
Ria dan Kenzo datang mengunjungi Aruna di rumah. Aruna menyambut kedatangan mereka dengan gembira. Pada kesempatan itu Kenzo dan Ria menyampaikan permintaan maaf mereka secara pribadi kepada Aruna.
" Lupain aja, Gue gapapa kok...," kata Aruna.
" Tapi Run...," ucapan Ria terputus.
" Kalo Lo care sama Gue, please ga usah omongin itu lagi ya Ri. Jangan jadikan masalah itu penyebab keretakan persahabatan Kita. Gue dan Kautsar menganggap itu takdir Kami. Jadi harusnya Kalian juga mendukung Kami bukan malah terus menerus mengingatkan Kami akan kehilangan itu...," kata Aruna dengan mimik wajah serius.
Ria dan Kenzo tersentak mendengar ucapan Aruna. Keduanya saling menatap sejenak lalu mengangguk.
" Ok Aruna. Gue sama Kenzo pasti dukung Lo dan Kautsar..., " sahut Ria pada akhirnya.
Aruna tersenyum mendengarnya lalu memeluk Ria dengan erat. Sesaat kemudian ia mengurai pelukannya lalu mengamati wajah Ria dan Kenzo bergantian.
" Kenapa...?" tanya Kenzo tak suka.
" Jadi sekarang Lo berdua tinggal serumah dong...," sahut Aruna cepat.
" Iya lah. Kan Gue sama Ria suami istri..., " sahut Kenzo cepat.
" Jadi udah itu dong...," kata Aruna usil sambil tersenyum penuh arti.
" Ish, apaan sih Lo Aruna...!" sentak Ria sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
" Belum Run. Ria masih perlu waktu buat nerima Gue sebagai Suami kayanya...," sahut Kenzo dengan wajah sedih.
" Bukan gitu Yang. Aku terima kok pernikahan ini. Cuma untuk itu kok kayanya masih malu...," kata Ria sambil menyentuh lengan Kenzo.
" Jadi artinya Kamu bersedia kan kalo Kita...," ucapan Kenzo terputus saat Ria memotong cepat.
" Iya iya. Udah deh, masa bahas gituan di sini. Bikin Aruna seneng aja...," gerutu Ria dengan wajah merona hingga membuat Aruna dan Kenzo tertawa puas.
" Kalo gitu Gue sama Ria balik dulu ya Run...," kata Kenzo.
" Kok buru-buru sih...?" tanya Aruna.
__ADS_1
" Kan Lo juga harus istirahat Run. Ria juga sebenernya masih perlu istirahat. Makanya Kita ke sini sebentar aja. Dari sini Gue nganterin Ria pulang terus lanjut ke kantor...," sahut Kenzo sambil tersenyum.
" Oh gitu. Sorry ya Ken, Gue terpaksa libur lama nih...," kata Aruna tak enak hati.
" Santai aja Run. Yang penting Lo sehat dulu baru mikirin kerjaan. Ga usah khawatir, posisi Lo ga bakal kegeser kok. Karena cuma Lo yang ngerti dan paham sama ritme kerja Gue, selain istri Gue tentunya...," kata Kenzo sambil merengkuh bahu Ria dengan lembut.
Aruna dan Ria pun tersenyum mendengar ucapan Kenzo. Kemudkan Kenzo dan Ria pulang setelah berpamitan dengan kedua orangtua dan mertua Aruna.
" Salam buat Kautsar ya Run. Assalamualaikum..., " kata Kenzo sebelum melajukan mobilnya.
" Insya Allah, Wa alaikumsalam..., " sahut Aruna sambil melambaikan tangan.
Aruna masih berdiri di teras rumah sambil menatap mobil Kenzo yang menjauh. Kemudian Aruna menoleh ke samping rumah dan tersenyum saat melihat kehadiran sosok tak kasat mata yang sedang sembunyi dari jangkauan matanya. Saat itu lah Aruna teringat dengan sosok Alam, arwah penasaran yang tertahan di Rumah Sakit.
" Alam, gimana kabarnya sekarang ya...," gumam Aruna sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
\=\=\=\=\=
Semangat Aruna untuk membantu Alam membuatnya berusaha pulih lebih cepat. Tentu saja hal itu menggembirakan semua orang terdekatnya.
Setelah memastikan Aruna sehat dan kuat, kedua orangtua dan mertua Aruna pun memutuskan kembali ke Jakarta.
" Kita bisa mampir ke Rumah Sakit sekarang kan Sayang...?" tanya Aruna sambil menatap sang suami.
