
Aruna tengah duduk sambil menatap tiga orang yang dicintainya yaitu Kautsar, Khai dan Kanaya. Mereka sedang berlarian di salah satu taman yang terdapat di kota Malang. Ketiganya terlihat bahagia. Sesekali jeritan disertai tawa terdengar hingga membuat Aruna ikut tertawa.
Khai dan Kanaya kini telah berusia tiga tahun. Keduanya mulai memperlihatkan perbedaan meski pun mereka terlahir sebagai anak kembar.
Khai adalah sosok anak laki-laki yang tangguh. Bakat kepemimpinan sudah terlihat jelas karena Khai lebih mendominasi saat melakukan sesuatu.
Sedangkan Kanaya cenderung pemalu, sensitif dan cengeng. Kanaya akan selalu mengikuti kemana pun Khai pergi dan merengek jika keinginannya tak terpenuhi. Jika sudah seperti ini biasanya Khai akan mengalah apalagi jika sang adik mulai menangis.
Ingatan Aruna melayang ke masa satu tahun yang lalu. Saat itu ia dan keluarga kecilnya tengah berlibur di Bali. Bukan liburan yang direncanakan karena sebenarnya Aruna dan kedua anaknya ikut Kautsar yang ditugaskan ke Bali untuk meninjau proyek.
Mereka menginap di salah satu hotel di Nusa dua Bali. Lokasinya yang dekat dengan proyek membuat Kautsar memilih tempat itu.
Awalnya Kautsar mendapat jatah penginapan atau mess khusus karyawan. Tapi karena khawatir mengganggu karyawan lain, Kautsar memutuskan membawa keluarganya menginap di hotel. Selain fasilitas hotel yang memadai untuk anak-anak, lokasi hotel juga dekat dengan pantai. Hingga Kautsar dan Aruna bisa memperkenalkan pantai pada kedua anaknya yang selama ini tinggal di tempat bersuhu dingin.
Saat Kautsar disibukkan dengan pekerjaan, maka Aruna membawa kedua anaknya berkeliling kota. Aruna juga menyewa jasa seorang guide untuk membantunya menjelajahi pulau Bali. Sang guide yang bernama Tantri itu sangat ramah dan penyuka anak-anak, hingga Khai dan Kanaya bisa beradaptasi dengannya.
Saat sore hari Aruna dan kedua anaknya pun kembali ke hotel karena Kautsar juga telah kembali dari pekerjaannya. Setelah membersihkan diri biasanya mereka menikmati kuliner malam di sekitar hotel. Atau jika si kembar terlalu lelah setelah seharian berkeliling kota, maka Aruna dan Kautsar akan memesan layanan kamar saja.
Malam itu begitu lah yang terjadi. Karena kelelahan, Khai dan Kanaya pun tertidur sebelum menyelesaikan makan malam mereka.
Kautsar dan Aruna hanya menggelengkan kepala melihat tingkah lucu si kembar.
Setelah Aruna membersihkan mulut dan tangan si kembar, Kautsar yang bertugas menggendong mereka ke kamar.
Setelah membaringkan Kanaya di samping Khai, Kautsar pun menyelimuti kedua anaknya.
" Capek banget ya Kalian. Makan malam aja belum selesai tapi udah bobo pules kaya gini...," kata Kautsar sambil tersenyum lalu mengecup keduanya bergantian.
" Mereka kecapean lari-lari tadi Yah. Untung ada si Tantri jadi ga terlalu repot. Ga kebayang deh kalo Aku sendirian bawa si kembar jalan-jalan tadi...," kata Aruna sambil membaringkan diri di samping Khai.
" Iya Bund. Anak-anak udah besar, makin aktif juga. Makanya Aku cemas waktu Kamu bilang mau ngajak si kembar jalan-jalan. Aku yakin Kamu pasti kerepotan. Tapi pas Kamu bilang ngajak Tantri juga, Aku jadi lebih tenang...," sahut Kautsar.
__ADS_1
" Terus gimana dong...," kata Aruna.
" Apanya...?" tanya Kautsar tak mengerti.
" Rencana jalan-jalan Kita Ayah. Masa di kamar terus, ga seru dong Yah. Ini kan Bali, tempat impian banyak orang. Masa Kita di Bali malah ngabisin waktu di kamar aja...," protes Aruna dengan mimik wajah lucu.
Kautsar pun tertawa sambil mengusak rambut sang istri dengan gemas.
" Terus Kamu maunya gimana...?" tanya Kautsar.
" Aku mau jalan-jalan keluar sama Kamu Yah...," sahut Aruna.
