Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
143. Romansa


__ADS_3

Aruna dan Ria masih di kantin Rumah Sakit saat Galang memanggil mereka.


" Run, Lo dijemput Kautsar tuh. Lo ga ngasih kabar ya kalo lagi di sini...?" tanya Galang.


" Astaghfirullah aladziim, Gue lupa Lang. Ini udah jam berapa sih...?" tanya Aruna sambil melirik jam di pergelangan tangannya lalu bangkit dari duduknya.


" Jam tujuh...," sahut Galang cepat.


Aruna terkejut. Saking sibuknya menghibur Ria ia lupa untuk mengabari suaminya. Melihat wajah Aruna yang panik membuat Ria mengerutkan keningnya lalu bertanya.


" Lo kenapa Run, kok panik banget. Emangnya Kautsar marah kalo ga dikabarin...?" tanya Ria.


Ria sengaja menanyakan itu untuk mengetes Aruna karena saat itu Kautsar baru saja tiba dan tengah berdiri tepat di belakang Aruna. Kautsar tersenyum mendengar jawaban Aruna.


" Gapapa. Kautsar itu orangnya pengertian dan ga suka suusdzon sama orang. Makanya Gue ga terlalu khawatir. Gue cuma ga enak aja udah lupa ngabarin dia dan bikin dia cemas...," sahut Aruna.


" Makasih pujiannya...," bisik Kautsar di belakang telinga Aruna.


Aruna terkejut lalu memalingkan wajahnya hingga bibirnya dan Kautsar refleks bertemu. Orang lain akan melihat mereka sedang melakukan adegan ciuman (meski pun tak sengaja) termasuk Galang dan Ria.


Aruna membulatkan matanya karena terkejut sedang Kautsar terlihat santai. Galang pun langsung memalingkan wajahnya kearah lain sedangkan Ria nampak mengerucutkan bibirnya karena iri.


" Lo berdua sengaja ya bikin Gue iri. Lo kan tau kalo Kenzo lagi sakit di dalam sana...," kata Ria kesal sambil menghentakkan kakinya.


" Eh, sorry Ri. Kita ga sengaja. Iya kan Tsar...?" tanya Aruna sambil menatap Kautsar.


Sayangnya Kautsar hanya menggedikkan bahunya lalu melangkah menjauhi Aruna hingga membuat Aruna berdecak sebal. Galang yang melihat kekesalan di wajah Aruna pun tertawa lalu menyusul Kautsar.


Kemudian Ria dan Aruna mengekori Kautsar dan Galang yang berjalan menuju ruang rawat inap Kenzo.


Diam-diam Aruna menggigit bibirnya. Ia merasa malu sekaligus rindu akan sentuhan Kautsar. Sebenarnya bukan salah Kautsar tapi karena dirinya lah yang sengaja menjaga jarak. Dari belakang Aruna bisa melihat jelas postur tubuh Kautsar yang tinggi gagah itu. Aruna pun rindu ingin memeluknya. Namun saat teringat Kautsar pernah melihatnya dalam wujud monster itu membuat Aruna minder. Ia pun hanya bisa tersenyum kecut sambil menelan keinginannya itu.


Namun saat Kautsar melirik kearahnya, Aruna merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia merasa gugup untuk sesaat.


Seolah mengerti jika Aruna dan Kautsar ingin bicara, Galang dan Ria pun mendahului keduanya masuk ke dalam kamar rawat inap Kenzo.

__ADS_1


" Apa Kamu berniat nemenin Kenzo di sini Run...?" tanya Kautsar.


" Sebenernya sih ga. Aku cuma lagi menghibur Ria aja tadi sampe lupa ngabarin Kamu. Maaf ya...," sahut Aruna salah tingkah.


" It's Ok. Aku pikir Kamu lagi berusaha menjauhi Aku Run...," kata Kautsar sedih sambil menyigar rambutnya ke belakang.


Ucapan Kautsar mengejutkan Aruna. Ia merasa bersalah karena telah membuat Kautsar sedih.


" Aku ga ada maksud kaya gitu kok. Kenapa Kamu mikir kaya gitu sih...?" tanya Aruna sambil memalingkan wajahnya kearah lain.


Kautsar menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Aruna. Ia tersenyum penuh makna lalu mengatakan sesuatu yang membuat Aruna mati kutu.


