
Malam itu Kautsar sengaja menunggu kedatangan George di luar rumah. Terlihat tak sabar namun akhirnya Kautsar tersenyum saat melihat George berdiri di hadapannya.
" Keliatannya ada yang ga sabar nunggu kedatanganku...," kata George sambil tersenyum.
" Om betul. Aku memang ga sabar untuk ketemu Aruna...," sahut Kautsar cepat hingga membuat George mengerutkan keningnya.
" Apa maksudmu Nak...?" tanya George.
" Tolong antar Aku menemui Aruna Om. Aku kangen sama dia...," pinta Kautsar sungguh-sungguh.
" Maaf, tapi ga bisa Nak. Aruna menolak untuk bertemu denganmu. Dia bilang dia masih butuh waktu untuk sendiri..." sahut George.
" Sampe kapan Om...?" tanya Kautsar.
" Sampe dia benar-benar siap...," sahut George tak yakin.
" Kalo dia ga siap juga, apa Aku harus nunggu dia selamanya Om...?" tanya Kautsar putus asa.
George tersentak mendengar ucapan Kautsar. Perlahan ia mendekati Kautsar dan menepuk pundaknya beberapa kali.
" Bersabar lah Nak. Aruna...," ucapan George terputus karena Kautsar memotong cepat.
" Aku ga bisa Om. Aku harus ketemu sama Istriku. Aku harus liat sendiri gimana keadaannya. Aku ga mau nunggu tanpa tau apa salahku dan ga tau sampe kapan harus menunggu...," kata Kautsar mantap.
George menghela nafas panjang sebelum mengiyakan permintaan Kautsar.
" Baik lah. Aku akan membawamu menemui Aruna. Tapi sebelumnya Kamu harus janji satu hal bahwa Kamu ga akan memaksanya melakukan sesuatu yang ga dia inginkan nanti...," pinta George.
" Iya Om. Aku janji ga akan maksa Aruna pulang atau melakukan sesuatu yang ga dia mau...," sahut Kautsar cepat.
George tersenyum lalu segera meraih pinggang Kautsar dan membawanya melesat cepat menuju kediamannya.
Kautsar nampak takjub saat George menurunkan tubuhnya tepat di depan sebuah rumah yang terlihat kuno dan antik. Kemudian Kautsar mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru sambil berdecak kagum.
Ia tersenyum saat mendengar suara tawa Aruna dari dalam rumah. Ia yakin jika saat ini istrinya baik-baik saja.
" Masuk lah Nak...," kata George sambil membuka pintu rumahnya lebar-lebar.
Matilda yang melihat George membuka pintu nampak tersenyum lalu berdiri menyambut.
" Kamu udah pulang Say...," sapa Matilda.
Namun suara Matilda menggantung di udara saat melihat kehadiran Kautsar di ambang pintu. Aruna yang duduk di samping Matilda nampak mengerutkan keningnya karena Matilda tak melanjutkan ucapannya. Ia pun ikut menoleh kearah pintu dan terkejut melihat Kautsar di sana.
Kautsar bergegas masuk dan melangkah cepat mendekati Aruna. Namun sayangnya Aruna nampak menghindar dan bersiap lari keluar rumah.
__ADS_1
" Sayang tunggu Aku...!" panggil Kautsar sambil mencekal pergelangan tangan Aruna.
" Lepasin Aku Kautsar...!" kata Aruna marah sambil menepis tangan suaminya dengan kasar.
Kautsar melepaskan cekalan tangannya dan kesempatan itu dimanfaatkan Aruna dengan lari keluar rumah secepat mungkin. Kautsar pun mengejar Aruna dan meninggalkan George dan Matilda begitu saja.
" Kenapa Kamu ajak Kautsar ke sini Sayang ?. Kamu liat kan gimana reaksi Aruna...? " tanya Matilda.
" Kautsar yang memaksaku tadi. Lagipula sudah waktunya Aruna keluar dan berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu. Semua berada di luar kendalinya dan Kautsar maklum kok...," sahut George.
" Tapi...," ucapan Matilda terputus karena George langsung menyela.
" Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka Sayang. Kita ga usah ikut campur karena memang ga diperlukan. Ini hanya tentang kesiapan hati menghadapi ujian kecil dalam rumah tangga mereka. Aku yakin semakin cepat mempertemukan Aruna dan Kautsar itu makin baik. Karena kesalah pahaman diantara mereka akan segera terjawab...," kata George bijak.
Matilda nampak mengangguk mengiyakan ucapan suaminya. Setelahnya ia mengajak George makan malam di ruang makan dan membiarkan pintu rumah terbuka.
Sedangkan di luar rumah terlihat Kautsar tengah memeluk Aruna dari belakang. Aruna nampak kesulitan bergerak karena Kautsar memeluknya dengan erat. Rupanya Kautsar berhasil menahan istrinya agar tak menjauh darinya.
" Kita harus bicara Sayang...," bisik Kautsar.
" Ga ada yang perlu dibahas lagi Kautsar...," sahut Aruna ketus.
" Sikapmu ini yang perlu dibahas Aruna...," kata Kautsar sambil melepaskan pelukannya perlahan.
" Apa maksudmu...? " tanya Aruna sambil menatap Kautsar dengan lekat.
" Aku memang pengecut. Terus apa maumu...?! " tanya Aruna.
" Jelaskan kenapa Kamu lari ?. Kenapa ga pulang dan nemuin Aku ?. Jangan Kamu pikir hanya Kamu yang terpukul atas kejadian itu. Aku juga shock banget waktu tau Istriku sendiri ingin menghabisi Aku. Tapi Kamu sebagai sumber masalah justru sembunyi di sini seperti orang bod*h...!" kata Kautsar kesal hingga memancing kemarahan Aruna.
