
Setelah perjumpaan dengan Kautsar sore itu, Kalisha nampaknya tertantang untuk mendapatkan Kautsar. Meski pun ia tahu Kautsar telah menikah, namun Kalisha tak peduli.
Kalisha pun mulai mencari tahu dimana Kautsar bekerja dan tinggal, termasuk jati diri istri Kautsar yang diakuinya kemarin.
" Itu kan cuma pengakuannya aja. Siapa tau dia bohong kalo udah nikah. Masa iya cowok muda dan berpotensi punya karir bagus itu mau terikat sama pernikahan. Biasanya cowok model Kautsar itu lagi fokus sama karir bukannya kehidupan percintaan apalagi pernikahan. Gapapa, Gue cuma harus sabar sedikit biar Kautsar mau ngeliat Gue. Lagian mana ada laki-laki yang bisa menolak pesona Kalisha. Kautsar kan laki-laki, dia juga pasti punya kelemahan kaya laki-laki lain...," gumam Kalisha sambil tersenyum penuh makna.
Kalisha melanjutkan kegiatannya menyisir rambut di depan cermin. Sesaat kemudian Kalisha berdiri lalu mengambil sesuatu dari dalam lemari. Kalisha nampak menimang benda yang diambilnya dari dalam lemari itu sebentar lalu memasukkannya ke dalam tas.
\=\=\=\=\=
Sementara itu Aruna sedang bersiap di kamarnya. Hari itu Aruna, Kenzo dan Ria mulai magang di kantor milik Kakek Kenzo. Semula mereka ingin menolak tawaran kakek Kenzo, namun saat menyadari sangat sulit mendapat tempat untuk magang, ketiganya pun menerima tawaran itu dengan senang hati.
" Kakek ngerti kalo Kalian pasti ga nyaman dengan status Kakek sebagai pemilik perusahaan itu. Tapi Kalian tenang aja. Kakek ga akan ikut campur dalam semua proses dan penilaian nanti. Jadi Kalian bisa dapat nilai yang sesuai dengan kinerja Kalian selama magang di perusahaanku. Gimana...?" tanya kakek Kenzo yang tak lain adalah ayah Elan kala itu.
Kenzo, Aruna dan Ria saling menatap sejenak kemudian mengangguk.
" Ok, Kami setuju Kek...," kata Kenzo.
" Bagus. Oh iya Kalian juga akan dapat honor yang layak. Anggap aja itu uang saku untuk Kalian. Tak banyak tapi cukup lah untuk beli makan siang...," kata Kakek Kenzo lagi.
" Alhamdulillah, makasih kek...!" kata Aruna, Kenzo dan Ria bersamaan.
" Sama-sama...," sahut kakek Kenzo sambil tersenyum.
Dan kini Aruna tengah mencari sepatu yang warna dan modelnya cocok dengan out fit yang ia kenakan. Di ambang pintu Kautsar tampak berdiri sambil mengamati kegiatan sang istri. Karena gemas melihat Aruna yang mondar-mandir, Kautsar pun turun tangan membantu.
" Biar Kubantu. Kamu cari sepatu yang kaya gimana sih...?" tanya Kautsar sambil mengecek isi kotak sepatu milik Aruna.
" Aku cuma mau cari yang model dan warnanya pas aja kok...," sahut Aruna tak enak hati karena telah membuat Kautsar menunggu.
" Pas sama out fit nya kan...?" tanya Kautsar.
" Iya...," sahutvAruna cepat.
Kautsar mengamati sejenak penampilan istrinya lalu menganggukkan kepalanya. Kemudian Kautsar meraih sepasang sepatu warna coklat lalu menyerahkannya kepada Aruna.
__ADS_1
" Ini...?" tanya Aruna.
" Iya...," sahut Kautsar cepat.
" Tapi ini keliatan aneh Tsar...," rengek Aruna.
" Aneh apanya...?" tanya Kautsar tak mengerti.
" Modelnya tuh ga pas sama out fit yang Aku pake...," sahut Aruna.
" Tapi ini pas banget lho Sayang. Modelnya juga bagus kok, enak diliat. Lagian kalo Kamu terus berkutat sama sepatu, Aku yakin Kamu bakal terlambat ke kantor nanti. Ingat, ini hari pertama Kamu magang lho. Usahakan jangan sampe terlambat...," kata Kautsar mengingatkan.
" Iya iya...," sahut Aruna lalu meraih sepatu pilihan Kautsar dan memakainya.
Ia nampak mematut dirinya di depan cermin sejenak lalu tersenyum hingga membuat Kautsar ikut tersenyum.