" Rumah Sakit, sekarang...?" tanya Kautsar tak percaya.
" Iya. Aku ga sabar bantuin Alam. Kebetulan Aku baru aja telephonan sama dokter Sheina, katanya dia dinas malam dan pulang besok pagi. Itu artinya Kita bisa ke sana dan nemuin dia kan...?" tanya Aruna lagi.
Kautsar tertegun sejenak. Sesungguhnya dalam hati Kautsar masih merasa keberatan jika Aruna membantu Alam yang merupakan arwah penasaran itu. Namun saat teringat komitmennya untuk siaga menjaga Aruna dalam kondisi apa pun membuat Kautsar menghela nafas panjang lalu mengangguk.
" Ok...," kata Kautsar hingga membuat Aruna tersenyum lebar.
" Makasih Suamiku. Tambah sayang deh jadinya...," kata Aruna sambil menghambur memeluk Kautsar dengan erat.
Kautsar pun tertawa dan balas memeluk Aruna. Setelah saling menguraikan pelukan keduanya pun bergegas pergi meninggalkan stasiun.
__ADS_1
Mereka tiba di Rumah Sakit dan langsung menemui dokter Sheina di ruangannya.
" Apa dokter Sheina ada Suster...?" tanya Aruna.
" Dokter Sheina sedang ngecek pasien Mbak. Apa ada masalah dengan kesehatan Mbak Aruna...?" tanya suster Hani cemas.
" Oh ga ada Sus. Alhamdulillah Saya baik-baik aja kok. Saya dan Suami Saya ke sini hanya ingin silaturrahim...," sahut Aruna sambil tersenyum.
" Oh syukur lah. Saya Kirain Mbak Aruna sakit lagi. Kalo gitu Saya bakal hubungi dokter Sheina dan bilang kalo Mbak Aruna datang mau ketemu...," kata suster Hani.
" Ga perlu Suster. Biar Saya tunggu aja di ruang tunggu. Saya cuma mau ngobrol ringan aja kok, jadi ga perlu mengganggu pekerjaan dokter Sheina...," tolak Aruna dengan halus.
Suster Hani nampak mengangguk lalu membiarkan Aruna dan Kautsar melangkah ke ruang tunggu.
Tak lama kemudian dokter Sheina terlihat melangkah tergesa-gesa di koridor menuju kearah ruangannya. Ia tersenyum lebar melihat Aruna dan Kautsar tengah duduk menantinya. Kemudian dokter Sheina memeluk Aruna dengan erat dan membawanya masuk ke dalam ruangannya. Kautsar hanya menggelengkan kepala karena merasa diabaikan.
" Cewek-cewek kalo udah ketemu yah kaya gini deh. Suami aja dicuekin...," gumam Kautsar sambil mengekori Aruna dan dokter Sheina dari belakang.
Suster Hani yang mendengar gerutuan Kautsar pun ikut tersenyum simpul. Dalam hati suster Hani kagum dengan kekompakan Kautsar dan Aruna sebagai suami istri.
Setibanya di dalam ruangan Alam nampak sudah berdiri menyambut Aruna. Ia tersenyum lalu melayang menghampiri Aruna.
" Kita ketemu lagi Alam, apa kabar...?" sapa Aruna dengan ramah namun cukup mengejutkan dokter Sheina.
" Jadi Alam ada di sini Aruna, kok Aku ga tau...," kata dokter Sheina.
" Masa sih, bukannya Kalian sering ngobrol...? " tanya Aruna tak percaya.
" Alam kan lagi ngambek sama Aku Aruna. Udah lama Kami ga ngobrol. Aku pikir dia pergi entah kemana. Aku baru tau kalo dia masih di sini ya karena Kamu negur dia tadi...," sahut dokter Sheina sedikit kecewa.
Aruna terkejut lalu menatap Alam dengan intens namun Alam justru memalingkan wajahnya kearah lain seolah enggan bicara.
" Kayanya kesalahan pahaman diantara Kalian ini harus segera diluruskan ya...," kata Aruna sambil menahan tawa.
" Iya Aruna. Lebih cepat lebih baik. Aku ga mau teman baikku marah sama Aku dan mendiamkan Aku berhari-hari...," sahut dokter Sheina cepat.
__ADS_1
Ucapan dokter Sheina mengejutkan Alam. Ia tak menyangka jika dokter cantik itu ternyata juga merasa tak nyaman saat ia tak menyapanya.
\=\=\=\=\=