" Aku memang sumber masalah !. Aku juga orang bod*h !. Tapi jangan lupa kalo Aku ini istrimu. Kenapa Kamu tega ngomong kaya gitu sama Aku...?!" tanya Aruna lantang sambil memukuli Kautsar.
Kautsar nampak tersenyum tipis saat mendengar ucapan Aruna karena itu tandanya ia berhasil memancing amarah sang istri. Ia membiarkan Aruna melampiaskan kemarahannya dengan cara terus memukulinya. Hingga kemudian ia memeluk Aruna dengan erat setelah sang istri lelah memukul dan mulai menangis.
" Aku kangen sama Kamu Sayang...," bisik Kautsar sambil mencium puncak kepala Aruna dengan sayang.
Ucapan Kautsar justru membuat tangis Aruna makin keras. Rasa bersalah dan rasa takut kehilangan yang selama seminggu ini merajai hatinya pun perlahan luruh. Aruna pun balas memeluk Kautsar sambil mengucap kata maaf berkali-kali.
" Maaf, maafkan Aku. Maaf...," kata Aruna sambil terisak.
" Aku udah maafin Kamu sebelum Kamu minta maaf. Terdengar klise tapi emang itu kenyataannya...," kata Kautsar sambil mengecup bahu Aruna berkali-kali.
" Maaf udah bikin Kamu takut. Aku ga sadar waktu itu. Tolong jangan tinggalin Aku ya. Aku...," ucapan Aruna terputus.
" Sssttt..., udah jangan nangis lagi. Kita bahas itu nanti di rumah ya. Sekarang Kita pulang yuk. Aku punya kejutan buat Kamu...," kata Kautsar sambil menghapus air mata Aruna.
__ADS_1
" Aku ga mau pulang...," sahut Aruna.
" Kenapa ?. Kamu ga kasian biarin Aku tinggal sendiri di rumah...?" tanya Kautsar.
Aruna terdiam sejenak. Sesaat kemudian George dan Matilda keluar dari rumah untuk menengahi. Tak banyak yang mereka katakan tapi cukup ampuh membuat Aruna sadar akan kesalahannya. Kautsar pun tersenyum bahagia saat Aruna setuju untuk pulang malam itu.
" Makan dulu ya. Setelah makan baru Kami antar Kalian pulang...," kata Matilda sambil menggamit tangan Aruna dengan lembut.
" Iya Tante...," sahut Aruna dan Kautsar bersamaan.
\=\=\=\=\=
Aruna dan Kautsar tiba di rumah saat tengah malam. George dan Matilda langsung kembali ke rumah mereka karena ingin memberi Aruna dan Kautsar kesempatan bicara berdua saja.
Seperti yang Kautsar harapkan, Aruna merasa senang dengan perubahan dekorasi ruang tengah dan kamar tidur mereka. Selama beberapa waktu Aruna terus mengagumi hasil karya suaminya itu. Aruna baru berhenti setelah Kautsar mengajaknya istirahat.
Perjalanan yang melelahkan membuat keduanya tertidur dengan cepat. Kautsar yang terjaga saat dini hari pun tersenyum menyaksikan sang istri terlelap di sampingnya.
Perlahan Kautsar mendekatkan wajahnya untuk mencium Aruna. Meski dilakukan perlahan namun membuat Aruna membuka matanya. Ia nampak tersenyum saat mengetahui Kautsar lah yang telah menciumnya.
Kemudian keduanya mulai bicara banyak hal termasuk bagaimana perasaan Aruna saat berproses menjadi manusia serigala. Kautsar mengangguk tanda ia benar-benar mengerti. Kali ini Kautsar tak ingin main-main lagi. Ia mendengarkan dengan seksama semua yang dikatakan Aruna. Tentang hal yang boleh dan tak boleh dilakukannya saat sang istri kembali menjadi manusia serigala. Rupanya Kautsar tak ingin lagi membuat Aruna lari meninggalkannya hanya karena salah paham atas reaksinya saat ini.
" Iya, Aku paham...," kata Kautsar.
" Paham beneran ga ?. Jangan coba-coba lagi mendekat atau diem ga bergerak saat Aku berubah jadi manusia serigala ya Tsar. Yang harus Kamu lakukan itu hanya lari sejauh mungkin...!" kata Aruna sambil melotot.
" Kok Kamu tau kalo Aku ga lari. Kan Kamu bilang Kamu ga inget apa-apa saat itu...?" tanya Kautsar tak mengerti.
" Om George yang bilang...!" sahut Aruna kesal.
" Oh gitu. Aku janji deh ke depannya bakal ikutin semua yang Kamu bilang tadi...," janji Kautsar dengan wajah serius.
" Bagus. Pegang kata-katamu ini ya Tsar...!" kata Aruna.
" Siap...!" sahut Kautsar cepat hingga membuat Aruna tertawa.
Kemudian Aruna menoleh ke kursi dimana tas Kautsar berada. Ia mengerutkan keningnya karena merasa curiga ada sesuatu di sana.
" Kenapa Sayang...?" tanya Kautsar.
" Mmm..., ga tau. Cuma penasaran aja sama isi tas Kamu...," sahut Aruna.
Kautsar pun teringat dengan kartu undangan pernikahan Gladys dan Mukhlis. Ia bergegas meraih tasnya lalu mengeluarkan kartu undangan itu dan menyerahkannya kepada Aruna.
Aruna nampak terkejut saat menerimanya dan Kautsar yakin jika Aruna tahu sesuatu. Kautsar pun menunggu dengan sabar apa yang akan diucapkan istrinya nanti.
__ADS_1
bersambung