Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
248. Menjemput Ria


__ADS_3

Malam harinya Aruna bersama Matilda dan George kembali mendatangi rumah Ria. Namun kali ini mereka telah siap dengan segala kemungkinan. Aruna yang merasa tertantang dengan tersanderanya Ria di dalam rumah menjadi sedikit emosional.


" Kenzo, mau apa dia ke sini...?" gumam Aruna saat melihat Kenzo turun dari mobilnya.


" Biarkan saja Nak. Mungkin dia ingin menjemput Ria dengan caranya sendiri. Setidaknya Kita tau gimana reaksi orang-orang itu saat Kenzo bilang ingin menjemput Ria...," kata George.


" Tapi itu bakal jadi lelucon yang ga lucu Om. Kan mereka juga tau kalo Kenzo yang nganterin Ria pulang kampung. Kok sekarang malah Kenzo bilang mau jemput Ria. Kan aneh...," sahut Aruna.


" Sabar Aruna. Coba liat ke sana...," kata Matilda.


Kenzo berjalan menghampiri kerumunan orang yang sedang duduk di teras rumah Ria. Kali ini tak hanya kaum ibu tapi kaum bapak yang ada di sana. Melihat kedatangan Kenzo warga pun terlihat saling menatap bingung.


" Assalamualaikum, selamat malam...," sapa Kenzo dengan ramah.


" Wa alaikumsalam, selamat malam juga. Lho, Mas ini kan pacarnya Mbak Ria ya...?" tanya salah seorang warga.


" Betul Pak...," sahut Kenzo senang karena ternyata warga masih mengenalinya.


" Ada apa Mas, cari Mbak Ria ya...?" tanya seorang wanita.


" Iya Bu...," sahut Kenzo cepat sambil melirik ke rumah Ria.


" Tapi Mbak Rianya kan ga di rumah Mas. Bukannya pulang kampung ya...?" tanya warga.


" Udah pulang kok Bu. Saya sendiri yang jemput. Tapi tadi pagi Saya sama Ria pisah di jalan karena Saya harus rapat di kantor. Nah kata Ria, dia mau pulang sebentar ngambil sesuatu yang ketinggalan...," sahut Kenzo.


" Gitu ya. Tapi ga ada yang ngeliat Mbak Ria pulang kok. Soalnya dari pagi Kita ga ngumpul di sini Mas...," kata warga.


" Tapi Ria juga telephon Saya tadi siang dan bilang kalo ada di kontrakan...," kata Kenzo hampir putus asa karena tak juga mendapat akses untuk mengecek ke dalam rumah Ria.


Untuk sesaat warga saling menatap bingung. Hingga tiba-tiba seorang wanita berdaster batik ikut bergabung bersama mereka. Wanita muda itu bernama Ika. Dia adalah salah satu warga yang berada di dekat pohon yang diliat Luluk tadi pagi.

__ADS_1


" Mbak Ria itu yang rambutnya berombak sepunggung dan pake celana panjang biru bukan...?" tanya Ika dari sebelah kanan Kenzo.


" Betul Bu...," sahut Kenzo sambil menoleh cepat kearah Ika.


" Oh, kalo yang itu sih Saya liat ngobrol sama Mbak Luluk tadi pagi. Kayanya masuk ke dalam rumah deh. Terus Saya ga liat lagi karena harus jemput Anak Saya yang sekolah di TK...," kata wanita itu hingga membuat Kenzo kecewa.


" Nah itu Mbak Luluk., coba aja tanya langsung sama dia...!" kata seorang pria sambil menunjuk Luluk yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.


Semua mata menatap Luluk yang terlihat melangkah santai menghampiri kerumunan warga.


" Ada apa nih, seru banget keliatannya ?. Eh, ada Mas Kenzo juga. Apa kabar Mas...?" sapa Luluk dengan ramah.


" Alhamdulillah baik Bu. Saya ke sini mau ketemu Ria. Apa Rianya ada Bu...?" tanya Kenzo.


" Lho, kok tanya Mbak Ria sama Saya. Mana Saya tau. Saya kan bukan Ibunya...," sahut Luluk sedikit gugup.


" Tapi kata Ibu ini tadi pagi ngeliat Ria ngobrol sama Bu Luluk. Kalo boleh tau Ria bilang ga mau pergi kemana Bu...?" tanya Kenzo sambil menatap lekat Luluk.


" Jangan sembarangan ngomong Ka. Saya kan jadi ga enak. Pagi ini Saya emang lumayan lama duduk di sini, tapi Saya ga ketemu sama Mbak Ria apalagi ngobrol sama dia. Mungkin Kamu salah liat Ka...," kata Luluk.


