
Bayangan hitam itu ternyata adalah salah satu anggota pasukan manusia serigala yang mengawal Orion. Ia nampak melesat cepat menuju sebuah tempat yang sangat jauh dari perumahan penduduk.
Saat tiba di sebuah perbukitan, ia menghentikan larinya lalu menurunkan tubuh manusia serigala lain yang merupakan jelmaan dokter Sheina itu dari pundaknya.
" Di sini Kamu bebas mengekspresikan emosimu...," kata pengawal Orion sambil mundur beberapa langkah.
Manusia serigala jelmaan dokter Sheina itu terduduk di tanah sambil menundukkan kepala. Sesaat kemudian ia nampak melolong panjang sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Tersirat kesedihan dalam lolongan panjangnya itu hingga membuat manusia serigala lain yang mendengar pun menjadi iba.
Pengawal Orion masih berdiri di sana sambil terus mengamati dokter Sheina. Nampaknya ia menunggu dokter Sheina menyelesaikan prosesnya.
Beberapa saat kemudian dokter Sheina perlahan telah kembali ke wujudnya semula sebagai manusia. Ia pun menangis karena merasa sangat lelah menjalani takdirnya itu.
Tiba-tiba Orion datang mendekat hingga membuat dokter Sheina terkejut lalu menghentikan tangisnya.
" Siapa Kalian ?. Apa mau Kalian...?" tanya dokter Sheina sambil bangkit berdiri.
" Kami bukan siapa-siapa. Kami hanya kebetulan lewat dan melihatmu terjebak di mobil itu. Kami tau Kamu ga ingin orang lain melihat perubahan wujudmu menjadi manusia serigala, karena itu Kami membantumu...," sahut Orion dengan tenang.
" Terima kasih. Tapi kenapa Kalian membantuku...?" tanya dokter Sheina.
" Kamu dan Kami berasal dari klan yang sama. Bedanya Kami bisa mengendalikan diri hingga tau kapan harus berubah atau tidak. Sedangkan Kamu keliatannya kesulitan mengendalikan dirimu...," sahut Orion sambil menatap lekat dokter Sheina yang berdiri di hadapannya dan dalam kondisi yang tak baik-baik saja.
Dokter Sheina menghela nafas panjang mendengar ucapan Orion. Ia mengangguk lalu menatap ke langit sambil menceritakan asal usulnya yang menurutnya tak jelas.
" Karena sejak kecil Aku sendirian dan terasing di tanah ini. Aku ga tau siapa orangtua kandungku atau siapa yang membawaku ke sini. Aku hanya tau jika Aku harus bertahan hidup dengan usahaku sendiri. Dan saat pertama kali berubah Aku bingung karena tak tau bagaimana cara mengendalikannya...," sahut dokter Sheina hingga mengejutkan Orion dan keempat pengawalnya.
__ADS_1
" Lalu bagaimana Kamu bisa bertahan sendirian...?" tanya Orion sambil menatap dokter Sheina dengan tatapan iba.
" Saat Aku mulai mengenal dunia, Aku sudah ada di sebuah panti asuhan bersama teman-teman...," sahut dokter Sheina dengan sendu.
" Panti asuhan...?" tanya Orion tak percaya.
" Iya panti asuhan. Aku terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Aku bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupku sendiri. Bahkan kadang Aku membantu Ibu panti berjualan asongan di pinggir jalan agar bisa menghasilkan uang untuk kelangsungan panti dan adik-adik. Kemudian saat remaja Aku diadopsi oleh pasangan suami istri yang baik hati. Mereka menyayangiku dengan tulus. Sayangnya usia mereka sangat pendek. Mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat hingga membuatku kembali menjadi yatim piatu. Meski pun begitu mereka masih berbaik hati menghibahkan hartanya padaku hingga Aku bisa bertahan hidup dan melanjutkan pendidikan hingga bangku kuliah...," kata dokter Sheina.
" Kamu masih termasuk beruntung karena memiliki orangtua angkat yang peduli pada kebahagiaanmu meski pun mereka telah tiada...," kata Orion.
" Betul. Dan karena itu lah Aku selalu menyematkan nama mereka di setiap doaku...," sahut dokter Sheina sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
" Memang itu yang seharusnya Kamu lakukan...," kata Orion.
Dokter Sheina mengangguk sambil tersenyum lalu menoleh kearah Orion.
" Aku Orion dan mereka adalah teman-temanku...," sahut Orion sambil melirik kearah empat pengawalnya.
