
Bianca nampak iba melihat kondisi Aruna yang payah karena tak tahan melihat darah. Namun Bianca juga harus segera menyelesaikan semuanya sebelum kuyang jelmaan Hasby bertambah kuat.
Bianca menoleh kearah Pasko saat sang sepupu memanggil namanya.
" Ada apa...?" tanya Bianca.
" Keliatannya Kita harus bekerja extra Mbak...," sahut Pasko sambil menggelengkan kepalanya.
" Kenapa emangnya...?" tanya Bianca tak mengerti.
" Mbak liat aja. Jarum perak yang tadi Mbak tancapkan rontok satu per satu...," sahut Pasko sambil memperlihatkan kepala kuyang beserta organ dalamnya yang menggantung itu.
Bianca terkejut melihat jarum perak berserakan di tanah. Ia terlihat panik karena khawatir kuyang jelmaan Hasby akan kembali kuat dan bisa berbalik menyerang mereka.
Aruna yang berada tak jauh dari Bianca dan Pasko pun mendengar ucapan Pasko. Aruna pun meraih sesuatu dari tas selempangnya lalu menyerahkannya kepada Bianca.
" Pake ini Bu...," kata Aruna sambil menyodorkan bungkusan plastik kepada Bianca.
" Apa ini Aruna...?" tanya Bianca.
" Itu pecahan kaca yang Saya ambil di pantry kantor tadi Bu...," sahut Aruna.
" Terus...?" tanya Bianca tak mengerti.
" Tolong taburkan pecahan kaca itu di atas potongan leher Pak Hasby yang ada di lemari itu Bu. Saya ga kuat ngeliat darah, jadi Saya minta tolong Ibu gapapa kan...?" tanya Aruna tak enak hati.
Bianca dan Pasko saling menatap sambil tersenyum. Sedangkan Kautsar nampak berdiri sambil memegangi Aruna agar tak tersungkur ke tanah.
" Gapapa Aruna. Saya maklum kok...," kata Bianca lalu bergegas masuk ke dalam rumah.
Ditemani Pasko yang masih memegang kepala Hasby, Bianca pun menaburkan pecahan kaca itu ke potongan leher Hasby.
Saat pecahan kaca mendarat di atas potongan lehernya, kepala Hasby yang ada dalam cengkraman Pasko tampak membuka matanya sambil menyeringai. Rupanya kuyang itu merasakan sakit juga saat lehernya ditaburi pecahan kaca.
__ADS_1
Pasko nampak sedikit kewalahan saat kuyang itu bergerak liar bersamaan dengan mengejangnya tubuh Hasby di dalam lemari. Tidak hanya mengejang, tubuh Hasby nampak bergetar hebat saat pecahan kaca yang terkecil meresap masuk ke dalam daging di lehernya.
Tiba-tiba terdengar suara mendesis layaknya botol minuman bersoda saat dibuka tutupnya. Bersamaan dengan itu warna merah kehitaman nampak meluap dari potongan leher Hasby hingga mengalir ke bawah dan membasahi seluruh pakaian Hasby.
Bianca dan Pasko menjauh karena terkejut melihat luapan darah dari leher Hasby. Karena fokus mengamati tubuh tanpa kepala milik Hasby, pegangan Pasko pada kepala Hasby pun mengendur. Kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Hasby. Dia menghentak sekali lagi dan pegangan Pasko pun terlepas.
Setelahnya kuyang jelmaan Hasby nampak melesat cepat ke udara lalu kembali menukik menghampiri tubuhnya yang tengah menggelepar tak berdaya itu.
Terjadi sesuatu yang membuat bulu kuduk meremang. Tiap kali kuyang itu berhasil mendekati tubuhnya lalu berusaha menyatukan kepala dengan tubuhnya, maka kuyang itu terpental ke atas sambil menjerit. Jeritannya terdengar menyayat hati seolah jeritan orang yang tengah putus asa karena kehilangan sesuatu yang ia cintai.
Berkali-kali kuyang jelmaan Hasby mencoba mengembalikan kepalanya di posisi semula tapi selalu gagal.
Kuyang jelmaan Hasby nampak melayang berputar di udara seolah mencari celah untuk bisa kembali. Ada darah yang mengalir dari kedua matanya seolah ia sedang menangisi takdir buruknya. Jeritannya pun terdengar memilukan.
Aruna yang melihatnya pun nampak sedikit terpengaruh. Kautsar yang menyadari tatapan istrinya mengarah pada kuyang jelmaan Hasby itu segera menutup mata Aruna dengan telapak tangannya.
" Jangan liat ke sana Sayang...," kata Kautsar.