" Ga mungkin Saya salah liat Mbak Luluk. Mata Saya masih awas kok...," sahut Ika tak mau kalah.


" Tapi Saya emang ga ketemu apalagi ngobrol sama Mbak Ria kok...," kata Luluk.


Perdebatan kecil pun terjadi diantara Luluk dan Ika. Dan saat itu lah terdengar suara gaduh dari dalam rumah kontrakan Ria hingga membuat semua orang terdiam.


" Gubrakkk...!!"


" Suara apaan tuh...?!" tanya warga.


" Arahnya dari dalam rumah Ria. Tolong Pak, bantu Saya ngecek ke dalam sana...," pinta Kenzo.

__ADS_1


" Ok. Ayo Mas Kita liat ada apa di dalam sana. Aneh, wong ga ada orangnya tapi kok ada suara dari dalam rumahnya...," sahut warga saling bersahutan.


" Eh, Kalian mau kemana ?. Jangan sembarangan masuk ya, ga baik. Nanti Kita dibilang ga sopan karena masuk rumah tanpa ijin padahal pemilik rumah lagi ga ada di rumah...!" kata Luluk lantang karena bermaksud menghalangi warga.


" Mbak Luluk ini gimana sih. Apa kehadiran Mas Kenzo dan warga ga cukup buat mewakili memberi ijin masuk ke dalam rumahnya Mbak Ria. Lagian Kita sama-sama denger kalo ada suara aneh yang mencurigakan dari dalam rumah tadi. Kita semua juga mau kok jadi saksi dan bersedia bertanggung jawab kalo ada apa-apa nanti...," sahut Ika kesal.


" Pokoknya Kalian ga boleh masuk...!" kata Luluk sambil merentangkan kedua tangannya di depan pintu.


" Sebenernya hak Bu Luluk apa menghalangi Kami. Saya ini calon suaminya Ria Bu. Saya berhak tau isi di dalam rumah tunangan Saya. Iya kan...?" tanya Kenzo gusar.


" Tapi Saya yang dikasih mandat sama pemilik kontrakan buat ngawasin semua rumah kontrakan di sini. Jadi kalo Saya bilang ga boleh, itu artinya ya Kalian ga bisa masuk. Ngerti ga sih...?!" kata Luluk lantang.


Kenzo dan warga saling menatap kemudian mengangguk seolah mengerti. Melihat warga melunak Luluk pun senang dan sedikit lengah. Saat itu lah warga dan Kenzo bergerak cepat menerobos pertahanan Luluk lalu mendobrak pintu rumah Ria bersama-sama.


Luluk menjerit histeris saat warga berhasil mendobrak pintu. Bersamaan dengan itu warga pun membalikkan tubuhnya sambil menutup hidung saat bau busuk menyeruak keluar dari dalam rumah Ria.


Jika warga menjauh dari ambang pintu, Kenzo justru nekad menerobos masuk ke dalam rumah Ria sambil memanggil nama sang kekasih. Hal itu membuat Luluk semakin histeris. Ia mengejar Kenzo dan bermaksud menarik tangan Kenzo agar keluar dari rumah Ria. Namun Kenzo menepis tangan Luluk dan mendorongnya hingga wanita itu jatuh terjengkang di lantai.


" Hentikan dia. Jangan biarkan dia masuk...! " jerit Luluk.


Warga nampak bingung hendak mendukung siapa, Luluk atau Kenzo.


Namun saat mendengar jeritan Kenzo dari dalam rumah, warga pun akhirnya menyusul Kenzo dan mengabaikan permintaan Luluk.


" Ya Allah !. Ria, Kamu kenapa Sayang...?!" tanya Kenzo lantang.


Warga yang berhenti di ambang pintu kamar Ria tampak terkejut melihat kondisi Ria yang mengenaskan. Saat itu Ria sedang dalam keadaan berbaring terlentang di atas tempat tidur dengan darah di sekujur tubuh dan wajahnya. Pakaian yang ia kenakan pun terlibat robek di sana sini.


Warga pun bergegas membantu Kenzo menggotong tubuh Ria keluar dari kamar. Setelahnya Kenzo langsung melarikan Ria ke Rumah Sakit terdekat.


Setelah mobil Kenzo berlalu meninggalkan tempat itu, warga pun tersadar jika Luluk tak ada lagi bersama mereka. Warga pun mulai mencari Luluk dan berharap Luluk memberi penjelasan tentang kejadian yang menimpa Ria. Namun sayangnya warga tak berhasil menemukan Luluk, meski pun warga menggeledah rumahnya. Wanita itu seolah hilang, lenyap bak ditelan bumi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2