
Rupanya Aruna yang berteriak tadi. Kautsar yang melihat istrinya keluar dari mobil pun terkejut lalu bergegas menghampiri Aruna.
" Kenapa keluar Sayang...?" tanya Kautsar cemas.
" Ada yang harus Aku selesaikan sebelum Bu Bianca dan Mas Pasko memusnahkan kuyang itu...," sahut Aruna.
" Bukannya Kamu ga kuat ya ngeliat darah...?" tanya Kautsar.
" Iya sih. Abis mau gimana lagi. Ada yang memaksaku untuk ke sini...," sahut Aruna.
" Siapa...?" tanya Kautsar karena tahu persis jika Bianca dan Pasko ada di dekatnya saat itu dan tak mungkin memaksa Aruna keluar dari mobil.
" Arwah wanita berjarik batik dan berkebaya lusuh itu...," sahut Aruna sambil berbisik.
Jawaban Aruna mengejutkan Kautsar. Ia nampak mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru namun ia tak melihat apa pun. Sesaat kemudian Kautsar sadar jika dia memang tak bisa melihat makhluk halus.
" Dia minta apa...?" tanya Kautsar.
" Dia minta supaya kuyang jelmaan Hasby jangan diapa-apain..., " sahut Aruna.
" Lho kenapa emangnya...?" tanya Kautsar tak mengerti.
" Dia mau buat perhitungan...," sahut Aruna.
Kautsar membulatkan matanya karena terkejut. Sedangkan Bianca dan Pasko nampak saling menatap bingung dengan permintaan Aruna tadi.
" Ada apa Aruna. Kenapa Kita ga boleh menyelesaikan ini sekarang...?" tanya Bianca.
" Bukan ga boleh Bu. Tapi ada seseorang yang ingin ngobrol sama kuyang itu sebentar. Kayanya dia mau bernostalgia sama kuyang jelmaan Pak Hasby karena dia udah lama banget nunggu Pak Hasby di sini...," sahut Aruna sambil tersenyum.
" Siapa...?" tanya Bianca sambil menoleh ke kanan dan ke kiri seolah sedang mencari seseorang di sekitar mereka.
" Ada di depan kepalanya Pak Hasby...," sahut Aruna.
Bianca dan Pasko sontak menoleh dan tak melihat apa pun di sana. Tapi mereka melihat jika mata kuyang yang semula terpejam itu nampak terbuka perlahan. Tatapan mata kuyang itu terpaku pada sebuah titik seolah ada seseorang yang tengah mengajaknya bicara.
Pasko dan Bianca pun maklum lalu segera bergeser menjauh untuk memberi kesempatan pada sosok makhluk tak kasat mata yang ada di hadapan kepala Hasby bicara berdua dengan Hasby.
__ADS_1
" Apa kabar Mas Narko...?" tanya arwah wanita itu sambil tersenyum.
Kuyang yang sekarat itu tak menjawab. Ia hanya menatap kosong kearah arwah wanita yang kemudian diketahui bernama Mia.
Dahulu Mia adalah tetangga satu desa Iroh dan Narko yang dikabarkan hamil saat wabah kuyang melanda.
Ternyata Mia juga menjadi korban kebuasan kuyang jelmaan Narko alias Hasby. Bayi dalam rahim Mia habis dilahap sang kuyang. Namun saat itu Mia sangat berterima kasih pada kuyang yang telah memangsa janinnya.
Usut punya usut ternyata Mia memang tak menginginkan bayi itu. Alasannya adalah karena suami Mia adalah orang yang kasar dan temperamental. Mia seringkali dimarahi bahkan dipukuli meski pun hanya melakukan kesalahan sepele.
Beruntung Mia masih bertahan hidup setelah janinnya raib dimangsa kuyang. Setelahnya Mia meminta cerai karena tak mau disentuh suaminya lagi. Ia menjadikan kehamilan sebagai alasan agar ia tak kembali pada suaminya.
" Aku ga mau hamil lagi nanti Mak. Kalo Aku berhubungan sama Suamiku Aku pasti hamil lagi dan pasti dimangsa sama kuyang itu lagi. Aku ga mau Mak. Aku takut...!" kata Mia kala itu.
Orangtua Mia yang mengerti ketakutan Mia pun akhirnya menceraikan Mia dengan suaminya. Suami Mia tak berdaya karena ia juga tak mau keburukannya terbongkar.
Rupanya setelah bercerai dengan suaminya Mia menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga Narko dan Iroh. Dan semua terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Awalnya Narko yang baru pulang dari kota berpapasan dengan Mia yang pulang dari sungai usai mencuci pakaian. Saat itu Narko terus menatap Mia karena ingat jika wanita itu adalah salah satu korbannya. Narko takjub nelihat kondisi Mia yang baik-baik meski pun pernah menjadi korbannya. Rupanya tatapan Narko membuat Mia salah tingkah.
