Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
141. Ada Apa Dengan Kenzo


__ADS_3

Sejak Kautsar melihat perubahan wujudnya menjadi manusia serigala, Aruna sedikit menjaga jarak dengan suaminya itu. Kautsar berusaha maklum dan berpikir istrinya masih butuh waktu untuk menyelesaikan emosinya hingga ia tak menganggap serius hal itu.


Seperti hari ini, lagi-lagi Aruna menolak untuk diantar ke kampus. Alasannya karena ia masih perlu menyelesaikan tugas kampus. Sedang Kautsar dikejar waktu karena harus mempersiapkan bahan untuk meeting dengan klien di kantor pagi ini. Hingga akhirnya Kautsar mengalah dan pergi ke kantor lebih dulu tanpa mengantar Aruna.


" Aku berangkat dulu ya Sayang. Maaf ga bisa nganter Kamu ke kampus karena jadwal meeting dimajuin...," kata Kautsar lalu mengecup kening Aruna dengan sayang.


" Iya gapapa. Lagipula Aku juga masih harus nyiapin beberapa keperluan yang belum spet Aku siapin semalam...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Ok, jangan lupa makan siang ya...," kata Kautsar sambil mengusap pipi Aruna.


" Siap Bos...!" sahut Aruna lantang hingga membuat Kautsar tersenyum.


" Aku duluan ya. Assalamualaikum..., " pamit Kautsar lalu melajukan motornya meninggalkan halaman rumah.


" Wa alaikumsalam, hati-hati ya...," sahut Aruna sambil melambaikan tangannya yang dibalas lambaian tangan juga oleh Kautsar.


Aruna menatap kepergian suaminya beberapa saat. Ada rasa bersalah menyergap hatinya karena ia telah membohongi Kautsar.


" Maafin Aku Sayang. Aku masih ga nyaman berada di dekatmu. Aku malu mengingat Kamu melihat wujud lainku malam itu. Aku khawatir Kamu jijik dan menjauh nanti. Aku yakin ga bakal siap kalo Kamu yang lakuin itu. Daripada Kamu yang menjauh, lebih baik Aku yang menjauh. Maaf..," gumam Aruna sambil tersenyum kecut.


Setelah motor Kautsar menjauh, Aruna pun bergegas keluar dari rumah. Setelah mengunci pintu ia berlari menuju halte dan naik kendaraan umum dari sana.


Tiba di kampus Aruna disambut tatapan bingung Genk Comot.


" Lo baru datang Run, mana Kautsar...? " tanya Galang.


" Gue naik kendaraan umum, Kautsar berangkat pagi karena harus nyiapin bahan meeting katanya...," sahut Aruna sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


" Lo sama Kautsar baik-baik aja kan Run...?" tanya Agung.


" Alhamdulillah baik. Kok Lo nanya gitu sih Gung...?" tanya Aruna tak enak hati.


" Gapapa. Mungkin cuma perasaan Gue aja yang over sensitif dan bilang kalo hubungan Lo sama Kautsar lagi ga baik-baik aja...," sahut Agung cuek.


Jawaban Agung membuat Aruna tersentak kaget. Aruna menoleh kearah teman-temannya dan ingin melihat bagaimana reaksi mereka. Beruntung keempat temannya terlihat santai dan tak terpengaruh dengan kalimat yang diucapkan Agung tadi.


Namun saat ia melihat kearah Ria dan Kenzo, keduanya justru terlihat saling memendam amarah.


" Lo peka banget sama urusan Gue. Tapi kenapa Lo ga peka sama urusan mereka Gung...?" protes Aruna.

__ADS_1


" Emang mereka kenapa...?" tanya Agung.


" Lo ga liat kalo Kenzo sama Ria duduk berjauhan kaya gitu. Itu artinya ada sesuatu diantara mereka. Biasanya kan mereka kaya perangko sama lem, nempeeelll terus ga mau pisah...," sahut Aruna kesal.


" Oh itu. Ria lagi kesel karena Kenzo ditelephon sama cewek yang namanya Nurul...," kata Agung cuek.


" Nurul siapa...?" tanya Aruna sambil melirik kearah Ria.


" Mana Gue tau. Tanya aja langsung sama orangnya...," sahut Agung sambil melengos.


Aruna pun menatap Kenzo dan Ria bergantian. Ia tersenyum melihat kedua sejoli yang biasanya akur itu kini malah terlihat saling menjaga jarak.


Tak lama kemudian Ria bangkit dari duduknya lalu tanpa bicara sepatah kata pun dia meninggalkan tempat itu. Aruna bergegas mengikuti Ria sedangkan Kenzo terlihat mengacak rambutnya dengan kesal.


\=≠\=\=\=


Aruna dan Ria sedang duduk di kantin siang itu. Aruna hanya membisu di hadapan Ria yang tengah mengaduk makanannya.


