
Aruna dan Kautsar berhenti tepat di luar pagar rumah kost milik Suryo. Saat itu suasana nampak sepi dan gelap. Aruna pun mencoba mengendus sesuatu di sekitar luar pagar hingga membuat Kautsar mengerutkan keningnya.
" Kamu cari apa Sayang...?" bisik Kautsar.
" Kata arwah Adelia ada kain beraroma aneh yang dibuang di sekitar sini. Kain itu adalah kain pembungkus yang dipake si pembunuh untuk membungkus racun yang dia taburkan di minumannya Adelia...," sahut Aruna.
" Keliatan ga, kalo ga pake senter aja ya...," kata Kautsar.
" Ga usah, kalo gitu justru menarik perhatian orang nanti. Kita kan lagi menyelidiki ini diam-diam...," sahut Aruna.
" Ok. Jangan jauh-jauh ya, Aku cari di sebelah sana...," kata Kautsar yang diangguki Aruna.
Tak lama kemudian Aruna menemukan sehelai kain perca berwarna ungu di sela rumput. Kain sepanjang setengah meter dengan lebar 20cm itu nampak sedikit lusuh. Saat Aruna mendekatkan potongan kain itu ke hidungnya, ada bau menyengat yang menguar dan membuat Aruna terbatuk-batuk.
" Itu kainnya Aruna...!" kata arwah Adelia.
" Terus Kamu mau apain kain ini Del...?" tanya Aruna.
" Letakkan kain itu di dekat jendela itu Aruna. Pembunuhku akan panik saat melihat itu nanti...," sahut arwah Adelia.
" Ok...," sahut Aruna.
Kautsar pun mendekati Aruna karena dilihatnya sang istri menemukan sesuatu. Setelah Aruna mengatakan permintaan arwah Adelia, Kautsar pun melompat masuk ke halaman rumah kost dan meletakkan kain ungu itu di dekat jendela.
Di dalam ruangan terlihat beberapa penghuni kost ( yang semuanya wanita ) sedang bersantai sambil bercengkrama di ruang tengah. Sebagian yang lain nampak asyik membaca buku, menonton televisi, bahkan ada yang sedang main game di ponselnya.
Salah satu dari mereka tak sengaja melihat kearah jendela dan terkejut saat melihat potongan kain perca berwarna ungu terjepit di celah jendela. Padahal seingatnya tak ada apa pun sebelumnya di sana.
" Eh, kain apaan tuh. Kok tau-tau ada di sana. Siapa yang naro ya...?" tanya Katty.
Semua menoleh kearah yang dimaksud Katty. Salah seorang diantara mereka yang bernama Tika nampak terkejut dan wajahnya langsung memucat. Ia tak bergeser dari tempatnya padahal teman lainnya mencoba mendekati jendela untuk mengamati benda itu dari dekat.
" Kain apaan sih, coba ambil aja...," kata beberapa orang bersamaan.
" Ga usah lah, itu kan cuma kain bekas yang ga kepake..." sahut Tika.
" Justru karena itu kain bekas, makanya mengganggu pemandangan kalo dibiarin di situ Tika...," kata Katty.
" Iya...," sahut Ami.
Kemudian Katty bermaksud mengambil kain itu. Namun saat ia mencoba menariknya kain ungu itu seakan melekat erat di kaca jendela.
" Biarin aja, kenapa jadi pada ribet sih...," kata Tika kesal namun diabaikan oleh teman-temannya.
Tak seorang pun berhasil menarik kain itu. Hingga akhirnya mereka mengadakan semacam taruhan, bagi siapa saja yang berhasil menarik kain itu maka kamarnya akan dibersihkan selama seminggu.
__ADS_1
Mendengar hal itu mereka pun berebut ingin menarik kain ungu itu tapi gagal. Tika mau tak mau pun ikut taruhan itu karena dipaksa oleh teman-temannya.