" Kamu gapapa Mbak...?" tanya Narko basa-basi sambil membantu meraih pakaian basah yang berserakan di tanah.
" Iya gapapa Mas...," sahut Mia sambil tersenyum.
" Makanya kalo jalan jangan melamun Mbak. Untung ada Saya, kalo orang lain bisa jadi apa Mbak ini...," gurau Narko.
" Betul. Untung Mas yang nolongin Saya. Kalo yang lain Saya ga mau...," sahut Mia asal dan membuat Narko tersenyum.
" Nama Saya Narko Mbak. Saya suaminya Iroh...," kata Narko memperkenalkan diri.
" Oh, suaminya Iroh toh. Saya Mia Mas. Saya sama Iroh temen waktu kecil. Saya tau Iroh nikah tapi Saya ga tau kalo Mas Narko ini suaminya...," sahut Mia antusias.
Narko tertawa dan kemudian terjadilah perbincangan yang akrab antara keduanya. Narko mengantar Mia hingga ke depan rumahnya sambil membawakan keranjang pakaian Mia. Setelahnya Narko pamit pulang tanpa masuk ke dalam rumah meski pun Mia menawarkan untuk mampir.
Selepas kepergian Narko, Mia nampak tersenyum simpul. Dalam hati ia mengagumi Narko. Meski pun bukan laki-laki yang tampan, tapi Narko terlihat baik dan santun.
" Beruntung banget si Iroh punya suami kaya Mas Narko. Orangnya baik, sopan lagi. Ga genit juga sama perempuan. Duh, kenapa harus nikah sama Iroh sih. Harusnya nikah sama Aku aja...," gerutu Mia sambil menatap Narko yang menghilang di ujung jalan.
__ADS_1
Setelah pertemuan itu Mia seperti sengaja mencari kesempatan untuk bertemu dengan Narko. Ia sengaja menghadang jalan Narko saat Narko melintas di depan rumahnya.
Narko awalnya tak ingin menggubris Mia. Tapi saat Mia mengatakan statusnya, Narko pun bersorak dalam hati. Rupanya setelah sering bertemu Narko pun memiliki perasaan khusus pada Mia.
" Jadi Kamu dan Suamimu udah bercerai Mi...?" tanya Narko.
" Iya Mas...," sahut Mia.
" Kenapa...?" tanya Narko.
" Ga cocok lagi buat apa dipertahankan...," sahut Mia cuek.
" Kamu ga sedih...?" tanya Narko.
" Ga...," sahut Mia cepat hingga membuat Narko mengerutkan keningnya.
" Kok bisa. Bukannya perceraian itu sangat menyakitkan...?" tanya Narko tak mengerti.
" Itu kalo laki-laki yang menceraikan. Tapi kali ini Aku yang minta cerai Mas. Karena mantan Suamiku itu kasar, sering marah-marah dan suka mukul. Aku takut dia maksa Aku buat melayaninya terus Aku hamil lagi...," sahut Mia.
" Bukannya itu kewajiban istri melayani Suami. Kenapa malah Kamu jadikan alasan buat bercerai...?" tanya Narko bingung.
" Aku ga mau hamil karena Aku takut sama kuyang Mas !. Bayiku dimakan kuyang, dan sakitnya bukan kepalang. Belom lagi ngeliat penampilan kuyang yang serem itu bikin Aku trauma dan takut hamil lagi...," kata Mia gusar sambil memegangi perutnya.
" Maaf Mia, Aku ga tau...," kata Narko.
" Gapapa Mas. Semuanya udah lewat dan ga ada alasan untuk diinget lagi. Sekarang Aku cuma mau hidup tenang bersama laki-laki yang bisa menerima keadaanku...," kata Mia sambil menatap Narko penuh harap.
" Apa Kamu lagi ngasih kode sama Aku Mia...?" tanya Narko sambil menatap Mia lekat namun membuat wanita itu tersenyum.
" Apa Mas Narko ga tertarik sama Aku. Aku lebih muda dan lebih cantik dibanding Iroh lho Mas...," kata Mia mengingatkan.
Narko pun tertawa keras dan Mia nampak tersenyum senang karena Narko masuk dalam perangkap yang dibuatnya.
Selanjutnya hubungan terlarang Narko dan Mia pun terjalin. Iroh tak menyadari jika Narko main api di belakangnya. Iroh hanya sesekali protes karena kepulangan Narko yang lebih jarang. Biasanya Narko akan pulang setelah tiga hari, tapi sekarang Narko akan tiba di rumah setelah lima hari atau seminggu di kota. Itu pun dengan penghasilan yang jauh berkurang.
\=\=\=\=\=
__ADS_1