Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
38. Disuruh Mengawasi


__ADS_3

George sedang mengikuti seorang pemuda yang diketahui sebagai pemilik sepasang mata yang selama ini mengintai Aruna. Saat itu George merubah wujudnya menjadi manusia biasa agar tak membuat pria itu terkejut nantinya.


Dari tempatnya berdiri George melihat jika pemuda itu berlari kecil menuju motor miliknya. Ternyata pemuda itu memarkirkan motornya secara sembunyi dan jauh dari keramaian usai ia mengintai Aruna dan Kalisha yang baru saja membantu hantu Komar ‘menyebrang’ ke dimensi lain. Sesaat kemudian pemuda itu melajukan motornya dan bergegas meninggalkan tempat itu.


“ Menarik...,” gumam George sambil menyeringai lalu kembali mengikuti pemuda itu.


Pemuda itu nampak melajukan motornya dengan tenang. Wajahnya yang tertutup masker dan topi nampak misterius. Namun dari kedua mata yang tersembul dengan sepasang alis yang membingkai  menandakan jika pemuda itu adalah sosok yang berani.


Pemuda itu tiba di sebuah rumah sederhana namun terlihat asri dan nyaman. Kemudian pemuda itu mengunci pintu pagar lalu secara perlahan mendorong motornya masuk ke dalam garasi. Di dalam garasi itu terparkir motor lain yang terlihat agak usang.


Kemudian pemuda itu melangkah menuju pintu rumah. Saat pemuda itu bermaksud mengetuk pintu, tiba-tiba pintu itu terbuka. Dari balik pintu terlihat wajah seorang pria yang diyakini sebagai ayah pemuda itu nampak tersenyum menyambut kedatangannya.


“ Assalamualaikum Yah...,” sapa pemuda itu.


“ Wa alaikumsalam, masuk lah Nak. Gimana, apa yang Kamu liat hari ini...?” tanya sang ayah.


Kemudian pemuda itu nampak menceritakan apa yang dilihatnya tadi. Sang ayah nampak mendengarkan dengan seksama sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


“ Keliatannya kemampuannya bertambah sekarang. Ayah khawatir dia berada di tangan yang salah. Kita harus segera membantunya Nak...,” kata sang ayah.


“ Iya Yah. Sekarang boleh kan Aku tidur, Aku udah capek dan ngantuk banget Yah...,” kata pemuda itu.


“ Tidur lah. Makasih ya Nak...,” sahut sang ayah sambil tersenyum.


“ Sama-sama Yah...,” sahut pemuda itu lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya meninggalkan sang ayah sendiri di ruang depan.


Dari tempatnya mengintai, George bisa mendengar percakapan ayah dan anak itu. George nampak berusaha mengingat siapa ayah pemuda itu.


“ Kayanya pernah liat, tapi dimana ya. Terus siapa mereka sebenarnya dan apa maunya...?” gumam George penuh tanda tanya.


George berpindah ke pohon lain saat melihat pemuda itu bergeser menjauh dari ruang depan. George juga melihat celah untuk masuk ke dalam rumah pemuda itu dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Dalam sekejap George berhasil masuk ke dalam kamar pemuda itu lalu sembunyi di balik gorden jendela.


Pemuda itu nampak baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut dan wajah yang terlihat basah. Pemuda itu berbaring di atas tempat tidur setelah mengganti pakaiannya dengan T-shirt .

__ADS_1


Saat akan memejamkan matanya ia terkejut karena merasa jika sebuah tangan mencekal lehernya dengan sangat kuat hingga nafasnya tertahan di tenggorokan. Pemuda itu refleks membuka matanya dan terkejut melihat seorang pria bule berada di atas tubuhnya dan tengah menatap tajam kearahnya.


“ Sssttt..., jangan berisik...,” kata George sambil menyilangkan telunjuknya di depan bibir.


“ Si... siapa Kau. Apa maumu...?” tanya pemuda itu sambil berusaha melepaskan cekalan tangan George.


Sesaat kemudian pemuda itu pun berhasil melepaskan cekalan tangan George di lehernya dan balik menyerang George. Dan kini keduanya berdiri berhadapan dengan posisi siap siaga. Dalam hati George merasa kagum dengan kemampuan bela diri yang dimiliki pemuda itu.


“ Siapa Kau, kenapa bisa masuk ke sini...?!” tanya pemuda itu dengan lantang.


“ Aku pengawal Aruna. Beberapa kali Aku melihatmu mengikuti Aruna. Jadi sekarang jawab Aku, siapa Kau dan apa maumu mengikuti Aruna...?” tanya George dengan tatapan yang tajam.


