Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
69. Ketahuan Juga


__ADS_3

Aruna sengaja tak menceritakan secara detail bagaimana cara ia membawa Kautsar pulang semalam. Dan Kautsar pun nampak tak ingin tahu karena tak mau Aruna tersinggung jika ia mengingatkan kejadian semalam.


Kondisi Kautsar usai mendapat serangan ilmu hitam Shofia tampak baik-baik saja. Itu semua tak lepas dari campur tangan Aruna yang langsung menetralisir pengaruh ilmu hitam Shofia saat ia berhasil membawa Kautsar pulang.


\=\=\=\=\=


Pagi itu Kautsar kembali bekerja seperti biasa. Sebelumnya ia mengantar Aruna ke kampus karena hari itu Aruna dan genknya akan melakukan perjalanan ke Lampung selama seminggu.


" Jangan lupa berkabar ya Run...," pinta Kautsar sebelum melajukan kendaraannya.


" Iya, insya Allah pas sampe Aku langsung telephon Kamu...," sahut Aruna.


" Selama di sana juga ponsel Kamu harus selalu aktif supaya gampang dihubungi...," pesan Kautsar sambil menstarter motornya.


" Iya...," sahut Aruna lalu mencium punggung tangan Kautsar.


Kautsar membalasnya dengan mencium kening Aruna beberapa saat. Setelahnya Kautsar pergi meninggalkan Aruna dan genknya.


" Gue salut sama Kautsar yang masih sanggup bertahan tinggal seatap sama Lo tanpa melakukan hal yang lebih int*m Run...," kata Ria sambil ikut menatap kepergian Kautsar.


" Gue juga kagum sama dia Ri. Selama ini Kautsar sabar menunggu Gue siap dan ga pernah ngelakuin sesuatu yang ga Gue mau...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Tapi jangan kelamaan juga lah Run. Kasian kan Kautsar. Apa Lo ga khawatir dia melampiaskannya sama cewek lain nanti...?" tanya Ria.


" Gue ga khawatir karena Gue percaya sama dia Ri. Gue sama Kautsar sepakat untuk menjalani semuanya senatural mungkin, ga ada tekanan saat melakukannya. Dan ga harus mikirin apa kata orang lain. Intinya rumah tangga ini dibangun perlahan, pake hati biar ga gampang runtuh...," sahut Aruna sambil tersenyum simpul.


Ria nampak melengos sebal karena sejujurnya ia iri melihat keharmonisan hubungan Aruna dan Kautsar.


Percakapan Aruna dan Ria terhenti saat Agung, Fadil, Galang dan Kenzo mendekat kearah mereka.


\=\=\=\=\=


Kautsar tiba di parkiran kantor sepuluh menit sebelum bel tanda mulai bekerja berdering.


Langkah Kautsar terhenti saat Rayhan menyapanya.


" Akhirnya yang ditunggu dateng juga. Kemana aja sih Lo Tsar jam segini baru nongol...?" tanya Rayhan sambil melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Gue nganterin Istri Gue ke kampusnya dulu tadi...," sahut Kautsar.


" So sweet banget sih Lo. Untung cowok, kalo cewek udah Gue pacarin Lo Tsar...," kata Reyhan hingga membuat Kautsar bergidik sambil menjauhi Reyhan.

__ADS_1


" Lo sendiri ngapain di sini, kurang kerjaan aja nunggu orang masuk kantor...," kata Kautsar.


" Kan Gue udah bilang lagi nungguin Lo tadi...," sahut Reyhan.


" Emangnya ada apaan pake nunggu Gue segala...?" tanya Kautsar.


" Gue dapat kabar kalo Nyonya Shofia sakit dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa Tsar...," sahut Reyhan sambil berjalan di samping Kautsar.


" Inna Lillahi wainna ilaihi rojiuun. Yang bener Lo, kok bisa...?" tanya Kautsar tak percaya.


" Ya bisa lah. Awalnya Nyonya Shofia dirawat karena luka aneh di tubuhnya. Selain itu dia terus ngoceh ga karuan. Setelah dirawat di Rumah Sakit Umum ternyata ga sembuh juga malah makin ngamuk. Makanya dia dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa.


" Kasian ya...," kata Kautsar.


" Kok ekspresi Lo gitu sih Tsar...?" tanya Reyhan.


" Lah Gue harus gimana, lari-lari di lapangan parkir gitu...?" tanya Kautsar dengan mimik lucu.


" Ya ga gitu juga maksud Gue...," sahut Reyhan kesal hingga membuat Kautsar tertawa.


" Terus gimana sama kerja sama perusahaan Kita, batal dong Gue dapat bonus...," kata Kautsar cemas.


" Kalo itu mah aman. Kan ada pengacaranya yang ngurus semua. Menurut lawyernya sih kerja sama terus berlanjut walau pun Nyonya Shofia dalam kondisi terganggu mentalnya...," sahut Reyhan.