" Yang harus Kamu tunjukin adalah kinerja Kamu. Ga peduli gimana out fit yang Kamu kenakan, asal kinerja Kamu mumpuni insya Allah penampilan ga berarti apa-apa...," kata Kautsar memberi semangat.
" Tapi penampilan kan juga menunjang karir Sayang. Mana mungkin seorang Manager pake kaos oblong plus jeans belel ke kantor. Pasti mereka bakal menyesuaikan jabatan mereka sama penampilan mereka kan...," sahut Aruna tak mau kalah.
" Aku tau Sayang. Makanya Kamu ga perlu berpakaian terlalu formil. Kamu kan karyawan magang dan bukan Manager. Aku khawatir malah Manager di perusahaan Kakek Kenzo yang minder ngeliat penampilan Kamu nanti...," gurau Kautsar sambil mencubit gemas pipi sang istri.
Kautsar pun tertawa mendengar celoteh istrinya itu.
" Udah kan ?. Sekarang Kita sarapan dulu yuk...," ajak Kautsar.
" Ok...," sahut Aruna lalu menggamit lengan Kautsar dan bersama-sama menuju ruang makan.
Setelah menyelesaikan sarapan, Kautsar dan Aruna pun bergegas meninggalkan rumah. Tujuan kali ini bukan ke kampus tapi ke cabang perusahaan milik Kakek Kenzo yang ada di kota Malang.
Saat tiba di depan perusahaan terlihat Kenzo dan Ria yang juga tengah menunggu ke datangan Aruna.
" Akhirnya, Gue pikir Lo ga mau magang di sini Run...," sapa Kenzo.
" Mau lah. Daripada susah nyari tempat magang, yang ada aja yang dijalanin...," sahut Aruna sambil tersenyum.
__ADS_1
" Betul. Kita masuk sekarang kan Yang...?" tanya Ria.
" Sebentar lagi, nunggu Pak Simon datang...," sahut Kenzo sambil melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Kalo bisa jangan tunjukin hubungan Kalian selama jam kantor...," kata Kautsar tiba-tiba.
" Kok gitu, emang kenapa...?" tanya Ria tak mengerti.
" Gue khawatir itu akan mempengaruhi nilai personal Kalian. Bisa aja mereka nganggep kalo Lo bisa ngerjain tugas karena dibantuin Kenzo. Begitu juga sebaliknya. Jadi tunjukin kalo Kalian mandiri dan bisa diandalkan...," sahut Kautsar.
" Setuju...," kata Kenzo dan Aruna bersamaan.
" Sebenernya Aku mau ngomong kaya gitu tapi khawatir Kamu tersinggung Yang. Maksudku bukan mau menutupi hubungan Kita. Tapi sementara biar jadi rahasia Kita dulu aja. Kita kan ga tau dunia kerja itu seperti apa. Untung ada Kautsar yang ngingetin jadi Kita bisa bersiap dengan segala kemungkinan. Iya kan...?" tanya Kenzo sambil menatap lembut kearah Ria.
" Cuma di kantor dan selama jam kerja aja kan...?" tanya Ria sedikit keberatan.
" Iya...," sahut Kenzo cepat.
" Dan di area kantor. Biar sempurna dong aktingnya...," sela Aruna menambahkan hingga membuat Ria mendelik sebal.
" Masuk akal...," kata Kautsar sambil tersenyum.
" Ok deh. Tapi Kamu janji ga macem-macem ya di kantor...," kata Ria.
" Macem-macem gimana sih Sayang...?" tanya Kenzo tak mengerti.
" Pokoknya jangan tebar pesona sama cewek lain di kantor. Ga boleh deket-deket sama cewek lain. Harus langsung jawab waktu Aku telephon dan...," ucapan Ria terputus saat Aruna memotong cepat.
" Ga usah berlebihan Ri. Kita kan satu kantor sama Kenzo. Lo bisa liat dia tiap hari, nyapa kaya biasa aja juga bisa. Ngapain pake telephon segala sih. Lagian kalo telphonan di jam kantor tuh bisa kena SP. Mau Lo...?!" tanya Aruna kesal hingga membuat Kautsar dan Kenzo tertawa sedangkan Ria hanya mengerucutkan bibirnya.
" Cukup. Kita masuk sekarang yuk. Tsar, Gue ajak Aruna masuk ya...," pamit Kenzo.
" Ok. Selamat bekerja ya dan semangat...," kata Kautsar.
" Siaaapp...!" sahut Aruna, Kenzo dan Ria bersamaan.
__ADS_1
Kemudian Kenzo mengajak kedua temannya masuk ke dalam kantor sedangkan Kautsar melajukan motornya menuju ke kantor tempatnya bekerja.
\=\=\=\=\=