Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
64. Pengakuan Kautsar


__ADS_3

Aruna masih duduk mematung di atas tempat tidur sambil mengingat nama Sally di kepalanya.


" Kayanya cewek itu suka sama Kautsar. Tapi wajar sih. Kautsar emang menarik. Ganteng, pinter, postur tubuh proporsional, sopan lagi. Cuma cewek yang punya kelainan aja yang ga tertarik sama dia...," batin Aruna gusar.


Lamunan Aruna buyar saat Kautsar mengetuk pintu kamarnya. Dengan enggan Aruna membuka pintu kamarnya itu.


" Ada apa Tsar...?" tanya Aruna.


" Kamu yang kenapa, kok tiba-tiba masuk kamar...," sahut Kautsar sambil menatap Aruna lekat.


" Ga ada apa-apa. Aku ngantuk mau tidur...," kata Aruna asal.


" Sepagi ini...?" tanya Kautsar tak percaya.


" Iya. Kenapa emangnya, ga boleh...?" tanya Aruna ketus.


" Gapapa sih. Cuma aneh aja. Biasanya kan Kamu paling suka nyetel film daripada tiduran di kamar...," sahut Kautsar sambil tersenyum.


" Lagi males. Ga ada film yang bagus. Semuanya kan udah pernah Aku tonton...," sahut Aruna asal.


" Oh gitu. Eh, tadi Sally bilang apa Run...?" tanya Kautsar hingga membuat Aruna bertambah kesal.


" Ga ada. Dia bilang mau nelephon Kamu lagi nanti. Tunggu aja, sebentar lagi juga dia telephon...," sahut Aruna.


" Ck, modus aja tuh orang...," kata Kautsar kesal sambil menjauh dari depan kamar Aruna.


" Modus gimana sih...?" tanya Aruna pura-pura tak mengerti.


" Paling dia mau pura-pura nanyain kerjaan. Ini kan hari libur, ngapain juga ngebahas soal kerjaan. Ga penting banget...," sahut Kautsar.


" Emang kalo lagi libur ga boleh nanya soal kerjaan...?" tanya Aruna sambil melangkah menuju sofa.


" Kalo orang lain yang bilang kaya gitu Aku percaya. Tapi kalo Sally yang ngomong, itu mah cuma akal-akalan dia aja...," sahut Kautsar dengan enggan.


" Maksudnya gimana sih...?" tanya Aruna.


Saat Kautsar hendak menjawab pertanyaan Aruna, ponselnya kembali berdering. Kautsar berdecak sebal saat melihat nama Sally yang tertera di layar ponselnya.


" Liat kan...?" tanya Kautsar sambil memperlihatkan layar ponselnya kepada Aruna.

__ADS_1


" Ya diangkat aja sih, kali aja emang beneran ada yang penting...," sahut Aruna sambil melengos.


Dengan enggan Kautsar menerima panggilan Sally sambil mengibaskan rambutnya yang basah. Sedangkan Aruna nampak mengamati Kautsar karena penasaran dengan apa yang hendak Sally sampaikan hingga membuatnya kembali menelephon Kautsar.


" Ga bisa Sal. Gue mau istirahat, capek. Senin besok kan bisa. Lagian Lo rajin banget sih, liburan kaya gini masih ngebahas soal kerjaan...," kata Kautsar.


" Gapapa lah, Gue kan juga mau jadi karyawan teladan kaya Lo...," sahut Sally.


" Niat Lo bagus sih. Tapi kenapa harus sama Gue, sama yang lain kan bisa...," kata Kautsar sambil melirik kearah Aruna.


Aruna langsung mengalihkan tatapannya kearah lain saat tak sengaja tatapannya dan Kautsar berbenturan tadi.


" Lo ga peka banget sih Tsar. Masa Lo ga ngerti juga. Gue kaya gini kan karena Gue mau deket sama Lo Tsar...," kata Sally kesal.


" Eh maksudnya gimana ya Sal...?" tanya Kautsar tak mengerti.


" Gue suka sama Lo Tsar. Udah lama Gue merhatiin Lo dan Gue yakin Lo juga punya perasaan yang sama ke Gue. Makanya Gue beraniin diri buat bilang ini, Gue pengen jadi pacar Lo Tsar. Gimana...?" tanya Sally dengan lugas.


Ucapan Sally membuat Kautsar terkejut. Meski pun Kautsar sudah menduga maksud dari tindakan Sally selama ini, namun ia tak menyangka jika Sally senekad itu.


" Ehm sorry Sal. Gue ga bisa...," kata Kautsar.


" Gue udah nikah Sal. Istri Gue juga ada sama Gue sekarang...," sahut Kautsar.


