
Hasby ingat setelah malam itu ia masih memangsa ketiga anaknya yang lain yang masih berada di rahim Iroh. Dan hingga akhir hayatnya Iroh tak pernah hamil lagi usai mengalami 'keguguran' yang ke empat kalinya.
Lamunan Hasby buyar saat ia kembali merasakan sesak di dadanya. Ia mencoba menarik nafas dalam-dalam dan itu berhasil mengurangi sedikit himpitan di dalam dadanya.
Kemudian Hasby berdiri lalu menatap keluar jendela dan teringat dengan apa yang ia lakukan terakhir kalinya sebelum ia melarikan diri ke rumah itu.
Hasby tak menyangka jika malam itu ia melihat seorang wanita hamil berkeliaran di depannya. Bukan berkeliaran, tapi hanya melintas lebih tepatnya.
Acara ulang tahun perusahaan memang berlangsung meriah. Hampir semua karyawan hadir untuk ikut merayakan. Karyawan magang seperti Aruna, Kenzo, Ria dan yang lainnya juga diundang.
Hasby yang menjabat sebagai Direktur Utama itu memang jarang berinteraksi dengan karyawan di perusahaan secara langsung selain dengan sekretaris dan para manager. Hal itu disebabkan karena biasanya Hasby datang ke kantor saat para karyawan telah mulai sibuk bekerja di divisi masing-masing. Hasby hanya sesekali melintas di masing-masing divisi untuk melihat kinerja semua karyawan. Jadi Hasby tak tahu jika ada karyawati yang sedang berbadan dua alias mengandung.
Saat melihat karyawatinya yang hamil besar melintas di depannya Hasby merasa sangat terganggu. Konsentrasinya pun buyar hingga ia tak bisa berkomunikasi dengan baik dengan para rekan bisnis nya. Hasby juga merasa tak enak hati karena tak bisa menemani sang pemilik perusahaan yang hadir dalam ulang tahun perusahaan kali ini, karena ia tak kuasa mengendalikan 'sesuatu' yang ada di dalam dirinya.
Hasby sedang berbincang dengan para rekan bisnisnya saat karyawati yang hamil itu melintas di depannya. Sang karyawati nampak menyapanya dengan ramah. Meski hanya sebuah anggukan kepala disertai senyuman manis, namun Hasby tahu jika itu ditujukan padanya. Hasby pun membalas sapaan karyawatinya dengan tersenyum.
" Duh, kenapa wanita ini ke sini sih. Menjauh lah atau Aku akan mengunyah janinmu...," kata Hasby dalam hati.
" Apa Pak Hasby baik-baik saja...?" tanya rekan bisnis Hasby sambil menyentuh lengan Hasby dengan lembut.
" Oh baik. Saya Gapapa kok...," sahut Hasby cepat.
" Tapi wajah Anda mendadak terlihat pucat lho. Padahal seingat Saya tadi baik-baik aja...," kata sang rekan bisnis.
__ADS_1
" Masa sih...?" tanya Hasby sambil menyentuh wajahnya.
" Iya...," sahut ketiga rekan bisnis Hasby bersamaan.
" Mungkin terlalu lelah karena harus mempersiapkan pesta ini ya Pak Hasby...," kata salah satu rekan bisnis Hasby.
" Mungkin juga. Maaf kalo Saya tinggal sebentar keluar. Saya mau cari udara segar di teras...," kata Hasby.
" Silakan Pak Hasby...," sahut ketiga rekan bisnis Hasby.
Hasby pun bergegas melangkah keluar aula dan mengeluarkan ponselnya. Bukan untuk menghubungi seseorang tapi itu hanya sekedar pengalihan karena ia sadar ada beberapa pasang mata yang tengah mengamati gerak-geriknya. Namun Hasby tak menyadari Aruna juga termasuk diantara orang-orang yang tengah mengamatinya.
Hasby mengendurkan ikatan dasinya lalu membuka kancing kemejanya sambil menatap karyawatinya yang sedang hamil besar itu. Hasby tak peduli jika Bianca juga tengah mengamati wanita itu karena Hasby mengira yang Bianca lakukan hanya hal biasa.