Saat Tika meraih ujung kain ungu itu, terjadi sesuatu yang mengejutkan semua orang. Ada sepotong tangan perempuan yang ikut memegang bagian ujung lain kain itu. Sehingga terlihat jelas Tika dan tangan tanpa tubuh itu saling berebut menarik ujung kain ungu itu.
Katty, Tika dan teman-temannya pun menjerit melihat penampakan potongan tangan itu. Mereka pun mundur teratur dengan wajah ketakutan.
" Kalian juga liat kan apa yang Gue liat tadi...?" tanya Katty.
" Iya. Ada tangan perempuan yang ikutan megang ujung kain itu...," sahut Ami.
" Tapi ga ada badannya kan...?" tanya Katty mencoba memastikan.
" Iya...," sahut semua orang bersamaan.
Hanya Tika yang tak bersuara dan ia terlihat mematung tanpa kata. Hal itu tentu saja membuat para penghuni kost bingung dan mulai menanyainya.
" Lo Gapapa kan Tik, Lo kenapa...?" tanya beberapa orang bersamaan.
" Bukan Gue pelakunya, bukan...," sahut Tika sambil menggelengkan kepalanya.
" Lo ngomong apaan sih Tik. Pelaku apaan sih maksud Lo...?" tanya Ami sambil mengguncang tubuh Tika.
Tika pun menoleh kearah Ami dengan tatapan nanar. Mulutnya meracau dengan ucapan yang tak dimengerti semua orang.
" Dia yang mulai, dia !. Kalo aja dia ga menyebar fitnah Gue ga bakal nyingkirin dia...!" jerit Tika hingga mengejutkan semua orang.
" Ceritain pelan-pelan Tik, ga usah buru-buru biar Kita semua ngerti...," bujuk Ami.
Tika mendongakkan wajahnya lalu perlahan mengalir lah cerita dari mulutnya.
" Ini tentang Adelia. Semuq orang bilang Adelia cantik, Gue tau itu. Tapi dulu dia ga searogan itu...," kata Tika mengawali ceritanya.
" Jangan bilang kalo Lo terlibat sama kematian Adelia ya Tik...," kata Ami gusar.
" Biar Gue selesaikan cerita Gue ya Mi. Setelah itu terserah Lo mau bilang apa. Bisa kan...?" tanya Tika lirih.
" Tau nih Ami, biarin Tika tuntas ceritanya. Pake dipotong segala sih. Ga asyik Lo...," kata para penghuni kost sambil mendelik kearah Ami.
" Iya iya sorry. Ya udah lanjutin Tik...," kata Ami sambil bersedekap.
" Waktu pertama masuk ke kost ini Gue ketemu sama keponakannya Pak Suryo yang namanya Mas Ari. Jujur Gue suka sama dia. Keliatannya dia juga suka sama Gue. Tapi Adelia datang dan mengacaukan semuanya. Adel memfitnah Gue di depan Mas Ari dan bilang kalo Gue ini jadi cewek yang bisa diajak kemana aja asal dibayar. Awalnya Gue ga tau itu. Tapi pas Mas Ari nyindir Gue tepat di depan mata Gue, Gue sadar dan nanya apa maksud ucapannya. Gue juga udah mencoba menjelaskan semua sama Mas Ari tapi percuma. Omongan Adelia udah lebih dulu sampe ke kupingnya...," kata Tika sedih.
" Ga nyangka Adelia sejahat itu...," gumam Katty sambil menggelengkan kepala.
" Yang bikin Gue sakit hati, Adelia ngaku ngelakuin itu karena dia ga mau ada yang menyaingi dia dalam mendapatkan perhatian cowok. Belakangan Gue tau kalo Adelia pernah nyatain perasaannya sama Mas Ari tapi ditolak. Dia marah karena Mas Ari bilang lebih tertarik sama Gue yang menurut Adelia ga cantik dan ga selevel sama dia...," kata Tika lagi.
