
Pagi itu Aruna dan Kautsar sengaja melintas di depan rumah kost milik Suryo. Tak ada hal yang aneh di sana. Semua terlihat normal layaknya rumah kost pada umumnya.
Aruna sengaja meminta Kautsar memperlambat laju motornya untuk mengamati rumah kost Suryo lebih detail. Saat itu lah tak sengaja Aruna melihat seorang wanita cantik tengah melamun di pinggir jendela sambil menatap kosong keluar rumah. Rupanya Kautsar juga melihat wanita itu lalu refleks menghentikan motornya.
" Kamu liat wanita di jendela itu juga Sayang...?" tanya Kautsar sambil menoleh kearah Aruna.
" Iya...," sahut Aruna.
" Kalo diingat-ingat, wanita itu sama persis kaya wanita yang Aku liat waktu pulang main sepak bola kemarin Sayang..., " kata Kautsar.
" Kamu yakin Tsar. Bukannya sore itu Kamu ngira kalo cewek itu Aku ya...?" tanya Aruna.
" Iya. Tapi sekarang Aku yakin kalo itu bukan Kamu tapi mirip sama..., eh kemana tuh cewek. Kok ga ada. Bukannya tadi jendela kamar itu terbuka ya...?" tanya Kautsar sambil menoleh kearah jendela kamar yang tertutup.
" Kalian pasti lagi ngeliat ke jendela kamarnya almarhumah Adelia ya. Bukan cuma Kalian yang ngeliat, banyak juga tetangga Kita yang diperlihatkan penampakan Adelia...," sapa seorang wanita bernama Sifa yang kebetulan melintas.
Aruna dan Kautsar pun menoleh lalu tersenyum. Aruna bahkan turun dari motor untuk sekedar menggali informasi.
" Jadi gitu ya Bu. Apa hantunya Adelia itu mengganggu orang yang lewat Bu...?" tanya Aruna.
" Ga ganggu secara langsung sih. Tapi dengan memperlihatkan diri kaya gitu bukannya itu juga mengganggu ya Mbak...," sahut Bu Sifa.
" Iya juga...," sahut Aruna sambil tersenyum.
" Saya udah bilang sama Pak Suryo supaya ngadain tahlilan atau kirim doa biar arwahnya Adelia ga gentayangan. Namanya juga meninggal ga wajar, pasti ruhnya gentayangan ke sana kemari. Untung masih ada yang mau kost di rumah itu, kalo ga kan Pak Suryo sendiri yang rugi...," kata Bu Sifa sambil mencibir.
" Apa yang kost di sana ga merasa terganggu dengan penampakan Adelia Bu...?" tanya Aruna.
" Jelas terganggu Mbak Aruna. Saya denger udah ada tiga orang yang cabut dari sana karena ga tahan sering denger suara cewek nangis sambil merintih gitu...," sahut Bu Sifa sambil bergidik.
Aruna menganggukkan kepalanya lalu menoleh kearah Kautsar yang memberi kode agar segera berangkat ke kantor.
" Udah siang nih Bu, Saya permisi dulu ya. Assalamualaikum..., " pamit Aruna.
" Wa alaikumsalam, hati-hati ya...," kata Bu Sifa sambil melambaikan tangan.
Aruna dan Kautsar pun balas melambaikan tangan sambil terus melaju.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Malam semakin tinggi saat Aruna dan Kautsar tiba di rumah usai mengantarkan keempat tamunya ke stasiun kereta api.
Aruna turun lebih dulu dan bersiap masuk ke dalam rumah. Namun sayup-sayup Aruna mendengar lolongan serigala di kejauhan. Aruna tersentak kaget lalu menatap ke langit dan melihat bulan purnama penuh di sana. Kedua bola mata Aruna nampak berkilat menandakan sesuatu dalam dirinya tengah berproses.
" Apa malam ini Aku juga bakal berubah ?. Apa yang bakal terjadi sama janinku kalo Aku berubah ?. Akankah Aku menyakiti diri sendiri dalam kondisi ga sadar...?" tanya Aruna dalam hati.
Berbagai pertanyaan lain terus memenuhi benak Aruna hingga ia tak sadar kakinya tersandung saat melangkah dan itu membuatnya hampir tersungkur jatuh. Beruntung Kautsar sigap menangkap tubuhnya hingga Aruna tak harus jatuh menelungkup di tanah.
" Kamu gapapa kan Sayang ?. Melamun ya, kok bisa kesandung sih...?" tanya Kautsar.
Aruna tak menjawab. Ia hanya membalikkan tubuhnya lalu menatap Kautsar lekat. Kautsar melihat ada kekhawatiran di kedua mata Aruna dan ia pun iba dibuatnya. Kautsar menarik tubuh Aruna ke dalam pelukannya untuk menenangkan sang istri.
" Gapapa, ada Aku di sini yang bakal selalu jagain Kamu dan bayi Kita...," kata Kautsar sambil menepuk punggung Aruna dengan lembut.
" Pergi lah Kautsar...," bisik Aruna lirih namun mengejutkan Kautsar.
" Apa maksud Kamu nyuruh Aku pergi. Ini udah larut lho Sayang. Justru Aku ga tenang ninggalin Kamu sendirian di rumah...," kata Kautsar sambil mengurai pelukannya.
" Malam ini purnama penuh Kautsar...," kata Aruna datar tapi cukup membuat Kautsar paham apa maksud Aruna.
Kautsar nampak menundukkan kepalanya sejenak lalu menghela nafas panjang.
" Aku tetap di sini nemenin Kamu Aruna...!" kata Kautsar tegas.