" Liat, ini buktinya. Belakangan ini Kamu ga mau natap Aku saat bicara Aruna. Sebenernya apa salahku sampe Kamu bersikap kaya gini. Apa karena Aku terlalu sibuk sama urusan kantor ?. Atau karena hal lain ?. Bukannya Kita udah sepakat buat omongin semua yang mengganjal dalam hubungan Kita Aruna...?" tanya Kautsar gusar.


Aruna melihat ada gurat kekecewaan di wajah Kautsar saat mengucapkan kalimat itu dan itu membuat Aruna tersentuh. Ia tak menyangka jika sikapnya justru melukai Kautsar.


Kemudian Aruna maju mendekati Kautsar. Ia berhenti tepat di depan Kautsar sambil mendongakkan wajahnya untuk menatap Kautsar. Lalu Aruna mengulurkan kedua tangannya dan meraih wajah Kautsar.


" Maaf...," kata Aruna lirih lalu ia mencium bibir Kautsar dengan lembut.


Mereka baru mengakhiri ciuman mereka saat mendengar langkah kaki yang mendekat kearah mereka. Keduanya saling mengurai pelukan dengan canggung. Aruna memalingkan wajahnya yang merona itu kearah lain hingga membuat Kautsar tersenyum diam-diam.


Kemudian keduanya menoleh ke sumber suara.


" Lo mau nginep di sini Run...?" tanya Fadil yang berjalan bersisian dengan Agung.


" Ga Dil. Gue balik aja, gapapa kan...?" tanya Aruna.


" Ya gapapa lah. Lagian ga ada yang bisa Kita lakuin di sini. Kenzo emang perlu suport, tapi Kita juga ga boleh abai sama kesehatan sendiri dan urusan kuliah Kita...," sahut Fadil.


" Betul Dil. Kalo Kautsar udah di sini berarti Gue bisa langsung balik ya. Kan Aruna udah dijemput sama Suaminya...," kata Agung.


" Iya...," sahut Fadil, Aruna dan Kautsar bersamaan.


" Paling Gue balik sama Galang...," kata Fadil.

__ADS_1


" Terus Ria balik sama siapa...?" tanya Aruna.


" Lo tau kan kalo dia keras kepala. Dia pasti milih bertahan di sini nemenin Kenzo...," sahut Fadil sambil melengos.


" Kenapa bukan Ria yang Lo anterin pulang Dil. Si Galang biar sama Agung...," saran Kautsar.


" Bener tuh. Ria kan juga perlu istirahat. Kenzo ga sendiri karena orangtuanya pasti jagain dia...," sahut Agung.


" Iya sih. Terus siapa yang mau ngebujuk si Ria...?" tanya Fadil.


" Mamanya Kenzo lah. Biar ntar Gue yang ngomong sama Mamanya Kenzo...," kata Aruna.


" Iya setuju...," sahut Fadil dan Agung bersamaan.


Kautsar pun mengangguk sambil tersenyum. Tak lama kemudian kedua orangtua Kenzo datang. Aruna pun segera menyampaikan keinginannya dan teman-temannya.


" Iya, Tante ga setuju kalo Ria ikut begadang nemenin Kenzo di sini. Ria harus tetap kuliah. Jangan gara-gara Kenzo masa depannya terganggu...," kata mama Kenzo bijak.


" Betul Ma. Sebaiknya Mama bilang sekarang sama Ria. Biar dia bisa pulang bareng teman-temannya..., " kata papa Kenzo.


" Iya Pa. Sebentar ya Anak-anak...," kata mama Kenzo lalu masuk ke dalam ruangan.


Tak lama kemudian Galang dan Ria keluar dari dalam kamar rawat inap Kenzo. Wajah Ria terlihat sedih karena harus meninggalkan Kenzo.


" Ada Om sama Tante yang jagain. Kamu pulang ya Sayang. Jangan sampe Kamu juga sakit...," bujuk mama Kenzo sambil mengusap rambut Ria dengan lembut.


" Iya Tante. Kalo gitu Aku pulang dulu ya...," pamit Ria setelah mencium punggung tangan kedua orangtua Kenzo bergantian.


" Iya. Hati-hati Kalian semua. Makasih yaa...," kata mama Kenzo.


" Iya Tante...," sahut Aruna dan teman-temannya sambil melambaikan tangan.


Setelah Aruna dan teman-temannya menjauh, kedua orangtua Kenzo pun masuk ke dalam kamar rawat inap Kenzo.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2