" Ga lah, tenang aja Tsar. Tapi Gue baru tau kalo Lo ternyata mata duitan juga ya Tsar...," sindir Reyhan sambil mencibir hingga membuat Kautsar kembali tertawa.


" Terserah Lo mau bilang apa. Yang penting itu uang halal yang Gue dapetin karena kerja keras dan bukan hasil tipu sana sini...," kata Kautsar di sela tawanya.


" Iya Lo bener Tsar...," sahut Reyhan sambil mengangguk.


Saat Kautsar dan Reyhan menuju ruangan, mereka berpapasan dengan Sally. Reyhan langsung memasang wajah full smile berharap Sally akan menyapanya seperti biasa. Namun nampaknya kali ini usaha Reyhan sia-sia. Sally nampak tak perduli dan berlalu begitu saja tanpa menyapa Reyhan.


" Kok tumben Sally ga nyapa Gue ya Tsar...," kata Reyhan sambil menatap punggung Sally yang menjauh.


" Mana Gue tau, tanya aja langsung sama orangnya...," sahut Kautsar cuek.


" Biasanya dia nyapa Gue lho Tsar. Yah walau Gue tau itu cuma modus doang biar Gue mau ngasih info soal Lo sama dia. Atau jangan-jangan Sally udah tau kalo Lo udah married ya Tsar...?" tanya Reyhan.


" Iya...," sahut Kautsar sambil mulai membuka file di mejanya.


" Pantesan dia jadi jutek gitu...," gumam Reyhan.

__ADS_1


" Sebentar, tadi Lo bilang Sally minta info tentang Gue dari Lo...?" tanya Kautsar.


" Iya, kenapa emangnya ?. Ga boleh ya. Tapi itu kan Gue lakuin sebelum Gue tau kalo Lo udah married sama si Aruna...," sahut Reyhan membela diri.


Jawaban Reyhan membuat Kautsar kesal lalu mengusirnya jauh-jauh. Reyhan pun terpaksa menjauh sambil menggerutu sedangkan Kautsar nampak tersenyum puas.


\=\=\=\=\=


Perjalanan Aruna dan genknya berjalan lancar. Galang yang memimpin perjalanan karena ia tahu betul seluk beluk daerah yang mereka kunjungi itu.


" Eh guys, sebentar deh...," kata Ria tiba-tiba hingga membuat langkah kelima temannya terhenti.


" Kenapa Ri, capek ya...?" tanya Kenzo dengan lembut hingga membuat empat anggota genk Comot saling menatap bingung.


Mereka curiga jika telah terjadi sesuatu antara Ria dan Kenzo.


" Mesra amat sih nanyanya Ken, kaya orang pacaran aja...," sindir Agung kesal.


" Eh, bukan gitu maksud Gue. Kan Gue cuma nanya, kok bisa-bisanya Lo mikir gitu sih Gung. Ria kan temen Kita juga, jadi apa salahnya kalo Kita dengerin apa maunya...?" tanya Kenzo panik.


" Iya tau, tapi ga usah panik juga kali Ken. Sikap Lo justru bikin Kita curiga kalo Lo sama Ria sebenernya punya hubungan spesial. Iya kan...?" tanya Fadil.


Pertanyaan Fadil membuat suasana hening seketika. Empat pasang mata nampak mengamati Ria dan Kenzo bergantian hingga membuat keduanya salah tingkah. Sebelum menjawab pertanyaan Fadil, Kenzo berdehem untuk menetralisir kegugupannya.


" Ehm, sejujurnya Gue emang suka sama Ria sejak dulu. Dan Gue ga nyangka kalo akhirnya Ria membalas perasaan Gue. Dan seminggu yang lalu Kita resmi jadian. Sekarang Ria sama Gue pacaran...," kata Kenzo sambil meraih jemari Ria lalu menggenggamnya erat.


Untuk sesaat suasana tetap hening. Namun tiba-tiba Galang bertepuk tangan lalu menjabat tangan Kenzo. Tindakan Galang itu pun diikuti Fadil, Agung dan Aruna.


Kenzo dan Ria nampak saling menatap sejenak kemudian tersenyum menyambut uluran tangan keempat sahabat mereka.


" Selamat ya Ken. Semoga Lo bisa segera menghalalkan Ria...," kata Galang yang diangguki Fadil dan Agung.


" Insya Allah. Makasih doanya ya Lang...," sahut Kenzo terharu.


" Jadi rupanya sahabat Gue ini udah ga jomblo lagi ya...," kata Aruna sambil menggelitiki pinggang Ria hingga gadis itu tertawa.


" Iya. Sorry ga jujur sama Lo tentang ini ya Run...," kata Ria malu-malu.


" Gapapa Ri, nyantai aja. Intinya Gue ikutan seneng ngeliat Lo sama Kenzo bahagia...," sahut Aruna sambil merengkuh pundak Ria.


Ria tersenyum lalu memeluk Aruna erat. Kebahagiaan pun nampak mewarnai genk Comot yang tak menyadari jika mereka kini tengah dikepung oleh belasan orang tak kasat mata.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2