" Maksud Lo cewek yang tadi terima telephon...?" tanya Sally tak percaya.


" Iya...," sahut Kautsar mantap namun membuat Sally tertawa.


" Ga usah bohong Tsar. Dia itu sepupu Lo bukan cewek Lo, apalagi Istri Lo...," kata Sally di sela tawanya.


" Kata siapa dia sepupu Gue...?" tanya Kautsar.


" Ya kata dia lah, tadi dia bilang gitu kok...," sahut Sally.


Jawaban Sally membuat Kautsar kesal. Ia mengakhiri pembicaraannya dengan Sally lalu menatap Aruna lekat.


" Kenapa ngeliatin Aku kaya gitu, emangnya dia bilang apa...?" tanya Aruna.


" Kamu bilaang sama dia kalo Kamu itu sepupu Aku ya Run...?" tanya Kautsar tak mengerti.

__ADS_1


" Mmm..., iya. Karena Aku pikir ga penting buat orang lain tau tentang pernikahan Kita. Emang kenapa...?" tanya Aruna.


" Sally itu ngejar-ngejar Aku di kantor. Selama ini Aku berusaha menghindari dia. Tapi gara-gara jawaban Kamu tadi dia tambah nekad. Dia ga percaya kalo Kita udah nikah...," sahut Kautsar dengan gusar.


" Maaf. Aku kan ga tau...," kata Aruna tak enak hati.


" Aku jadi bingung. Kenapa Kamu ga mau mengakui pernikahan Kita. Kamu malu ya Run...?" tanya Kautsar.


" Bukan gitu Tsar. Aku pikir pernikahan Kita ga akan bertahan lama. Bukan kah ini hanya sebuah kesepakatan antara Kamu dan Ayahku. Setelah Aku berhasil melewati masa kritis itu, Aku berniat melepaskan Kamu biar Kamu ga menderita bersamaku Tsar. Aku harap Kamu bisa menemukan pendamping hidup yang sesuai dengan keinginanmu dan...," ucapan Aruna terputus karena tiba-tiba Kautsar meraih tubuhnya lalu memeluknya erat.


" Jangan ngomong gitu Run. Aku menikahi Kamu bukan karena sekedar menjalankan kesepakatan antara Aku dan Ayahmu. Sejujurnya Aku bahagia menikahi Kamu walau belum ada cinta diantara Kita. Tapi Aku yakin suatu saat nanti cinta itu akan hadir di antara Kita. Dan Aku ga mau Kita bercerai...," kata Kautsar sambil membenamkan wajahnya di pundak Aruna.


Aruna terkejut bukan kepalang karena tak menyangka akan mendengar pengakuan Kautsar. Sesaat kemudian Aruna pun nampak membulatkan matanya saat Kautsar mengecup pundaknya beberapa kali.


" Ka... Kautsar...," panggil Aruna lirih sambil memejamkan matanya.


" Aku ga mau yang lain Run. Aku cuma mau Kamu yang jadi pendamping hidupku. Sekarang, besok dan selamanya...," kata Kautsar cepat hingga membuat kedua mata Aruna terasa panas.


Kautsar kembali mengeratkan pelukannya hingga membuat Aruna terharu. Sesaat kemudian Aruna membalas pelukan Kautsar dan itu membuat Kautsar tersenyum bahagia. Sesekali ia mengecup puncak kepala Aruna dengan sayang hingga membuat air mata Aruna luruh satu per satu.


" Kita hadapi semua bersama ya Run. Dan tolong jangan bilang kaya gitu lagi, Aku ga suka dengernya...," kata Kautsar lembut.


Tak ada jawaban dari mulut Aruna. Saking terharunya Aruna hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian mereka saling mengurai pelukan. Kautsar menghapus air mata di wajah Aruna dengan lembut hingga membuat gadis itu tersipu malu.


" Kenapa, Kamu ga percaya sama pengakuanku tadi...?" goda Kautsar.


" Aneh aja denger Kamu ngomong kaya gitu tadi...," sahut Aruna.


" Itu bukan sekedar ungkapan biasa Run. Apa Kamu ga merasa ada sesuatu dalam kalimat yang Aku ucapin tadi...?" tanya Kautsar.


" Aku...," ucapan Aruna terputus saat Kautsar memotong cepat.


" Gapapa. Masih banyak waktu buat Kita untuk saling memahami. Iya kan...?" tanya Kautsar sambil menggenggam jemari Aruna erat hingga membuat Aruna tersenyum.


Melihat senyum Aruna membuat Kautsar terpana. Ada sesuatu yang bergolak dalam dirinya dan itu membuat Kautsar yakin jika ia telah jatuh cinta pada Aruna, wanita yang kini berstatus istrinya itu.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2