" Anak-anak gimana ?, mereka kan baru tidur. Kalo dibangunin juga kasian, pasti malah pusing dan uring-uringan nanti...," kata Kautsar sambil melirik kedua anaknya yang terlelap itu.
" Kita minta tolong sama Tantri aja Yah. Dia pasti mau kok jagain anak-anak..., " sahut Aruna.
" Tantri ?. Ga enak lah Bund. Dia juga pasti perlu istirahat setelah seharian jalan sama Kamu dan anak-anak tadi...," kata Kautsar.
" Tapi dia yang nawarin diri kok Yah. Tantri bilang, selama di Bali Aku bisa andalkan dia untuk tugas apa pun...," sahut Aruna.
" Suamiku emang the best. Makin cinta deh sama Kamu...," puji Aruna sambil mengalungkan lengannya di leher sang suami.
" Istriku ini paling bisa deh kalo muji. Tapi Kita keluar setelah sholat Isya ya Bund...," kata Kautsar sambil memeluk pinggang Aruna erat lalu mendaratkan ciuman mesra di keningnya.
" Setuju Yah...," sahut Aruna cepat hingga membuat Kautsar tersenyum.
Setelah menunaikan sholat Isya berjamaah di kamar hotel, Aruna dan Kautsar pun pergi keluar untuk menikmati suasana romantis Bali saat malam hari.
" Titip anak-anak ya Tri, Aku ga lama kok...," kata Aruna saat hendak keluar kamar.
" Iya Bu, tenang aja. Anak-anak aman kok sama Saya...," sahut Tantri sambil tersenyum.
__ADS_1
Kemudian Kautsar dan Aruna keluar dari hotel. Mereka menyusuri pantai sambil bergandengan tangan. Suasana pantai saat itu ramai dengan pengunjung yang berasal dari manca negara. Hal itu membuat Aruna takjub. Bahkan mereka tak segan memadu kasih di pinggir pantai hingga membuat Aruna bergidik.
" Kenapa Sayang...?" tanya Kautsar yang tahu jika istrinya baru saja melihat pasangan yang berciuman saat mereka melintas tadi.
" Gapapa. Kenapa suasana di sini mendadak panas ya Yah, padahal ini kan di pantai lho...," sahut Aruna sambil mengibaskan telapak tangannya.
Ucapan Aruna membuat Kautsar tersenyum. Ia menarik Aruna ke dalam pelukannya lalu mencium bibir sang istri dengan intens hingga mengejutkan Aruna.
Aruna berusaha mendorong Kautsar namun sayangnya sang suami seolah tak ingin melepaskan ciumannya. Kautsar justru menarik pinggang Aruna dan memperdalam ciumannya.
Aruna membulatkan matanya karena mendapati sikap Kautsar yang sedikit liar itu. Beberapa saat kemudian Kautsar menyudahi ciumannya setelah keduanya kekurangan pasokan oksigen.
" Ayah apaan sih...," kata Aruna sambil menyembunyikan wajahnya yang merona di pelukan suaminya.
" Kenapa Bund, malu ya...?" tanya Kautsar.
" Iya lah. Masa ciuaman di depan umum gini sih...," sahut Aruna sambil melirik ke kanan dan ke kiri seolah khawatir menjadi pusat perhatian.
" Lho ngapain malu. Ga ada yang merhatiin Kita Bund. Mereka juga lagi sibuk sama pasangan masing-masing...," kata Kautsar santai.
" Iya sih, tapi...," ucapan Aruna terputus karena Kautsar memotong cepat.
" Aku pikir Kamu juga mau dicium di depan umum kaya mereka. Gapapa lah Bund, sekali-kali kan boleh. Lagian Kita kan pasangan halal jadi sah-sah aja mau ciuman dimana pun. Sekalian ngerasain sensasinya ciuman di pinggir pantai di Bali Bund...," kata Kautsar sambil berbisik di telinga sang istri.
Aruna pun mengedarkan pandangannya dan melihat semua pasangan sedang asyik memadu kasih. Tak seorang pun peduli dengan apa yang dilakukan pasangan lain. Aruna tersenyum lalu mengangguk. Ia pun mengalungkan lengannya di leher sang suami sambil menatap Kautsar dengan tatapan mendamba.
" Lagi Yah...," pinta Aruna hingga membuat Kautsar tertawa kecil.
Kemudian Kautsar kembali mendaratkan ciuman panjang di bibir Aruna hingga membuat sang istri larut dalam suasana romantis.
Mengingat moment romantis itu membuat wajah Aruna merona. Ia malu sekaligus bahagia karena memiliki kenangan indah di Bali bersama suaminya.
__ADS_1
Namun Aruna sedikit gusar saat teringat kenangan lainnya yang melibatkan Khai dan Kanaya.
\=\=\=\=\=