" Begitu ya. Maaf kalo Aku lancang. Melihat wajahmu mengingatkan Aku pada sosok wanita cantik yang belum lama kukenal. Dia juga salah satu pasien ku. Namanya Aruna. Dia juga...," ucapan dokter Sheina terputus saat Orion memotong cepat.
" Dia Anakku, anak kandungku...," kata Orion bangga hingga membuat dokter Sheina terkejut sekaligus senang.
" Saat pertama kali mengetahui darah Aruna berbeda dengan manusia lainnya Aku sedikit terkejut. Tapi Aku senang saat tau darahnya mirip dengan darahku. Itu artinya Aku ga sendirian di sini. Apalagi saat bertemu George dan Matilda lalu mereka menceritakan semuanya. Sekarang Aku paham darimana darah manusia serigala dalam tubuh Aruna itu berasal...," kata dokter Sheina sambil tersenyum penuh makna.
" Jadi Kamu juga sudah mengenal George dan Matilda. Mereka adalah orang yang tulus.Mereka juga menjaga Arunaku dengan baik. Dan dari mereka juga Aku mendapatkan info akurat tentang Aruna...," sahut Orion.
__ADS_1
" Aruna jauh lebih beruntung dariku karena selalu dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya...," kata dokter Sheina sambil tersenyum kecut.
" Bukan kah sejak mengenal Aruna, George dan Matilda, Kamu ga lagi sendirian ?. Harusnya Kamu cukup puas dengan kondisi ini Sheina. Jangan jadi orang yang kufur nikmat. Bandingkan saja kondisi ini dengan kondisimu saat belum mengenal mereka...," kata Orion dengan nada tak suka hingga membuat dokter Sheina tersentak.
" Maafkan Aku. Aku sama sekali ga bermaksud..., " ucapan dokter Sheina kembali dipotong cepat oleh Orion.
" Gapapa Sheina, lupakan saja. Aku mengerti mengapa Kamu bicara seperti itu tadi. Sekarang sudah hampir pagi, sudah waktunya Aku pergi. Nanti salah satu temanku akan mengantarmu kembali ke tempat Kamu meninggalkan mobilmu tadi...," kata Orion cepat.
" Baik lah, terima kasih...," sahut dokter Sheina yang diangguki Orion dan keempat pengawalnya.
" Ke depannya berhati-hatilah saat berubah menjadi manusia serigala di tempat umum. Kamu bisa bertanya pada Aruna, George atau Matilda tentang bagaimana cara mengendalikan diri saat berubah menjadi manusia serigala...," kata Orion sambil melesat pergi meninggalkan dokter Sheina bersama seorang pengawalnya.
Dokter Sheina mengangguk kemudian tersenyum melihat kepergian Orion dan ketiga pengawalnya itu. Melihat sikap keempat orang yang bersama Orion tadi membuat dokter Sheina yakin jika mereka bukan lah teman Orion melainkan pengawal pribadi ayah Aruna itu.
" Aku memang ga tau apa-apa tentang klan manusia serigala ini. Tapi Aku langsung mengerti walau baru kali ini melihat Kalian. Kamu dan ketiga temanmu tadi bukan sekedar teman Orion. Sikap Kalian lebih mirip seperti ajudan atau body guard daripada teman. Apa Aku benar...?" tanya dokter Sheina sambil menatap pengawal Orion dengan lekat.
Tak ada jawaban. Pria itu hanya mengangguk tanpa bicara dan itu membuat dokter Sheina sedikit kesal.
" Irit bicara atau memang ga bisa bicara...?" sindir dokter Sheina.
Lagi-lagi pengawal Orion tak menjawab selain membungkuk di hadapan dokter Sheina seolah meminta wanita itu naik ke atas punggungnya.
Dengan enggan dokter Sheina pun naik ke atas punggung pengawal Orion itu. Sesaat kemudian pengawal Orion langsung melesat cepat meninggalkan tempat itu. Dokter Sheina memejamkan matanya karena khawatir terjatuh. Hingga beberapa saat kemudian dokter Sheina dikejutkan dengan suara Rasyid yang menyapanya. Terdengar sangat dekat dan membuatnya membuka mata.
" Kamu baik-baik aja Sheina...?!" tanya Rasyid cemas.
__ADS_1
Dokter Sheina nampak mengedarkan pandangannya untuk mengetahui apa yang terjadi. Ternyata saat itu ia telah duduk di dalam mobil tepat di balik kemudi.
\=\=\=\=\=