
Sore itu Aruna dan Kautsar sedang menikmati weekend mereka di sebuah tempat wisata. Sejak pagi Aruna terlihat sibuk mempersiapkan semuanya hingga membuat Kautsar menggelengkan kepala.
" Masih pagi Sayang, kenapa udah sibuk di dapur sih...," kata Kautsar sambil memeluk Aruna dari belakang.
" Aku lagi nyiapin sarapan dan bekal untuk Kita nanti...," sahut Aruna.
" Bekal untuk Kita...?" ulang Kautsar tak mengerti.
" Ck, Kamu jangan pura-pura lupa ya Tsar. Kita udah ngomongin ini semalem dan udah deal juga lho...," kata Aruna sambil melirik kesal kearah suaminya.
Kautsar termenung sebentar lalu tersenyum hingga membuat Aruna melengos. Kautsar hanya pura-pura lupa untuk mengerjai istri cantiknya itu. Melihat reaksi Aruna yang menggemaskan membuat Kautsar akhirnya tertawa.
" Kamu tuh ya...," ucapan Aruna terputus karena Kautsar langsung menciumi pipinya bertubi-tubi.
Aruna pun ikut tertawa sambil mencubiti Kautsar.
" Lepasin Tsar, masakanku gosong nih...!" jerit Aruna saat Kautsar menggendongnya lalu membawanya ke ruang tengah.
" Biarin...," sahut Kautsar.
" Tapi Kita harus sarapan...," kata Aruna.
" Sarapan di luar aja...," sahut Kautsar sambil terus menciumi Aruna.
" Ga mau, Aku udah masak banyak. Mubazir dong...," kata Aruna sambil membulatkan matanya.
" Tapi Kamu ga boleh nolak keinginan Suami Kamu Aruna...," kata Kautsar sambil menatap Aruna dengan tatapan penuh hasrat.
Aruna menghela nafas panjang saat menyadari tatapan Kautsar yang tak biasa.
" Biar Aku matiin kompor dulu ya...," kata Aruna sambil mengusap pipi Kautsar dengan lembut.
" Ok...," sahut Kautsar sambil tersenyum.
Aruna bergegas melangkah ke dapur untuk menyelesaikan masakannya. Setelahnya Aruna menghampiri Kautsar yang masih menunggunya di ruang tengah. Namun reaksi berbeda ditunjukkan Kautsar dan Aruna tahu itu.
" Sayang...," panggil Aruna.
" Udah ga mood...," sahut Kautsar sambil melengos kesal.
" Masa sih...?" tanya Aruna sambil duduk di atas pangkuan suaminya.
Kautsar menatap Aruna dengan kesal namun Aruna nampak tak peduli. Aruna justru mencium Kautsar hingga membuat Kautsar menggeram lalu bangkit sambil menggendongnya ke kamar mereka.
Drama pagi mereka pun berujung happy ending karena keduanya nampak tertawa bahagia setelahnya.
Setelah mandi dan sarapan yang tertunda, Aruna dan Kautsar pun melaju menuju tempat wisata yang mereka sepakati sejak semalam.
Di sana mereka mencoba berbagai wahana permainan. Keduanya terlihat bahagia karena bisa lepas sejenak dari rutinitas pekerjaan yang lumayan melelahkan.
Sebelum memutuskan kembali ke rumah, Aruna meminta Kautsar mengantarnya ke suatu tempat.
" Kita mampir belanja dulu ya Sayang...," kata Aruna saat mereka melewati gerbang tempat wisata.
" Belanja apa...?" tanya Kautsar.
__ADS_1
" Belanja bulanan lah. Stok di rumah udah hampir habis lho. Paling cukup sampe besok aja. Kan beberapa hari ini Aku lagi rajin nyoba resep masakan biar Suamiku ini betah di rumah...," sahut Aruna sambil mengeratkan pelukannya di pinggang sang suami.
" Aku tau...," sahut Kautsar.
" Terus Kamu suka ga...?" tanya Aruna.
" Banget...," sahut Kautsa cepat sambil menoleh ke belakang dan tersenyum.
" Padahal rasanya masih ngalor ngidul ya...," kata Aruna sambil tertawa.
" Tapi karena Kamu yang masak buat Aku sih Ok aja...," sahut Kautsar ikut tertawa.
" So sweeeett..., makin cinta deh sama Suamiku ini...," kata Aruna manja hingga membuat Kautsar tertawa keras.
" Makasih, Aku juga makin cinta deh sama Istriku yang manja ini...," sahut Kautsar di sela tawanya.
Aruna tersenyum malu lalu membenamkan wajahnya di punggung sang suami.
Tak lama kemudian mereka tiba di salah satu pusat perbelanjaan. Setelah memarkirkan motornya, Kautsar dan Aruna pun masuk ke dalam gedung sambil bergandengan tangan.
Kautsar ikut membantu Aruna memilih berbagai jenis sayuran dan bahan makanan yang akan dibeli.
" Udah cukup ?. Ada lagi ga yang mau dibeli sekalian...?" tanya Kautsar.
" Sebenernya sih ada. Tapi ntar repot bawanya...," sahut Aruna.
" Gitu ya. Kayanya Istriku lagi ngasih kode biar Aku beli mobil ya...," bisik Kautsar sambil mencubit gemas pipi Aruna.
Aruna membulatkan matanya karena tak menyangka Kautsar akan berpikir sejauh itu.
" Iya Aku cuma bercanda kok...," sahut Kautsar sambil mengusak rambut Aruna dengan lembut.
