanya yang mana sih rumah pemilik kontrakannya. Pas ga sengaja Gue ngeliat kearah deretan rumah di sekitarnya, eh ada bayangan hitam yang melompat keluar dari rumah besar yang kata Ria rumah pemilik kontrakan itu. Nah bayangan itu kaya lagi gendong sesuatu gitu Run. Awalnya Gue ga tau itu apaan. Tapi ga lama kemudian tetangga Ria teriak kalo anaknya meninggal, Gue dan yang semua orang ke sana dong mau ngeliat atau bantuin apa Kek gitu. Pas anaknya dibawa keluar sama warga, kok Gue ngeliat baju yang dipake sama anak itu sama persis sama sesuatu yang digendong sama bayangan hitam itu Run...," kata Kenzo panjang lebar.
Aruna terkejut lalu menegakkan tubuhnya.
__ADS_1
" Jadi maksud Lo bayangan hitam itu ada hubungannya sama kematian anak tetangganya Ria...?" tanya Aruna.
" Mmm..., apa Gue boleh menduga kaya gitu Run...?" tanya Kenzo ragu.
" Kalo cerita Lo emang bener dan sesuai sama yang Lo liat, kayanya itu adalah makhluk penghuni pesugihan Ken. Keliatannya di sekitar rumah kontrakan Ria ada yang ngelakuin pesugihan biar cepet kaya dan tumbalnya adalah anak-anak...," sahut Aruna.
" Ya Allah, Astaghfirullah aladziim. Terus cara menghentikannya gimana Run...?" tanya Kenzo.
" Gue belum bisa jawab sekarang Ken. Tapi apa yang Lo lakuin dengan mengungsikan Ria ke tempat lain itu adalah tindakan tepat. Karena Gue khawatir tumbalnya akan beralih sama sesuatu yang lain kalo si makhluk penghuni pesugihan itu ga nemuin mangsa...," kata Aruna.
" Tumbalnya beralih, maksudnya gimana Run...?" tanya Kenzo tak mengerti.
" Biasanya tumbal pesugihan itu kan darah yang masih suci. Nah darah suci itu cuma bisa diperoleh dari anak-anak yang belum Akil baligh alias balita dan gadis suci. Sampe sini Lo paham kan maksud Gue Ken...?" tanya Aruna.
" Iya, Gue paham Run. Jadi sebaiknya Ria emang pindah dari sana kan Run...?" tanya Kenzo.
" Iya...," sahut Aruna cepat.
" Makasih jawabannya Run. Sekarang Gue lebih tenang karena ternyata Gue melakukan hal yang benar. Udah malam nih, lebih baik Lo tidur Run. Kasian kan bayi Lo. Salam juga buat Kautsar ya Run. Assalamualaikum..., " kata Kenzo mengakhiri percakapannya dengan Aruna.
" Udah ngobrolnya...?" tanya Kautsar.
" Udah...," sahut Aruna sambil meletakkan ponsel milik suaminya di atas meja nakas.
" Kok Aku denger Kamu marah-marah tadi...?" tanya Kautsar.
" Bukan marah-marah. Kenzonya tuh bikin emosi. Pake bilang takut ganggu segala. Dia pikir Kita lagi ML Sayang. Siapa yang ga kesel dengernya...," sahut Aruna hingga membuat Kautsar tertawa.
" Harusnya Kamu bilang Kita emang lagi ML. Aku pengen tau gimana reaksinya saat tau dia nelephon Kamu yang lagi ML sama Aku...," kata Kautsar sambil tertawa.
" Ya ga mungkin dong. Emangnya Kamu mau dia mikir apa lagi. Kita ga ngapa-ngapain aja otaknya udah travelling kemana-mana, apalagi kalo Aku bilang Kita lagi begitu. Dia pasti langsung pingsan saking kagetnya...," sahut Aruna sambil tertawa.
Aruna dan Kautsar nampak tertawa membayangkan sikap Kenzo yang panik saat mengetahui orang yang ditelephonnya sedang melakukan kegiatan 'olah raga'.
__ADS_1
" Terus ada apa Kenzo nelephon malam-malam kaya gini...?" tanya Kautsar setelah tawanya reda.
Aruna pun menceritakan apa yang terjadi di kontrakan Ria. Kautsar nampak mendengarkan dengan serius. Setelahnya dia menarik Aruna ke dalam pelukannya.
" Sekarang udah malam, sebaiknya Kita tidur. Masalah itu besok aja dipikirin lagi...," kata Kautsar.
" Iya. Aku juga bilang gitu sama Kenzo tadi..., " sahut Aruna sambil menguap.
Kautsar mengangguk sambil tersenyum lalu perlahan mulai memejamkan matanya. Tak lama kemudian terdengar Kautsar mulai mendengkur. Ternyata ia telah tertidur. Sedangkan Aruna masih berusaha memejamkan mata dan tidur. Namun bayangan saat makhluk hitam besar yang menggendong balita seperti yang Kenzo katakan tadi masih menari di kepalanya, dan itu sangat mengganggu Aruna.
\=\=\=\=\=
Siang itu Aruna dan Kenzo menemani Ria melayat ke rumah tetangganya. Mereka memutuskan ke sana saat jam istirahat makan siang.
" Yang mana rumah Lo Ri...?" tanya Aruna saat mereka tiba di depan deretan kontrakan yang dipadati warga.
" Itu yang banyak orang...," sahut Ria sambil menunjuk teras rumah kontrakannya.
" Itu yang kata Kenzo selalu rame sama warga...?" tanya Aruna.
" Iya. Itu juga yang bikin Gue sama dia ribut kemaren...," sahut Ria cepat.
" Tempatnya emang strategis buat nongkrong ya Ri ...," kata Aruna.
" Iya...," sahut Ria sambil tersenyum kecut.
" Terus Kita kemana nih...?" tanya Aruna.
" Sebelah sini Run...," ajak Ria sambil menggamit tangan Aruna dan membawanya masuk ke rumah duka.
Aruna dan Ria nampak menyalami warga yang memadati rumah duka. Semua warga nampak senang melihat sikap Ria dan Aruna. Mereka pun menepi seolah ingin memberi kesempatan pada Aruna dan Ria duduk dan mendoakan sang balita.
Di luar rumah Kenzo terlihat duduk bersama warga setelah sebelumnya menjabat tangan para warga. Salah satu diantara mereka adalah Angga yang nampak paling antusias menyambut kehadiran Kenzo. Dan Angga kembali menyampaikan temuannya kepada Kenzo hingga membuat Kenzo terkejut.
__ADS_1
\=\=\=\=\=