“ Oh, jadi Aruna punya pengawal ?. Hebat betul dia punya pengawal seperti Kamu. Kalo Ayah tau cewek itu udah punya pengawal yang handal kaya gini, Ayah pasti ga akan nyuruh Aku lagi buat ngawasin cewek nyebelin itu...,” sahut pemuda itu sambil meraba lehernya yang tadi dicekik oleh George.


“ Cewek nyebelin, maksudmu apa...?” tanya George tak suka.


“ Aruna itu emang nyebelin Om. Sok kuat, sok care, sok cuek. Padahal dia tau banyak orang yang ga suka sama ulahnya selama ini...,” sahut  pemuda itu sambil melengos.


“ Bukan banyak tapi hanya beberapa orang aja yang ga suka, dan diantaranya ya Kamu. Lagian Aruna ga pernah berulah. Dia hanya mengimbangi sikap orang-orang di sekelilingnya...,” kata George ketus.


George terdiam sejenak karena tak mengerti jalan pikiran pemuda itu. Setelahnya ia menghela nafas panjang lalu melanjutkan pertanyaannya.


“ Ayahmu yang menyuruhmu mengawasi Aruna, untuk apa dan siapa dia sebenernya...?” tanya George gusar.


“ Ayahku dulu adalah guru SMPnya Aruna, namanya Ahmad. Beliau merasa jika Aruna dalam bahaya, jadi beliau minta Aku untuk melindungi Aruna. Aku ga tau persis apa alasan Ayah ngelakuin semua itu...,” sahut pemuda itu yang tak lain adalah Kautsar.


“ Hanya itu...?” tanya George.


“ Setauku hanya itu...,” sahut Kaustar cepat.


“ Kamu sendiri, siapa namamu. Dan kenapa mau menuruti permintaan Ayahmu...?” tanya George tak mengerti.


“ Namaku Muhammad Alkaustar, biasa dipanggil Kautsar. Aruna dan Aku satu sekolah di SMA, dia adik kelasku. Aku merasa perintah Ayahku bukan sebuah beban karena Aku toh hanya ngeliatin Aruna dari jauh terus melaporkan apa yang dilakukan Aruna setiap hari ke Ayah. Ga berat dan ga makan waktu kok...,” sahut Kautsar santai.

__ADS_1


“ Setelah melaporkan semuanya, terus apa lagi...?” tanya George penasaran.


“ Ga ada, kalo udah laporan sama Ayah ya Aku bisa ngelakuin apa aja. Bebas, asal bertanggung jawab...,” sahut Kautsar.


“ Maksudmu apa...?” tanya George tak mengerti.


“ Maksudku, Ayah mengijinkanku melakukan kegiatan apa pun asal positif dan ga menyalahi aturan agama...,” sahut Kautsar.


“ Oh gitu...,” kata George sambil menganggukkan kepalanya.


“ Iya. Terus Om ini siapanya Aruna, kok marah banget keliatannya...?” tanya Kautsar sambil menatap George lekat dari kepala hingga ujung kaki.


“ Saya Omnya Aruna...,” sahut George cepat.


“ Omnya Aruna. Kok Aku ga pernah liat ?. Tapi Aku ga percaya kalo Om ini Omnya Aruna. Bisa aja Om cuma ngaku-ngaku padahal Om ini orang yang selama ini diwaspadai sama Ayahku...,” kata Kautsar curiga sambil mengamati George dari ujung kaki hingga kepala.


“ Saya ga nyuruh Kamu percaya, itu urusanmu...,” sahut George ketus sambil membalikkan tubuhnya.


“ Eh, sebentar. Om mau kemana...?” tanya Kautsar saat melihat George melompati jendela kamarnya.


“ Pulang. Jangan bilang Kamu minta Saya nemenin Kamu tidur...,” sahut George sambil memicingkan matanya.


“ Ish, apaan sih Om ini. Emang Saya cowok apaan, tidur kok ditemenin cowok. Hiiyy...,” kata Kautsar sambil bergidik hingga membuat George tersenyum diam-diam.


Sesaat kemudian Kautsar pun melihat George melompat keluar dan hilang entah kemana.


“ Ternyata ayah benar. Cewek itu dikelilingi orang aneh, jadi jangan heran kalo akhirnya dia ikutan aneh...,” gumam Kautsar sambil menutup jendela kamarnya.


Kemudian Kautsar kembali membaringkan tubuhnya dan benar-benar terlelap setelahnya.


\=====


Sejak mengetahui Aruna memiliki ‘pengawal’ lain di sekolah, George dan Matilda makin waspada. Meski pun selama ini mereka melihat Kautsar tak melakukan sesuatu yang membahayakan Aruna, namun keduanya tetap khawatir jika Kautsar dan ayahnya memiliki niat tersembunyi.

__ADS_1


\=====


__ADS_2