" Kenzo selingkuh Run. Makanya Gue marah...," kata Ria membuka percakapan.


" Lo yakin Kenzo selingkuh...?" tanya Aruna.


" Yakin lah. Buktinya dia nerima telephon sambil menjauh dari Gue. Itu artinya dia ngumpetin sesuatu kan...?" tanya Ria.


" Ck, Gue yakin kalo yang dibahas sama cewek itu pasti sesuatu yang penting. Tapi anehnya kenapa Gue ga boleh tau. Jangan-jangan Kenzo udah dijodohin sama orangtuanya. Terus cewek itu nyoba berkomunikasi sama Kenzo karena pengen kenalan juga. Terus...," ucapan Ria terputus saat Aruna memotongnya dengan cepat.


" Ga usah halu, ntar malah sakit hati. Daripada nebak-nebak ga karuan, lebih baik Lo tanya langsung sama Kenzo Ri...," kata Aruna.


" Ya Allah Aruna. Ga usah diajarin juga Gue tau. Makanya Gue kaya gini karena Kenzo ga mau jujur sama Gue tentang siapa cewek itu...," sahut Ria gemas.


" Oh gitu. Terus sekarang Lo mau apa...?" tanya Aruna.


" Gue mau minta tolong sama Lo Run. Tolong Lo cari tau siapa cewek itu. Please bantu Gue Run...," pinta Ria penuh harap sambil meraih tangan Aruna dan menggenggamnya erat.


" Kok Gue sih. Yang lain aja. Fadil atau Galang gitu...," tolak Aruna.


" Gue ga percaya sama mereka Run. Mereka kan cowok, pasti belain Kenzo dan nutupin semuanya nanti. Ayo lah Run, kali ini aja...," kata Ria.


" Ck, ngerepotin banget sih Lo. Iya iya, ntar coba Gue tanyain sama Kenzo...," sahut Aruna sambil berdecak sebal namun membuat Ria tersenyum.

__ADS_1


" Makasih Aruna Sayang...," kata Ria sambil.memeluk Aruna.


" Sama-sama...," sahut Aruna sambil tersenyum tipis.


Kemudian Aruna dan Ria saling melerai pelukan saat Fadil datang menghampiri keduanya dengan tergopoh-gopoh.


" Dicariin daritadi ga taunya di sini Lo...!" kata Fadil dengan nafas terengah-engah.


" Ada apaan Dil...?" tanya Aruna.


" Kenzo pingsan dan sekarang dibawa ke Rumah Sakit...," sahut Fadil cepat hingga mengejutkan Aruna dan Ria.


" Kok bisa...?" tanya Aruna.


" Ga tau. Sekarang buruan ikut Gue kalo mau nyusul...," sahut Kenzo.


" Kenapa Lo ga telephon Gue Dil...?" tanya Ria sambil mengikuti langkah Fadil bersama Aruna.


" Udah, tapi ga Lo angkat. Lo juga Run. Kalian nih punya HP buat apaan kalo ga bisa dihubungi...," kata Fadil sambil mendelik kesal.


Aruna dan Ria bergegas mengecek ponsel masing-masing lalu menghela nafas panjang. Ternyata ponsel Aruna lowbatt, sedangkan ponsel Ria sengaja dipasang dalam mode silent karena tak ingin menerima telephon dari Kenzo.


Tanpa banyak bicara ketiganya segera menyusul ke Rumah Sakit. Ria membonceng di belakang Fadil, sedangkan Aruna membonceng di belakang Agung. Galang sudah lebih dulu berangkat mendampingi Kenzo di dalam Ambulans tadi.


Tiba di Rumah Sakit mereka langsung menuju ruang UGD. Galang nampak duduk bersama kedua orangtua Kenzo yang memang kebetulan sedang berkunjung ke kota Malang.


Semua menghampiri orangtua Kenzo lalu mencium punggung tangan mereka dengan takzim.


" Yang mana yang namanya Ria...?" tanya Mama Kenzo sambil menatap Ria dan Aruna bergantian.


" Yang ini Tante...," sahut Aruna sambil mendorong tubuh Ria ke depan.


" Cantik...," puji mama Kenzo dengan mata berkaca-kaca.


Ria nampak tersenyum malu-malu mendengar pujian mama Kenzo itu. Kemudian Ria pun bertanya.


" Sebenernya Kenzo sakit apa Tante...?" tanya Ria.


Kedua orangtua Kenzo nampak saling menatap mendengar pertanyaan Ria. Ada gurat kesedihan di wajah keduanya dan itu membuat Genk Comot bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


Ria yang tampak paling cemas dan tertekan. Namun saat Aruna merengkuh bahunya Ria terlihat jauh lebih tenang.


bersambung


__ADS_2