
Kautsar baru saja tiba di kantor saat Reyhan duduk di hadapannya dengan kacau.
" Kenapa Lo, kusut banget muka Lo...?" tanya Kautsar.
" Pusing Gue...," sahut Reyhan sambil menelungkupkan wajahnya di atas meja kerja Kautsar.
" Pusing kenapa...?" tanya Kautsar.
" Sepupu Gue mau dateng...," sahut Reyhan sambil menghela nafas panjang.
" Lho kok aneh sih. Sepupu mau dateng bukannya seneng malah bete...," kata Kautsar sambil duduk di hadapan Reyhan.
" Tapi sepupu Gue ini beda Tsar. Dia tuh orangnya perfeksionis. Maunya rapi, bersih, wangi. Beda sama Gue. Biar pun Kita sama-sama cowok, tapi sikap overnya itu bikin Gue ga nyaman...," sahut Reyhan.
" Harusnya Lo bersyukur. Kali aja selama tinggal sama dia Lo bisa ngambil sikap baiknya dia...," kata Kautsar ringan.
" Maksud Lo...?" tanya Reyhan curiga.
" Yah, kali aja Lo ikutan rapi, bersih dan wangi kaya dia...," sahut Kautsar santai.
" Eh, Sia*an. Lo pikir Gue bau karena ga pernah mandi gitu. Ini udah dari sononya Tsar !. Sumpah demi apa pun Gue juga ga nyaman sama bau badan Gue ini. Jujur ini salah satu faktor yang bikin Gue ga pede deketin cewek jadi jangan heran kalo sampe sekarang Gue tetep jomblo. Terus Gue harus gimana dong...?" tanya Reyhan frustasi.
Melihat sikap Reyhan membuat Kautsar tertawa keras. Sedangkan Reyhan nampak menekuk wajahnya.
Tiba-tiba ponsel Reyhan berdering. Kautsar dan Reyhan saling menatap sejenak.
" Kenapa ga diangkat...?" tanya Kautsar.
" Ini sepupu Gue yang lagi Kita omongin Tsar...," sahut Reyhan cepat.
" Ya diangkat dong, kok malah bengong gitu...," kata Kautsar setengah memaksa.
" Males Gue. Biarin aja lah...," sahut Reyhan sambil beranjak dari meja kerja Kautsar.
" Dasar aneh..." gumam Kautsar sambil menggelengkan kepalanya.
\=\=\=\=\=
Sore itu Reyhan nampak sedang menikmati semangkok bakso di kedai bakso langganannya. Tiba-tiba seorang pria menghampiri Reyhan dan duduk di hadapannya. Reyhan nampak cuek karena mengira pria di hadapannya itu adalah pengunjung kedai bakso sama seperti dirinya.
Namun saat pria itu menyapa, Reyhan terkejut dan langsung terbatuk-batuk.
" Pake batuk segala. Nih minum dulu...," kata pria yang menyapa Reyhan tadi dengan ketus.
__ADS_1
" Lo ngagetin Gue tau ga Mond...!" kata Reyhan kesal setelah meneguk air di dalam botol yang tadi disodorkan padanya.
" Salah Lo sendiri. Kan Gue bilang minta dijemput jam empat, kok udah jam lima Lo belum dateng juga. Pas Gue keliling, eh malah nemu Lo lagi makan di sini. Enak ya...," sindir Reymond.
" Enak lah, nih Gue mau nambah...," kata Reyhan santai.
" Reyhan, Lo kebangetan banget tau ga...?!" kata Reymond lantang.
" Berisik !. Ga usah teriak Gue juga denger...! " sahut Reyhan tak kalah lantang.
" Ck, nyebelin. Buruan, Gue tunggu di luar...," kata Reymond sambil beranjak menuju keluar kedai.
Reyhan nampak menatap kesal kearah sepupunya yang menjauh itu. Sesaat kemudian Reyhan nampak kembali menyantap bakso hingga tandas.
Setelah membayar makanannya, Reyhan pun bergegas menemui Reymond di luar kedai. Saat itu Reyhan melihat Reymond sedang berbicara dengan seorang pria muda. Reyhan tak menaruh curiga sama sekali dan mengira jika pria itu adalah orang yang kebetulan lewat di sana.
" Mond, ayo Kita balik...," ajak Reyhan.
" Ok. Oh iya Rey, kenalin ini temen Gue. Namanya Aldi...," kata Reymond hingga membuat langkah Reyhan terhenti.
" Temen, baru sejam di sini Lo udah dapet temen...?" tanya Reyhan tak percaya.
