
Kedua orangtua Kenzo masih berusaha menahan kesedihan saat mendengar pertanyaan Ria tadi. Namun perhatian keduanya teralihkan saat perawat memanggil.
" Keluarga pasien Kenzo...!" panggil sang perawat.
" Iya Suster...," sahut kedua orangtua Kenzo bersamaan lalu berjalan menghampiri sang perawat yang berdiri di ambang pintu ruang UGD.
" Dokter ingin bicara dengan keluarga pasien. Mari ikut Saya...," kata sang perawat dengan ramah.
Kedua orangtua Kenzo mengangguk lalu melangkah mengikuti sang perawat. Ria pun tak kuasa menahan tangis saat melihat kedua orangtua Kenzo berjalan menjauh mengikuti perawat itu.
" Jangan nangis Ri. Kenzo gapapa kok...," kata Aruna sambil menepuk punggung Ria dengan lembut.
" Kalo Kenzo gapapa, kenapa orangtuanya masang muka kaya gitu Run...," sahut Ria di sela isak tangisnya.
" Gapapa, wajar kan kalo mereka sedih. Orangtua mana yang bahagia ngeliat anaknya masuk Rumah Sakit Ri...," kata Aruna yang diangguki Agung, Galang dan Fadil.
" Iya. Tapi...," ucapan Ria terputus saat Aruna menarik tangannya dan membawanya ke kantin Rumah Sakit.
" Lebih baik Kita tunggu di sini...," kata Aruna.
Ria hanya mengangguk pasrah di hadapan Aruna.
Sementara itu kedua orangtua Kenzo nampak membeku di hadapan dokter yang menangani penyakit Kenzo. Mereka terlihat shock setelah mendengar penuturan dokter.
" Pasien atas nama Kenzo mengidap kanker otak stadium akhir. Kami hanya bisa berusaha, dan selanjutnya keajaiban ada di tangan Allah...," kata sang dokter hati-hati.
Kedua orangtua Kenzo nampak saling menatap bingung. Mereka sama sekali tak pernah tahu jika anak mereka mengidap penyakit mematikan itu karena Kenzo tak pernah menceritakannya.
" Apa ga bisa disembuhin dok...?" tanya papa Kenzo dengan suara serak.
" Sulit Pak. Keliatannya saudara Kenzo udah tau ini sejak lama dan mencoba menghadapinya sendiri tanpa mau berbagi dengan yang lain. Jadi saat penyakitnya bertambah parah dia hanya sembunyi tanpa mau cari solusi. Andai Kita tau sejak awal mungkin akan berbeda ceritanya...," sahut sang dokter dengan mimik wajah sedih.
Mendengar jawaban dokter membuat mama Kenzo menangis. Ia nampak menyembunyikan wajahnya sambil menutupinya dengan kedua telapak tangan. Papa Kenzo juga tampak terpukul namun masih berusaha tegar menerima kenyataan.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Genk Comot dibuat terkejut saat papa Kenzo menyampaikan berita menyedihkan itu. Dan orang yang paling sedih dengan berita itu tentu saja Ria, kekasih Kenzo.
" Tapi Kenzo ga pernah bilang apa pun soal penyakitnya Om...," kata Ria dengan air mata yang menderas di wajahhya.
" Sama Ri. Kenzo juga ga pernah cerita apa pun sama Om dan Tante...," sahut papa Kenzo gusar.
" Jadi sekarang apa yang harus Kita lakukan Om Tante...?" tanya Ria.
" Kita cuma bisa pasrah sambil berdoa berharap ada keajaiban untuk Kenzo...," sahut papa Kenzo sambil membuang tatapan kearah lainnya.
Di sampingnya terlihat sang istri tampak melamun sambil mengingat ekspresi Kenzo di dalam kamar tadi. Tiba-tiba mama Kenzo berdiri dan berucap lantang.
" Ini ga masuk akal. Selama ini Anakku baik-baik aja. Kenapa tiba-tiba sekarang sakit parah. Aku tau ada yang ga beres dan Aku akan selidiki semuanya...!" kata mama Kenzo.
Suara lantang mama Kenzo mengejutkan semua yang berada di sampingnya. Ria pun menghentikan tangisnya dan menatap mama Kenzo dengan tatapan bingung.
" Apa maksud Tante...?" tanya Ria.