" Tapi gapapa sih Kita planing kaya gitu. Mungkin kalo Kita punya anak, ga mungkin kan Kita naik motor bertiga. Nah kalo udah gitu mau ga mau Kita harus punya mobil biar si kecil lebih nyaman...," kata Aruna sambil menatap Kautsar.
" Setuju...," sahut Kautsar cepat sambil mengecup kening Aruna.
Aruna pun tersenyum lalu kembali melangkah menuju kasir. Setelah membayar semua barang yang mereka beli, Aruna dan Kautsar bersiap menuju parkiran.
Namun tiba-tiba Aruna menghentikan langkahnya dan itu membuat Kautsar ikut berhenti.
" Kenapa, ada yang ketinggalan atau ada yang lupa dibeli...?" tanya Kautsar.
" Aku mau ke toilet dulu ya. Kebelet pipis nih...," sahut Aruna sambil meringis.
" Ya udah Kita ke toilet sekarang...," ajak Kautsar.
" Kok Kita, emang Kamu juga mau pipis...?" tanya Aruna.
" Aku ga mau pipis, tapi Aku mau nganterin Kamu...," sahut Kautsar hingga membuat Aruna tersenyum senang.
" Ga usah. Kamu tunggu di sini aja ya. Aku cuma sebentar kok. Atau mau tunggu di kafe aja...?" tanya Aruna.
" Aku tunggu sini aja deh. Udah sana buruan, jangan sampe ngompol ya...," gurau Kautsar.
Aruna pun tertawa lalu melangkah cepat menuju toilet. Kautsar menatap punggung Aruna yang menjauh sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Gemesin banget sih Istriku ini...," gumam Kautsar.
Tiba-tiba suara seorang wanita menyapa Kautsar hingga membuatnya menoleh.
" Kautsar kan...?!" sapa seorang wanita.
Kautsar mematung sesaat melihat seorang wanita cantik berdiri di hadapannya. Kautsar menatap wanita itu dari atas kepala hingga ujung kaki sambil berusaha mengingat siapa wanita di hadapannya itu.
Wanita itu mengenakan gaun yang sedikit terbuka dan memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya hingga membuat Kautsar tak nyaman. Apalagi wanita itu menggerakkan tubuhnya dengan sensual seolah ingin memancing birahi lawan jenisnya.
" Maaf, Kamu siapa ya...?" tanya Kautsar dengan santun.
" Aku Kalisha. Adik kelas di SMA Jakarta dulu...," sahut wanita cantik yang ternyata adalah Kalisha itu sambil mengibaskan rambutnya.
" Kalisha...," gumam Kautsar sambil berusaha mengingat namun gagal.
" Ck, nyebelin deh. Tapi gapapa. Yang penting Aku ga salah orang. Kamu ternyata emang Kautsar, si bintang sekolah yang populer itu...," kata Kalisha sambil tersenyum.
" Aku biasa aja. Temen-temen aja yang berlebihan ngasih gelar kaya gitu. Padahal masih banyak yang lebih pinter dan layak menyandang gelar bintang sekolah dulu..., " sahut Kautsar merendah.
" Ternyata Kamu emang dewasa banget ya. Pantesan banyak cewek-cewek yang kepincut dulu...," kata Kalisha sambil menatap Kautsar dengan tatapan kagum hingga membuat Kautsar makin tak nyaman.
" Kamu ngapain di sini, sama siapa...?" tanya Kautsar mengalihkan percakapan.
" Lagi mau ketemu klien. Kamu sendiri sama siapa ke sini...?" tanya Kalisha.
" Sama Istri...," sahut Kautsar sambil memperlihatkan cincin di jari manisnya hingga membuat Kalisha kecewa.
" Oh gitu ya. Sayang banget Aku lagi buru-buru. Kapan-kapan Kita ketemuan ya...," kata Kalisha.
" Insya Allah...," sahut Kautsar dengan enggan hingga membuat Kalisha sadar jika Kautsar menolak kehadirannya.
" Ok, Aku duluan ya...," kata Kalisha sambil melambaikan tangannya dan melangkah tergesa-gesa.
Kautsar mengalihkan pandangannya kearah lain dan saat itu lah Aruna datang mendekat. Aruna nampak menoleh ke kanan dan ke kiri seolah mencari sesuatu. Saat itu Aruna mengenali aroma manusia serigala di sekitarnya dan itu membuatnya gelisah.
" Udah Sayang...?" tanya Kautsar.
" Udah...," sahut Aruna cepat.
" Kamu nyari apaan sih...?" tanya Kautsar.
" Ga ada. Apa Kamu abis ngobrol sama seseorang Sayang...?" tanya Aruna.
" Iya. Ada cewek nyapa Aku. Katanya sih satu sekolah sama Kita dulu. Namanya Kalisha...," sahut Kautsar hingga membuat Aruna mengerti mengapa ia mencium aroma manusia serigala di sekitarnya.
" Kalisha...?!" tanya Aruna.
" Iya. Kamu kenal sama dia...?" tanya Kautsar.
" Dia temen sekelas Aku dulu...," sahut Aruna gusar.
" Oh gitu. Udah kan, balik yuk...," ajak Kautsar yang diangguki Aruna.
Kemudian Kautsar menggandeng tangan Aruna lalu membawanya melangkah menuju parkiran. Kegelisahan jelas membayang di wajah Aruna saat mengetahui Kalisha berada di kota yang sama dengannya.
__ADS_1
bersambung