__ADS_1
" Terus...?" tanya Ami tak sabar.
" Gue ngeracunin Adelia. Gue taro racun dalam minumannya. Dan racun itu sebelumnya Gue bungkus pake kain ungu itu. Waktu Gue naro racun dalam gelasnya, Gue liat dia lagi bercermin. Adelia yang selalu bangga sama kecantikan ragawinya jadi lengah dan ga merhatiin minumannya itu. Sejam setelah minum itu dia kejang dan meninggal dunia...," kata Tika lalu menangis.
" Inna Lillahi wainna ilaihi roji'uun...," sahut semua orang bersamaan.
" Lo jahat banget sih Tik...," kata Ami tak percaya.
" Gue ga sengaja ngelakuin itu. Gue kesel karena dia terlalu sombong dengan kecantikannya itu. Gue...," ucapan Tika terputus saat Katty memotong cepat.
" Gue juga ga suka sama Adelia !. Dia bilang Gue gendut dan ga sepadan sama pacar Gue. Dia membandingkan dirinya sama Gue di depan pacar Gue itu sampe akhirnya pacar Gue mutusin Gue di depan matanya...," kata Katty hingga mengejutkan semua orang.
" Adel sejahat itu...?" tanya Ami.
" Iya. Tapi gapapa. Gue bersyukur karena akhirnya Gue tau kalo pacar Gue itu emang ga cinta sama Gue. Dia cuma mau manfaatin uang Gue aja...," sahut Katty cepat.
" Tapi yang dilakukan Adelia ga bisa dibenarkan Kat...," kata para penghuni kost.
" Iya sih. Tapi kan sekarang dia ga bakal bisa ngelakuin itu lagi karena jasad yang dia banggain udah dimakan cacing...," sahut Katty sambil tersenyum sinis.
Semua orang terdiam tanpa bisa berkata apa-apa. Sedangkan di balik jendela tampak Aruna, Kautsar dan arwah Adelia mendengarkan semuanya dengan seksama.
" Sebenernya Gue juga ga suka sama Adelia...," kata Ami tiba-tiba.
" Apa yang dia lakuin Mi...?" tanya Tika.
" Dia selalu menganggap kalo mata semua cowok itu diciptakan memang hanya untuk mengagumi dirinya. Adelia bahkan ga segan nyuruh Gue minggir saat ada cowok keren yang Gue taksir lewat di depan Kita...," kata Ami sambil tersenyum kecut.
" Dia bilang apa saat nyuruh Lo minggir Mi...?" tanya Tika.
" Katanya Gue ga usah ngarep kalo cowok itu bakal ngelirik Gue. Adelia juga bilang, andai ada cowok yang naksir sama Gue itu karena cowok itu udah dia tolak dan ga punya pilihan lain selain jadian sama Gue...," sahut Ami.
" Ternyata Lo juga jadi korban kenarsisannya si Adel Mi...?" tanya Katty dan diangguki Ami.
" Jadi waktu Gue ngeliat dia mati mengenaskan kaya gitu, dalam hati Gue bersorak girang. Salah ga sih Gue kalo ngarepin Adelia mati...?" tanya Mia putus asa.
Semua penghuni kost saling menatap bingung. Namun sedetik kemudian mereka menggelengkan kepala secara bersamaan.
" Biar rahasia ini Kita simpen selamanya. Karena Gue yakin Lo semua juga punya dendam yang sedikit banyak sama kaya yang Gue, Tika dan Ami alami. Iya kan...?" tanya Katty.
" Iya...," sahut semua penghuni kost.
" Jadi ayo Kita sepakat buat rahasiain ini ya...," kata Katty sambil mengulurkan tangannya disusul semua penghuni kost.
Dari tempatnya berdiri arwah Adelia bisa menyaksikan semua penghuni kost saling menangkupkan telapak tangan sebagai bentuk sebuah kesepakatan.
__ADS_1
bersambung