" Ya belum lah. Ini Temen Gue yang emang berangkat bareng dari kota B sana...," sahut Reymond sambil tersenyum.
" Gue Aldi...," sahut Aldi sambil tersenyum.
" Lo tinggal dimana Al...?" tanya Reyhan.
" Belum tau, Gue sih ikut Reymond aja...," sahut Aldi santai hingga mengejutkan Reyhan.
" Maksudnya gimana nih Mond...?" tanya Reyhan sambil mendelik kesal kearah Reymond.
" Oh itu. Aldi bakal tinggal dimana Gue tinggal. Karena Gue bakal nginep di rumah Lo, makanya Aldi juga ikut nginep di rumah Lo. Simple kan...?" tanya Reymond santai.
" Tapi Lo ga bilang kalo bakal ngajak temen Mond...," kata Reyhan gusar.
" Lho, emang harus ya. Lagian Kita kan sama-sama cowok, jadi ga perlu persiapan khusus kan. Kecuali Gue bawa temen cewek, Lo baru boleh panik...," sahut Reymond tak mau kalah.
" Tapi kamar di rumah Gue cuma ada satu...," kata Reyhan sambil mengacak rambutnya sendiri.
" Gapapa. Gue sama Aldi bisa tidur di ruang tengah...," sahut Reymond santai.
" Ga ada ruang tengah !. Rumah Gue itu ukurannya mini, cuma ada satu kamar tidur dan satu ruangan lain yang multi fungsi. Di sana bisa jadi ruang tamu, ruang makan, bahkan juga dapur. Lo paham ga sih maksud Gue...," kata Reyhan gemas.
__ADS_1
" Paham kok. Udah yuk, Kita Lanjutin ngobrolnya di rumah Lo aja nanti. Capek nih Gue. Udah gerah juga, pengen mandi...," sahut Reymond sambil mengibaskan telapak tangannya di depan wajah.
" Ck, ngerepotin deh kalo kaya gini caranya...," gerutu Reyhan dalam hati lalu bergegas menghampiri motornya.
" Eh, sebentar Rey. Kalo Lo naik motor, terus Gue sama Aldi naik apa. Tas-tas ini juga gimana nasibnya...?" tanya Reymond panik.
" Kan ada Taxi...," sahut Reyhan cuek.
" Terus yang bayar ongkosnya siapa...?" tanya Reymond.
" Ya Lo lah. Kan Lo yang naik...!" sahut Reyhan ketus.
" Ish, dasar pelit. Gue pikir Lo yang bayarin. Kan Gue sama Aldi tamu, jadi Lo wajib nyervis Kita dong...," kata Reymond kesal.
" Ntar kalo udah sampe rumah Lo jadi tamu Gue. Tapi di jalanan kaya gini, Lo tanggung semuanya sendiri. Lagian Om sama Tante pasti ngasih ongkos lebih buat Lo pergi ke sini...," sahut Reyhan sambil mulai menstarter motornya hingga membuat Reymond makin panik.
" Iya iya. Tunggu sebentar dong. Gue cari Taxi dulu...," kata Reymond.
" Buruan sih...," sahut Reyhan.
Saat itu terlihat Reymond tengah bingung karena beberapa Taxi yang ia hentikan tak juga mau menepi. Sedangkan Aldi terlihat tak peduli dan duduk santai sambil memainkan game di ponselnya.
Melihat sikap Aldi membuat Reyhan makin kesal.
" Kayanya tambah lagi benalu di hidup Gue nih...," gumam Reyhan sambil melengos.
Tak lama kemudian sebuah Taxi nampak menepi. Reymond dan Aldi bergegas memasukkan tas milik mereka ke dalam bagasi.
" Alamatnya Rey...!" panggil Reymond saat ia telah duduk di dalam Taxi.
" Ikutin Gue aja...!" sahut Reyhan sambil mulai melajukan motornya perlahan.
" Ok. Tapi jangan ngebut yaa...!" pinta Reymond.
" Iya, cerewet...," sahut Reyhan sambil melengos.
Reymond pun tertawa. Kemudian dia minta supir Taxi mengikuti laju motor Reyhan dari belakang.
Sebenarnya jarak rumah Reyhan tak terlalu jauh dari kedai bakso itu. Namun karena kesal dengan ulah Reymond membuat Reyhan sengaja mencari jalan memutar untuk tiba di rumahnya. Alhasil itu membuat ongkos Taxi yang harus dibayar Reymond pun membengkak.
" Rasain...," gumam Reyhan sambil tersenyum penuh kemenangan.
\=\=\=\=\=
__ADS_1