Dengan cepat Hasby berlari menuju ke pintu tangga darurat. Hasby sembunyi di bawah border tangga. Setelah memastikan tempat itu aman, Hasby pun merapal mantra. Dalam sekejap tubuh Hasby pun mengejang hebat. Area di sekitar lehernya memerah kemudian menghitam seolah ada tali tak kasat mata yang melingkupinya. Sesaat kemudian kepala Hasby perlahan lepas dari lehernya. Ada organ dalam yang ikut bersamanya saat kepala itu melayang menjauhi tubuhnya. Kepala Hasby melayang sejenak mengamati tubuhnya lalu melesat cepat keluar dari tempat itu.
Kemudian kepala Hasby nampak mengamati ruang tempat berlangsungnya pesta dari tempat yang gelap dan tersembunyi. Dari tempatnya sembunyi Hasby bisa mengamati semua orang termasuk Aruna dan sang karyawati.
" Keliatannya Kamu ga menyadari kehamilan perdanamu ini Aruna. Dan ini sangat menarik. Kita liat bagaimana reaksimu saat mendapati janin dalam rahimmu lenyap karena menjadi santapanku Aruna. Tapi tunggu dulu. Aruna dan janinnya masih bisa menunggu. Sebaiknya Aku tuntaskan dulu pekerjaanku yang sudah ada di depan mata...," gumam Hasby sambil menyeringai.
Tak lama kemudian apa yang dinantikan Hasby pun terjadi. Ia seolah mendapat angin segar saat melihat karyawatinya yang tengah hamil besar itu berjalan keluar ruangan. Rupanya wanita itu ingin pergi ke toilet. Hasby pun mengikutinya dengan cara melayang perlahan.
Saat mengikuti wanita itu Hasby terlihat tak sabar. Berkali-kali ia meneteskan air liurnya membayangkan lezatnya rasa janin dalam rahim wanita itu.
__ADS_1
Kesempatan itu tiba saat sang karyawati masuk ke dalam bilik toilet. Dengan kecepatan tinggi Hasby menerobos masuk ke dalam bilik toilet tanpa sadar jika Aruna melihat aksinya.
Saking terkejutnya sang karyawati tak sempat menjerit. Apalagi kuyang jelmaan Hasby langsung menyerang bagian bawah tubuhnya yang tanpa penutup itu. Posisi wanita itu sedang setengah membungkuk dengan pakaian dalam yang tak menutupi tempat seharusnya. Karena kehamilannya yang besar memang menyulitkannya untuk buang air kecil dengan posisi jongkok. Dan kondisi itu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Hasby.
Karena terkejut dengan serangan mendadak makhluk jadi-jadian itu membuat tubuh wanita itu oleng lalu jatuh terlentang. Selanjutnya Hasby bisa dengan mudah melahap janin dalam rahim wanita itu.
Saat sedang menikmati 'makan malam' istimewanya Hasby dikejutkan dengan suara ketukan di pintu. Hasby ingin berhenti dan kabur dari tempat itu tapi sayangnya dia terlambat.
Pukulan gagang pel lantai mampir mengenai kepalanya dan itu lumayan mengganggunya. Ia menyudahi aksinya dengan berat hati dan berniat memberi pelajaran pada wanita yang ia tahu adalah Aruna.
Namun saat hendak memberi pelajaran Bianca masuk dan menyerangnya. Ia juga mendengar saat Aruna menyebut namanya. Sadar jika tak mungkin menghadapi dua wanita yang keras kepala itu, Hasby pun kabur.
Ia bergegas mendatangi tubuhnya yang ia sembunyikan di bawah border tangga. Setelah berhasil menyatukan tubuh dan kepalanya Hasby nampak menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Sesaat kemudian ia nampak menyeringai kesal.
" Sia*an !. Rupanya Bianca dan Aruna tau siapa Aku. Aku ga bisa kembali lagi ke dalam apalagi ke perusahaan. Aku harus pergi sekarang atau nasibku akan seperti Nenek dulu...," gumam Hasby sambil mengusap mulutnya yang basah dengan darah itu dengan punggung tangannya.
Kemudian dengan mengendap-endap Hasby pergi meninggalkan perusahaan. Ia berhasil menghentikan sebuah Taxi dan minta diantar ke tempat dimana dia sembunyi sekarang.
Hasby kembali menyeringai sambil membasahi bibirnya dengan lidah. Nampaknya ia menemukan cara untuk membalas dendam kepada Aruna.
" Melihat Aruna yang cantik dan menawan itu, Aku tebak pasti janinnya akan terasa lebih nikm*t daripada janin-janin yang pernah Aku santap...," gumam Hasby.
Sesaat kemudian Hasby pun tertawa keras membayangkan Aruna meringkuk ketakutan sambil memohon pengampunan padanya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=