" Kasian dia...," sahut Aruna sambil berusaha menepis telapak tangan Kautsar dari matanya.
Kuyang jelmaan Hasby nampak menatap ke sekelilingnya sekali lagi seolah sedang mencari peruntungan. Ia beranggapan jika malam ini adalah akhir hidupnya, setidaknya dia bisa membawa serta salah satu manusia yang ada di sana. Dan tatapannya mengarah ke Aruna karena ia merasa Aruna adalah yang terlemah diantara keempat orang yang ada di sana.
Sambil menyeringai jahat, kuyang jelmaan Hasby itu melesat cepat kearah Aruna. Jika biasanya dia menyerang dari bagian depan dan bawah, kali ini Hasby menyerang Aruna dari belakang tubuhnya tepatnya di bagian pinggang.
Kautsar yang memang siaga nampak tak membiarkan sesuatu terjadi pada istri dan calon anaknya. Dia menghalangi tubuh Aruna dengan tubuhnya dan gigitan sang kuyang pun mengenai tempat kosong.
Bianca yang melihat sigapnya Kautsar dalam melindungi Aruna pun tersenyum senang. Ia melemparkan bungkusan kearah Kautsar.
" Tangkap ini Mas Kautsar...!" kata Bianca lantang.
Kautsar berhasil menangkap bungkusan berbau menyengat yang ia tahu adalah potongan bawang putih itu. Lalu Kautsar mengeluarkan potongan bawang putih dari dalam bungkusan itu dan dilemparnya kearah sang kuyang.
Jerit kesakitan kembali membahana di malam itu. Rupanya aroma menyengat dari bawang putih yang dilemparkan Kautsar tadi membuat sang kuyang mabuk. Ia nampak melayang tanpa arah bahkan beberapa kali membentur pohon.
__ADS_1
Setelah beberapa kali membentur pohon kuyang itu pun jatuh ke tanah. Dengan sigap Pasko mengejarnya lalu kembali menangkapnya. Kali ini kuyang jelmaan Hasby nampak tak segarang tadi. Kekuatannya melemah dan dia hanya memejamkan mata saat Pasko membawanya mendekati tubuhnya.
Melihat bagaimana kepala dan tubuh Hasby disandingkan membuat Aruna menggelengkan kepala. Ia meminta Kautsar membawanya menjauh dari tempat itu. Kautsar mengangguk lalu memapah Aruna menuju mobil Pasko.
" Aku ga kuat. Aku di sini aja ya...," kata Aruna sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
" Iya Sayang. Kamu di sini aja...," sahut Kautsar sambil mengusap peluh di kening Aruna dengan telapak tangannya.
" Kalo Kamu mau ngeliat, Kamu ke sana aja Sayang...," kata Aruna yang mengerti rasa penasaran suaminya pada makhluk itu.
" Emangnya gapapa kalo Aku tinggalin Kamu sendirian di sini...?" tanya Kautsar ragu.
" Gapapa. Biar Aku kunci pintunya nanti...," sahut Aruna sambil tersenyum.
" Ok. Aku ke sana sebentar ya Sayang. Kamu pegang ini buat jaga-jaga ya...," kata Kautsar sambil meletakkan besi yang tadi dipakainya untuk memukul kuyang di dekat kaki Aruna.
" Iya iya. Udah buruan sana...," sahut Aruna gemas.
Kautsar tertawa kecil lalu bergegas menghampiri Bianca dan Pasko setelah memastikan Aruna aman di dalam mobil.
Saat tiba di sana Kautsar melihat jika kuyang itu tengah sekarat. Di sampingnya terlihat tubuh Hasby yang tak lagi bergerak, pucat dan membiru.
Bianca dan Pasko nampak sedang membaca sesuatu yang diyakini Kautsar sebagai mantra. Tak ingin mengganggu kekhusukan Bianca dan Pasko, Kautsar pun menjauh sambil berdzikir panjang. Sesekali ia menoleh ke mobil Pasko dimana Aruna berada.
" Dia ga punya harapan lagi Mbak. Selesaikan sekarang jika Kamu kasian sama dia...," kata Pasko.
" Iya. Lebih baik Kita akhiri sekarang...," sahut Bianca dengan suara bergetar.
Pasko melakukan gerakan seperti jurus bela diri. Saat ia akan mengarahkan telapak tangannya kearah kepala kuyang jelmaan Hasby, sebuah suara menahannya.
" Tunggu...!" kata suara itu.
Bianca, Pasko dan Kautsar menoleh kearah sumber suara dan terkejut.
__ADS_1
\=\=\=\=\=