" Sejak awal Aku udah siap Aruna. Jadi Kamu ga perlu khawatir. Aku bakal di sini sampe semuanya selesai nanti...," sahut Kautsar.
Kedua mata Aruna berkaca-kaca mendengar pernyataan Kautsar. Aruna pun menangis dalam pelukan Kautsar karena tak sanggup membayangkan apa yang akan ia lakukan pada suami dan anak dalam rahimnya nanti.
" Tetap tenang dan berdzikir. Insya Allah semua akan bisa Kamu lalui dengan mudah Aruna...," kata Kautsar dengan suara bergetar.
Aruna mengangguk lalu mulai berdzikir. Melihat kondisi istrinya yang cemas dan tak berdaya itu, Kautsar pun merapatkan jaket Aruna lalu memintanya naik ke atas motor.
" Kita mau kemana...?" tanya Aruna.
" Ke suatu tempat yang bikin Kamu nyaman...," sahut Kautsar.
" Tapi kemana Tsar. Ini udah hampir tengah malam. Aku ga mau berubah di tengah jalan dan justru membahayakan Kamu dan orang banyak...!" kata Aruna gusar.
" Nurut sama Aku Aruna. Sekarang...!" kata Kautsar hingga membuat Aruna pun bergegas duduk di belakang Kautsar.
__ADS_1
Sesaat kemudian Kautsar melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju keluar kota entah kemana. Aruna nampak memejamkan mata sambil memeluk Kautsar erat karena ngeri melihat cara Kautsar mengendalikan motornya. Sesekali Aruna mencoba mengamati sekitarnya. Ia tersenyum karena Kautsar membawanya ke daerah perkebunan yang luas dan sepi.
Motor berhenti tepat di tengah hutan pinus. Rupanya Kautsar membawa Aruna jauh keluar kota hingga ke lereng sebuah bukit. Saat itu sudah tengah malam dan Aruna mulai mengalami perubahan menjadi manusia serigala sedikit demi sedikit. Beruntung kesadarannya masih tersisa hingga ia masih bisa mengenali Kautsar.
" Kita sampe Sayang...," kata Kautsar dengan suara serak sambil menoleh kearah Aruna.
Aruna tak menjawab. Ia bergegas melompat turun lalu pergi menembus kegelapan hutan seorang diri. Kautsar nampak melepas kepergian Aruna dengan mata berkaca-kaca. Kautsar tahu jika saat itu Aruna telah mengalami perubahan karena Kautsar sempat melihat tangan Aruna yang melingkari perutnya telah dipenuhi bulu berwarna coklat kehitaman tadi.
Kautsar sempat bergidik saat mendengar lolongan serigala saling bersahutan di kejauhan. Kautsar pun mengedarkan pandangannya untuk memastikan tak ada manusia serigala lain yang akan memangsanya di sana.
Kautsar pun meraih potongan kayu di tanah lalu melilitkannya dengan salah satu kaos kaki yang dipakainya. Rupanya Kautsar menyiapkan obor untuk berjaga-jaga karena yang ia tahu serigala takut api.
Cukup lama Kautsar menunggu di tempat itu, hingga sebuah suara menggeram mengejutkan Kautsar.
Kautsar membalikkan tubuhnya dan melihat sosok manusia serigala berdiri tak jauh darinya. Kautsar tertegun saat menyaksikan manusia serigala yang nampaknya berjenis kelamin wanita itu berdiri dengan nafas yang tersengal-sengal.
" Aruna...," gumam Kautsar ragu.
Manusia serigala itu nampak menyeringai lalu melompat menyerang Kautsar. Beruntung Kautsar bisa menghindari serangan manusia serigala itu dengan berkelit ke samping. Lalu dengan cepat Kautsar menyalakan pemantik api untuk membakar obor ditangannya.
Manusia serigala itu nampak marah saat melihat api yang dikibaskan Kautsar hampir mengenai tubuhnya.
Dengan kemarahan penuh manusia serigala itu kembali menyerang Kautsar tepat di bagian tangan yang sedang memegang obor. Kautsar pun terkejut dan mengerang kesakitan saat cakaran manusia serigala mengenai lengannya hingga pegangannya pada obor itu terlepas.
Manusia serigala di hadapan Kautsar nampak menyeringai senang melihat darah yang menetes dari luka di lengan Kautsar. Ia terlihat makin beringas.
Dengan sekali lompatan manusia serigala itu berusaha menggapai Kautsar yang berdiri sambil melindungi kepalanya dengan kedua lengannya.
Di saat bersamaan sosok manusia serigala lain hadir dan langsung menghadang serangan manusia serigala itu tepat di atas kepala Kautsar.
" Aaarrgghh...!"
" Hhrrrrgghh...!"
Jeritan dua manusia serigala yang berbenturan itu pun membahana di dalam hutan yang sepi itu. Suara berdebum dua benda berat yang terjatuh ke tanah pun terdengar sesaat kemudian.
Rupanya benturan dua manusia serigala itu juga menimbulkan angin kencang yang membuat tubuh Kautsar terpelanting ke tanah.
Kautsar pun segera bergeser menjauh sambil berusaha meraih obor yang tadi terlepas dari tangannya. Setelah berhasil menggenggam obor Kautsar pun sigap bangkit kembali sambil menatap ke depan dengan posisi siaga.
__ADS_1
Dari tempatnya berdiri Kautsar menyaksikan pertarungan dua manusia serigala di hadapannya. Dua manusia serigala berbeda warna dan ukuran tubuh tampak saling menyerang dengan beringas. Dalam hati Kautsar terus berdzikir dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar semuanya segera berakhir.
bersambung