" Ria. Apa Kamu punya kenalan orang pinter atau sejenisnya...?" tanya mama Kenzo sambil menatap Ria.
" Orang pinter, banyak Tante. Fadil sama Kenzo juga pinter...," sahut Ria linglung.
" Bukan orang pinter kaya mereka Ria. Maksud Tante orang pinter yang bisa ngerti ilmu hitam alias dukun...," kata mama Kenzo gemas.
" Oh itu. Maaf Saya ga kenal Tante...," sahit Ria malu.
" Kali Kalian gimana...?" tanya mama Kenzo sambil menatap keempat anggota genk Comot lainnya.
" Mama apaan sih. Jangan kaya gitu dong Ma...," kata papa Kenzo sambil menarik tangan istrinya agar menjauh dari genk Comot.
" Kenapa Pa ?. Jangan bilang Papa ga ngerasa semua ini aneh...," sahut mama Kenzo.
" Iya sih. Tapi ga perlu dishare sama orang lain juga dong. Ntar malah jadi fitnah Ma...," kata papa Kenzo setengah berbisik.
" Aku ga bisa diem aja Pa. Semua udah kaya gini. Aku ga rela anakku jadi korban ilmu sesat orang lain. Aku harus melakukan sesuatu...!" sahut mama Kenzo galak.
__ADS_1
Aruna nampak mengerutkan keningnya mendengar ucapan mama Kenzo. Baginya itu sudah cukup jelas karena dia sendiri melihat sesuatu yang aneh dalam kasus sakitnya Kenzo.
" Lo nemu sesuatu ya Run...?" tahya Agung sambil berbisik.
" Sok tau Lo...," sahut Aruna ketus.
" Ayo lah Run. Siapa pun tau kalo sakitnya Kenzo bukan sakit biasa. Ini penyakit non medis Run...," kata Agung.
Aruna menghela nafas panjang karena tahu tak akan bisa menghindar dari Agung yang memang terlalu peka pada hal tak biasa yang menyangkut teman-teman terdekatnya.
" Gue ga yakin Gung. Tapi kalo boleh jujur Gue harap ini ga ada hubungannya sama hal ghaib...," kata Aruna pada akhirnya.
" Kalo efeknya udah separah ini, artinya Kenzo udah lumayan lama berinteraksi sama hal ghaib ya Run...," kata Agung menganalisa.
" Keliatannya sih kaya gitu...," sahut Aruna.
" Apa masih ada jalan buat Kenzo bisa lepas dan sembuh Run...?" tanya Agung.
" Insya Allah. Gue harap juga begitu...," sahut Aruna ragu karena sejatinya Aruna melihat jika aura mistis yang melingkupi kamar Kenzo saat itu terlihat gelap dan suram.
Dalam hati Aruna menyesal karena mengabaikan aura hitam yang membayangi Kenzo belakangan ini. Aruna tak mengira jika itu adalah sesuatu yang sedang mengintai Kenzo. Aruna justru mengira jika aura mistis yang dia lihat sedang mengintainya.
\=\=\=\=\=
Kautsar menghubungi Aruna karena sejak tiba di rumah ia tak melihat keberadaan Aruna. Sayangnya ponsel Aruna tak bisa dihubungi dan itu membuat Kautsar sedikit kesal.
" Dimana sih dia. Apa dia ga tau kalo seharian Aku cemas mikirin dia. Tapi jangankan telephon untuk nanyain keadaanku. Sekarang dia pulang telat aja dia ga ngabarin Aku...," gumam Kautsar sambil menggelengkan kepalanya.
Kemudian Kautsar pun masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Setelahnya ia berganti pakaian. Kautsar memilih mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek warna abu-abu. Rambut basahnya ia biarkan begitu saja.
Kautsar menuju dapur untuk menyeduh kopi. Ia juga menyeduh teh manis hangat untuk Aruna.
Setelahnya ia membawa cangkir berisi kopi dan teh manis ke ruang tengah dan meletakkannya di atas meja. Lalu Kautsar meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Aruna lagi. Karena tak juga mendapat respon akhirnya Kautsar menghubungi Agung.
Kautsar tersentak kaget mendengar Aruna dan genknya berada di Rumah Sakit. Walau tahu bukan Aruna yang sakit, tapi Kautsar sedikit menyesalkan karena mengabaikan kesehatan Aruna setelah mengalami perubahan wujud.
__ADS_1
\=\=\=\=\=