Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
116. Kecurigaan Reyhan


__ADS_3

Reyhan berhenti di depan sebuah rumah mungil yang ia sewa. Rumah-rumah serupa juga berderet memanjang dengan beraneka warna. Dan Reyhan menempati rumah berwarna pink.


" Ini rumah Lo Rey...?" tanya Reymond.


" Iya, masuk deh...," sahut Reyhan sambil membuka pintu.


" Kok pink sih Rey. Kan ada warna lain, biru misalnya. Atau kuning gitu...," protes Reymond.


" Ck, adanya tinggal yang ini. Waktu Gue sampe sini semua rumah udah ada penghuninya kecuali yang ini...," sahut Reyhan.


" Ga bisa tukeran sama yang lain...?" tanya Reymond.


" Ya ga bisa lah. Lagian repot kalo harus mindahin barang. Kalo Lo ga suka, Lo bisa cari rumah lain yang sesuai sama selera Lo. Gitu aja kok repot...," sahut Reyhan kesal.


" Ga usah marah-marah terus Rey. Ntar cepet tua Lo...," kata Reymond sambil melangkah menuju kamar mandi.


" Gue emang udah tua. Puas Lo...?!" kata Reyhan lantang sambil melempar bungkus rokok kearah Reymond.


Reymond berhasil menghindar lalu bergegas masuk ke kamar mandi sambil tertawa. Sedangkan Aldi hanya menggelengkan kepala melihat keributan Reyhan dan Reymond sejak pertama kali bertemu.


\=\=\=\=\=


Dua hari tinggal bersama Reymond dan Aldi membuat ruang gerak Reyhan terbatas. Mungkin jika hanya ada Reymond, Reyhan masih bebas bergerak. Reyhan merasa canggung dengan keberadaan Aldi yang tak ia ketahui asal usul nya itu.


" Makanya tanya dong, kenalin lebih dalem. Kan dia tamu Lo juga. Kalo ada apa-apa nanti kan Lo juga yang repot...," saran Kautsar saat Reyhan menceritakan keluhannya.


" Males Gue Tsar. Ga penting juga...," sahut Reyhan.


" Kalo ga penting ya ga usah dipikirin apalagi dibahas serius kaya gini sama Gue...," kata Kautsar sambil meneguk es lemon tea di hadapannya.


" Mmm..., tapi Gue ngerasa ada yang aneh sama si Aldi itu Tsar...," kata Reyhan.


" Aneh gimana...?" tanya Kautsar.


" Kalo Gue perhatiin si Aldi itu jarang banget ngomong. Kayanya dia juga ga pernah mandi dan ganti baju. Padahal setau Gue dia bawa tas yang otomatis isinya pasti baju dong. Tapi kenapa dia ga pernah ganti baju ya Tsar...," sahut Reyhan.


" Sembarangan Lo. Kali aja dia emang punya baju yang model dan warnanya sama kaya yang dia pake. Terus emangnya dia harus lapor sama Lo kalo dia udah mandi atau belum...," kata Kautsar.


" Iya juga sih. Tapi...," ucapan Reyhan terputus karena ponsel milik Kautsar berdering.


" Assalamualaikum, Iya kenapa Sayang...?" tanya Kautsar.

__ADS_1


" Wa alaikumsalam. Aku ijin pulang telat ya, mau ke rumah Ria dulu ngerjain tugas...," sahut Aruna dari seberang telephon.


" Boleh. Sampe jam berapa...?" tanya Kautsar.


" Mmm, insya Allah sore sebelum Kamu sampe rumah Aku udah pulang...," sahut Aruna.


" Mau dijemput ga...?" tanya Kautsar menawarkan diri.


" Ga perlu. Aku bareng sama Kenzo aja. Boleh kan...?" tanya Aruna.


" Ok...," sahut Kautsar.


" Makasih Sayang. Assalamualaikum..., " kata Aruna di akhir kalimatnya.


" Wa alaikumsalam..., " sahut Kautsar sambil tersenyum lalu meletakkan ponselnya di atas meja.


" Siapa Tsar...?" tanya Reyhan.


" Istri Gue. Dia minta ijin mau kerja kelompok sama temennya...," sahut Kautsar.


" Lo ijinin...?" tanya Reyhan.


" Lo percaya banget ya sama Aruna. Apa ga khawatir diselingkuhin Lo. Secara Aruna itu kan cantik, masih muda lagi. Pasti banyak cowok yang kepincut sama dia dan berusaha deketin dia...," kata Reyhan.


" Ga usah jadi kompor deh. Aruna itu bukan cewek kaya gitu. Gue kenal dia seperti kenal sama diri Gue sendiri, makanya Gue percaya sama dia. Dan ga sembarangan orang yang bisa Deket sama Aruna karena dia punya sensor alami buat ngedeteksi orang-orang yang ga tulus sama dia. Lagian landasan rumah tangga kan salah satunya emang kepercayaan. Jadi, Gue sama Aruna lagi belajar menerapkan itu di dalam rumah tangga Kami...," kata Kautsar panjang lebar.


" Iya iya...," sahut Reyhan sambil melengos karena gagal 'mempengaruhi' Kautsar.


" Jangan-jangan yang Lo maksud cowok yang kepincut sama Aruna itu salah satunya Lo Rey...," tebak Kautsar sambil menatap Reyhan lekat.


" Gue masih waras Tsar !. Mana mungkin Gue naksir sama Istri temen Gue sendiri. G*la Lo ya...!" sahut Reyhan marah sambil menggebrak meja.


Sikap marah Reyhan justru membuat Kautsar tertawa terbahak-bahak. Reyhan yang sadar tengah dikerjai pun akhirnya ikut tertawa.


" Tapi Gue serius Tsar. Aldi itu bikin Gue ga nyaman banget. Gue khawatir dia merencanakan sesuatu yang buruk sama Gue atau Reymond. Apalagi kata Reymond, si Aldi itu ga pernah ikut kalo dia keluar buat interview kerja...," kata Reyhan usai tawanya reda.


" Kalo gitu Lo pasang CCTV aja. Jadi Lo bisa tau apa aja yang dilakuin Aldi saat Lo sama Reymond ga di rumah...," saran Kautsar.


" Malangnya gimana. Kan dia ada di rumah terus...," kata Reyhan.


" Lo bisa suruh Reymond ngajak dia keluar sebentar beli apaan Kek gitu. Aldi ga bakal nolak kan kalo keluarnya sama Reymond...?" tanya Kautsar.

__ADS_1


" Iya juga sih. Ok, ntar Gue coba deh. Thanks ya Tsar...," kata Reyhan.


" Sama-sama...," sahut Kautsar sambil tersenyum.


\=\=\=\=\=


Reyhan pun menjalankan saran Kautsar untuk memasang kamera CCTV di rumahnya. Sebelumnya Reyhan meminta Reymond membeli pakaian dalam pria untuknya.


Awalnya Reymond menolak karena merasa permintaan Reyhan itu sedikit aneh. Selain itu Reymond merasa belum mengenal seluk beluk kota Malang hingga ia khawatir tersesat.


" Terus gimana dong Mond. Masa Gue ga pake dalaman. Ga enak nih...," kata Reyhan.


" Emang pakaian dalam Lo kemana...?" tanya Reymond.


" Kotor semua...," sahut Reyhan cepat.


" Kok bisa...?" tanya Reymond tak percaya.


" Namanya juga tinggal sendiri, apa-apa dikerjain sendiri. Nyuci juga sendiri. Sampe lupa kalo udah ga punya pakaian dalam. Untung di rumah, kalo keluar kan malu Gue...," sahut Reyhan sambil menutupi area bawah perutnya dengan bantal.


" Jadi sekarang Lo ga pake apa-apa...?" tanya Reymond.


" Iya...," sahut Reyhan malu-malu.


Reymond nampak memutar bola matanya pertanda kesal. Kemudian dia menadahkan telapak tangannya kearah Reyhan.


" Ya udah sini Gue beliin. Mana uangnya...?" tanya Reymond.


" Pake uang Lo dulu lah. Uang Gue masih di Bank, belum gesek. Kan Gue ga pake pakaian dalam, jadi ga mungkin keluar buat gesek ATM...," sahut Reyhan sambil nyengir.


" Pinter bener sih Lo. Udah nyuruh beliin pakaian dalam, minta bayarin lagi..!" kata Reymond lantang.


" He he..., sorry Mond. Kepepet nih. Gue terpaksa minta tolong sama Lo...," kata Reyhan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Iya iya. Kalo gitu Gue pergi sekarang. Ayo Al, temenin Gue ke mall nyari pesanannya si Reyhan..., " ajak Reymond sambil mendahului Aldi.


" Ok...," sahut Aldi singkat lalu mengikuti Reymond.


Reyhan melepas kepergian Reymond dan Aldi sambil tersenyum senang. Setelah memastikan keduanya menjauh, Reyhan pun segera melaksanakan niatnya memasang kamera CCTV.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2